<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786</id><updated>2011-11-27T17:13:47.660-08:00</updated><category term='marketing'/><category term='investasi'/><category term='bisnis'/><category term='kesuksesan'/><category term='finansial'/><category term='managemen'/><category term='rahasia'/><category term='kepemimpinan'/><category term='networking'/><category term='ecommerce'/><title type='text'>Rahasia Online Menjadi Pebisnis</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>154</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-7945764032821800283</id><published>2008-04-06T00:04:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T00:08:46.934-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>Tips Dari Orang Terkaya Di Dunia</title><content type='html'>Warren Buffet Orang Terkaya di DUNIA.......&lt;br /&gt;Tulisan berikut merupakan rangkuman 1 jam wawancara dengan,&lt;br /&gt;Investor Legendaris nomor satu di dunia di CNBC.&lt;br /&gt;Warren Buffet saat ini adalah orang terkaya nomor satu di dunia versi majalah Forbes,&lt;br /&gt;dengan aset pribadi sebesar $ 62 milyar (setara 619 triliun rupiah!!!),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buffet sekaligus filantrop/dermawan nomor satu dunia yang telah menyumbangkan lebih&lt;br /&gt;dari $ 31 milyar (sekitar Rp. 300 triliun!!!) dana pribadinya untuk sumbangan-sumbangan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut 9 aspek kehidupannya yang sangat menarik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buffet memulai investasi sahamnya pada usia 11 tahun,&lt;br /&gt;dan ia sangat menyesal memulai investasi saham di usia yang terlambat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dia membeli sebuah lahan pertanian kecil pada usia 14 tahun dari hasil tabungannya menjadi loper koran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dia tetap h id up sederhana dengan gaya h id up yang t id ak berubah,&lt;br /&gt;memiliki rumah dengan 3 kamar t id ur kecil di kota kecil Omaha,&lt;br /&gt;yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;Rumahnya t id ak memiliki pagar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Dia mengendarai mobilnya sendiri tanpa seorang sopir ataupun bodyguard di dekatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dia t id ak pernah bepergian menggunakan jet pribadi,&lt;br /&gt;walaupun ia memiliki perusahaan jet pribadi terbesar di dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 perusahaan.&lt;br /&gt;Ia hanya menulis 1 surat setiap tahun ke CEO perusahaan2nya tersebut,&lt;br /&gt;memberikan mereka tujuan bisnis yang harus dicapai setiap tahunnya.&lt;br /&gt;Ia tidak pernah mengadakan meeting atau menelepon CEO2 tersebut,&lt;br /&gt;ia hanya memberikan 2 buah peraturan:&lt;br /&gt;1. Rule number 1: Jangan pernah membuat rugi para pemilik saham&lt;br /&gt;2. Rule number 2: Jangan pernah lupa Aturan nomor 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ia tidak pernah bersosialisasi di klub-klub orang kaya.&lt;br /&gt;Waktu luangnya setelah ia tiba di rumah ia gunakan untuk membuat popcorn,&lt;br /&gt;dan menonton TV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bill Gates, mantan orang terkaya di dunia,&lt;br /&gt;tidak pernah berminat untuk menemui Buffet karena tidak melihat adanya kesamaan yang mereka miliki,&lt;br /&gt;namun 5 tahun yang lalu Bill mencoba membuat agenda untuk bertemu dengan Buffet hanya selama 30 menit.&lt;br /&gt;Namun meeting tersebut justru berlangsung selama 10 jam,&lt;br /&gt;Bill berbincang-bincang lama sekali dengan Buffet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Buffet tidak pernah membawa hanphone,&lt;br /&gt;maupun PC/laptop di mejanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehatnya untuk Anak Muda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Stay away from credit cards and invest in yourself and remember:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Uang tidak menciptakan manusia. Namun manusia bisa menciptakan UANG....&lt;br /&gt;2. Jalani kehidupan Anda sesederhana diri Anda sendiri. Yang penting diri Anda NYAMAN...&lt;br /&gt;3. Jangan lakukan apa yang orang lain katakan.&lt;br /&gt;Dengarkan saja mereka, namun lakukanlah hanya apa yang membuat Anda&lt;br /&gt;merasa nyaman (feel good)&lt;br /&gt;4. Jangan membeli barang karena merknya.&lt;br /&gt;Kenakanlah pakaian yang memang membuat Anda merasa nyaman.&lt;br /&gt;5. Jangan menghabiskan uang Anda untuk barang-barang yang tidak penting.&lt;br /&gt;Gunakanlah uang Anda secara bijaksana untuk kebutuhan yang memang&lt;br /&gt;benar-benar Anda perlukan.&lt;br /&gt;6. Akhirnya, ini semua adalah keh id upan Anda.&lt;br /&gt;"Hidup ini hanya sekali. Mengapa Anda harus memberikan orang lain kesempatan&lt;br /&gt;untuk mengatur h id up Anda?. H id uplah dengan gaya Anda sendiri, yang penting&lt;br /&gt;Anda senang, Anda puas, Anda nyaman, &amp; Anda bahagia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber = forward e-mail&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-7945764032821800283?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/7945764032821800283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=7945764032821800283' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/7945764032821800283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/7945764032821800283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/04/tips-dari-orang-terkaya-di-dunia.html' title='Tips Dari Orang Terkaya Di Dunia'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-435360677059397348</id><published>2008-01-29T07:37:00.000-08:00</published><updated>2008-01-29T07:40:49.827-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>8 Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kegagalan</title><content type='html'>1. Gagal itu tidaklah sama dengan menjadi pecundang.&lt;br /&gt;Seseorang bisa saja sering gagal namun tetap bukan seorang pecundang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Gagal tidaklah memalukan seperti yang dikira semua orang.&lt;br /&gt;Berbuat salah tidaklah lebih daripada bergabung dengan umat manusia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Kegagalan itu hanyalah kemunduran sementara.&lt;br /&gt;Kegagalan tidaklah pernah menjadi bab terakhir dari buku kehidupan anda kecuali anda menyerah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;4. Sesuatu yang layak itu tak pernah tercapai tanpa resiko gagal.&lt;br /&gt;Orang yang meresikokan segalanya untuk mencoba mencapai sesuatu yang benar2 layak lalu gagal sama sekali bukanlah pecundang yang memalukan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5. Kegagalan adalah persiapan alami untuk meraih sukses&lt;br /&gt;Walaupun tampaknya aneh, sukses itu lebih sulit dijalani dengan sukses ketimbang kegagalan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. Setiap kegagalan disertai dengan kemungkinan2 akan sesuatu yang lebih besar.&lt;br /&gt;Analisalah kegagalan dari sudut manapun, maka akan anda temukan benih2 untuk mengubah kegagalan itu menjadi sukses.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7. Adalah terpulang pada anda untuk menyikapi kegagalan2 dalam kehidupan anda.&lt;br /&gt;Kegagalan itu bisa menjadi berkat atau kutuk, tergantung pada reaksi atau respons masing2 individu terhadapnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8. Kegagalan adalah peluang untuk belajar bagaimana caranya mengerjakan segalanya dengan lebih baik lain kali - belajar di mana bahaya2nya dan bagaimana caranya untuk menghindarinya.&lt;br /&gt;Hal yang terbaik dapat dilakukan dengan kegagalan adalah belajar sebisanya darinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(Dale Galloway)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-435360677059397348?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/435360677059397348/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=435360677059397348' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/435360677059397348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/435360677059397348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/8-hal-yang-perlu-anda-ketahui-tentang.html' title='8 Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kegagalan'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-3372272914934525787</id><published>2008-01-13T03:06:00.000-08:00</published><updated>2008-01-13T03:52:32.533-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia'/><title type='text'>Santai Banyak Ide</title><content type='html'>Adanya tekanan/ stress dapat membuat orang bergerak dengan sekuat tenaga. Tetapi kadang kala dengan seringnya tekanan mungkin malah membuat kita tidak banyak berpikir dan melupakan banyak hal karena terfokus pada pekerjaan tersebut. Ide- ide baru akan susah muncul dan dapat membuat anda tidak bisa mengendalikan tekanan tersebut (distress).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi pada diri saya, sudah bosan dengan pekerjaan sebagai karyawan. Tiap hari kerja pergi pagi, kerja dengan tuntutan, kemudian pulang kerumah dan melakukan aktivitas rumah seperti biasa. Hal ini ternyata membuat saya banyak melewatkan banyak hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini saya sedang memikirkan bisnis yang cukup kecil- kecilan, karena saya punya prinsip bisnis itu tidak perlu gengsi. Sudah seminggu saya memikirkan ide- ide tentang bisnis tersebut. Anehnya tak banyak ide yang masuk, sedangkan saya perlu ide baru sebagai keunggulan bisnis dimana bisnis yang saya ingin coba ini sudah banyak digeluti orang lain (pesaing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru diakhir pekan ini, setelah liburan dan ada waktu untuk mengeluti salah satu hobby saya yaitu bersepedah. Pagi hari saya berolah raga dengan sepedah seperti biasa dan melihat beberapa toko tiba- tiba timbul ide bagaimana untuk menarik konsumen. Dan sore tadi kembali saya bersepedah dengan lebih santai karena tidak ada tuntunan berolah raga hanya ingin berkeliling saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasanya ternyata selama ini jalanan yang biasa saya lewati untuk berkerja, ternyata ada beberapa bisnis yang sejenis. Saya baru sadar bahwa contoh bisnis yang saya ingin lakukan tidaklah jauh. Bahkan dengan santainya saya tinggal menghentikan sepedah saya dengan kesan sedang melepas lelah. Kemudian saya amati bagaimana bisnis mereka berjalan dengan singkat. Dari beberapa tempat usaha sejenis yang dilewati, saya banyak mengambil ide baru. Bahkan dapat ide kreatif bagaimana meningkatkan efisiensi oprasional dari bisnis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap hari saya pergi dan pulang kerja melewati jalan tersebut dengan mengendari sepedah motor, karena saya fokus pada jalanan dan pekerjaan maka semuanya terlewatkan. Tetapi setelah memiliki waktu dan dengan santai kita dapat memperhatikan sesuatu dan mengembangkan ide- ide kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tips dari saya, jika anda ingin mengembangkan diri anda atau mendapatkan ide untuk bisnis anda. Luwangkan waktu anda dan gunakan dengan santai, maka ide- ide akan datang dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Tetapi ingat juga jangan terlalu santai dan lupa untuk memulai, karena perjalanan yang jaraknya 100 meter, 1 kilometer ataupun 10 kilometer tidak akan tercapai kalau anda tidak melakukan langkah kaki pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^^sourceid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-3372272914934525787?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/3372272914934525787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=3372272914934525787' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3372272914934525787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3372272914934525787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/santai-banyak-ide.html' title='Santai Banyak Ide'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-9201871848299154984</id><published>2008-01-08T21:01:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T21:02:38.182-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Hutang Yang Baik, Hutang Yang Jelek</title><content type='html'>Robert T. Kiyosaki: "Setiap kali berhutang uang kepada seseorang, kau menjadi pegawai uang mereka".&lt;br /&gt;Ada orang mengartikan bahwa hutang adalah selalu buruk. Ada orang mengartikan bahwa hutang adalah bisa membuat kita menikmati kenikmatan yang tadinya tidak terjangkau. Robert T. Kiyosaki dengan tajam menjelaskan hutang yang baik dan hutang yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutang yang baik adalah hutang yang dibayarkan orang lain untuk kita. Sedangkan hutang yang buruk adalah hutang yang kita bayarkan dengan keringat dan darah kita sendiri. Kalau seseorang mengambil pinjaman berjangka waktu 20 tahun, maka dia akan menjadi pegawai selama 20 tahun. Dan tidak seperti bekerja di kantor, maka mereka tidak memberinya jam emas ketika hutangnya lunas atau dia pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hutang untuk bisnis (modal kerja, investasi, dll.) adalah baik, hutang konsumtif (beli rumah. mobil, tour ke luar negeri) = jelek? Dua-dua jawabannya adalah belum tentu. Dari definisi Robert T. Kiyosaki di atas, hutang bisnis bisa menjadi jelek bila kita sendiri yang harus berkeringat dan mandi darah untuk membayarnya. Hutang bisnis menjadi baik ketika kita mempunyai sistem dan team/orang yang membayarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga ayah kaya Robert T. Kiyosaki sangat menyukai properti sewaan. Ia mendorog Robert Kiyosaki untuk mempunyai property sewaan karena bank memberi pinjaman dan yang membayar adalah penyewa properti. Banyak orang menganggap bahwa jurus Robert Kiyosaki yang ini tidak dapat dipraktekan di Indonesia. Tapi pada kenyataannya banyak pengusaha di Indonesia yang menggunakan jurus ini. Mulai dari pengusaha kecil seperti pengusaha mesin fotocopy yang membuka cabang fotocopy, salon, yang mempunyai sistem dan team yang bekerja untuk mereka. Sedemikian sehingga sistem dan team yang membayar hutang bisnis dan properti yang ditempatinya. Demikian juga pengusaha besar seperti bank, hotel, mall, melakukan dengan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutang konsumtif bisa baik ketika kita sudah mempunyai pasif income atau peternakan uang yang membayarkannya. Jadi boleh saja kita mempunyai hutang rumah, mobil, selama penghasilan kita dari sebelah kanan cashflow kuadrant lebih dari cukup untuk membayarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Advertorial di Media Indonesia, 19 Oktober 2004)&lt;br /&gt;(http://whitezigo.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-9201871848299154984?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/9201871848299154984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=9201871848299154984' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/9201871848299154984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/9201871848299154984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/hutang-yang-baik-hutang-yang-jelek.html' title='Hutang Yang Baik, Hutang Yang Jelek'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-5801962245785032430</id><published>2008-01-08T21:00:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T21:01:33.306-08:00</updated><title type='text'>Sukses Melalui Kartu Kredit</title><content type='html'>Judul bisa sangat menipu. Bukankah selama ini kita sering dengar banyak orang yang tercekik oleh tagihan kartu kreditnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang sampai tercekik karena memiliki 10 kartu kredit dan semuanya sudah jatuh tempo, di kejar-kejar debt kolektor, malu sama teman-teman sekantor atau tetangga karena sering ditagih, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar banyak kisah-kisah orang tercekik karena pemakaian kartu kredit yang salah, namun disisi lain banyak orang yang tadinya gak punya apa-apa malah menjadi kaya karena memiliki kartu kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang yang tercekik biasanya adalah orang yang memakai kartu kredit untuk keperluan konsumtif semata dan asal gesek! Sementara orang yang sukses dengan kartu kredit karena memakainya dengan bijak !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sepenggal cerita nyata dari penggunaan kartu kredit yang positip:&lt;br /&gt;Suatu hari si A, ketika masih jadi karyawan memulai usahanya, mulai dari kecil-kecilan. Alkisah usaha si A mulai lumayan maju, tapi ia kekurangan modal. Mau pinjam ke Bank, belum tahu cara dan permainannya dan gak ada agunan. Mau pinjam ke kawan, kawan-kawannya kebetulan pada bokek juga (saya nggak lho… modal saya sebagian saya pinjam dari teman yang tentunya dengan imbalan profit tertentu seringkali sama atau sedikit lebih rendah daripada kartu kredit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia datang ke seorang yang dianggapnya pintar bisnis, dan ia di sarankan untuk buat kartu kredit, memanfaatkan jabatannya sebagai karyawan, memakai slip gajinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berapa saya harus buat kartu kredit pak?” Tanyanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buat saja sekalian di 10 bank, jangan tanggung-tanggung”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia melakukan apa yang di ajarkan guru bisnisnya. Singkat cerita akhirnya setelah kurang lebih satu bulan ia keluar masuk bank ia memiliki 10 kartu kredit dan ia mendatangi guru bisnisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak, saya sekarang sudah memiliki 10 kartu kredit, sekarang harus di apakan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini”, kata guru bisnis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang kamu perlu berapa juta untuk modal usahamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“15 juta saja pak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oke, gini.Sekarang dari setiap kartu kreditmu itu, kamu tarik tunai setiap hari masing-masing 2 juta untuk 8 kartu kredit saja, lalu yang 2 jangan kamu pakai dulu….Jadi kamu akan mendapat sekitar 16 juta, 2 juta perkartu kredit di kali 8 kartu kredit, oke……dan sekali lagi yang 2 dari kartu kreditmu jangan ditarik, untuk membayar nanti jika masing-masing kartu kredit tersebut jatuh tempo!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu kamu bisa pakai uang tersebut sebagai modal usahamu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanti kalau kartu kredit mu yang pertama akan jatuh tempo, kamu tarik tunai salah satu kartu kreditmu yang tidak dipakai - yaitu yang 2 buah, ambil 2 juta atau secukupnya untuk membayar kartu kredit pertamamu yang akan jatuh tempo, sehingga kamu tidak keluar uang dari kantongmu…demikian seterusnya…kartu kredit yang telah kamu bayar, besoknya juga kamu bisa kamu tarik tunai lagi…….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semoga kamu segera sukses” Kata guru bisnisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si A melakukan yang di ajarkan guru bisnisnya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita si A sukses dan sekarang memiliki toko di beberapa tempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja samalah dengan merchant!&lt;br /&gt;Kartu kredit bisa digunakan untuk menarik tunai di atm-atm, namun terbatas nilai penarikannya, paling banyak 60% dari kredit limit anda, belum lagi bank-bank tertentu hanya membatasi jumlah yang kecil yang bisa kita tarik tunai dalam atm, dan ada biaya yang cukup besar lagi, misalnya setiap kali menarik di atm anda di kenai biaya 50.000 dan juga bunga penarikan tunai di bank-bank tertentu lebih besar dari pada bunga pembelanjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu alangkah baiknya jika anda bisa bekerja sama dengan merchant-merchant.&lt;br /&gt;Merchant adalah toko-toko atau tempat-tempat yang menerima pembayaran dengan kartu kredit.&lt;br /&gt;Tanyakan kepada ownernya, Apakah bisa tarik tunai?&lt;br /&gt;Biasanya sih bisa, dan memberi tahu potongannya, anda tawar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik lagi kalau owner merchantnya kawan anda sendiri, bisa tanpa potongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, banyak yang mengiklankan tarik tunai dengan bunga dari 2 sampai 5 persen, rata-rata 3 persen (lihat saja iklan-iklan tersebut seperti di Koran post kota, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang dengan teknik membeli emas lalu jual lagi, biasanya potongannya malah lebih besar, jadi cari merchant saja, nego potongannya/cashnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya... Anda pernah baca buku "Menjadi Karyawan Beromset Miliaran"?. Nah disitu penulis tsb yaitu Masbukhin juga pakai kredit card buat beli kios. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara-cara di atas memang agak ekstrim atau bisa dikatakan gila tetapi masih masuk akal. Cara ini meskipun tidak 100% pernah saya gunakan juga pada waktu kekurangan modal. Dan ternyata nggak ada masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah yang penting ketiadaan modal sudah terpecahkan. Tinggal Anda yang menjalankan usahanya harus hati-hati dan tetap harus diingat bahwa sisa profit yang diperoleh setelah dikurangi bunga kartu kredit masih cukup. Yang harus diingat juga cara di atas hanyalah permulaan saja selanjutnya pada kredit bank &lt;br /&gt;karena bunganya lebih ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Yoyok&lt;br /&gt;De Limabelas Furniture&lt;br /&gt;(http://yoyoksd.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-5801962245785032430?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/5801962245785032430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=5801962245785032430' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/5801962245785032430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/5801962245785032430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/sukses-melalui-kartu-kredit.html' title='Sukses Melalui Kartu Kredit'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-6900502932845473842</id><published>2008-01-08T20:59:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T21:00:14.429-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Go Double "Teknik Cepat &amp; Teruji Jadi Milyarder"</title><content type='html'>"Anything is POSSIBLE if You Really Want to"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yakini saja bahwa Anda bisa capai dan nikmati prosesnya, Anda akan belajar banyak dari latihan ini" demikian pesan guru saya yakni Bp. Wiwoho Guru NLP pertama saya sekitar 4.5 tahun lalu saat saya baru mulai menjajaki langkah menjadi Trainer atau Motivator. Dalam mindset saya, jika saya respect (baca: kagum) dengan seorang guru, maka akan saya kerjakan apa saja yang saya pelajari dari guru saya tanpa bertanya. Biarlah hasil yang akan berbicara. Sejak kecil saya selalu ingin menjadi murid kesayangan guru-guru saya. Sehingga saya selalu ingin membuktikan bahwa apa yang diajarkan oleh guru saya tidaklah sia-sia, bahkan sangatlah bermanfaat untuk diri saya dan orang banyak. Dan sekarang saya bagikan pengalaman tersebut di portal ini: www.PortalNLP.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana saya memahami sesuatu, jika belum saya lakukan dan buktikan, demikian prinsip saya. Dalam benak saya tidak ada kata gagal, yang ada hanyalah belajar. Kalau belajar, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Saat itu juga saya ambil keputusan dalam hati untuk menerapkan teknik ini, toh nggak ada ruginya. Pasti untung malahan! Paling tidak bisa mencapai jumlah uang ratusan juta, jika belum berhasil mencapai milyarder he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya, saya langsung buka rekening baru khusus untuk menjalankan program ini, saat ditanya oleh Mbak Ani marketing BCA Johar Baru mengapa saya buka rekening baru padahal saya sudah ada beberapa rekening, saya menjawab saya sedang latihan menabung untuk menjadi milyarder. Rupanya dia mengamati dan dia bingung lihat pola tabungan saya yang unik yakni dimulai uang tabungan minimum Rp. 500.000,- sebagai syarat membuka rekening baru dan setoran awal Rp. 10.000,- saja yang hanya bisa dilakukan melalui transfer di mesin ATM. Dia berpesan: "Pak Krishna, uang administrasinya setiap bulan Rp. 5.000,- lho pak, apa nggak nanti uang bapak makin berkurang setiap bulannya kalo setorannya kecil-kecil" Saya hanya menjawab dengan senyuman saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide menabung untuk menjadi Milyarder ini sungguhlah sangat sederhana yakni menggandakan jumlah tabungan Anda di bulan berikutnya. Saya gunakan saja istilah yang sederhana yakni GO DOUBLE. Cara kerjanya sederhana, contoh: bulan ini Anda menabung yang ke 6 yakni Rp. 320.000,- maka akumulasi jumlah tabungan Anda adalah Rp. 630.000,- maka otak Anda akan berpikir demikian: "Jika aku bisa dan memang pernah mencapai jumlah tabungan Rp. 630.000,- maka akupun bisa mencapai jumlah Rp. 640.000,- karena hanya menambah Rp. 10.000,-" Maka Andapun akan berusaha mencapainya karena jumlah tersebut sangat memungkinkan untuk dicapai. Begitulah seterusnya terjadi demikian. Lihat contoh dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ke - Tabungan - Akumulasi Tabungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rp. 10.000,- Rp. 10.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memulai program ini dengan jumlah awal Rp. 10.000,- Anda bisa memulai dengan jumlah uang berapapun sesuai dengan keyakinan Anda. Lalu saya lanjutkan pada bulan berikutnya dengan menambah jumlah tabungan saya dua kali lipat dari sebelumnya yakni sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rp. 20.000,- Rp. 30.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rp. 40.000,- Rp. 70.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saat-saat awal ini sungguh kesabaran kita diuji untuk menunggu bulan berikutnya karena kita merasa sangat mudah sekali mencapai jumlah tabungan ini. Banyak teman seangkatan saya atau teman-teman lain yang ikutan bersama-sama menjalankan program ini bertanya, boleh nggak kita langsung ke langkah 9 atau 10, bahkan langsung ke 12 misalnya. "Toh, saat ini uang tabungan saya adalah Rp. 10 jutaan tuh", jadi saya mulai saja dari angka tersebut dan melanjutkannya. Saya hanya bilang: "Wah, saya juga nggak tahu. Saya hanya nurut saja pesan Pak Wiwoho untuk mulai dari jumlah awal yang memang sangat kecil dan melangkah perlahan-lahan terus merangkak dan naik keatas". Dan sayapun tetap setia untuk menabung sedikit demi sedikit, walau hati saya rasanya ingin cepat-cepat mencapai bulan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rp. 80.000,- Rp. 150.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rp. 160.000,- Rp. 310.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rp. 320.000,- Rp. 630.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai bulan ke 6 ini, jumlah real akumulasi tabungan saya lebih kecil dari jumlah diatas karena dipotong biaya administrasi bank setiap bulannya. Namun saya tetap sabar untuk mengikuti aturan permainan menjadi Milyader ini dengan menyetor jumlah yang telah ditetapkan pada tanggal yang sama setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Rp. 640.000,- Rp. 1.270.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Rp. 1.280.000,- Rp. 2.550.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Rp. 2.560.000,- Rp. 5.110.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Rp. 5.120.000,- Rp. 10.230.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan mulai seru, saya harus benar-benar mengetatkan uang pengeluaran saya agar setiap bulan dapat menyetor dengan baik jumlah uang yang telah saya sepakati. Pengalaman saya disini adalah makin hati-hatinya saya membelanjakan uang untuk hal-hal yang belum terlalu penting atau tidak penting dan tidak mendesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Rp. 10.240.000,- Rp. 20.470.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Rp. 20.480.000,- Rp. 40.950.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk mengumpulkan uang setoran tabungan sejumlah Rp. 20 jutaan, saya benar-benar memonitor jumlah uang saya setiap harinya. Saya mengatur dengan ketat uang masuk dan uang keluar, akhirnya saya berhasil mengumpulkan jumlah uang ini dan saya setorkan sejumlah yang telah direncanakan pada tanggal yang telah ditentukan yakni tanggal setoran yang sama dengan bulan sebelum ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu orang dulu sangat berguna: "Jangan lebih besar pasak dari pada tiang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun untuk bulan selanjutnya? Oh..oh..mulai makin besar. Namun otak kita sangatlah mudah diajak kompromi he..he.. Otak saya berkata: "Jika saya sekarang mampu mengumpulkan uang sejumlah Rp. 40.950.000,- maka saya hanya perlu mengulanginya saja untuk mencapai jumlah tersebut dan ditambah Rp. 10.000,- Betul sekali, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Rp. 40.960.000,- Rp. 81.910.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Rp. 81.920.000,- Rp. 163.910.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uh, setoran ke 14 ini saya perlu waktu 2 bulan untuk mengumpulkan jumlah tersebut. Namun, pengalaman berharga yang saya alami adalah meningkatnya rasa dalam diri saya bahwa jumlah uang tersebut sangat mungkin dicapai. Agak berbeda dengan teknik yang saya pelajari sebelumnya yakni teknik Self Hypnosis yang tidak pernah saya capai, walau jumlah angka yang ingin saya capai sudah saya tanamkan atau internalisasi kedalam pikiran bawah sadar saya (subconcious). Teknik NLP GO DOUBLE ini lebih pas untuk saya karena selain meningkatkan jumlah uang yang terkumpul secara bertahap, juga sekaligus meningkatkan rasa dalam diri saya bahwa menjadi milyarder adalah mungkin sekali mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Rp. 163.840.000,- Rp. 327.670.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He..he.. setoran ke 15 ini akhirnya tercapai juga, walau mengumpulkan uangnya perlu 3 bulanan. Agak ngos-ngosan tapi rasa seru dan rasa gelora ingin mewujudkan jumlah Rp. 1 Milyar sangatlah dan makin kuat saja, sehingga dorongan rasa inilah yang akhirnya membuat jumlah tersebut tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Rp. 327.680.000,- Rp. 655.350.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, semakin besar jumlah uang yang ingin saya kumpulkan membuat saya semakin kreatif dalam mengumpulkan uang. Ada saja ide yang muncul untuk mengumpulkan uang. Saya sangat berterima kasih pada Pak Wiwoho karena ide menabung menjadi Milyader ini membuat saya menjadi sangat kreatif. Uang yang saya kumpulkan tidak hanya dari penghasilan sebagai pembicara atau trainer. Oh ya, setoran ke 16 ini saya kumpulkan dalam waktu kurang lebih 4 bulan, ya cukup lama dan stres he..he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Rp. 655.360.000,- Rp. 1.310.710.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pasti bisa rasakan gelora dalam diri saya saat selangkah lagi menjadi Milyarder, luar biasa besarnya gelora tersebut. Sungguh tidak ada kata menyerah untuk mencapainya. Buat saya, yang paling penting adalah membuktikan bahwa cara atau metode ini benar dan akhirnya bisa berguna untuk orang banyak. Saya semakin seru mengumpulkan uang, benar-benar saya menjadi Magnet Uang. Apapun yang saya kerjakan akan jadi uang dan saya kumpulkan ke pundi-pundi khusus agar benar-benar mencapai jumlah Rp. 655.360.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidaklah tertarik untuk menjadi kaya raya, karena hidup saya sangat sederhana. Sampai saat inipun baju yang saya miliki hanya 7 lembar, kalau saya dapat atau beli baju baru maka baju yang ada akan saya berikan kepada orang lain. Namun, gelora dalam diri saya untuk mencapai dan membuktikan cara atau metode ini yang sungguh sangat kuat. Saya ingin menginspirasi orang banyak bahwa berhemat, hidup prihatin lalu menabung adalah kunci menjadi kaya batin dan lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala upaya kreatif dan positip, akhirnya setoran ke 17 inipun tercapai dalam waktu sekitar 5-6 bulan. Jadi total waktu saya mencapai jumlah tabungan Rp. 1 milyar sekitar 2 tahun lebih, lebih lama dari program awal yakni 18 bulan. Namun, waktu bukanlah ukuran yang penting. Yang terpenting adalah RASA dalam diri saya bahwa hal ini mungkin sekali untuk diwujudkan. Anything is POSSIBLE if you really want to.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa vibrasi positip dalam diri terus meningkat, maka gelora usaha untuk berkaryapun meningkat. Saat karya meningkat, maka hasilpun akan mengikuti. Begitu selanjutnya dan siklus ini akan semakin besar dan semakin besar. Lalu, siap untuk langkah selanjutnya yakni ke 18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Rp. 1.310.720.000,- Rp. 2.621.430.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hasilnya? Anda haruslah mencobanya dan rasakan sendiri, sungguh luar biasa seru deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah pengalaman saya dalam menerapkan apa yang Pak Wiwoho ajarkan kepada kami para muidnya yakni cara cepat yang sudah teruji untuk menjadi Milyarder. Sederhana, cepat dan teruji. Thanks Pak Wiwoho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mindset kaya raya buat saya adalah "The more money I have, the more money I have to give"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup, tetaplah ingat pesan orang tua kita jaman dulu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan belanjakan uang yang belum berada di tangan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan belanjakan uang yang bisa ditabung"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan tabung uang yang harus dibelanjakan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishnamurti&lt;br /&gt;(http://pur-nomo.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-6900502932845473842?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/6900502932845473842/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=6900502932845473842' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/6900502932845473842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/6900502932845473842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/go-double-teknik-cepat-teruji-jadi.html' title='Go Double &quot;Teknik Cepat &amp; Teruji Jadi Milyarder&quot;'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-618012663968656986</id><published>2008-01-08T20:58:00.002-08:00</published><updated>2008-01-08T20:59:29.007-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Brian Tracy: Delapan Puluh Persen Uang Dihasilkan Oleh Entrepreneur Dan Sales Person</title><content type='html'>Berita baik ini disampaikan oleh Brian Tracy dalam seminar Sales Mastery 2006 di Ballroom Hotel Mandarin, Jakarta, Selasa 17 Oktober 2006. Fakta ini bukanlah hal yang baru buat saya. Cuma, pengulangan dari Brian Tracy ini semakin meyakinkan saya bahwa saya berada di jalur yang tepat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memang, peluang terbesar menjadi kaya di dunia adalah menjadi entrepreneur dan sales person. Sementara 20 persen sisanya dibagi kepada para selebritis, politikus, birokrat, atlet, profesional dan pekerjaan-pekerjaan dengan keahlian khusus lainnya. Bagian yang 20 persen ini khusus diperuntukkan bagi orang-orang dengan special talent yang hanya dimiliki oleh sebagian kecil penduduk bumi alias minoritas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada kesamaan dari 500 orang terkaya di Amerika Serikat, yaitu tidak ada yang mereka semua memulainya tidak dari kualitas hidup yang sama. Mereka semua memulainya dari nol.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berita baiknya, semua keterampilan untuk menjadi kaya melalui jalur entrepreneur dan sales bisa dipelajari, kata Brian Tracy yang telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 1.000 perusahaan dan berbicara di hadapan lebih dari 3 juta orang ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masalahnya adalah untuk mempelajari semua keterampilan itu butuh usaha keras dan waktu. Kenyataannya,  80 persen orang itu malas untuk take action mewujudkan cita-cita dan keinginannya. Untuk mulai mempraktekkan keterampilan baru itu pun butuh perjuangan yang berat. Namun, ilmu atau keterampilan itu akan semakin mudah dikuasai setelah dipraktekkan berulang-ulang. Dengan terus mempraktekkannya, maka proses selanjutnya akan semakin cepat dan semakin cepat saja. Ibarat orang belajar naik sepeda, lama kelamaan dia akan bisa naik sepeda tanpa memegang setangnya. Bahkan bisa berakrobat di atas seutas tali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penulis produktif yang rata-rata menghasilkan 4 buku per tahun ini kemudian menceritakan  kisah bagaimana kawannya belajar keterampilan di bisnis real estate. Awalnya berat sekali baginya untuk membeli properti pertamanya. Butuh waktu 6 bulan. Kemudian dibutuhkan waktu 5 bulan untuk properti keduanya, lebih singkat. Empat bulan kemudian dia dapat properti ketiganya. Kemudian bahkan dia bisa membeli properti sekali seminggu. Dan akhirnya dia bisa membeli 100 properti sekaligus. Ya, dia mempraktekkan pengulangan terus menerus. Repetition is the mother of skill. Karena sudah terbiasa, lama kelamaan dia hanya menggunakan intuisi saja untuk membeli propertinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebenarnya banyak yang bisa saya sharing dari seminar ini. Insya Allah akan saya lanjutkan dalam tulisan berikutnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salam FUUUNtastic TDA!&lt;br /&gt;Roni, (http://roniyuzirman.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-618012663968656986?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/618012663968656986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=618012663968656986' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/618012663968656986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/618012663968656986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/brian-tracy-delapan-puluh-persen-uang.html' title='Brian Tracy: Delapan Puluh Persen Uang Dihasilkan Oleh Entrepreneur Dan Sales Person'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-7220852462878562457</id><published>2008-01-08T20:58:00.001-08:00</published><updated>2008-01-08T20:58:45.862-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Menciptakan Passive Atau Massive Income Dulu?</title><content type='html'>Pertanyaan ini juga sering menggelayut di benak saya beberapa tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya senang sekali dengan idenya Om Robert Kiyosaki: perbanyaklah passive income. Sehingga kita tidak lagi mengandalkan dari active income.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What a great idea!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya istilah passive income ini bukan berasal dari Robert Kiyosaki. Orang pertama yang melontarkan istilah ini adalah Buckminster Fuller, seorang jenius multi bakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua tokoh sukses, motivator, pembicara top di dunia ini ilmunya adalah turunan dari Buckminster Fuller ini, termasuk Robert Kiyosasi, Jim Rohn, Anthony Robbins, Bob Proctor dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dalam penerapan ide ini, banyak penganutnya yang mengalami kendala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka begitu antusias mencari passive income. Mulai dari aktif di MLM, main properti dan saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berhasil, tapi banyak juga yang tumbang, rugi, kecewa dan putus asa dalam mengejar passive income ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kita harus melihat ide ini dengan bijak, sesuai dengan situasi dan kondisi lokal di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengejar passive income, ada batas dan kelemahannya. Salah satunya adalah hampir tidak ada properti yang cicilannya lebih kecil dari pendapatan sewa, kecuali rumah kos-kosan dan kios di lokasi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu fakta yang berbeda dibandingkan dengan di Amerika sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah kita semua terjun menjadi juragan kos-kosan? Tentu tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tung Desem Waringin, sejak dulu sering menyarankan saya untuk menciptakan massive income dulu (pendapatan yang besar). Setelah itu barulah investasi yang menghasilkan passive income.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dia buktikan sendiri. Kita semua sudah menyaksikan bahwa Pak Tung mungkin adalah salah seorang yang berpenghasilan terbesar di Indonesia saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu barulah dia masuk ke passive income. Beberapa aset properti mulai diakumulasinya. Terakhir saya dengar Pak Tung sedang membangun resort di Mexico.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brad Sugars pun menyarankan demikian dalam bukunya Cara Cepat Menjadi Kaya (BIP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciptakan massive income melalui bisnis dulu. Baru setelah itu mainkan kelebihan dananya untuk investasi dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman yang cukup sukses menerapkan teori passive income ini akhirnya menyadari bahwa dia juga perlu massive income untuk lebih meningkatkan passive incomenya itu. Soalnya, kalau hanya mengandalkan passive income dari properti dan sebagainya, tentu memiliki keterbatasan bila ingin di-leverage (diungkit) lebih tinggi lagi. Akhirnya, sekarang teman ini mulai berbisnis untuk menciptakan massive income.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam FUUUntastic!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roni,&lt;br /&gt;Owner, Manet Busana Muslim (pemenang Enterprise 50)&lt;br /&gt;Founder, Komunitas Bisnis TDA&lt;br /&gt;Managing Partner, Quantum Business and Investment&lt;br /&gt;(http://roniyuzirman.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-7220852462878562457?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/7220852462878562457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=7220852462878562457' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/7220852462878562457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/7220852462878562457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/menciptakan-passive-atau-massive-income.html' title='Menciptakan Passive Atau Massive Income Dulu?'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-7808111606547253025</id><published>2008-01-08T20:56:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T20:57:23.988-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>I Quit....!</title><content type='html'>Belakangan ini, ada cukup banyak orang yang saya kenal yang mengundurkan diri dari pekerjaan mereka. Seorang rekan sesama engineer mengumumkan bahwa ini adalah last trip-nya ke offshore, setelah itu dia resign. Saya tidak tahu persis alasannya, kelihatannya dia ingin sekolah lagi. Mailbox-nya penuh dengan email tentang program bea siswa. Seorang rekan dari departemen lain juga mengundurkan diri, kabarnya mendapat tawaran pekerjaan (dengan pendapatan) lebih baik di North Sea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perusahaan minyak yang menjadi client kami juga sedang terjadi eksodus. Melambungnya harga minyak dunia menyebabkan tenaga ahli dan trampil di dunia minyak dan gas bumi naik daun. Dari Balikpapan mereka menyebar ke berbagai tempat baik di Indonesia maupun di luar negeri. Gosip yang berseliweran pun tidak kalah seru. Si Anu pindah ke Brunei, dibayar USD 500 per hari, 4 minggu kerja dan 4 minggu libur. Si Una pindah ke perusahaan Cina, gajinya sekian puluh juga per bulan. Dan seperti biasa, namanya juga gosip, tentu agak-agak sulit dikonfirmasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak alasan kenapa orang mengundurkan diri dari pekerjaannya. Ada yang ingin sekolah lagi, ada yang jenuh dan ingin mencari suasana baru, ada juga yang ingin tantangan baru. Tapi alasan kebanyakan orang pindah pekerjaan adalah karena ingin meningkatkan penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kebanyakan dari kita berasumsi bahwa dengan penghasilan yang bertambah, maka masalah hidup yang kita hadapi akan berkurang. Dan sekilas memang kelihatannya seperti itu. Kebanyakan dari kita memang menghadapi masalah bahwa uang yang kita miliki seolah tidak pernah cukup. Biaya hidup selalu naik. Apalagi dengan melambungnya harga minyak seperti sekarang ini. Nyawa peradaban manusia modern adalah minyak bumi. Naiknya harga minyak bumi menyebabkan naiknya harga hampir semua barang. Kenaikan biaya hidup menyebabkan pendapatan kita tidak pernah cukup. Kenaikan gaji tidak pernah bisa mengimbangi kenaikan harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi benarkah asumsi kita tersebut? Apakah ada korelasi positif antara peningkatan penghasilan dan penurunan masalah? Ternyata tidak selalu. Robert Kiyosaki &lt;http://www.richdad.com&gt; sudah menyanggah asumsi ini dalam beberapa bukunya. Anda tidak pernah mendengar nama Robert Kiyosaki? Tidak pernah membaca satu pun buku tulisannya? Ya jangan heran kalau anda menghadapi masalah finansial ;) Saya tidak akan mengulangi apa yang sudah dia tulis, silakan anda baca sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pernah mendengar nama Maria Gunawan? Beliau seorang pengusaha perhiasan dari Malang yang cukup mapan. Saya tidak kenal beliau, tapi saya punya sebuah audio book (judulnya Yang Membuat Saya Tertarik) di mana beliau berbicara tentang bagaimana seiring dengan berkembangnya usaha jual beli perhiasannya dan meningkatnya penghasilannya, ternyata berkembang juga berbagai masalah hidup yang dihadapinya. Kalau anda masih bersikeras bahwa masalah hidup anda akan lenyap kalau gaji anda semakin besar, anda perlu mendengarkan cerita beliau. Serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau anda mau lihat di sekeliling anda, anda akan bisa lihat sendiri contoh-contoh yang cukup nyata. Ada banyak sekali orang Indonesia yang bekerja ke luar negeri, menjadi TKI atau TKW, untuk mencari penghasilan yang lebih baik. Dalam seminggu, berapa kali anda mendengar berita tentang malangnya nasib TKW, baik di koran, di TV, maupun di media lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bali ada banyak sekali orang yang bekerja di kapal pesiar. Penghasilan yang mereka dapat cukup menggiurkan. Tapi, untuk mendapatkan penghasilan itu, mereka harus rela meninggalkan keluarga kurang lebih 9 bulan sekali trip. Untuk mereka yang masih bujangan, mungkin tidak terlalu masalah. Tapi untuk mereka yang sudah berkeluarga, itu tentu bukan masalah yang bisa dianggap mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau penghasilan yang lebih besar tidak menyelesaikan masalah, lalu apa solusinya? Masalahnya bukan pada jumlah penghasilannya. Masalahnya adalah pada cashflow. Kalau anda bisa mengatur supaya cashflow anda selalu positif, maka masalah keuangan anda akan berakhir. Jaga agar pengeluaran selalu lebih kecil dari pemasukan, maka anda tidak akan punya masalah keuangan. It's a fact.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, tidak selalu mudah menjaga dan mengatur agar cashflow selalu positif. Setiap orang tentu punya fixed cost yang tidak bisa ditawar. Paling tidak, setiap orang butuh makan, butuh pakaian, dan butuh tempat tinggal. Kalau penghasilan anda masih di bawah fixed cost anda, maka meningkatkan penghasilan adalah suatu keharusan. Tetapi masalahnya, kebanyakan orang (termasuk saya) kalau penghasilannya bertambah maka gaya hidupnya akan ikut berubah. Kalau income naik, pengeluaran akan ikut naik. Barang-barang yang tadinya dirasa tidak perlu, mulai terasa menjadi keharusan. Waktu membeli barang dan jasa pun mulai mempertimbangkan merek, kualitas, dan biasanya gengsi :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini wajar. Semua orang tentu ingin meningkatkan kualitas hidup. Tapi kalau tidak diikuti dengan cashflow management yang baik, maka kenaikan penghasilan yang anda dapat dengan pindah tempat kerja, bekerja lembur, atau malah bekerja di dua tempat atau lebih pada saat yang bersamaan akan tidak banyak membantu memecahkan masalah hidup anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumusnya sebenarnya sederhana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Atur cashflow anda supaya tetap positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gunakan kelebihan cashflow tersebut untuk mulai membangun aset. Aset adalah sesuatu yang bisa mendatangkan uang dalam bentuk passive income untuk anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Perbesar aset anda, sampai aset anda bisa memberikan penghasilan yang melebihi pengeluaran anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kalau aset anda sudah memberikan passive income yang melebihi pengeluaran anda, voila.... financial freedom...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anda yang saat ini sedang memutuskan untuk pindah tempat kerja, mencari ladang baru yang lebih hijau rumputnya, lebih segar udaranya, lebih bening airnya, saya ucapkan selamat. Kalau anda masih dalam tahap wawancara, saya punya sedikit bekal untuk anda &lt;http://bhuvans.wordpress.com/2006/08/19/50-common-interview-qa&gt;, mudah-mudahan bermanfaat. Semoga anda menemukan apa yang anda cari. Tapi jangan lupa: atur cashflow, dan bangun aset anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong, sementara anda sibuk mencari-cari tempat kerja baru, tahukah anda bahwa paling tidak ada sepuluh alasan mengapa anda seharusnya tidak mencari pekerjaan sama sekali? &lt;http://www.stevepavlina.com/blog/2006/07/10-reasons-you-should-never-get-a-job&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyenkaden (http://nyenkaden.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-7808111606547253025?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/7808111606547253025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=7808111606547253025' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/7808111606547253025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/7808111606547253025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/i-quit.html' title='I Quit....!'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-448276416971093716</id><published>2008-01-08T20:55:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T20:56:17.288-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Pelajaran Dari Orang-Orang Kaya Dalam Mengembangkan Kekayaannya</title><content type='html'>Yang Kaya Bertambah Kaya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, sepasang suami istri menelepon kami dan berkeinginan untuk berkonsultasi berkenaan dengan keadaaan keuangan keluarga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka merasa bahwa setiap bulan mereka harus “gali lubang tutup lubang” atau penghasilan bulanan selalu saja habis untuk kebutuhan bulanan, padahal mereka memiliki beberapa keinginan atau tujuan masa depan yang mereka sangat diidamkan. Bagaimana mengatur dan mensiasati situasi keuangan mereka sehingga mereka dapat memulai untuk menyisishkan uang untuk tujuan masa depan, menjadi suatu kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama konsultasi berjalan, kami mendapati beberapa hal yang menurut hemat kami harus dirubah. Pengeluaran yang mereka lakukan selalu saja untuk orang lain. Hampir tidak pernah mereka mengembangkan suatu pola di mana mereka mengeluarkan atau membelanjakan uangnya untuk tujuan masa depan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kurang melihat dan memberikan daya kekuatan mereka untuk dapat mencapai apa yang menjadi keinginan mereka di masa depan. Mungkin Anda bingung, bagaimana membelanjakan uang untuk tujuan masa depan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam uraian kali ini kami akan berbagi dengan para pembaca, bagaimana kita, orang-orang golongan menengah ke atas dapat mengumpulkan dana dan hidup sejahtera selamanya? (dalam arti kebebasan finansial).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan uang sebesar Rp 1 miliar dan akan aku lipatkan menjadi Rp 2 miliar. Mungkin inilah salah satu pernyataan yang dapat dikualifikasikan sebagai sebuah kebodohan. Bukannya pernyataan ini salah, tapi karena ini sudah seperti kenyataan. Setiap orang dapat melipatgandakan Rp 1 miliar menjadi Rp 2 miliar. Yang sulit dan banyak menemukan batu sandungan adalah mengumpulkan Rp 1 miliar pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pernyataan lain, seperti judul di atas, “yang kaya akan bertambah kaya, yang miskin bertambah miskin”. Banyak orang menjadikan pernyataan ini sebagai suatu senjata politik, di mana diartikan sebagai alat untuk mengenakan pajak yang lebih besar kepada orang-orang kaya dan mendistribusikan uangnya kepada yang kurang beruntung (miskin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia Orang-orang Kaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ini tidaklah salah, tapi memiliki arti yang sangat berbeda. Kami melihat, adanya suatu rahasia orang-orang kaya dalam mengumpulkan kekayaannya, bukan dengan pola KKN seperti yang banyak terjadi di Indonesia di tahun-tahun lalu, tapi pola investasi sederhana yang mereka kembangkan untuk dapat mencapai tujuan masa depan yang menjadi impian mereka. Bukan pula mereka mendapatkannya dari warisan. Mungkin warisan membuat mereka tetap kaya, tapi warisan bukanlah yang membuat mereka kaya dari awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda melihat sejarah keluarga kaya, (dalam waktu yang cukup jauh) maka Anda pasti akan mendapati bahwa mereka dulunya juga hampir sama seperti orang-orang miskin yang ada sekarang. Dalam hal ini kami ingin memberikan suatu gambaran di mana keluarga kaya sekarang dulunya bangkrut, tapi kami merasa bahwa mereka tidak miskin dalam arti sebenarnya (dalam pikiran mereka).&lt;br /&gt;Kebangkrutan berkaitan dengan uang dan Anda pasti dapat memperbaikinya. Sedangkan kemiskinan adalah buah pikiran yang ada dalam kepala Anda yang membuatnya sulit untuk diperbaiki dan dirubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda dapat memperbaiki situasi keuangan Anda? Dalam hal ini tidak ada hal yang mudah seperti halnya sulap. Tiba-tiba Anda menjadi kaya. Semua ini membutuhkan kerja keras, keuletan, dan kesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperoleh penghasilan setiap bulan dan selalu menyisihkan, walau sedikit untuk mulai mengakumulasi kekayaan Anda. Dalam hal ini hanyalah waktu yang menjadi sangat dibutuhkan. Oleh karena itu jangan tunda untuk memulai mengumpulkan kekayaan Anda. Mulailah sekarang bila Anda belum memulainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang miskin akan tetap miskin karena mereka selalu melakukan kebiasaan mereka, yaitu mendapatkan penghasilan dan selalu membelanjakan penghasilan mereka untuk kebutuhan sekarang yang mengakibatkan mereka gagal dalam memulai dalam mengumpulkan kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyisihkan Uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua orang kaya memulainya dengan Rp.1 miliar, tapi mereka mulai untuk menyisihkan sedikit uang dari pendapatan perbulannya secara regular dan menginvestasikannya. Ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari kebiasaan mereka dalam menyisihkan dan mengumpulkan kekayaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan dari mereka memulai untuk menyisihkan uang di saat mereka muda. Anda bertanya, bagaimana bila sekarang kita sudah tidak terlalu muda lagi, sebut saja di usai 30-an tahun, bagaimana kita dapat mengumpulkan kekayaan seperti mereka memulainya dari usia dini? Memang dari setiap tahun Anda menundanya, Anda tidak dapat mendapatkan kembali waktu tersebut dengan perkembangan uang Anda. Tapi harus diingat bahwa di usia Anda yang sekarang berkisar di usia 30-an tahun maka waktu Anda masih cukup panjang, di mana dalam usia tersebut belum setengah dari perjalanan hidup Anda. Memang umur bukanlah kekuasaan kita. Tuhanlah yang memutuskan kapan kita harus kembali kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi secara umum sekarang ini tingkat mortalitas kehidupan semakin meningkat di mana rata-rata usia manusia bertambah bisa mencapai 70 sampai 80 tahunan. Ini semua bisa terjadi karena masyarakat sudah mulai merasakan pentingnya untuk hidup sehat, dengan memilih bahan makan yang lebih baik, yang pada akhirnya memberikan kesehatan kepada mereka. Ditambah lagi sekarang ini teknologi kedokteran semakin berkembang dengan pesat yang pada akhirnya membantu Anda dalam masalah pengobatan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau Anda tanyakan, bagaimana kita dapat mengejar mereka yang memulainya di usia muda? Memang tidak bisa. Tapi jangan dulu Anda bersedih karena Anda masih memiliki waktu yang sangat panjang untuk mengumpulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum mereka mulai menyisihkan dan menginvestasikan uangnya dalam jumlah kecil. Dari sini dapat diambil pelajaran bahwa, mencapai apa yang sering disebut belakangan ini dengan kebebasan finansial tidak harus dengan investasi yang besar. Hanya dengan menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan Anda setiap bulan dan menginvestasikannya, Anda juga dapat mencapai itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dengan hanya 10 persen dari penghasilan Anda setiap bulan dan meningkat sejalan dengan penghasilan Anda yang meningkat. Yang perlu diperhatikan adalah Anda harus menyisihkannya di depan. Jadi jangan setelah Anda menggunakannya untuk kebutuhan bulanan baru Anda berpikir untuk menyisihkan uang untuk diinvestasikan. Tapi begitu Anda menerima uang dari gaji bulanan maka sisihkan terlebih dahulu 10 persen dari pendapatan Anda dalam bentuk investasi. 10 persen dari penghasilan tidak akan banyak merubah gaya hidup yang Anda jalani sekarang. Jadi tidak ada lagi alasan bagi Anda untuk menunda guna memulai menyisihkan uang untuk mencapai kebebasan finansial yang Anda inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyisihkannya dan menginvestasikannya secara berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penghasilan yang terbatas, maka Anda harus dapat melakukan penyisihan uang dari keterbatasan itu secara regular. Pola investasi dollar cost averaging menjadi sangat diperlukan. Lakukan penyisihan uang untuk tujuan masa depan Anda secara terus menerus. Dengan investasi sedikit pada awalnya, dengan berjalannya waktu dan terus menyisihkan dana, pada akhirnya akan terkumul juga dana yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu adalah satu-satunya yang akan membuat uang sedikit yang Anda investasikan menjadi kekayaan. Seseorang yang berusia 20 tahun, menyisihkan uang setiap bulan sebanyak Rp 200.000 dengan tingkat pengembalian investasi 14 persen akan berjumlah Rp 500 juta dalam waktu 45 tahun, hanya sekitar Rp 6700/hari. Jarang sekali kita temui, pemuda berusia 20 tahunan yang sudah memulai meyisihkan dananya untuk masa depan walau dalam besaran yang sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka selalu menginvestasikannya dengan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita belajar dari mereka atau orang-orang yang bisa disebut kaya, mereka tidak akan pernah membiarkan uang mereka berdiam diri tidak beranak-binak. Bila hitungan yang bisa disisihkan terlalu sedikit maka mereka akan menyimpannya dalam tabungan, begitu jumlahnya sudah mencukupi maka mereka akan menempatkannya dalam investasi yang memberikan tingkat pengembalian lebih baik dan tentunya dengan tingkat tolernasi resiko yang bsia ditanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan keuangannya tidak pernah mereka menyimpan dalam bentuk tunai di tangan kecuali apa yang mereka butuhkan untuk kebutuhan harian. Jadi selama masa investasi mereka tidak pernah membiarkan uangnya untuk mendekam di rumah dan dibiarkan tidak berkembang. Jadi biarkan uang Anda beranak-pinak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak pernah membiarkan segala suatu menghambat mereka untuk menabung atau menyisihkan uangnya secara regular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pasti akan mengalami perubahan dalam siklus kehidupannya, perubahan baik maupun perubahan buruk. Bagi mereka, orang-orang kaya, siklus kehidupan tidak merubah niat mereka di awal untuk dapat menyisihkan uangnya secara regular. Walau di saat-saat susah sekalipun mereka terus melakukan penyisihan dan menginvestasikannya untuk tujuan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan Anda menyalahkan sesuatu yang mengakibatkan Anda tidak dapat menabung untuk tujuan masa depan Anda? Karena baru saja berpindah lokasi kerja yang membutuhkan berbagai kebutuhan menyebabkan Anda tidak menyisihkan uang Anda untuk tujuan masa depan. Menikah atau membesarkan anak-anak karena kebutuhan akan biaya yang sangat besar juga bisa dijadikan alasan untuk tidak melakukan penyisihan untuk kehidupan masa depan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa menyebutkan berbagai alasan untuk tidak melakukannya tapi ingat bahwa semua yang Anda lakukan sekarang akan berakibat di masa depan. Bila Anda tidak menyisihkan uang secara regular maka tujuan keuangan berupa kebebasan finansial, hanyalah tinggal impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebaliknya, bila Anda melakukan penyisihan terhadap uang penghasilan Anda setiap bulan walau dalam keadaaan susah sekalipun, maka besar kemungkinan atau hampir bisa dipastikan Anda akan mencapai apa yang diimpikan, kebebasan finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dari ulasan di atas, kami berharap Anda menangkap beberapa pelajaran yang dapat membantu Anda untuk mencapai tujuan masa depan Anda, yaitu kebebasan finansial. Satu hal yang sangat penting dalam ulasan ini adalah untuk mencapai kebebasan finansial dalam arti keuangan maka sudah seharusnya Anda menyisihkan uang dari penghasilan bulanan Anda secara regular dan lakukanlah terus selama kehidupan Anda walau nilainya tidak terlalu besar. Waktulah yang akan membantu Anda dalam mencapai apa yang Anda inginkan di masa depan. Satu kata terakhir dari kami, lakukanlah sekarang jangan tunda lagi. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Harian Sinar Harapan online&lt;br /&gt;http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/eureka/2002/093/eur1.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-448276416971093716?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/448276416971093716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=448276416971093716' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/448276416971093716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/448276416971093716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/pelajaran-dari-orang-orang-kaya-dalam.html' title='Pelajaran Dari Orang-Orang Kaya Dalam Mengembangkan Kekayaannya'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-8513783800696376454</id><published>2008-01-08T20:54:00.002-08:00</published><updated>2008-01-08T20:55:31.809-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Kawan Mental Pekerja Dan Kawan Mental Pengusaha</title><content type='html'>Lulus kuliah, bingung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah gak sih merasa kebingungan setelah lulus dan wisuda akan kerja dimana dan ngapain setelah lulus?&lt;br /&gt;Ada banyak arlternatif toh…, and banyak pilihan karir, setidaknya, &lt;br /&gt;dengan pendekatan empat quadrant dari Robert Kiyosaki, Jadi Employee, Self-employee, business owner dan investor. Saya lebih tertarik membahas dua kuadran yakni sebagai employee dan business owner (pemilik bisnis sendiri). Saya saranin tidak salahnya membaca karya Robert Kiyosaki, dengan catatan tidak harus mengikuti pola pikirnya, sekedar tahu saja. Kalau pun nantinya se ide, tidak ada salahnya Anda menjadi pengikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit berbagi mengenai Kiyosaki-isme, semenjak bukunya diterjemahkan oleh Gramedia, tahun 2000, Dia berhasil menularkan virus wirausaha ditanah air. Saat ini orang-orang sepertinya “latah” ingin memiliki usaha sendiri,dengan berbagai macam alasannya. Saya tidak tau apakah mereka sekedar ikut tren, baru baca satu dua bab buku Kiyosaki, kemudian berapi-api ingin punya usaha sendiri. Pokoknya punya usaha sendiri..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;James T.Redd, menulis buku kalo tidak salah judulnya “Ayah kaya sebenarnya tidak kaya”, dengan sengaja melakukan ”riset” dan investigatif terhadap kehidupan Kiyosaki. Dia menemukan bukti bahwa ayah kaya Kiyosaki itu sepernahnya tidak ada, cuman toko imajinasi. Kiyosaki pun tidak mampu memberi kejelasan tentang dimana keberadaan si Ayah Kaya. Malah yang kontra terhadapnya menyatakan bahwa Kiyosaki tak lain adalah seorang pengarang, bukan sebagai bisnisman. Terlepas dari itu, saya cuman menggaris bawahi, tak masalah Ayah kaya itu ada apa tidak, tetapi ide dan pemikiran Kiyosaki lah yang kita pelajari. Selanjutnya terserah Anda yang mengkritisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini sedikit share dan cerita yang tentu saja sangat subjektif, mengenai kewirausahaan dan dunia kerja setelah lulus dari perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Employee mentality, (pegawai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya pola pikir yang paling banyak mewarnai budaya dinegara kita bahwa setelah lulus adalah menjadi pegawai negeri sipil alis PNS, Tapi..mm kayaknya sekarang sudah mulai berubah, sekarang sudah banyak yang berpikir mau jadi pegawai swasta, di BUMN, multy national company, atau berkariri diperusahaan Minyak dan Energi kayak Pertamina atau Haliburton itu. Rata-rata Gak mau lagi jadi pegawai negeri, saya jadi ingat lelucon teman di suatu daerah kalao tidak salah di Pekalongan, konon anak gadis nya akan sangat takut kalau dijodohkan dengan suami yang bekerja sebagai pegawai negeri. Mereka takut karena PNS katanya gajinya kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti PNS jelek, ini masalah selera dan pilihan hidup. Buktinya penerimaan PNS ditahun 2004 kemarin masih diminati, berarti bagi sebagian orang walaupun gajinya tidak sebanding dengan swasta, disisi lain memberikan jaminan dan kepastian. Beruntung di era Gus Dur presiden, gaji PNS malah naik, dan pelan-pelan mulai naik. Mungkin yang bercita-cita jadi PNS, sebaiknya bukan melihat faktor gaji, tapi nilai dari seorang Pamong, sebagai abdi negara yang dikedepankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya sih bekerja pada orang lain, dan hasil kerja kita dihargai dengan gaji yang kita terima setiap bulan. Beberapa "keuntungan" yang diperoleh dengan bekerja sebagai pegawai dalam hal ini kerja disektor swasta seperti di perusahaan multinasional, Yaitu kita belajar mengenai suatu sistem kerja diperusahaan tersebut. Misalnya kita kerja dibidang marketing, maka kita akan bekerja dan belajar format dan suatu strategi pemasaran yang diterapkan diperusahaan tersebut. Bagaimana misalnya teknik memprospek, teknik promosi, teknik selling, dan macam-macam lagi aktifitas yang berhubungan dengan pemasaran. Kerja juga akan lebih terarah, tinggal kita running system yang sudah ada. Enak kan,.. tinggal ikutin aja, dan tentunya setiap bulan salary kita terima. Pola laku para kaum pekerja tersebut di setiap weekend wah, mereka gembira ria, karena bisa refreshing dari segala tugas dan rutinitas kantor. Sewaktu saya penelitian di Jakarta, ketemu dengan teman-teman SMA yang memang rata-rata jadi employee, pola hidupnya kayak begitu (walaupun tidak semua), apalagi masih bujang, tempat yang dipilih tuk refresh kalau bukan hard rock, bilyard, CITOS atau tempat sejenisnya lah....saya turut kecipratan rejeki dengan jalan ditraktir hehehe. (Terima kasih ya kapan2 gantian deh ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebayakan yang saya lihat begitu bekerja, membelanjakan uang dari gaji bulanan suatu tindakan yang tidak tertahan kan lagi. Biasanya sih, dipake untuk mentraktir teman-teman, beli barang yang istimewa buat orang yang istimewa. Ganti handphone, mulai menyicil rumah, ataupun kendaran pribadi. Setelah dua tahun, mulai berani punya kartu kredit, apalagi yang dikeluarkan oleh Citibank, buat dikipas-kipas akan sangat ok…boo Hahaha. (saya cuman merasa in aja maklum belum punya, kaciiaann). Mungkin gaya hidup seperti itu biasanya bagi yang berstatus masih “single” tapi yang sudah “married” mungkin akan berbeda, karena mereka sudah harus berpikir lebih jangka panjang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku dan mental bekerja pada orang lain, akan mengedepankan unsur-unsur jaminan gaji, kepastian jenjang karir, ketersediaan fasiltas seperti biaya kesehatan, biaya komunikasi dan lainnya jadi variable yang menarik untuk dipertimbangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya paham mengapa banyak perilaku kawan-kawan yang berganti-ganti kerjaan takala ada tawaran gaji dan fasilitas yang lebih menarik. Terkenal tidaknya perusahaan, dan asyik apa tidak si bosnya, makan hati apa gak kalau kerja disana. Karena mereka mencari yang lebih baik dan lebih menyenangkan (walaupun kembali lagi ini masalah selera, yang kata Aristoteles, bila menyangkut selera adalah sesuatu yang tidak dapat diperdebatkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini sebuah “tradisi” bagi kaum pekerja, yang dalam hati juga saya kecut mengetahui dengan penampilan keren, baju bermerek, aksesoris dan alat komunikasi yang canggih ternyata mereka masih dibelit oleh masalah keuangan. Alias tidak punya saving, kawan SMA saya pun dengan berkaca-kaca ber-biskal (baca: Curhat) bingung melihat uang gaji bulannya hilang entah kemana dan tidak punya tabungan sama sekali. Alias carru… hahaha (boke’ deh), bagaimana mo pake nikah atau naek haji…haha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman yang dikuadran “B”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berteman dengan kawan yang bermental wirausaha atau business owner (B). Lain lagi ceritanya. Setidaknya sudah banyak teman-teman saya yang memilih dan memutuskan bahwa setelah lulus, tidak perlu mencari kerja diperusahaan lagi. Kata teman S2 saya yang asal di Kalimantan, “kerja sama orang itu makan hati”.!! Mungkin pengalaman pribadinya yang pernah merasakan kerja disebuah perusahan sebelum mengambil S-2 memberi kesan tersendiri makanya dia tidak memutuskan untuk bekerja sama orang lagi. &lt;br /&gt;Makanya setelah wisuda dia tidak seperti teman lainnya, yang sibuk mendesain Currículum Vitae (CV), dia pun sibuk ke Notaris untuk membuat CV perusahaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gampang? Mendengar kisah-kisahnya, ternyata tidak mudah juga. Awalnya harus ditentang dengan orang tua yang memang bermetal dan berpola pikir seorang pekerja diperusahaan minyak. Orang Tua menginginkan sang anak untuk bekerja diperusahaan yang lebih besar dari tempatnya bekerja. Kalau hanya usaha seperti itu, buat apa sekolah sampai S-2, kata orang tua teman itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendirikan usaha itu memang bukan lah semanis dan seindah cita-cita dalam pikiran kita. Ada banyak persoalan, penolakan kerja sama, di tipu rekan bisnis adalah bagian dari perjalanan menjadi pengusaha sukses. Belum lagi di tinggalin teman-teman, yang memang terjadi dengan kawan saya tersebut. Disirik-sirikin sama kawan, tetangga maupun keluarga sendiri. Nampaknya “penderitaan’ dan cobaan” yang dialami seorang wirausaha lebih banyak dibanding orang yang bekerja. Semuanya menjadi tangung jawab sang pemilik usaha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibudaya kita, persepsi bekerja adalah datang pagi dengan pakaian kantor pulang sore. Kalaupun dia pengusaha, dia dianggap tidak bekerja terkadang dituduh sebagai pengangguran. Walaupun punya usaha warnet misalnya, jadwal kerja tidak tentu alias kadang siang, kadang malam, tetap saja oleh sebagian masyarakat kita itu bukan suatu pekerjaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh memang, apa ini dampak dari penjajahan dari kolonial Belanda. Soalnya jaman dulu yang menjadi pegawai Belanda itu, dikasih seragam, masuk pagi pulang sore. Dan terlihat keren dan mentereng. Sehingga masyarakat lebih terbiasa melihat yang fisik dibanding esensi, yang kalau dari jaman dahulu sampai sekarang namanya pegawai itu tak lain dan tak bukan bahasa kasarnya adalah “buruh”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari pun kadang harus mikir besok harus ngapain, bagaimana kas perusahaan bertambah, bagaimana perusahaan ini dapat dikenal oleh konsumen, bagaimana dan bagaimana lainnya. memang sungguh berat pikirku. &lt;br /&gt;Makanya tidak semua orang mau jadi pengusaha dan tidak semua mau melakukan hal-hal diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda konsep mengenai pendapatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal menarik adalah perbedaan terhadap konsep pendapatan, Orang bekerja akan menerima gaji. Pengusaha akan menerima laba atau rugi kemudian di investasikan lagi. Orang bekerja tentu akan mendapat gaji setiap bulan, beserta fasilitas-fasilitas yang ada. Yang dicari memang keamanan (jaminan pendapatan), yah keamanan finansial, asal saja jangan sampai kita seperti perlombaan tikus dalam buku Kiyosaki itu. Gali lubang tutup lubang diakhir bulan dengan gaji kita dan pinjaman-pinjaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pengusaha juga akan berurusan dengan pinjaman (utang), tapi saya melihat kontesnya lain, pinjaman ini untuk memenuhi kebutuhan arus kas mereka, dan memperbanyak asset mereka. Apa itu asset? waduh susah saya jelaskan, yang jelas bukan seperti dibuku Akuntansi, karena menurut ku assets masing-masing setiap orang berbeda. Kalau Kiyosaki mengatakan sesuatu yang memasukan uang dikantongmu.&lt;br /&gt;Bila laba, tentu dapat duit, bila tidak dapat jadinya rugi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita seorang employee, penghasilan kita bernama gaji beserta bonus, bila kita seorang pengusaha, penghasilan bernama pendapatan, yang besarnya tidak menentu, cenderung membesar atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didunia pengusaha, bila perusahaan satu sukses mereka akan berpikir dan ver-ide lagi untuk membuat suatu usaha lagi dan mewujudkannya. Nampaknya resiko dan ketidak pastian merupakan makan sehari-hari mereka. AKhirnya saya sadar memang tidak semua orang mau menjadi pengusaha karena “resiko” fisik maupun non fisik yang dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mengatakan jadi pengusaha susah, buktinya banyak yang berhasil. Saya juga tidak mengatakan bahwa bekerja sama orang lain itu enak, karena ada hal yang harus dibayar juga yakni, makan hati, ikutin kata bos, menjalankan sesuatu yang belum tentu kata hati kita inginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat suatu kejadian, waktu mengambil mata kuliah konsentrasi. Karena saya “bebas” dan tidak terikat, saya dengan kehendak bebas untuk memilih konsentrasi e-business. Dan Sibuk promosi sana sini. hhaha. Sewaktu bercakap dengan teman kuliah yang lebih señior dan punya jabatan sebagai manager produksi sebuah perusahaan besar di Kalimantan, beliau secara pribadi sangat menginginkan untuk mengambil mata kuliah strategy, tapi karena mendapat telpon dari sang bos, harus mengambil jurusan marketing karena perusahaan membutuhkannya dia menguasai subjek itu. Padahal saya tahu kawan kuliah saya itu mati-matian mencaci maki pelajaran marketing pada semester satu, menurutnya mata kuliah yang mengada-ngada dan tidak masuk akal, tapi karena sang bosnya itulah, makanya harus melahap juga mata kuliah marketing. Belum lagi di waktu luang yang seharusnya dipakai beristirahat, tapi ada telpon dari sang bos, harus ke Jakarta untuk bertemu, maka waktu-waktu itu pun harus ditinggalkannya bertemu sang bos. Yah, memang seorang karyawan yang baik, dan loyal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya sih bekerja sama orang kita memiliki sedikit kebebasan (independent) dalam memutuskan dan memilih sesuatu. Tidak ada yang salah terhadap semua itu, pertanyaan kembalil ke diri sendiri, bersediakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencarian jati diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa untuk menjawab pertanyaan mau jadi apa, pengusaha atau bekerja untuk orang lain, Bagi saya kita harus berkecimpung di dunia yang berbeda itu dulu semuanya. Bersyukur semuanya sudah saya lalui. Walaupun niat tuk kerja di perusahaan besar seperti Astra, Unilever, IBM, dan sebagainya belum terwujud, tapi saya pahami bahwa kedua dunia antara bekerja dengan orang lain dan usaha sendiri adalah dua dunia yang berbeda “idealisme” dan “ruh” nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak juga akan dipahami dibangku kuliah seperti program magister manajemen. Dibangku kuliah saya sadar itu hanya bercuap-cuap dan mengisi VISI hidup kita (baca sekedar informasi atau pengetahuan), makanya saya yakin seorang yang berpengetahuan banyak seperti dosen belum tentu akan paham alias merasakan apa yang dipelajarinya lewat teks book. Contohnya misalnya di sekolah kita diajarkan bahwa api itu panas, bila sang dosen belum pernah menyentuh api, dari mana dia tahu kalau itu panas, dan panas itu seperti apa? Bukankah hanya dunia cuap-cuap belaka. Benarkan..? (kalo begitu mengapa masuk kuliah ya heheh,.......ini masalah selera)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya akhirnya membawa saya pada sebuah kesimpulan, pertanyaan bukan akan kerja dimana kita atau mau jadi apa? Saya lebih setuju pertanyaan yang kita ajukan SIAPAKAH diri kita dan APA TUJUAN HIDUP kita. Ilmu manajemen strategy, mengajari saya bahwa awal mulanya terletak pada VISI dan MISI (hidup kita). Tidak perlu dijelaskan sudah pada tahu semua bila yang berkualiah sekolah manajemen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian melakukan assesment terhadap kekuatan internal dan eksternal yang kita miliki. Saya lebih sarankan untuk fokus pada kekuatan internal yang kita miliki, seperti bakat, minat dan kemampuan (core competence) yang telah kita miliki saat ini. Kemudian mengembangkan suatu program kerja, yang berorientasi pada suatu tujuan jangka panjang dan pendek dalam hidup ini. Setalah itu memilih strategi sebelum bertindak menjalan kan suatu tujuan (objective) yang telah kita tetap kan. Dan memasuki tahap evaluasi. Bukankah mudah untuk menuliskannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang saya sering terjebak, untuk menguasai semua, padahal belum tentu itu saya berbakat disana. Manusia harus belajar untuk tidak angkuh dan sombong. Saya sadar ada bakat khusus yang di anugerahkan Tuhan buat saya didunia ini. Mengapa bakat dan kemampuan saya itu tidak saya perdalam dan asah terus menerus dari pada keahlian yang lain tapi saya tahu tidak akan bisa optimal lebih baik. Setelah mengetahui dari Howard Gardner ternyata ada tujuh kecerdasan setiap manusia yaitu; linguistik verbal, numerik, spasial, fisik/raga, interpersonal, intrapersonal, lingkungan. Akhirnya saya sadar kenapa prestasi akademik saya tidak excellent. Tapi bukan berarti tidak bisa. Mengapa seorang kawan yang IPK nya tinggi tapi tidak bisa menghargai pendapat atau berempati dengan yang lainnya dalam suatu belajar kelompok. Mengapa ada yang pintar di bidang seni, tapi di olah raga dia sama sekali terbelakang. Kita memang harus belajar terus menerus mengembangkan potensi diri kita dan mengenal diri kita lebih baik. Selain terus menerus mempelajari perkembangan yang terjadi diluar sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lahir dan hidup didunia, telah mengemban suatu misi yang harus kita temukan kembali dengan segala potensi yang telah melekat. Misi yang lebih bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi bagi keluarga, masyarakat dan negara. Kalaupun Anda sepakat... dengan kalimat tadi yang saya sering temukan disetiap buku-buku yang mengupas kisah sukses orang-orang berpanguruh didunia ini dan saya yakini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu pertanyaan kembali pada diri sendiri, Jikalau VISI dan MISI hidup kawan-kawan adalah bekerja di sebuah perusahaan dan loyal terhadap perusahaan tersebut sampai pensiun dan mati, Berarti memang disitulah takdir kita dilahirkan dimuka bumi ini.&lt;br /&gt;Tapi kalau saya sih lain, masih banyak yang bisa saya kerjakan bagi banyak orang dari pada bekerja disebuah perusahaan seumur hidup walaupun menawarkan program pensiunan yang menarik. Bagaimana dengankamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by:&lt;br /&gt;Andi Nur Baumassepe&lt;br /&gt;April 05. Jogjakarta&lt;br /&gt;Mas_pepeng@yahoo.com&lt;br /&gt;(http://massepe.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-8513783800696376454?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/8513783800696376454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=8513783800696376454' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/8513783800696376454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/8513783800696376454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/kawan-mental-pekerja-dan-kawan-mental.html' title='Kawan Mental Pekerja Dan Kawan Mental Pengusaha'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-3476318739147087877</id><published>2008-01-08T20:54:00.001-08:00</published><updated>2008-01-08T20:54:30.708-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Gaya Hidup Orang Kaya</title><content type='html'>Jalan-jalan ke tempat yang fantastis, makan malam di restoran mewah, rumah megah berkolam renang dan jacuzzi, mobil mahal koleksi terbaru, berpesta pora dan segala kegemerlapan adalah potret gaya hidup orang kaya yang sering kita lihat. Film-film, sinetron, majalah, televisi kerap menayangkan gambaran gaya hidup kaum borjuis ini. Maka, tak pelak kita pun terpesona dan memimpikan gaya hidup seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya: benarkah gaya hidup seperti itu yang dilakukan oleh semua orang kaya? Ternyata tidak seluruhnya benar. Thomas Stanley dalam buku terlarisnya berjudul The Millionaire Mind menemukan fakta dari 733 multi milioner di Amerika (orang-orang yang memiliki kekayaan bersih di atas $ 10 juta) ternyata bergaya hidup sebaliknya. Jauh dari kemewahan. Mereka mengendarai mobil tua yang rata-rata usianya di atas 10 tahun dan tidak pernah membeli pakaian lebih mahal dari $ 399. Untuk kebutuhan sehari-harinya pun mereka memiliki anggaran bulanan rumah tangga yang ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingvar Kamprad, pendiri IKEA (jaringan toko furnitur knock down terbesar di dunia) yang memiliki kekayaan bersih $ 53 miliar selalu bebergian menggunakan pesawat kelas ekonomi, mengendarai Volvo tua dan bahkan rela menunggu berbelanja di malam hari untuk kebutuhan keluarganya, di saat harga turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sam Walton, pendiri Wal-Mart yang juga dinobatkan oleh Forbes sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaannya mencapai $ 90 miliar juga punya gaya hidup yang jauh dari kemewahan. Setiap bebergian dia selalu naik pesawat kelas ekonomi, menginap di hotel dengan patungan (sharing) dan mengenakan kemeja yang dibelinya di saat harga diskon di tokonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warren Buffet, orang nomor dua terkaya di dunia dengan kekayaan $ 42 miliar tetap berkeliling dengan mobil tuanya, meskipun dia mampu membeli pabrik mobil sekali pun. Buffet yang baru-baru ini membuat berita heboh dengan menyumbangkan 80% kekayaannya untuk amal ini sangat jauh dari gaya hidup mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta-fakta yang diungkapkan Adam Khoo dalam buku Secrets of Self-Made Millionaire ini membuat saya termenung. Sedikit malu juga. Gaya hidup saya memang tidaklah mewah. Tapi tidak juga irit. Tapi, alhamdulillah, setelah membaca tulisan Adam Khoo ini saya menjadi tersadar kembali bahwa kemampuan mengelola pengeluaran termasuk salah satu ciri dari orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Adam Khoo, uang $ 800 yang dikeluarkannya untuk membeli hand phone baru adalah kesia-siaan. Karena itu adalah uang yang hilang begitu dibelanjakan. Tapi, dia tidak ragu mengeluarkan uang ribuan dollar untuk sebuah pelatihan atau seminar. Karena sepulangnya dari sana, dia akan mendapatkan uangnya kembali ratusan kali lipat. Itu adalah minsetnya orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Live below your mean. Hiduplah di bawah kemampuan kita. Itu adalah kata-kata bijak yang pernah saya baca. Jadi, walaupun kita mampu jalan-jalan ke Eropa, tapi sebaiknya ke Bali aja. Walau pun mampu beli Mercy, tapi beli Innova aja. Kurang lebih seperti itu. Pak Tung DW mempraktekkan gaya hidup seperti ini. Walau pun dia mampu beli Ferrari, tapi sekarang dia 'masih' pakai Mercy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga tidak setuju dengan gaya hidup irit. Saya lebih suka menikmati hidup. Penghasilan kita harus dinikmati. Tapi jangan boros. Tetap harus hidup below your mean. Earn - invest - spend, itulah cara mengelola uang yang dipratekkan orang-orang kaya. Targetkan bahwa uang yang kita spend itu berasal dari passive income (termasuk dari profit bisnis), bukan dari earning bulanan. Asyik, kan? Kita tetap menikmati kualitas hidup yang layak tapi aset terut bertumbuh, bertumbuh dan bertumbuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(http://roniyuzirman.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-3476318739147087877?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/3476318739147087877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=3476318739147087877' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3476318739147087877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3476318739147087877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/gaya-hidup-orang-kaya.html' title='Gaya Hidup Orang Kaya'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-5040370559585856241</id><published>2008-01-08T20:53:00.001-08:00</published><updated>2008-01-08T20:53:54.833-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Earn - Save - Spend, Kebiasaan Orang Kaya</title><content type='html'>Kebiasaan akan membentuk karakter kita. Setuju? Harus setuju. Soalnya kata-kata ini saya dapat dari Stephen Covey. Kalau nggak setuju, silakan protes ke Covey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya nggak mau ngomongin soal Stephen Covey. Justru saya mau sharing mengenai kebiasaan orang kaya yang saya dapat dari buku yang lagi getol saya baca saat ini; Secrets of Self-Made Millionaire dari Adam Khoo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kebiasaan ini sudah sering diulas oleh Robert Kiyosaki. Tapi Adam Khoo membahasnya lagi dengan lebih jelas dan enak dibaca. Straight to the point, nggak berputar-putar dan membingungkan seperti Kiyosaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, orang kaya itu menghabiskan uangnya (spend) dari penghasilan yang diperolehnya dari investasi atau savingnya, bukan dari penghasilan bulanan. Ini jelas beda dengan kebanyakan orang kelas menengah atau golongan miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan miskin, jelas tidak punya pilihan. Setelah earn, langsung spend untuk kebutuhan sehari-harinya. Tidak ada peluang baginya untuk investasi atau pun saving. Mereka hidup untuk survival aja. Tidak punya pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan menengah, seperti kebanyakan kita punya kebiasaan earn - spend - save. Memang ada saving,tapi itu cuma sedikit, setelah dipotong habis oleh spend-nya yang besar. Jadi, sama aja. Dia nggak ke mana-mana. Berputar-putar di situ-situ aja, seperti rat-race yang diistilahkan Kiyosaki. Nah, kebanyakan dari golongan ini berupaya keras untuk menambah penghasilannya. Tebak, apa yang mereka lakukan? Ya, bekerja lebih keras, lembur, cari sampingan. Tapi, tetap aja, kalau kebiasaannya masih seperti itu, ya tetap ada nggak keluar dari rat race.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kaya punya kebiasaan yang jauh berbeda dibandingkan dua gologan yang saya sebutkan di atas. Orang kaya tidak menghabiskan uang yang baru didapatnya. Mereka memilih untuk memutarkannya dulu sebagai investasi yang menghasilkan aset yang memberikan passive income baginya. Kemudian hasil passive income itulah yang di-spend. As simple as that. Makanya orang kaya makin kaya karena ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin pembaca sudah banyak yang mengetahui konsep ini dari Robert Kiyosaki. Tapi, apakah hal ini sudah kita praktekkan? Itulah masalahnya. Tulisan ini sekaligus self-critic buat saya pribadi. Saya pun belum disiplin menerapkan hal ini. Maka dari itu, saya menuliskan ini sekaligus untuk diri saya pribadi. Mumpung menjelang akhir tahun, sekalian bikin resolusi keuangan pribadi. Caranya? Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, mulai sekarang juga, kata Aa Gym. Setuju?&lt;br /&gt;(http://roniyuzirman.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-5040370559585856241?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/5040370559585856241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=5040370559585856241' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/5040370559585856241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/5040370559585856241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/earn-save-spend-kebiasaan-orang-kaya.html' title='Earn - Save - Spend, Kebiasaan Orang Kaya'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-6707622950671001210</id><published>2008-01-08T20:52:00.001-08:00</published><updated>2008-01-08T20:52:44.239-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>5 Alasan Orang Tidak Kaya</title><content type='html'>"5 Alasan sederhana kenapa kebanyakan orang tidak akan pernah mencapai kekayaan... dan bagaimana memastikan anda melakukan hal hal yang diperlukan! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bernama Mike Litman, pernah meneliti bagaimana cara menjadi kaya dengan melakukan wawancara kepada 20 Milyuner yang kaya karena usaha sendiri ( bukan karena warisan ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Mike melakukan wawancara, beliau menemukan, ada beberapa rahasia yang membuat mereka kaya raya sementara orang lain sibuk berjuang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sangat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah 5 alasan sederhana kenapa kebanyakan orang tidak akan pernah kaya dan bagaimana memastikan anda melakukan ke 5 hal ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~&lt;br /&gt;ALASAN NO #1 - Menunggu untuk mulai:&lt;br /&gt;~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang tidak ingin menunggu untuk sukses. Namun, pada saat yang sama, mereka menunggu terlalu lama untuk memulai di jalan kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa melihat masalahnya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama anda menunggu untuk memulai, semakin lama anda akan mendapatkan hasil, kesuksesan, dan gaya hidup yang anda inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menunggu segala sesuatu menjadi sempurna terlebih dahulu sebelum mereka memulai. Oleh karena itu, mereka tidak pernah memulai dan tidak pernah mencapai sesuatu yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada pertandingan yang pernah dimenangkan atau diakhiri oleh seseorang yang tidak pernah meninggalkan garis start!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menunggu untuk memulai. Mulai sekarang juga berjalan di jalan kesuksesan anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~&lt;br /&gt;ALASAN NO #2 - Buta huruf secara finansial: &lt;br /&gt;~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal penting dalam kekayaan adalah mengerti perbedaan dari aset dan hutang.&lt;br /&gt;Aset adalah mendatangkan uang ke kantong anda.&lt;br /&gt;Hutang mengeluarkan uang dari kantong anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengira bahwa rumah mereka, mobil mereka, dan kepemilikan yang lain adalah asset. Tetapi, sebenarnya adalah bahwa dalam banyak kesempatan, semuanya itu membuat uang keluar dari kantong anda. Semuanya itu menyebabkan ada mengeluarkan uang untuk pembiayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya itu tidak membuat anda menghasilkan uang. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, hal yang sebenarnya, semuanya itu adalah merupakan beban (hutang).&lt;br /&gt;Semuanya itu mengambil uang anda keluar setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda mempunyai lebih banyak uang yang datang dari aset yang sesungguhnya daripada yang anda keluarkan untuk membayar beban, anda akan menjadi bebas secara finansial. Hanya ada 1 cara untuk melakukan nya. &lt;br /&gt;Yang membawa kita ke hal ketiga... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~&lt;br /&gt;ALASAN NO #3 - Fokus pada penghasilan yang mendatar daripada penghasilan yang pasive.&lt;br /&gt;~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari Milyuner yang diwawancarai menyampaikan secara sederhana, "Jika anda tidak menghasilkan uang ketika anda tidur, maka anda tidak akan kaya."&lt;br /&gt;Penghasilan yang mendatar adalah apa yang anda dapatkan dari pekerjaan anda. Anda bekerja selama 1 jam dan mendapatkan bayaran hanya satu kali saja dari pekerjaan satu jam itu, hanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan pasive adalah ketika anda bekerja sekali namun secara terus menerus dibayar lagi dan lagi dari pekerjaan yang TIDAK lagi anda lakukan.&lt;br /&gt;Berinvestasi atau menciptakan aset yang sebenarnya yang menghasilkan penghasilan pasive untuk anda adalah tiket menuju kemakmuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~&lt;br /&gt;ALASAN NO #4 - Tidak mengerti atau tidak menggunakan sistem untuk menghasilkan uang. &lt;br /&gt;~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah SYSTEM yang menghasilkan uang adalah sesuatu yang mengjinkan anda untuk mendapatkan uang tanpa usaha anda sendiri. Dengan kata lain, Itu adalah cara yang otomatis untuk menghasilkan uang. &lt;br /&gt;Semua Aset yang sejati adalah hanya sebuah "sistem" dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali anda menciptakan atau berinvestasi pada sebuah sistem yang sederhana untuk menghasilkan uang, maka tidak ada batasan pada seberapa banyak uang yang bisa anda hasilkan.&lt;br /&gt;Menjadi seorang ahli dan sistem uang dapat membawa kekayaan lebih dari yang anda impikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~&lt;br /&gt;ALASAN NO #5 - Tidak Cukup GIGIH atau SABAR: &lt;br /&gt;~=~=~=~=~=~=~=~=~=~=~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelesaikan sebuah pertandingan anda harus meninggalkan garis start dan mengikuti garis menuju ke batas Finish.&lt;br /&gt;Kebanyakan orang, mencipatakan kegagalan mereka sendiri dengan apakah tidak pernah memulai atau tidak bertahan, atau keduanya. :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda HARUS tidak hanya memulai, namun juga bertahan terus.&lt;br /&gt;Hal ini kelihatan nya jelas, tetapi adalah penyebab terbesar dari kegagalan. Hanya dengan bergabung dalam sebagian kecil orang yang mau melakukan ke 5 hal diatas, maka anda akan mendapatkan kesempatan yang sangat besar untuk sukses dan&lt;br /&gt;kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sangat sederhana... putuskan untuk melakukan hal hal diatas, dan anda juga bisa menjadi kaya. Kalau anda tidak lakukan hal diatas, maka anda akan menjadi seperti kebanyakan orang yang tidak sukses.&lt;br /&gt;Putuskan sekarang juga untuk menjadi ahli pada hal hal yang disebutkan diatas, dan mulai perjalanan menuju kesuksesan anda sekarang. Dan tetap bertahan dan lihat perbedaan yang dilakukan nya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Warmest Regards, &lt;br /&gt;Kusuma Putra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(http://zero-to-millionaire.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-6707622950671001210?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/6707622950671001210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=6707622950671001210' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/6707622950671001210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/6707622950671001210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/5-alasan-orang-tidak-kaya.html' title='5 Alasan Orang Tidak Kaya'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-5174016741613792291</id><published>2008-01-08T20:51:00.002-08:00</published><updated>2008-01-08T20:52:04.549-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>4 Kategori Orang</title><content type='html'>Berdasarkan uang dan waktu yang dimiliki, orang dapat dibagi dalam 4 kategori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang yang tidak memiliki uang &amp; tidak memiliki waktu&lt;br /&gt;Mereka-mereka yang sibuk sekali, kerja setiap hari dari pagi hingga malam. Bila diajak untuk melakukan suatu kegiatan, alasannya seringkali "sorry, tidak bisa, kerja". Dan biasanya sebelum akhir bulan, uang mereka sudah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang yang tidak memiliki uang tapi memiliki waktu&lt;br /&gt;Mereka-mereka yang selalu stand by kapan saja. Bila Anda mengajak mereka untuk duduk bersantai di cafe, atau travelling keluar kota kapan saja, walaupun pada jam kerja,&lt;br /&gt;jawabannya bisa dipastikan, "Ayo aja! Asal biaya lu yang tanggung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang yang memiliki banyak uang tetapi tidak memiliki waktu.&lt;br /&gt;Mereka sangat sibuk sekali, kerja dari pagi sampai malam, mereka tidak dapat meninggalkan pekerjaannya. Mereka menghasilkan banyak uang, tetapi semakin banyak uang yang dihasilkan, mereka semakin sibuk. Mereka memiliki rumah besar lengkap dengan kolam renang, tetapi mungkin mereka sendiri tidak pernah berenang di kolam tersebut. Untuk makan malam dengan keluarga saja mereka tidak sempat. Lalu apa gunanya mereka memiliki banyak uang tetapi mereka tidak dapat menikmati uang yang mereka hasilkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Orang yang memiliki uang dan memiliki waktu&lt;br /&gt;Mereka dapat melakukan apa saja dan kapan saja mereka mau. Mereka bisa kemana saja kapan saja tanpa kuatir akan penghasilan mereka. Mereka dapat jalan-jalan keluar negeri kapan saja mereka mau. Ya, karena mereka memiliki uang dan mereka juga memiliki waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila disuruh memilih, Anda memilih untuk berada di kategori yang mana?&lt;br /&gt;Jika pilihan Anda adalah kategori ke-4, hanya ada satu cara, Build Assets!!!&lt;br /&gt;(http://build-assets.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-5174016741613792291?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/5174016741613792291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=5174016741613792291' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/5174016741613792291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/5174016741613792291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/4-kategori-orang.html' title='4 Kategori Orang'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-3811025427103735159</id><published>2008-01-08T20:51:00.001-08:00</published><updated>2008-01-08T20:51:23.862-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecommerce'/><title type='text'>Mengapa Bergabung Program Afiliasi?</title><content type='html'>Anda punya situs web? Terbiasa dengan komunikasi via email? Mengapa tidak yang satu ini yaitu dengan mengikuti program bisnis afiliasi? Yaitu untuk menambah uang Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada begitu banyak kesempatan bisnis di Internet. Hampir semuanya memang membutuhkan dana. Tetapi, tidak dengan program afiliasi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah 7 alasan mengapa anda harus mempertimbangkan untuk bergabung dengan progran afiliasi dari rumah anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Bergabung dengan program afiliasi tidak perlu mengeluarkan dana. Benar-benar tidak perlu! Anda dapat bergabung dengan sebuah program afiliasi tanpa harus mengeluarkan biaya dan dapat segera mempromosikan produk anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Sarana dan prasarana untuk pemasaran lewat internet sudah disediakan untuk anda. Sebuah situs web yang menawarkan program afiliasi yg ‘bagus’ pasti akan memberikan banyak sarana afiliasi pemasaran yang bersifat ’siap pakai’. Anda hanya tinggal meng- ‘copy dan paste’ dan memasukkan kode afiliasi anda. Kemudian, mulailah menjual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Anda tidak butuh sebuah produk. Akan menghabiskan BANYAK waktu untuk mengembangkan produk anda untuk dijual secara online. Dengan program afiliasi, produk tersebut sudah ada di sana. Orang lain yang akan mengerjakannya, bukan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Statistik afiliasi sudah disediakan sebagai bagian dari sistem mereka, karena Anda bergabung dengan program afiliasi. Anda tidak perlu pergi dan membeli perangkat lunak yang mahal untuk melacak penjualan anda karena pemilik produk sudah menyiapkannya untuk anda. Anda bahkan tidak perlu membayarnya, gratis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak dibutuhan waktu untuk memulainya. Kebanyakan bisnis butuh suatu waktu dalam fase ’start up’. Dengan program pemasaran afiliasi, maka anda tidak membutuhkan waktu ’start up’ itu semua lagi. Pada waktu anda bergabung, anda dapat langsung menjual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Anda tidak perlu kuatir lagi berkenaan administrasi penjualan dan dukungan teknis lainnya. Pemilik produk sudah akan mengurus proses penjualannya dan semua layanan purna jual. Yang hanya perlu anda kuatirkan adalah menerima cek afiliasi anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Anda tidak perlu kuatir untuk kontak langsung pelanggan Anda. Di dalam sebuah program pemasaran afiliasi, anda adalah seorang ‘reseller’ sehingga jika pelanggan mengajukan komplain mereka akan menghubungi pemilik produk, dan bukan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergabung dengan program afiliasi sangat sederhana, mudah untuk mulai mempromosikan dan lebih daripada itu semua Anda tidak akan rugi atau harus memiliki modal. Jika salah satu program afiliasi tersebut tidak berjalan, anda dapat meninggalkannya dan bergabung dengan program afiliasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(http://rahasiabisnis.wordpress.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-3811025427103735159?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/3811025427103735159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=3811025427103735159' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3811025427103735159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3811025427103735159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/mengapa-bergabung-program-afiliasi.html' title='Mengapa Bergabung Program Afiliasi?'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-7174852085866765000</id><published>2008-01-08T20:50:00.001-08:00</published><updated>2008-01-08T20:50:57.964-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecommerce'/><title type='text'>Beberapa Cara Mendapatkan Uang Dari Internet</title><content type='html'>Seringkali sebagai pendatang baru, kita bingung untuk memulai bagaimana cara mendapatkan uang dari internet. Padahal banyak sekali jalan untuk meraih potensi penghasilan tak terbatas dari internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa anda pilih dan ikuti untuk meraih penghasilan tak terbatas dari internet:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Affiliate Marketing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara mudah untuk mendapatkan penghasilan dari internet tanpa harus membuat produk sendiri adalah dengan mengikuti program affiliasi. Setiap penjualan yang anda hasilkan, anda akan mendapatkan komisi. Persentase komisi dari program affiliasi bervariasi mulai dari 10% bahkan hingga 75% lebih. Jika anda ingin mengikuti program affiliasi, anda bisa mengunjungi http://www.associateprograms.com dan di sana anda bisa menemukan banyak sekali pilihan untuk program affiliasi yang anda bisa ikuti. Salah satu program affiliasi Indonesia yang bisa anda ikuti yaitu http://www.idebaru.com atau http://www.soalcpns.info/?id=ide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjual produk resell right&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah salah satu cara mendapatkan uang dari internet. Jika anda cukup malas atau tidak ada ide untuk membuat produk sendiri, ini adalah cara termudah untuk bisa meraih profit yang lumayan dari internet:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda menjual produk berlisensi resell right, anda bisa meraih keuntungan hingga 100%. Karena anda sudah memiliki lisensi yang memungkinkan anda untuk menjualnya kembali. Jika anda ingin mendapatkan produk resell rights terbaru dan murah, anda bisa kunjungi http://www.idebaru.com dan sekaligus anda juga bisa menjadi bagian dari program affiliasinya dan raih komisi hingga 50%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pay Per Click&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Google Adsense adalah salah satu program pay per click terbesar dan paling banyak diminati saat ini. Sudah banyak orang yang menikmati hasil yang cukup lumayan dari program ini. Untuk mendaftar, silakan anda kunjungi http://www.google.com/adsense. Anda cukup pasang iklan adsense di website anda. Setiap ada pengunjung website yang mengklik iklan tersebut, anda akan dibayar. Nilai dari setiap klik bervariasi, biasanya dari $0.01 sampai $2. Rata-rata nilai klik untuk adsense di website saya $0.2/klik. Peringatan!! Jangan sekali-kali mengklik iklan anda sendiri atau google akan menutup account adsense anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trik: Untuk mendapatkan account google adsense, biasanya google akan mereview website anda. Agar cepat disetujui, gunakan blogger. Daftarkan blog anda di http://www.blogspot.com dan posting beberapa blog. Setelah itu anda daftar google adsense. Cukup mudah bukan:-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pay Per Post&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah cara baru untuk mendapatkan uang di internet. Saya belum pernah mendapatkan uang dari cara ini. Tapi seorang teman saya pernah bercerita kalau dia bisa mendapatkan hingga $1,000/bulan dari program ini dan itu pun hanya dari 1 program pay per post, belum lagi dari program pay per post lain yang dia ikuti. Salah satu program pay per post yang bisa anda ikuti yaitu http://www.payperpost.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, sekian dulu sharing tentang bisnis internet internetnya. Saya akan sharing dan berbagi cerita lagi pada posting berikutnya. Selamat memilih program yang akan anda jalani untuk mendapatkan uang dari internet. Satu hal yang terpenting yaitu jangan mencoba beberapa program sekaligus. Fokus dulu pada satu program, setelah itu anda bisa mencoba program lain. Selamat mencoba. &lt;br /&gt;(http://bisnistop.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-7174852085866765000?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/7174852085866765000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=7174852085866765000' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/7174852085866765000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/7174852085866765000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/beberapa-cara-mendapatkan-uang-dari.html' title='Beberapa Cara Mendapatkan Uang Dari Internet'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-1035791959671830123</id><published>2008-01-08T20:49:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T20:50:10.353-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecommerce'/><title type='text'>Ini Dia Lowongan Kerja Alternatif</title><content type='html'>Mungkin anda seorang sarjana atau alumni SMU yang sedang pusing mencari kerja. Berbagai lowongan kerja anda coba, tapi masih belum ada nasib baik. Mau berwirausaha, modal tidak cukup. Nah.. mengapa tidak memanfaatkan “lowongan kerja” di internet saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dengan semakin banyaknya lulusan SLTA dan Perguruan tinggi yang tidak diikuti dengan jumlah lowongan kerja membuat semakin banyaknya pengangguran. Namun sebenarnya penyebabnya bukan hanya sekedar minimnya peluang kerja. Tapi juga disebabkan oleh kurang kreatifnya para pencari kerja itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas pencari kerja hanya ingin bekerja untuk menjadi “orang gajian”, seperti ingin jadi pegawai negeri, pegawai BUMN atau kerja di perusahaan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa tidak coba manfaatkan internet saja? Berbisnis di internet dan menjadi wirausahawan online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menjadi usahawan online, anda bisa mendapatkan penghasilan jauh lebih besar dari pada gaji seorang pegawai negeri atau pegawai BUMN. Dan yang lebih penting, menjadi usahawan online, tidak ada atasan atau bos yang mengatur anda. Anda adalah Bos atas diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau penghasilan ratusan ribu, jutaan atau puluhan juta perbulan sebagai pelaku wirausaha online adalah hal yang sangat mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah modal, untuk memulai bisnis online anda memerlukan modal materi yang jauh lebih kecil dari pada “bisnis offline” pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah… mengapa tidak mencoba dengan serius?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mick Donald&lt;br /&gt;(http://www.mickdonald.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-1035791959671830123?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/1035791959671830123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=1035791959671830123' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/1035791959671830123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/1035791959671830123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/ini-dia-lowongan-kerja-alternatif.html' title='Ini Dia Lowongan Kerja Alternatif'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-2531048153957064126</id><published>2008-01-08T20:46:00.000-08:00</published><updated>2008-01-08T20:49:15.574-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecommerce'/><title type='text'>Tujuh Tips Blogging</title><content type='html'>Memiliki blog pada zaman sekarang ini sangat mudah. Mulai dari yang gratis hingga yang berbayar. Tapi kebanyakan dari pemilik blog tersebut melakukan beberapa kesalahan yang membuat mereka tidak pernah menjadi blogger yang “sukses”. Berikut adalah 8 tips dan panduan untuk membantu keberhasilan anda sebagai blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rajin-rajinlah mengupdate blog anda. Usahakan minimal sekali dalam 3 hari untuk menambah posting di blog anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tukaran link dengan pemilik blog atau web lain yang memiliki pagerank tinggi. Ini akan membantu untuk meningkatkan pagerank blog anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Daftarkan blog anda ke technorati.com. Beberapa Blog yang memiliki traffic tinggi, sebagian pengunjung mereka mengetahui blog mereka dari technorati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Daftarkan blog anda ke feedburner.com. Jika belum anda lakukan, lakukan sekarang juga  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gunakan platform blog yang bisa anda konfigurasi “sesuka hati”. Saya sendiri lebih suka pakai wordpress yang dipasang di hosting berbayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Investasikan waktu anda untuk membuat blog anda menjadi “search engine friendly”, gunakan aturan-aturan SEO yang baik. Misalnya, theme yang “bersahabat” dengan search engine. Ini memang tidak mudah bagi blogger pemula, namun anda harus mempelajarinya jika ingin menjadi blogger yang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Nah, ini adalah yang paling penting dari semua tips blogging saya ini. Selalu, selalu dan selalu fokus. Pilih topik blog yang anda sukai, dan fokuslah disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga menjadi blogger yang “sukses”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(http://www.mickdonald.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-2531048153957064126?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/2531048153957064126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=2531048153957064126' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2531048153957064126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2531048153957064126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2008/01/tujuh-tips-blogging.html' title='Tujuh Tips Blogging'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-2757185240064304416</id><published>2007-12-19T00:42:00.000-08:00</published><updated>2007-12-19T00:44:34.237-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>Tiga Fasa Penting Kehidupan</title><content type='html'>Di tempat saya bekerja ada beberapa ekor kucing yang hidup perkarangan. Tidak ada panggilan khusus untuk kucing tersebut, tetapi ada seekor yang merupakan kesukaan saya. Sudah tiga kali melahirkan anak tetapi kelahiran sebelumnya belum ada anak yang sukses besar bersamanya. Ada diantaranya mati karena sakit, kecelakaan dan diambil untuk dipelihara orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang kelahiran ketiga kalinya dia memiliki 3 anak, dan ternyata 2 dari anaknya mati karena sakit. Sungguh masa berkembangnya anak kucing adalah masa yang sulit, maka dari itu saya bertekat untuk menjaganya. Agar kucing kesukaan saya memiliki penerus keturunannya, maka dari itu saya mencoba membantunya. Membantunya dengan hampir tiap hari memberi induknya makanan agar cukup gizi untuk memberi susu untuk anaknya dan juga tambahan susu untuk anaknya itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah anak kucing yang tinggal satu- satunya itu besar, saya kira masa sulit sudah lewat. Ternyata ada satu masalah lagi apalagi setelah anak kucing tersebut itu disapih induknya. Induknya memang cukup cakap dalam mencari makanan diluar tempat saya kerja, dia rajin pergi ke beberapa warung disekitar dan tahu waktu yang tepat untuk mencari makanan. Tetapi sang anak selama ini tidak pernah mau mengikuti induknya dalam mencari makan, kemungkinan karena trauma karena ada pemilik warung yang suka menyiram air kepada kucing yang suka masuk kewarungnya. Ketika anak kucing tersebut mulai disapih menyusui oleh induknya, naluri untuk mencari makanannya kurang berkembang. Dia hanya meong mengeluarkan suara kepada orang- orang yang lewat dan yang sering memanjakannya. Terutama kepada saya yang cukup biasa memberikan dia makan atau sisa makanan yang dapat dia makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya kira dia akan menemukan masalah jika tidak berhasil dalam mencari makanan, maka saya mengambil inisiatif untuk memberikan dia pelajaran agar dia mandiri. Si anak kucing saya bawa dan diperkenalkan pada lingkungan luar tempat kerja saya. Caranya saya pancing dia dengan panggilan dan makanan. Pada hari pertama si kucing setelah saya bawa keluar agak jauh dan diberi makan, setelah makan dia hanya diam sambil meong memanggil dan takut bila melihat ada kendaraan yang lewat. Akhirnya baru bisa pulang setelah saya jemput dan mengantarnya ia pulang. Setelah beberapa hari saya ajarkan untuk mengenal dunia luar barulah dia bisa pulang sendiri bila diajak keluar. Hal ini saya paksa lakukan kepada dia agar dia tidak takut dan dapat lebih mandiri terutama dalam mencari makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga terjadi pada banyak kehidupan terutama pada hewan mamalia, karena tidak seperti hewan yang ditinggal setelah ditelurkan oleh induknya. Hewan yang dipelihara oleh induknya umumnya hanya memiliki insting dasar. Tanpa memiliki insting untuk bertahan dan melanjutkan hidup. Contohnya sama seperti kehidupan burung, untuk menjadi dewasa seekor burung harus melewati beberapa fasa cobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasa kehidupan itu adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Fasa Pertumbuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejak ditelurkan dan menetas anak burung harus bersaing disarangnya dengan saudara- saudara untuk mendapatkan makanan, dia dapat tersingkir dan terjatuh pada sarangnya bahkan karena saudara- saudaranya sendiri. Sebagai mahluk hidup dalam berkembang dewasa banyak sekali rintangan, banyaklah pemangsa yang mengincar yang belum dewasa karena lebih mudah untuk diburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Fasa Mandiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti anak kucing yang sedang disapih induknya, setelah berkembang besar seekor burung harus belajar terbang yang penuh dengan banyak resiko. Bila ia gagal dalam belajar terbang, maka tidak ada kesepatan untuknya untuk hidup kecuali dalam sangkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Fasa Jati Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah dapat mandiri, seekor burung harus dapat mendapatkan wilayah dan sarang juga pasangan untuk melanjutkan kehidupan dan keturunannya. Dan dibanyak bentuk kehidupan mahluk hidup dengan kehidupan sosial harus juga menentukan peranannya dan posisinya dalam kehidupan sosial. Seperti seekor singa yang setelah dewasa maka dia harus menentukan peran dan posisinya dalam kelompoknya. Apakah dia akan menjadi seekor pemimpin pemburu, pendamping dalam perburuan, perawat anak dalam kelompok, menjadi pejantan alpha atau beta, atau tersingkir dan diusir dari kelompoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupula dengan kehidupan binatang, kehidupan manusia menjadi seorang yang sukses juga melewati ketiga fasa penting kehidupan ini.&lt;br /&gt;Saat pertumbuhan kita membutuhkan gizi dan belajar banyak hal baik dari orang tua atau sekolah. Pada fasa pertumbuhan ini biasanya diakhiri dengan tanda- tanda akhil balik, tetapi untuk manusia biasanya memakan waktu lebih panjang karena kita harus lebih banyak dibekali dengan pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian untuk menjadi mandiri kita harus juga berusaha untuk dapat hidup tanpa bantuan orang tua. Berjuang meraih penghidupan seperti pekerjaan atau usaha yang akan membuat kita mandiri. Kita juga harus menentukan pula jati diri kita sesungguhnya, kita dapat menjadi pemimpin dalam masyarakat, pengikut, seorang oportunist, spekulan, atau tidak menjadi apa- apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan mungkin adalah kata yang ingin anda capai. Tetapi ingat ada proses dan tahap yang harus anda hadapi untuk mendapatkan kesuksesan.&lt;br /&gt;Ketiga fasa penting kehidupan ini adalah titik penting, jadi manfaatkan dan lewati sebaik- baiknya untuk kesuksesan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^^sourceid&lt;br /&gt;nb : tidak percuma saya suka nonton acara wild life&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-2757185240064304416?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/2757185240064304416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=2757185240064304416' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2757185240064304416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2757185240064304416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/12/tiga-fasa-penting-kehidupan.html' title='Tiga Fasa Penting Kehidupan'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-5893731223174677080</id><published>2007-12-05T01:42:00.000-08:00</published><updated>2007-12-05T01:43:05.942-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecommerce'/><title type='text'>Script Bot Inviter</title><content type='html'>Script yang saya kerjakan dalam waktu lebih dari 3 minggu, semoga dapat membantu Anda.&lt;br /&gt;Silahkan download pada &lt;a href=http://aneka-cd.t35.com/download.php&gt;http://aneka-cd.t35.com/download.php&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^^sourceid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-5893731223174677080?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/5893731223174677080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=5893731223174677080' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/5893731223174677080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/5893731223174677080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/12/script-bot-inviter.html' title='Script Bot Inviter'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-3949756581788040933</id><published>2007-11-04T22:23:00.000-08:00</published><updated>2007-11-04T22:25:10.278-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia'/><title type='text'>File Finansial</title><content type='html'>Download kumpulan file kecerdasan finansial, silahkan klik disini &lt;a href=http://www.geocities.com/sourceid/GueEmangKerenDanGanteng/arsip/mind_your_business.zip&gt;http://www.geocities.com/sourceid/GueEmangKerenDanGanteng/arsip/mind_your_business.zip&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^^sourceid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-3949756581788040933?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/3949756581788040933/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=3949756581788040933' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3949756581788040933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3949756581788040933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/11/file-finansial.html' title='File Finansial'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-4707774301294958189</id><published>2007-11-01T20:21:00.000-07:00</published><updated>2007-11-01T20:25:02.866-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia'/><title type='text'>Basis Keuntungan</title><content type='html'>Dalam suatu pembicaraan dengan mantan rekan kerja saya. Pada pembicaraan tentang usaha makanan yang saya lihat pada televisi, saya memberikan gambaran apa yang bisa didapat dari usaha tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha yang saya bicarakan adalah usaha penjualan makanan. Membayangkan apa yang bisa didapat dari jumlah pelanggan yang ada, maka saya ungkapkan kira- kira omset yang bisa didapat. Dan keuntungan yang bisa didapat kira- kira 50 persennya.&lt;br /&gt;Tetapi pembicaraan ini disangah oleh rekan saya lainnya, mungkin karena dia tidak mendengarkan dari awal pembicaraan. Dia menyangah bahwa usaha makanan keuntungannya bukanlah 50% tetapi 100%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya bingung juga, tetapi saya akhirnya tanyakan 100% dari mana maksudnya. Dia menjelaskan bahwa bila kita membuat makanan dengan modal 100 ribu rupiah maka biasanya makanan tersebut dapat terjual kira- kira 200 ribu rupiah, atau 100% keuntungan dari modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kesalahpahaman, dimana yang saya katakan 50% dari basis omset sedangkan rekan saya katakan 100% basis modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah perbedaan dari basis keuntungan modal dengan basis omset? Tentu saja yang pasti dari perhitungannya, satu dengan persentase dibanding modal dan yang lainnya dibandingkan omset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dalam bisnis atau usaha yang menjadi kendala kebanyakan apa yang ada dalam pikiran kita. Mulai dari kita merencanakan, memulai, dan menjalankan, kesuksesannya diawali dari pikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kita merencanakan usaha, pikiran dapat membuat kita maju terus atau memikirkan banyak kendala, dan akhirnya memikirkan resikonya atau jadi enggan sama sekali memulai suatu usaha. Pikiran kita dapat saja positif atau negatif, optimis ataupun pesimis. Masalah inilah yang saya kira menjadi masalah pada perbedaan antara keuntungan basis omset atau modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita memikirkan keuntungan basis modal, maka kita dalam perencanaan bisnis menghitung dahulu investasi, pengeluaran, operasional, harga bahan baku, dan lainnya. Kemudian baru memikirkan barang tersebut dapat terjual seberapa besar (pricing) , dan baru terhitung berapa omset, keuntungan dan potensi pasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk keuntungan basis omset kita melakukan terbeliknya, pola pikir kita akan memperkirakan potensi pasar, segmen konsumen, dan potensi jumlah konsumen/ pelanggan. Dengan asumsi daya beli masyarakat atau dengan perkiraan dengan pengalaman/ bisnis orang lain sejenis yang sudah ada, maka kita dapat memperkirakan jumlah omset kira- kira. Nah dari sinilah kita memperkirakan modal, investasi, oprasional dan lainnya, untuk mendapatkan perkiraan keuntungan yang bisa didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa membuat orang bergerak atau membuat keputusan dalam berbisnis adalah faktor pendorong/ pengerak (driving force) dibanding dengan resiko/ halangan (resistance), jika nilai dari perbandingan ini tinggi semakin tinggi pula orang akan mau berbisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Revenue&lt;br /&gt;  ------------  =  Business Value&lt;br /&gt;  Risk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan yang tampak kalau kita memiliki pola pikir memikirkan dahulu nilai dari investasi, pengeluaran, operasional, harga bahan baku, dan lainnya. Ini berarti kita memikirkan dahulu "Risk" baru kemudian memikirkan "Revenue" dari suatu bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pola pikir kita memikirkan "Risk" terlebih dahulu, kita bisa saja langsung berhenti tanpa memikirkan "Revenue" -nya. Dan saat sudah memikirkan "Revenue" kita kembali berpikir "Risk" sehingga kembali berhenti. Dengan pola pikir seperti ini kita dapat terbawa pada pemikirian yang pesimis atau kurang positif. Dan yang terpenting pola pikir demikian akan membuat orang enggan mencoba/ memulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu saya lebih suka mengunakan keuntungan basis omset, karena kita lebih memikirkan pendorongnya lebih dahulu sehingga kita mau maju dan mencoba. Baru kemudian kita memikirkan resiko dan hambatan yang akan ditemui. Atau lebih baik kita berani untuk gagal, jadi mencoba dan melakukannya terlebih dahulu baru selalu berusaha mengatasi kesulitan dan hambatan yang ditemui sambil melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pikir yang harus kita kita lakukan adalah. Bila kita menghadapi sesuatu yang baik maka kita harus memikirkan hal baiknya dahulu, dan untuk hal yang tidak baik maka kita juga harus memikirkan hal yang tak baiknya juga terlebih dahulu. Contoh bila Anda melihat ada kesempatan untuk mencuri, tentu saja Anda tahu mencuri itu perbuatan yang tidak baik dan sebaiknya Anda terlebih dahulu memikirikan hal yang tidak baik dari akibat mencuri seperti masuk penjara, dikucilkan dari masyarakat, dan lainnya. Maka dapat dipastikan Anda lebih baik memilih untuk tidak mencuri bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut mencoba yang baik, terutama berbisnis. Karena itu berarti Anda juga mau bertanggungjawab terhadap diri Anda dan orang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^^sourceid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-4707774301294958189?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/4707774301294958189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=4707774301294958189' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4707774301294958189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4707774301294958189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/11/basis-keuntungan.html' title='Basis Keuntungan'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-8630349618028458761</id><published>2007-10-30T22:10:00.001-07:00</published><updated>2007-10-30T22:10:44.116-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now</title><content type='html'>Sepuluh tahun yang lalu, kalau saya ditanya apakah tip sukses saya, mungkin saya tidak bisa menjawab. Sekarang, sukses bagi saya bukanlah ketika buku saya menjadi best-seller atau ketika menerima pujian untuk artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal terkemuka di Inggris Raya. Sukses bukan pula ketika saya dan suami berhasil juga membeli rumah di San Francisco Bay Area dengan keringat sendiri setelah hampir sepuluh tahun merantau di Negeri Paman Sam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses bagi saya adalah mindset. Sukses adalah saya; saya adalah sukses. Sukses bukan tujuan, bukan pula perjalanan. Success is about being dan becoming. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berani dan overconfident kedengarannya? Mungkin, yang jelas ribuan bahkan jutaan manusia "sukses" di dunia alias manusia bermental juara mempunyai mindset seperti ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda perlu menjadi juara tenis tingkat Wimbledon atau juara golf profesional di PGA Pebble Beach untuk disebut "sukses"? Apakah Anda perlu mengendarai Corvette dan Lexus SUV hybrid? Jelas tidak. Seorang bermental juara alias bermindset "orang sukses" bisa jadi hanyalah seorang salesman saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah contoh Bill Porter, seorang salesman door-to-door dari Portland, Oregon yang terlahir dengan cerebral palsy. Ia berjalan kaki setidaknya 10 mil perhari selama 40 tahun dengan tertatih-tatih setiap hari tanpa mengeluh. Hebatnya, karena tubuhnya bagian kiri tidak bekerja sebagaimana orang normal, ia sebenarnya sangat sulit untuk berjalan tegak dan berbicara dengan jelas. (Baca www.billporter.com, filem Door to Door dan buku berjudul Ten Things I Learned from Bill Porter oleh Shelly Brady.) Dengan penghasilan pas-pasan dari seorang salesman rumah ke rumah, jelas di mata orang awam ia tidaklah termasuk kategori "sukses secara finansial." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagi saya, Bill Porter adalah salah satu orang paling sukses di dunia yang amat sangat saya kagumi. Salah satu cita-cita saya adalah bertemu muka dengan beliau suatu hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, lantas apa resep 10 tip sukses concoction ala Jennie? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu, bersyukurlah atas hari ini. "Just to be alive is a grand thing," kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif terkemuka. Jauhkanlah perasaan depresi dan sedih tanpa juntrungan. Jalani setiap hari dengan hati penuh syukur. Ingatlah akan Bill Porter. Kalau dia bisa jadi seorang salesman berhasil, apapun yang Anda inginkan sebenarnya pasti bisa tercapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua, belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok. Mohandas Gandhi pernah berkata demikian, "Live as if you were to die tomorrow, learn as if you were to live forever." Belajar terus, upgrade diri terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga, setiap ketrampilan pasti ada penggunanya. Ini saya dapat dari salah satu sahabat saya seorang wanita blonda dari San Diego. Sahabat saya Crystal ini pernah membesarkah hati saya, "There are all kinds of writers, there are all kinds of readers." Ketika saya down karena merasa incompetent bertarung dengan penulis-penulis lokal di sini, Crystal mengingatkan bahwa setiap jenis penulis pasti ada pembacanya (niche). Find your niche, so you find your place in the world. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat, bukalah jalan sendiri, orisinil. Ralph Waldo Emerson once said, "Do not go where the path may lead, go instead where there is no path and leave a trail." Jangan latah mengikuti orang lain, dengar kata hati dan ikutilah jalan yang belum kelihatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima, belajar mencintai apa yang Anda punyai, bukan berangan-angan akan apa yang Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata kalau Anda menggunakan instrumen yang kasat mata saat ini juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam, lihat apa yang kelihatan dan lihat apa yang belum kelihatan. Gunakan visi dan misi untuk mengenal apa yang Anda tuju. Seringkali, apa yang belum kelihatan adalah blue print untuk sukses Anda. Begitu kelihatan, ia akan menjadi semacam de ja vu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh, telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu. Be excited, be courageous to start the day. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delapan, semakin banyak Anda memberi, semakin banyak Anda akan menerima. The more you give, the more you get in return. Dalam marketing, ini mungkin disebut sebagai taktik public relations atau publicity. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ini juga berlaku tanpa diselipi dengan iming-iming tertentu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan berkat yang kita terima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembilan, jadilah mentor diri sendiri. What would Oprah do? Itu yang saya pakai sebagai ukuran. Saya tidak memilih Nabi atau pembesar negara, namun seorang wanita berkulit berwarna yang telah membalikkan nasibnya sendiri menjadi salah satu orang berpengaruh di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh, saya eksis dengan maupun tanpa tubuh saya. Setidak-tidaknya sekali sehari, saya mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah untuk selamanya. Maka berbuatlah terbaik pada saat ini juga. Jangan tunggu-tunggu lagi. "Just do it," kata Cher di Farewell Concertnya beberapa tahun yang lampau. I do my best every chance I have. Berbuatlah terbaik di setiap kesempatan, karena itu mungkin yang terakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset. Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas (sukses adalah saya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now by Jennie S. Bev. &lt;br /&gt;Jennie S. Bev is a prolific author and co-author of 17 books and &lt;br /&gt;over 850 articles published in the United States, Canada, UK, &lt;br /&gt;France, Germany, Singapore and Indonesia. She is based in scenic &lt;br /&gt;Northern California where she resides with her husband.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-8630349618028458761?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/8630349618028458761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=8630349618028458761' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/8630349618028458761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/8630349618028458761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/sepuluh-tip-sukses-right-here-right-now_30.html' title='Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-3774582525477136622</id><published>2007-10-30T22:06:00.000-07:00</published><updated>2007-10-30T22:09:38.716-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahasia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecommerce'/><title type='text'>aneka-cd.t35.com</title><content type='html'>Ingin lebih mengetahui tentang bisnis online dari http://aneka-cd.t35.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan memasuki &lt;a href=http://aneka-cd.t35.com/faq.php?rahasia-bisnis=yes&gt;http://aneka-cd.t35.com/faq.php?rahasia-bisnis=yes&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^^sourceid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-3774582525477136622?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/3774582525477136622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=3774582525477136622' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3774582525477136622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3774582525477136622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/aneka-cdt35com.html' title='aneka-cd.t35.com'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-4834333491368233909</id><published>2007-10-18T00:39:00.001-07:00</published><updated>2007-10-18T00:39:35.739-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now</title><content type='html'>Sepuluh tahun yang lalu, kalau saya ditanya apakah tip sukses saya, mungkin saya tidak bisa menjawab. Sekarang, sukses bagi saya bukanlah ketika buku saya menjadi best-seller atau ketika menerima pujian untuk artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal terkemuka di Inggris Raya. Sukses bukan pula ketika saya dan suami berhasil juga membeli rumah di San Francisco Bay Area dengan keringat sendiri setelah hampir sepuluh tahun merantau di Negeri Paman Sam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses bagi saya adalah mindset. Sukses adalah saya; saya adalah sukses. Sukses bukan tujuan, bukan pula perjalanan. Success is about being dan becoming. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berani dan overconfident kedengarannya? Mungkin, yang jelas ribuan bahkan jutaan manusia "sukses" di dunia alias manusia bermental juara mempunyai mindset seperti ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda perlu menjadi juara tenis tingkat Wimbledon atau juara golf profesional di PGA Pebble Beach untuk disebut "sukses"? Apakah Anda perlu mengendarai Corvette dan Lexus SUV hybrid? Jelas tidak. Seorang bermental juara alias bermindset "orang sukses" bisa jadi hanyalah seorang salesman saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah contoh Bill Porter, seorang salesman door-to-door dari Portland, Oregon yang terlahir dengan cerebral palsy. Ia berjalan kaki setidaknya 10 mil perhari selama 40 tahun dengan tertatih-tatih setiap hari tanpa mengeluh. Hebatnya, karena tubuhnya bagian kiri tidak bekerja sebagaimana orang normal, ia sebenarnya sangat sulit untuk berjalan tegak dan berbicara dengan jelas. (Baca www.billporter.com, filem Door to Door dan buku berjudul Ten Things I Learned from Bill Porter oleh Shelly Brady.) Dengan penghasilan pas-pasan dari seorang salesman rumah ke rumah, jelas di mata orang awam ia tidaklah termasuk kategori "sukses secara finansial." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagi saya, Bill Porter adalah salah satu orang paling sukses di dunia yang amat sangat saya kagumi. Salah satu cita-cita saya adalah bertemu muka dengan beliau suatu hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, lantas apa resep 10 tip sukses concoction ala Jennie? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu, bersyukurlah atas hari ini. "Just to be alive is a grand thing," kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif terkemuka. Jauhkanlah perasaan depresi dan sedih tanpa juntrungan. Jalani setiap hari dengan hati penuh syukur. Ingatlah akan Bill Porter. Kalau dia bisa jadi seorang salesman berhasil, apapun yang Anda inginkan sebenarnya pasti bisa tercapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua, belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok. Mohandas Gandhi pernah berkata demikian, "Live as if you were to die tomorrow, learn as if you were to live forever." Belajar terus, upgrade diri terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga, setiap ketrampilan pasti ada penggunanya. Ini saya dapat dari salah satu sahabat saya seorang wanita blonda dari San Diego. Sahabat saya Crystal ini pernah membesarkah hati saya, "There are all kinds of writers, there are all kinds of readers." Ketika saya down karena merasa incompetent bertarung dengan penulis-penulis lokal di sini, Crystal mengingatkan bahwa setiap jenis penulis pasti ada pembacanya (niche). Find your niche, so you find your place in the world. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat, bukalah jalan sendiri, orisinil. Ralph Waldo Emerson once said, "Do not go where the path may lead, go instead where there is no path and leave a trail." Jangan latah mengikuti orang lain, dengar kata hati dan ikutilah jalan yang belum kelihatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima, belajar mencintai apa yang Anda punyai, bukan berangan-angan akan apa yang Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata kalau Anda menggunakan instrumen yang kasat mata saat ini juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam, lihat apa yang kelihatan dan lihat apa yang belum kelihatan. Gunakan visi dan misi untuk mengenal apa yang Anda tuju. Seringkali, apa yang belum kelihatan adalah blue print untuk sukses Anda. Begitu kelihatan, ia akan menjadi semacam de ja vu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh, telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu. Be excited, be courageous to start the day. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delapan, semakin banyak Anda memberi, semakin banyak Anda akan menerima. The more you give, the more you get in return. Dalam marketing, ini mungkin disebut sebagai taktik public relations atau publicity. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ini juga berlaku tanpa diselipi dengan iming-iming tertentu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan berkat yang kita terima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembilan, jadilah mentor diri sendiri. What would Oprah do? Itu yang saya pakai sebagai ukuran. Saya tidak memilih Nabi atau pembesar negara, namun seorang wanita berkulit berwarna yang telah membalikkan nasibnya sendiri menjadi salah satu orang berpengaruh di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh, saya eksis dengan maupun tanpa tubuh saya. Setidak-tidaknya sekali sehari, saya mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah untuk selamanya. Maka berbuatlah terbaik pada saat ini juga. Jangan tunggu-tunggu lagi. "Just do it," kata Cher di Farewell Concertnya beberapa tahun yang lampau. I do my best every chance I have. Berbuatlah terbaik di setiap kesempatan, karena itu mungkin yang terakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset. Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas (sukses adalah saya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now by Jennie S. Bev. &lt;br /&gt;Jennie S. Bev is a prolific author and co-author of 17 books and &lt;br /&gt;over 850 articles published in the United States, Canada, UK, &lt;br /&gt;France, Germany, Singapore and Indonesia. She is based in scenic &lt;br /&gt;Northern California where she resides with her husband.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-4834333491368233909?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/4834333491368233909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=4834333491368233909' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4834333491368233909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4834333491368233909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/sepuluh-tip-sukses-right-here-right-now.html' title='Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-2842380148195069196</id><published>2007-10-18T00:38:00.000-07:00</published><updated>2007-10-18T00:39:03.483-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>Membaca Keadaan</title><content type='html'>Dua sampai lima tahun lalu, siapa yang menolak kalau dikatakan dangdut berposisi di pojok dan dipandang sebelah mata atau dikesankan sebagai musik kampungan. Akibat pandangan ini tidak sedikit penyanyi dangdut yang terpaksa menutupi identitasnya. Beberapa stasiun televisi pun masih enggan menyiarkan musik-musik dangdut. Tetapi siapa yang menyangka kalau musik ini sekarang justru menjadi hiburan andalan. Sejumlah penyanyi dangdut mengaku kewalahan meladeni order manggung. Tidak hanya itu, penyanyi-penyanyi dari aliran musik lain pun ikut alih profesi ke musik dangdut. Bahkan saat ini hampir setiap malam hiburan dangdut ditayangkan secara ‘live’ oleh beberapa stasiun televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari komentar yang sedang berkembang di media atau pembicaraan antar pribadi diperoleh kesimpulan bahwa kesuksesan musik dangdut ini tidak lepas dari ‘blessing in disguise’ krisis moneter yang berubah menjadi krisis multidimensi. Karena krisis yang terus menambah jumlah pawai tanda tanya, masyarakat merasa butuh hiburan yang seirama dengan suasana hati dan suasana keadaan. Benar atau salah logika yang digunakan untuk berkomentar tidaklah sepenting fakta alamiah bahwa kesuksesan dangdut tidak lepas dari upaya sebagian kecil orang dalam membaca keadaan, “See the need and fill it”. Contoh yang paling aktual dan sensasional adalah fenomena goyang "ngebor" Inul Daratista. Terlepas dari pendapat pro dan kontra di seputar goyang ngebor yang ditampilkannya, Inul telah berhasil membaca keadaan sehingga telah membuatnya kerepotan untuk memenuhi permintaan (baca: order) manggung baik dari stasiun televisi maupun masyarakat umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Law of Reading &lt;br /&gt;Keadaan eksternal yang diinformasikan oleh media atau jaringan personal digambarkan oleh Trevor Bently ( dalam Creativity; McGraw –Hill: 1997) dalam bentuk tulisan berikut: &lt;br /&gt;  “THEOPPORTUNITYISNOWHERE”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membaca dengan benar tulisan di atas dibutuhkan penguasaan bahasa yang meliputi tata bahasa, kalimat dan kata agar persepsi yang diperoleh tidak salah atau tidak bertentangan dengan apa yang dibutuhkan oleh keadaan. Orang boleh membaca "The Opportunity Is No Where" yang berarti bahwa persepsi orang tentang keadaan eksternal adalah krisis yang sama sekali tidak menyimpan peluang atau solusi. Memperhatikan kenyataan di lapangan ternyata jumlah pembaca kelompok ini bisa dikatakan dominan. Sebabnya tidak lain adalah penguasaan bahasa dan tata bahasa keadaan yang minim sehingga gagal menyusun partikulasi kalimat keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya orang juga bisa memilih untuk membaca "The Opportunity Is Now Here" yang artinya peluang atau solusi itu ada di balik krisis asalkan bisa membacanya dengan jeli. Inilah sebenarnya yang dilihat oleh Inul dan teamnya. Ironisnya jumlah pembaca kelompok ini hanya sedikit. Padahal hampir semua orang menginginkan pilihan bacaan kedua ini tetapi prakteknya justru berbalik memilih yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah gambara bahwa satu tulisan yang disusun dengan jumlah karakter yang sama dapat dibaca dengan dua model bacaan yang menghasilkan dua persepsi yang berbeda. Kalau sudah sampai ke perbedaan persepsi berarti akan menghasilkan sikap mental yang berbeda yang berarti juga akan membuat tindakan hidup tidak sama. Oleh karena itu membaca merupakan instruksi kemanusiaan yang pertama kali dikeluarkan. Sebab membaca merupakan pintu tunggal bagi kita untuk mengetahui sesuatu di samping membaca juga akan mendorong untuk memilih bagaimana membaca dengan benar sehingga menghasilkan kesimpulan yang diharapkan. Atas dasar ini, membaca berarti punya tingkatannya sendiri. &lt;br /&gt;Kalau dikelompokkan, kemampuan orang dalam membaca keadaan dapat digolongkan menjadi dua yaitu: &lt;br /&gt;1. Kemampuan membaca Tangible materials (materi yang bisa dilihat dan disentuh) &lt;br /&gt;2. Kemampuan membaca Intangible materials (materi yang tidak kasat mata dan tidak dapat tersentuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca materi yang bisa disentuh oleh indera fisik dapat dilakukan oleh sebagian besar manusia dan memang inilah jalan yang harus ditempuh lebih dulu sebelum mengasah kemampuan untuk membaca materi yang tidak bisa disentuh atau tidak tertulis. Dan rasanya kebutuhan pengetahuan yang diperoleh dari materi tangible sudah bisa dipenuhi oleh hampir semua orang dari semua tingkatan.&lt;br /&gt;Tetapi kebutuhan untuk mendapatkan pengetahuan yang diperoleh dari materi intangible dapat dikatakan baru dipenuhi oleh sebagian kecil orang. Padahal kalau dilihat bagaimana dunia bekerja, materi yang intangible justru sering menjadi faktor-penentu yang membedakan antara ada peluang atau tidak ada peluang di balik situasi yang berkembang. Atau dengan kata lain ada ‘hidden connecting’ (hubungan terselubung) yang menghubungkan antara satu obyek dengan obyek lain dan berpengaruh kuat terhadap kualitas keputusan hidup dalam hal identifikasi persoalan dan tindakan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identifikasi masalah yang dihasilkan dari membaca intangible material dan hidden connecting akan mengarah pada penemuan fakta optimal yang berbeda dari kebanyakan orang yang mendasarkan keputusan hidupnya pada ‘personal feeling’ (perasaan pribadi) atau ‘rule of habit’ (kebiasaan) masa lalu. Dengan fakta optimal yang diperoleh maka bentuk partikulasi persoalan menjadi jelas dan mudah untuk dirumuskan skala prioritas penyelesaiannya. Pada tingkat tindakan, keputusan yang didasarkan pada fakta optimal kemungkinan besar akan menjadi akhir dari masalah yang bisa berarti peluang. Kalau tidak bisa langsung menjadi peluang, sedikitnya keputusan itu menjadi tindakan penyelamat darurat, tindakan adaptive atau tindakan korektif dari keadaan. Ini berbeda dengan keputusan yang semata didasarkan pada personal feeling atau rule of habit masa lalu yang lebih banyak menggunakan senjata kayu: mematahkan atau dipatahkan. Padahal mematahkan bukan akhir dari persoalan begitu juga dipatahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran Diri&lt;br /&gt;Membaca adalah kunci bagaimana kita mempersepsikan keadaan yang telah diinformasikan oleh media atau melalui jaringan personal. Tetapi membaca hanya untuk membaca dalam arti aktivitas dapat dikatakan masih belum memenuhi tujuan dari panggilan instruksi hidup pertama itu. Bahkan para pakar sudah sejak lama mengingatkan munculnya wabah yang bernama "information over-load" – suatu 'penyakit' di mana kepala manusia dipenuhi oleh informasi tentang keadaan makro yang tidak bisa digunakan untuk menyelesaikan keadaan mikro. Dengan perkembangan yang pesat dari penyedia informasi yang menjajakan pilihan persepsi keadaan, maka akan sangat mungkin wabah tersebut akan kian merajalela. &lt;br /&gt;Kemampuan membaca harus ditajamkan dengan pembelajaran-diri dalam arti membaca untuk menciptakan peluang yang lebih bagus dari tujuan hidup, terutama sekali peluang untuk perbaikan pada wilayah sentral: kesehatan fisik, kemakmuran finansial, kehormatan status sosial, kepiawaian profesionalitas, kematangan mental, keseimbangan emosional, atau keluhuran moralitas. &lt;br /&gt;Tahapan untuk menajamkan kemampuan membaca dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengetahuan &lt;br /&gt;Semua yang dibaca orang bisa dikatakan secara take for granted sudah memenuhi kepentingan untuk mengetahui sesuatu; membaca untuk mengetahui. Pengetahuan adalah kesimpulan asumsi atau dugaan yang telah diverifikasi oleh orang atau lembaga yang berwenang dengan berpedoman pada pendekatan Generally Applicable yang disusun berdasarkan latarbelakang persoalan makro. Atas dasar ini pengetahuan tidak lepas dari kepentingan lembaga atau orang dalam arti menurut ‘versi’. Artinya pengetahuan baru berbicara pada kebenaran dalam arti folk wisdom atau tatanan umum. &lt;br /&gt;Dengan berpedoman bahwa manusia diberi jalan hidup melalui business of selling, maka secara pengetahuan semua yang ada di dalam, di luar, samping kiri-kanan atau depan belakang seseorang dapat dibisniskan. Tetapi prakteknya tidak cukup hanya berpedoman pengetahuan itu. Dengan kata lain, pengetahuan adalah raw material of power seperti pisau. Pengetahuan hanya untuk pengetahuan sudah dibuktikan tidak bekerja, mandul, dan supaya bisa bekerja maka pengetahuan membutuhkan mobilisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemahaman&lt;br /&gt;Memobilasi pengetahuan dapat diartikan dengan menciptakan pemahaman pribadi atau sudut pandang. Dari perumpamaan susunan kalimat “Theopportunityisnowhere” saja bisa menghasilkan sekian model bacaan yang akan menjadi sekian sudut pandang dan sudah jelas akan menjadi bahan keputusan untuk bertindak. Dalam hal ini menciptakan pemahaman adalah bagaimana anda merefleksikan pengetahuan yang sifatnya ‘generally applicable’ di atas menjadi ‘specifically applicable’ dengan setting persoalan mikro: anda dengan wilayah operasi dan konsentrasi. &lt;br /&gt;Pemahaman inilah yang akan menikahkan antara apa yang anda ketahui dari materi tangible dan materi intangible yang bekerja di lapangan. Orang sering merasa bahwa pengetahuannya tidak berguna karena tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan padahal yang belum diperoleh adalah pemahaman. Logikanya, bagaimana mungkin buku yang dikarang di luar negeri oleh orang luar negeri dengan tatanan latarbelakang persoalan yang berbeda secara ruang dan waktu lalu diterapkan tanpa proses pengolahan lebih lanjut di meja kerja. Tetapi perlu diakui bahwa pemahaman anda tentang sesuatu baru berupa kreasi internal dan belum dapat dikatakan prestasi. Supaya pemahaman anda menjadi dasar prestasi, maka jadikan pemahaman anda sebagai materi tindakan sebab tindakan adalah prestasi hidup pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penghakiman&lt;br /&gt;Membaca keadaan harus berakhir dengan penghakiman, eksekusi atau keputusan untuk bertindak. Intinya adalah eksekusi tindakan untuk menciptakan prestasi. Sebagai hakim anda mengetuk palu keputusan atas keabsahan hukum berdasarkan pengetahuan dan pemahaman anda. Seorang hakim yang menjalankan keputusan dan ternyata keputusan itu salah maka ia sudah mendapat reward satu kali dari hukum alam dan mendapat reward dua kali apabila keputusan itu benar. Sebaliknya hakim yang tidak menjalankan keputusannya meskipun keputusan itu benar maka ia telah dihakimi salah oleh hukum alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kenyataan bagaimana orang membaca keadaan bisa diperoleh kesimpulan seperti orang menggambar piramida; makin ke atas makin sedikit. Sebagian besar orang tahu bahwa krisis adalah sesuatu yang tidak enak namun hanya sebagian kecil yang memahami bahwa di balik krisis terdapat peluang, dan hanya sedikit sekali, bahkan bisa disebut pengecualian, yang mengambil eksekusi untuk berani bertindak. Kalau dibanding jumlah penduduk yang melebihi 200 juta jiwa, bisa anda hitung berapa persen yang mampu membaca “The Opportunity Is Now Here”. Berada dalam kelompok manakah anda saat ini? Semoga berguna. (jp) &lt;br /&gt;_____________________________ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Ubaydillah, (e-psikologi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-2842380148195069196?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/2842380148195069196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=2842380148195069196' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2842380148195069196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2842380148195069196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/membaca-keadaan.html' title='Membaca Keadaan'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-2707510970249149560</id><published>2007-10-18T00:37:00.002-07:00</published><updated>2007-10-18T00:38:28.206-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>Terlalu Banyak Informasi, Bikin Pusing</title><content type='html'>Dewasa ini kita begitu dibanjiri informasi.Hebatnya, sebuah informasi yang dulunya begitu sulit didapat, sekarang tidak lagi. Tinggal klik, ratusan informasi berkaitan dengannya segera didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Information is power. Saya setuju. Di era informasi ini, tidak heran lagi kita melihat orang-orang umur dua puluhan atau belasan tahun sudah bisa meraih sukses begitu fantastis. Ya, semua itu dimungkinkan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketergantungan kita terhadap informasi begitu tinggi. Bagaimana rasanya kalau sehari aja nggak buka internet, download email, baca berita koran? Nggak enak kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya sekarang adalah, informasi itu menjadi berlimpah, overloaded. Saat ini begitu banyak yang harus kita ingat, bukan lagi nomor KTP dan SIM saja, tapi segala macam kode PIN, nomor telepon, password, user name, alamat email dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sikap kita terhadap banjirnya informasi ini? Terus mengikutinya, atau malah jadi terbebani dengannya. Len Riggio, CEO Barnes and Noble meramalkan, di abad ke-21 ini orang akan menelan obat untuk membantu mengosongkan pikiran. Ini nanti akan jadi tren, seperti menurunkan berat badan dan diet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang entrepreneur, informasi itu jelas penting. Di balik informasi itu tersimpan gunung emas. Tapi, seperti yang saya alami, kelebihan informasi seperti saat ini bikin pusing juga. Karena, nggak semuanya bisa kita follow up jadi duit. Malah, sering membuat fokus kita buyar. Kita berlari menembak ke segala arah. Hasilnya? Banyak sasaran yang lolos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri memilih bersikap hati-hati terhadap semua informasi yang didapat. Saya berusaha menarik diri dari informasi itu, bersikap netral, sedikit skeptis. Setelah itu barulah saya memutuskan apakah informasi itu berguna untuk ditindaklanjuti atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun saat ini membatasi informasi yang masuk ke dalam otak saya. Saya tidak baca koran harian, saya tidak ikut banyak mailing list, saya alihkan saluran TV ke saluran berlangganan karena saya muak dengan TV lokal yang banyak berisikan materi "sampah". Saat browsing internet, saya fokus ke beberapa situs yang memang benar-benar sesuai dengan aktivitas saya. Beberapa gadget seperti pocket PC juga mulai saya tinggalkan. Paling tidak, itu upaya saya untuk menghindari penyakit "overload informasi" ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kerabat saya yang mengalami stress berat karena kelebihan informasi ini. Ceritanya, dia dideteksi dokter ada penyakit yang diakibatkan oleh gaya hidup dan pola kerjanya sehari-hari. Tapi, kerabat ini tidak puas dengan informasi dokter itu saja. Dia browsing internet mengenai segala pertanyaan yang berkaitan dengan penyakitnya itu. Hasilnya, dia menjadi stress berat. Dia pun menjajal beberapa dokter lain untuk mempercepat penyembuhan dan memenuhi keingintahuannya ini. Alhasil, dia pun mengalami over dosis obat, kelebihan obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira di bisnis pun begitu. Kita terus mencari informasi yang penting buat mengembangkan bisnis kita. Oke-oke aja sih. Tapi, kalau akhirnya malah jadi pusing dan nggak tahu apa yang musti dilakukan, buat apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni mengosongkan pikiran. Itu salah satu jawabnya menurut saya. Kita harus pintar memilah-milah informasi yang masuk ke dalam otak kita. Kemudian membuang yang tidak perlu. Lebih baik yang masuk sedikit saja, tapi benar-benar berguna ketimbang banyak sehingga overload. Padahal itu semua ternyata kebanyakan adalah "sampah".&lt;br /&gt;(http://roniyuzirman.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-2707510970249149560?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/2707510970249149560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=2707510970249149560' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2707510970249149560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2707510970249149560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/terlalu-banyak-informasi-bikin-pusing.html' title='Terlalu Banyak Informasi, Bikin Pusing'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-4528359425303614583</id><published>2007-10-18T00:37:00.001-07:00</published><updated>2007-10-18T00:37:53.963-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>Yang Mana Anda: Si Stuck Atau Si Unstuck?</title><content type='html'>Hidup di rantau penuh dengan tantangan. Kebanyakan mitos yang terdengar adalah kemampuan bahasa yang sangat menentukan  keberhasilan seseorang. Dengan perkataan lain, apabila kemampuan bahasa seseorang di perantau kurang memadai, maka kemungkinan besar seseorang tidak akan berhasil. Benarkah demikian? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya: tidak benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun penting, kemampuan berbahasa dalam bahasa setempat (seperti Bahasa Inggris di Amerika Serikat, Britania Raya dan Australia) tentu akan menunjang keberhasilan dalam membukakan pintu peluang, namun kemampuan mengartikulasikan pikiran dalam bentuk komunikasi yang dapat diterima dalam kultur setempatlah yang sebenarnya jauh lebih penting. Juga sikap kerja (attitude) yang etislah yang sangat menentukan keberhasilan seseorang di tanah rantau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama hampir sepuluh tahun di perantauan, tepatnya di Amerika Serikat, saya telah merasakan sendiri dan melihat dengan mata kepala dan mata hati sendiri bahwa bentuk komunikasi yang paling mengena bukanlah dengan menggunakan grammar dan choices of words yang sempurna, melainkan dengan kemampuan mengekspresikan pikiran dan perasaan dengan cara yang seefisien mungkin dalam&lt;br /&gt;bentuk komunikasi verbal dan non-verbal. Ini bisa dilihat dari pendatang-pendatang baru yang kemampuan berbahasanya --walaupun kedengaran cukup lancar di telinga perantauan saya-- masih kurang sempurna di telinga penduduk setempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa sesama teman seperantauan yang sangat cepat melesat karirnya. Sebaliknya ada pula yang totally stuck di satu titik saja selama bertahun-tahun, bahkan masih sering nebeng pula dengan teman-temannya yang unstuck. Lantas, sebenarnya apa yang membedakan mereka? Bukankah mereka sama-sama dari Indonesia dan (kebanyakan) mempunyai latar belakang kehidupan masa lalu yang mirip pula? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempermudah deskripsi saya di bawah, mari kita sebut saja mereka yang cepat melesat karirnya sebagai si "Unstuck" dan mereka yang jalan di tempat si "Stuck." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si "Unstuck," biasanya mempunyai kemampuan berkomunikasi yang universal (selalu menjaga etika, banyak mendengarkan dan percaya diri tanpa perlu menjatuhkan orang lain) attitude yang berbeda dibandingkan dengan si "Stuck." Bagi si Unstuck, tantangan adalah sumber gairah dan energy yang sangat berharga. Dalam kata lain, dengan kesulitan --termasuk kesulitan dalam berkomunikasi-- ia menemukan makna hidup. Dengan demikian, ia membuka pintu-pintu keberhasilan baginya di masa depan (di tingkat "etheral," dalam bahasa New Age-nya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi si Stuck, tantangan adalah sesuatu yang ingin dihindarkan setiap saat. Saya ingat betapa ada seorang teman yang selalu &lt;br /&gt;mengeluh baik ketika tidak mendapatkan pekerjaan, sedang mencari pekerjaan dan bahkan ketika sudah diterima kerja.&lt;br /&gt;Keluhannya walaupun hanya untuk hal-hal kecil saja, namun bagi si Unstuck, ini adalah salah satu bentuk "invitation" bagi kegagalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba saja bayangkan. Si Stuck ini sering mengeluh betapa "kejam"nya bosnya di tempat kerja, maka ketika suatu hari kehadirannya di tempat kerja sangat diperlukan, ia bilang, "Mereka lagi mau pindahan kantor, mendingan gua tidak masuk kerja saja, supaya mereka tahu rasa kekurangan orang." Wah, dengan mengeluh kepada si Unstuck, sebenarnya si Stuck ini sudah membuka pintu kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya apa? Well, siapa sebenarnya yang mau mempekerjakan seseorang yang tidak etis (tidak profesional)? Ingatlah bahwa "what you say says a lot about you" (apa yang Anda katakan kepada orang lain sebenarnya mencerminkan siapa Anda). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja pihak yang mempekerjakan si Stuck ini sampai mendengar perkataannya, bukankah pintu promosi sudah langsung tertutup baginya? Belum lagi kalau si Unstuck temannya itu mempunyai potensi untuk mempekerjakan si Stuck. Bukankah ini adalah promosi buruk (bad personal branding) bagi si Stuck? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi beberapa perbedaan antara si "Stuck" dan si "Unstuck".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stuck: Senang meminta. Senang menerima yang gratis-gratis tanpa merasa obligated untuk membalas budi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unstuck: Senang memberi. Tidak senang menerima barang-barang gratis (ingat there is no free lunch, semuanya mesti dibayar baik sekarang maupun nanti --bukankah lebih baik sekarang?).&lt;br /&gt;Kalaupun diberi sesuatu, ia selalu membalas budi baik orang lain&lt;br /&gt;dengan segera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stuck: Berpikir dengan perasaan dan merasa dengan pikiran. Sering mengalami konflik antara pikiran dan perbuatan,sehingga apa yang dikomunikasikan mempunyai "logical fallacy." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unstuck: Berpikir dengan pikiran dan merasa dengan perasaan. Paralel dan tidak ada konflik antara pikiran dan perbuatan.&lt;br /&gt;Dalam istilah Ilmu Logika, perbuatan-perbuatannya adalah perbuatan yang sahih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stuck: Mengikuti tren (misalnya senang mendengarkan pendapat orang lain, menjadi "pengikut" pendapat orang lain). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unstuck: Menciptakan tren (tidak memperdulikan omongan negatif orang lain, sepanjang apa yang diincar adalah halal dan bisa membantu orang banyak baik secara langsung maupun tidak langsung). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stuck: Tidak berani menghadapi tantangan baru (lebih baik "stuck" di satu tempat daripada mengubah diri sendiri untuk memenuhi kebutuhan baru yang akan membawanya ke kehidupan yang lebih baik). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unstuck: Senang menghadapi tantangan baru, bahkan selalu mencari- carinya di setiap kesempatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stuck: Senang memerangi masalah saat itu juga karena merasa egonya tertantang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unstuck: Memilih masalah yang harus diperangi (choose your battle) dan mana yang harus dilepaskan karena tidak worth it dari segi spending tenaga dan pikiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stuck: Sering menyalahkan orang lain (blaming) dan mengeluh (whining). Bahkan ada orang selalu mengeluh sehingga ia tidak bisa lagi melihat berkat (blessing) di depan matanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unstuck: Tidak menyalahkan siapa-siapa. What already happened, happened. Yang penting adalah solving the problem, bukan blaming dan whining. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stuck: Tidak pernah double checking pendapat orang lain. Dalam kata lain, percaya saja kepada gosip secara penuh, tanpa mendengarkan dari pihak lain yang terlibat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unstuck: Selalu double checking dan tidak langsung mempercayai gosip atau isyu-isyu yang beredar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stuck: Lebih memusatkan kepada kemampuan berbahasa, bukan komunikasi efisien dan kemampuan adaptasi kultural. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unstuck: Memusatkan kepada kemampuan berkomunikasi efisien dan adaptasi kultural, bukan yang dapat diukur oleh grammar dan mekanisa bahasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stuck: Biasanya tidak berani mengungkapkan siapa dirinya sebenarnya (ada unsur "merahasiakan" asal-usul dan beberapa hal lainnya yang semestinya bukanlah rahasia). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unstuck: Terbuka dan transparan dalam bertindak.&lt;br /&gt;Berani untuk diaudit oleh siapapun karena kebenaran akan selalu berada di pihaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, sekarang kalau Anda merantau, kira-kira yang mana Anda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Yang Mana Anda: si Stuck atau si Unstuck?&lt;br /&gt;oleh Jennie S. &lt;br /&gt;Bev. Jennie S. Bev adalah penulis perantauan yang&lt;br /&gt;telah menerbitkan 15 buku dalam bentuk elektronik di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;Pada tahun 2003, ia dinobatkan sebagai EPPIE Award Finalist for&lt;br /&gt;excellence in electronic publishing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-4528359425303614583?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/4528359425303614583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=4528359425303614583' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4528359425303614583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4528359425303614583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/yang-mana-anda-si-stuck-atau-si-unstuck.html' title='Yang Mana Anda: Si Stuck Atau Si Unstuck?'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-7302095415688866091</id><published>2007-10-18T00:36:00.002-07:00</published><updated>2007-10-18T00:37:14.874-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>Mengubah Pola Pikir</title><content type='html'>Sekelompok wisatawan tertahan di suatu tempat asing di luar kota . Mereka hanya menemukan bahan makanan yang kedaluwarsa. Karena lapar, mereka terpaksa menyantapnya, meskipun sebelumnya dicobakan dulu kepada seekor anjing yang ternyata menikmatinya dan tak terlihat efek sampingnya. Keesokan harinya, ketika mendengar anjing itu mati, semua orang menjadi cemas. Banyak yang mulai muntah dan mengeluh badannya panas atau terserang diare. Seorang dokter dipanggil untuk merawat para penderita keracunan makanan. Kemudian sang dokter mulai mencari sebab-musabab kematian si anjing yang dijadikan hewan percobaan tersebut. Ketika dilacak, eh ternyata anjing itu sudah mati karena terlindas mobil. Apa yang menarik dari cerita di atas ? Ternyata kita bereaksi menurut apa yang kita pikirkan, bukan berdasarkan kenyataan itu sendiri. We see the world as we are, not as it is. Akar segala sesuatu adalah cara kita melihat. Cara kita melihat mempengaruhi apa yang kita lakukan, dan apa yang kita lakukan mempengaruhi apa yang kita dapatkan.  Ini disebut sebagai model See - Do - Get ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan yang mendasar baru akan terjadi ketika ada perubahan cara melihat ; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita menarik mengenai sepasang suami-istri yang telah bercerai. Suatu hari, Astri, nama wanita ini, datang ke kantor Roy , mantan suaminya. Saat itu  Roy sedang melayani seorang pelanggan. Melihat Astri menunggu dengan gelisah, pimpinan kantor menghampirinya dan lalu mengajaknya berbincang-bincang. Si Bos berkata,  "Saya begitu senang, suami Anda bekerja untuk saya. Dia seorang yang sangat berarti dalam perusahaan kami, begitu penuh perhatian dan baik budinya." Astri terperangah mendengar pujian si bos, tapi ia tak berkomentar apa-apa. Roy ternyata mendengar komentar si bos.  Setelah Astri pergi,  ia menjelaskan kepada bosnya, "Kami tak hidup bersama lagi sejak 6 bulan lalu, dan sekarang dia hanya datang menemui saya bila ia membutuhkan tambahan uang untuk putra kami. " Beberapa minggu kemudian telepon berbunyi untuk Roy.Ia mengangkatnya dan berkata,  "Baiklah Ma, kita akan melihat rumah itu bersama setelah jam kerja." Setelah itu ia menghampiri bosnya dan berkata, "Astri dan saya telah memutuskan memulai lagi perkawinan kami. Dia mulai melihat saya secara berbeda tak lama setelah Bapak berbicara padanya tempo hari." Bayangkan, perubahan drastis terjadi semata - mata karena  perubahan  dalam cara melihat. Awalnya, Astri mungkin melihat suaminya sbg seorang yang menyebalkan, tapi ternyata di mata orang lain  Roy sungguh menyenangkan. Astrilah yang mengajak rujuk, dan mereka kembali menikmati rumah tangga yang jauh lebih indah dari sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang kita lakukan berakar dari cara kita melihat masalah. Karena itu, bila ingin mengubah kehidupan kita, kita perlu melakukan revolusi cara berpikir. Stephen Covey pernah mengatakan : "Kalau kita menginginkan perubahan kecil dalam hidup, garaplah perilaku kita, tapi bila Anda menginginkan perubahan-perubahan yang besar dan mendasar, garaplah paradigma kita" Covey benar, perubahan tidak selalu dimulai dari cara kita melihat (See). Ia bisa juga dimulai dari perilaku kita (Do). Namun, efeknya sangat berbeda. &lt;br /&gt;Ini contoh sederhana :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak bernama Alisa yang berusia empat tahun selalu menolak kalau diberi minyak ikan. Padahal,  itu diperlukan untuk meningkatkan perkembangan otak serta daya tahan  tubuhnya. Betapapun dibujuk, ia tetap menolak. Dengan maksud baik, kadang-kadang ia dipaksa menelan minyak ikan. Ia menangis dan meronta-ronta. Usaha tersebut memang berhasil memaksanya, tapi ini bukan win-win solution. Si orang tua menang, ia kalah. Ini pendekatan yang dimulai dengan Do. Maka ditemukanlah cara lain yaitu dengan mengubah paradigma Alisa. Si orang tua tau Alisa sangat suka sirup, karena itu minyak ikan tersebut di aduk dengan air dalam gelas. Ternyata, ia sangat gembira dan menikmati "sirup" minyak ikan itu. Bahkan, sekarang ia tak mau mandi sebelum minum "sirup" tersebut. Contoh sederhana ini menggambarkan proses perubahan yang bersifat inside-out (dari dalam ke luar). Perubahan ini bersifat sukarela dan datang dari Alisa sendiri. Jadi, tidak ada keterpaksaan.  Inilah perubahan yang diawali dengan See. Perubahan yang dimulai dengan Do, bersifat sebaliknya, yaitu outside-in. Perubahan seperti ini sering disertai penolakan. Jangankan dengan bawahan, dengan anak kecil seperti Alisa saja, hal ini sudah bermasalah.Pendekat an hukum bersifat outside-in dan dimulai dengan Do. Orang tidak korupsi karena takut akan hukumannya, bukan karena kesadaran. Pada dasarnya orang tersebut belum berubah, karena itu ia masih mencari celah-celah yang dapat dimanfaatkannya. Pendekatan SDM berusaha mengubah cara berpikir orang. Akar Korupsi sebenarnya adalah pada cara orang melihat. Selama jabatan dilihat sebagai kesempatan menumpuk kekayaan, bukannya sebagai amanah yang harus dipertanggung- jawabkan, selama itu pula korupsi tak akan pernah hilang. Inilah pendekatan inside-out. Memang jauh lebih sulit, tetapi efek yang dihasilkannya jauh lebih mendasar. Cara kita melihat masalah sesungguhnya adalah masalah itu sendiri. Karena itu, untuk mengubah kehidupan, yg perlu Anda lakukan cuma satu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ubahlah cara Anda melihat masalah " &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah melihat atasan yang otoriter, bawahan yang tak kooperatif, pelanggan yang cerewet dan pasangan yang mau menang sendiri sebagai tantangan dan rahmat yang terselubung. &lt;br /&gt;Orang-orang ini sangat berjasa bagi kita karena dapat membuat kita lebih kompeten, lebih profesional, lebih arif dan lebih sabar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Gray, pengarang buku Men Are from Mars and Women Are from Venus, melihat masalah dan kesulitan dengan cara yang berbeda.Ujarnya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh " &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber e-mail forward&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-7302095415688866091?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/7302095415688866091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=7302095415688866091' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/7302095415688866091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/7302095415688866091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/mengubah-pola-pikir.html' title='Mengubah Pola Pikir'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-7346647558781345154</id><published>2007-10-18T00:36:00.001-07:00</published><updated>2007-10-18T00:36:41.067-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>Kata- Kata Bijak Dari CEO Kelas Dunia</title><content type='html'>Takut akan kegagalan seharusnya tidak menjadi alasan untuk tidak  mencoba sesuatu.&lt;br /&gt;Kepemimpinan adalah Anda sendiri dan apa yang Anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frederick Smith,&lt;br /&gt;Pendiri Federal Express&lt;br /&gt;**************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran adalah batu penjuru dari segala kesuksesan, Pengakuan adalah motivasi terkuat.&lt;br /&gt;Bahkan kritik dapat membangun rasa percaya diri saat "disisipkan" diantara pujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May Kay Ash,&lt;br /&gt;Pendiri Kosmetik Mary Kay&lt;br /&gt;**************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda dapat memimpikannya, Anda dapat melakukannnya.&lt;br /&gt;Ingatlah,  semua ini diawali dengan seekor tikus, Tanpa inspirasi.... kita akan binasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walt Disney,&lt;br /&gt;Pendiri Walt Disney Corporation&lt;br /&gt;**************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang merupakan hamba yang sangat baik, tetapi tuan yang sangat buruk.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;P.T. Barnum,&lt;br /&gt;Anggota Pendiri Sirkus Barnum &amp; Bailey&lt;br /&gt;**************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di tangan orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Naisbitt,&lt;br /&gt;Pemimpin Umum Naisbitt Group&lt;br /&gt;**************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat.&lt;br /&gt;Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras.&lt;br /&gt;Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi  ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thomas A. Edison,&lt;br /&gt;Penemu dan Pediri Edison Electric Light Company&lt;br /&gt;**************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka; namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak  melihat pintu lain yang telah terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alexander Graham Bell,&lt;br /&gt;Penemu dan Mantan Presiden National Geographic Society&lt;br /&gt;**************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan jati diri menyatu dengan pekerjaan Anda.&lt;br /&gt;Jika  pekerjaan Anda lenyap, jati diri Anda tidak akan pernah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gordon Van Sauter,&lt;br /&gt;Mantan Presiden CBS News&lt;br /&gt;**************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di lima tahun mendatang, kecuali dua hal : orang-orang di sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Charles "Tremendeous" Jones,&lt;br /&gt;Presiden Life Management Services, Inc.&lt;br /&gt;**************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting dalam Olimpiade bukanlah kemenangan, tetapi  keikutsertaan ...&lt;br /&gt;Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baron Pierre de Coubertin,&lt;br /&gt;Pendiri &amp; Presiden pertama Komite Olimpiade&lt;br /&gt;International&lt;br /&gt;**************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan biasanya merupakan hasil dari sebuah pengorbanan.&lt;br /&gt;Sebelum tidur, bertanyalah, kebaikan apa yang sudah kulakukan hari ini ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-7346647558781345154?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/7346647558781345154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=7346647558781345154' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/7346647558781345154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/7346647558781345154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/kata-kata-bijak-dari-ceo-kelas-dunia.html' title='Kata- Kata Bijak Dari CEO Kelas Dunia'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-1351954798442409984</id><published>2007-10-18T00:34:00.002-07:00</published><updated>2007-10-18T00:35:05.463-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>You Are What You Read....</title><content type='html'>Sepanjang yang saya ingat, saya mulai suka membaca sejak bisa membaca. Mungkin sekitar kelas 1 SD. Waktu itu, saya mulai dengan majalah Bobo. Bapak memberikan saya majalah Bobo sampe saya kelas 6. Ibu pernah cerita, waktu pertama kali saya bisa membaca, saya akan membaca apa saja yang bisa saya baca. Headline pada sobekan koran, tulisan nan mencolok pada billboard di pinggir jalan, spanduk, bahkan nama bus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas 4 SD, saya mulai mengenal Lima Sekawan karya Enid Blyton.&lt;br /&gt;Ke Bukit Billycook adalah petualangan Julian, George, Anne dkk yang pertama kali saya baca. Hampir semua seri 5 sekawan sudah saya baca. Tentu saja, komik macam Donal dan Asterix pun tidak ketinggalan untuk saya lahap. Saya masih ingat benar, sebelum saya kelas 6 SD, semua buku di perpustakaan sekolah saya sudah "habis" saya baca. Saya biasa nongkrong di perpustakaan SD di istirahat pagi maupun istirahat siang, bahkan masih belum puas, dan disambung sepulang sekolah. Itupun pulangnya masih menenteng 2 buah buku, untuk dibaca di rumah. Oliver Twist karya Charles Dicken pun bisa saya baca, dari perpustakaan SD ini. Guru-guru SD saya semuanya tau, kalo saya seneng banget nongkrong di perpus. Pernah, suatu hari, saat istirahat, saya keasyikan membaca sampai tidak menyadari bel masuk sudah berbunyi. Anehnya, guru-guru yang melihat saya sedang asyik membaca pun membiarkan saya tenggelam dalam bacaan. Akhirnya, sampe waktunya pulang, saya benar2 tidak mengikuti pelajaran!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak SMP, di samping menghabiskan Lima Sekawan, saya pun mulai mengenal Trio Detektif. Sepertinya, sepanjang masa SMP sampai dengan pertengahan SMA, koleksi buku saya mulai agak stagnan. Saya mulai sibuk nongkrong dengan teman-teman, sehingga waktu membaca jadi agak berkurang. Ketika menginjak SMA kelas 3, suhu politik di negeri ini sedang panas-panasnya. Krisis ekonomi tengah memuncak, memicu krisis politik dan krisis kepercayaan kepada Soeharto. Demo-demo bermunculan, dan entah darimana asalnya, datanglah tokoh-tokoh baru yang tampil di pentas nasional. Perkenalan saya dengan bacaan-bacaan yang sangat berbau politik pun dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia mahasiswa. Saya mulai berkenalan dengan filsafat. Diawali dengan Dunia Sophie-nya Jostein Gaarder. Sebuah novel filsafat yang sederhana, mudah dicerna tapi mencakup keseluruhan filosof-filosof penting yang pernah lahir, dari sejak Socrates sampe Soreen Kiergaad (duh, ngejanya bener ga tuh?). Entah bagaimana, saya pun bisa "menemukan" seorang Gede Prama. Banyak tulisannya yang mencerahkan, dan mungkin menjadi awal pergulatan intelektual sekaligus spiritual saya. jarang ada penulis Indonesia yang bisa menampilkan intelektualitas segaligus spiritual dalam setiap tulisannya. Oya, dalam jagad fiksi dan sastra, saya juga mulai mengenal Pramudya Ananta Toer. kalo tidak salah, teman2 HMI yang mengenalkannya pada saya. Saya kira, Pram adalah penulis terbesar Indonesia, sampai saat ini. Masterpiece-nya, Tetralogi Pulau Buru (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca) telah membawanya menjadi nominator Nobel Sastra sampai beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis &amp; Entrepreneurship. Tipping point saya terjadi pada sekitar tahun 2003. Masih mahasiswa waktu itu. Seorang teman meminjamkan buku Rich Dad Poor Dad-nya Robert Kiyosaki. Buku tipis itulah yang mengubah sudut pandang saya secara radikal. Hampir semua seri Rich Dad sudah saya koleksi. Sekarang, buku-buku bisnis, manajemen, investasi maupun finansial mendominasi koleksi saya. Beberapa diantaranya adalah harta karun, hasil pemikiran dari tokoh-tokoh yang sangat visioner, seperti Prof. W. Chan Kim (Blue Ocean Strategy) dan Bill Gates (Bussiness @ the Speed of Thought). Yang masih berhubungan, seperti buku motivasional untuk menguatkan mental juga tidak ketinggalan untuk melengkapi koleksi saya.&lt;br /&gt;Ahadi (http://ahadisaja.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-1351954798442409984?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/1351954798442409984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=1351954798442409984' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/1351954798442409984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/1351954798442409984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/you-are-what-you-read.html' title='You Are What You Read....'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-5233642934885004591</id><published>2007-10-18T00:34:00.001-07:00</published><updated>2007-10-18T00:34:31.969-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Kawan Mental Pekerja Dan Kawan Mental Pengusaha</title><content type='html'>Lulus kuliah, bingung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah gak sih merasa kebingungan setelah lulus dan wisuda akan kerja dimana dan ngapain setelah lulus?&lt;br /&gt;Ada banyak arlternatif toh…, and banyak pilihan karir, setidaknya, &lt;br /&gt;dengan pendekatan empat quadrant dari Robert Kiyosaki, Jadi Employee, Self-employee, business owner dan investor. Saya lebih tertarik membahas dua kuadran yakni sebagai employee dan business owner (pemilik bisnis sendiri). Saya saranin tidak salahnya membaca karya Robert Kiyosaki, dengan catatan tidak harus mengikuti pola pikirnya, sekedar tahu saja. Kalau pun nantinya se ide, tidak ada salahnya Anda menjadi pengikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit berbagi mengenai Kiyosaki-isme, semenjak bukunya diterjemahkan oleh Gramedia, tahun 2000, Dia berhasil menularkan virus wirausaha ditanah air. Saat ini orang-orang sepertinya “latah” ingin memiliki usaha sendiri,dengan berbagai macam alasannya. Saya tidak tau apakah mereka sekedar ikut tren, baru baca satu dua bab buku Kiyosaki, kemudian berapi-api ingin punya usaha sendiri. Pokoknya punya usaha sendiri..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;James T.Redd, menulis buku kalo tidak salah judulnya “Ayah kaya sebenarnya tidak kaya”, dengan sengaja melakukan ”riset” dan investigatif terhadap kehidupan Kiyosaki. Dia menemukan bukti bahwa ayah kaya Kiyosaki itu sepernahnya tidak ada, cuman toko imajinasi. Kiyosaki pun tidak mampu memberi kejelasan tentang dimana keberadaan si Ayah Kaya. Malah yang kontra terhadapnya menyatakan bahwa Kiyosaki tak lain adalah seorang pengarang, bukan sebagai bisnisman. Terlepas dari itu, saya cuman menggaris bawahi, tak masalah Ayah kaya itu ada apa tidak, tetapi ide dan pemikiran Kiyosaki lah yang kita pelajari. Selanjutnya terserah Anda yang mengkritisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini sedikit share dan cerita yang tentu saja sangat subjektif, mengenai kewirausahaan dan dunia kerja setelah lulus dari perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Employee mentality, (pegawai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya pola pikir yang paling banyak mewarnai budaya dinegara kita bahwa setelah lulus adalah menjadi pegawai negeri sipil alis PNS, Tapi..mm kayaknya sekarang sudah mulai berubah, sekarang sudah banyak yang berpikir mau jadi pegawai swasta, di BUMN, multy national company, atau berkariri diperusahaan Minyak dan Energi kayak Pertamina atau Haliburton itu. Rata-rata Gak mau lagi jadi pegawai negeri, saya jadi ingat lelucon teman di suatu daerah kalao tidak salah di Pekalongan, konon anak gadis nya akan sangat takut kalau dijodohkan dengan suami yang bekerja sebagai pegawai negeri. Mereka takut karena PNS katanya gajinya kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti PNS jelek, ini masalah selera dan pilihan hidup. Buktinya penerimaan PNS ditahun 2004 kemarin masih diminati, berarti bagi sebagian orang walaupun gajinya tidak sebanding dengan swasta, disisi lain memberikan jaminan dan kepastian. Beruntung di era Gus Dur presiden, gaji PNS malah naik, dan pelan-pelan mulai naik. Mungkin yang bercita-cita jadi PNS, sebaiknya bukan melihat faktor gaji, tapi nilai dari seorang Pamong, sebagai abdi negara yang dikedepankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya sih bekerja pada orang lain, dan hasil kerja kita dihargai dengan gaji yang kita terima setiap bulan. Beberapa "keuntungan" yang diperoleh dengan bekerja sebagai pegawai dalam hal ini kerja disektor swasta seperti di perusahaan multinasional, Yaitu kita belajar mengenai suatu sistem kerja diperusahaan tersebut. Misalnya kita kerja dibidang marketing, maka kita akan bekerja dan belajar format dan suatu strategi pemasaran yang diterapkan diperusahaan tersebut. Bagaimana misalnya teknik memprospek, teknik promosi, teknik selling, dan macam-macam lagi aktifitas yang berhubungan dengan pemasaran. Kerja juga akan lebih terarah, tinggal kita running system yang sudah ada. Enak kan,.. tinggal ikutin aja, dan tentunya setiap bulan salary kita terima. Pola laku para kaum pekerja tersebut di setiap weekend wah, mereka gembira ria, karena bisa refreshing dari segala tugas dan rutinitas kantor. Sewaktu saya penelitian di Jakarta, ketemu dengan teman-teman SMA yang memang rata-rata jadi employee, pola hidupnya kayak begitu (walaupun tidak semua), apalagi masih bujang, tempat yang dipilih tuk refresh kalau bukan hard rock, bilyard, CITOS atau tempat sejenisnya lah....saya turut kecipratan rejeki dengan jalan ditraktir hehehe. (Terima kasih ya kapan2 gantian deh ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebayakan yang saya lihat begitu bekerja, membelanjakan uang dari gaji bulanan suatu tindakan yang tidak tertahan kan lagi. Biasanya sih, dipake untuk mentraktir teman-teman, beli barang yang istimewa buat orang yang istimewa. Ganti handphone, mulai menyicil rumah, ataupun kendaran pribadi. Setelah dua tahun, mulai berani punya kartu kredit, apalagi yang dikeluarkan oleh Citibank, buat dikipas-kipas akan sangat ok…boo Hahaha. (saya cuman merasa in aja maklum belum punya, kaciiaann). Mungkin gaya hidup seperti itu biasanya bagi yang berstatus masih “single” tapi yang sudah “married” mungkin akan berbeda, karena mereka sudah harus berpikir lebih jangka panjang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku dan mental bekerja pada orang lain, akan mengedepankan unsur-unsur jaminan gaji, kepastian jenjang karir, ketersediaan fasiltas seperti biaya kesehatan, biaya komunikasi dan lainnya jadi variable yang menarik untuk dipertimbangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya paham mengapa banyak perilaku kawan-kawan yang berganti-ganti kerjaan takala ada tawaran gaji dan fasilitas yang lebih menarik. Terkenal tidaknya perusahaan, dan asyik apa tidak si bosnya, makan hati apa gak kalau kerja disana. Karena mereka mencari yang lebih baik dan lebih menyenangkan (walaupun kembali lagi ini masalah selera, yang kata Aristoteles, bila menyangkut selera adalah sesuatu yang tidak dapat diperdebatkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini sebuah “tradisi” bagi kaum pekerja, yang dalam hati juga saya kecut mengetahui dengan penampilan keren, baju bermerek, aksesoris dan alat komunikasi yang canggih ternyata mereka masih dibelit oleh masalah keuangan. Alias tidak punya saving, kawan SMA saya pun dengan berkaca-kaca ber-biskal (baca: Curhat) bingung melihat uang gaji bulannya hilang entah kemana dan tidak punya tabungan sama sekali. Alias carru… hahaha (boke’ deh), bagaimana mo pake nikah atau naek haji…haha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman yang dikuadran “B”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berteman dengan kawan yang bermental wirausaha atau business owner (B). Lain lagi ceritanya. Setidaknya sudah banyak teman-teman saya yang memilih dan memutuskan bahwa setelah lulus, tidak perlu mencari kerja diperusahaan lagi. Kata teman S2 saya yang asal di Kalimantan, “kerja sama orang itu makan hati”.!! Mungkin pengalaman pribadinya yang pernah merasakan kerja disebuah perusahan sebelum mengambil S-2 memberi kesan tersendiri makanya dia tidak memutuskan untuk bekerja sama orang lagi. &lt;br /&gt;Makanya setelah wisuda dia tidak seperti teman lainnya, yang sibuk mendesain Currículum Vitae (CV), dia pun sibuk ke Notaris untuk membuat CV perusahaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gampang? Mendengar kisah-kisahnya, ternyata tidak mudah juga. Awalnya harus ditentang dengan orang tua yang memang bermetal dan berpola pikir seorang pekerja diperusahaan minyak. Orang Tua menginginkan sang anak untuk bekerja diperusahaan yang lebih besar dari tempatnya bekerja. Kalau hanya usaha seperti itu, buat apa sekolah sampai S-2, kata orang tua teman itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendirikan usaha itu memang bukan lah semanis dan seindah cita-cita dalam pikiran kita. Ada banyak persoalan, penolakan kerja sama, di tipu rekan bisnis adalah bagian dari perjalanan menjadi pengusaha sukses. Belum lagi di tinggalin teman-teman, yang memang terjadi dengan kawan saya tersebut. Disirik-sirikin sama kawan, tetangga maupun keluarga sendiri. Nampaknya “penderitaan’ dan cobaan” yang dialami seorang wirausaha lebih banyak dibanding orang yang bekerja. Semuanya menjadi tangung jawab sang pemilik usaha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibudaya kita, persepsi bekerja adalah datang pagi dengan pakaian kantor pulang sore. Kalaupun dia pengusaha, dia dianggap tidak bekerja terkadang dituduh sebagai pengangguran. Walaupun punya usaha warnet misalnya, jadwal kerja tidak tentu alias kadang siang, kadang malam, tetap saja oleh sebagian masyarakat kita itu bukan suatu pekerjaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh memang, apa ini dampak dari penjajahan dari kolonial Belanda. Soalnya jaman dulu yang menjadi pegawai Belanda itu, dikasih seragam, masuk pagi pulang sore. Dan terlihat keren dan mentereng. Sehingga masyarakat lebih terbiasa melihat yang fisik dibanding esensi, yang kalau dari jaman dahulu sampai sekarang namanya pegawai itu tak lain dan tak bukan bahasa kasarnya adalah “buruh”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari pun kadang harus mikir besok harus ngapain, bagaimana kas perusahaan bertambah, bagaimana perusahaan ini dapat dikenal oleh konsumen, bagaimana dan bagaimana lainnya. memang sungguh berat pikirku. &lt;br /&gt;Makanya tidak semua orang mau jadi pengusaha dan tidak semua mau melakukan hal-hal diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda konsep mengenai pendapatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal menarik adalah perbedaan terhadap konsep pendapatan, Orang bekerja akan menerima gaji. Pengusaha akan menerima laba atau rugi kemudian di investasikan lagi. Orang bekerja tentu akan mendapat gaji setiap bulan, beserta fasilitas-fasilitas yang ada. Yang dicari memang keamanan (jaminan pendapatan), yah keamanan finansial, asal saja jangan sampai kita seperti perlombaan tikus dalam buku Kiyosaki itu. Gali lubang tutup lubang diakhir bulan dengan gaji kita dan pinjaman-pinjaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pengusaha juga akan berurusan dengan pinjaman (utang), tapi saya melihat kontesnya lain, pinjaman ini untuk memenuhi kebutuhan arus kas mereka, dan memperbanyak asset mereka. Apa itu asset? waduh susah saya jelaskan, yang jelas bukan seperti dibuku Akuntansi, karena menurut ku assets masing-masing setiap orang berbeda. Kalau Kiyosaki mengatakan sesuatu yang memasukan uang dikantongmu.&lt;br /&gt;Bila laba, tentu dapat duit, bila tidak dapat jadinya rugi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita seorang employee, penghasilan kita bernama gaji beserta bonus, bila kita seorang pengusaha, penghasilan bernama pendapatan, yang besarnya tidak menentu, cenderung membesar atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didunia pengusaha, bila perusahaan satu sukses mereka akan berpikir dan ver-ide lagi untuk membuat suatu usaha lagi dan mewujudkannya. Nampaknya resiko dan ketidak pastian merupakan makan sehari-hari mereka. AKhirnya saya sadar memang tidak semua orang mau menjadi pengusaha karena “resiko” fisik maupun non fisik yang dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mengatakan jadi pengusaha susah, buktinya banyak yang berhasil. Saya juga tidak mengatakan bahwa bekerja sama orang lain itu enak, karena ada hal yang harus dibayar juga yakni, makan hati, ikutin kata bos, menjalankan sesuatu yang belum tentu kata hati kita inginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat suatu kejadian, waktu mengambil mata kuliah konsentrasi. Karena saya “bebas” dan tidak terikat, saya dengan kehendak bebas untuk memilih konsentrasi e-business. Dan Sibuk promosi sana sini. hhaha. Sewaktu bercakap dengan teman kuliah yang lebih señior dan punya jabatan sebagai manager produksi sebuah perusahaan besar di Kalimantan, beliau secara pribadi sangat menginginkan untuk mengambil mata kuliah strategy, tapi karena mendapat telpon dari sang bos, harus mengambil jurusan marketing karena perusahaan membutuhkannya dia menguasai subjek itu. Padahal saya tahu kawan kuliah saya itu mati-matian mencaci maki pelajaran marketing pada semester satu, menurutnya mata kuliah yang mengada-ngada dan tidak masuk akal, tapi karena sang bosnya itulah, makanya harus melahap juga mata kuliah marketing. Belum lagi di waktu luang yang seharusnya dipakai beristirahat, tapi ada telpon dari sang bos, harus ke Jakarta untuk bertemu, maka waktu-waktu itu pun harus ditinggalkannya bertemu sang bos. Yah, memang seorang karyawan yang baik, dan loyal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya sih bekerja sama orang kita memiliki sedikit kebebasan (independent) dalam memutuskan dan memilih sesuatu. Tidak ada yang salah terhadap semua itu, pertanyaan kembalil ke diri sendiri, bersediakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencarian jati diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa untuk menjawab pertanyaan mau jadi apa, pengusaha atau bekerja untuk orang lain, Bagi saya kita harus berkecimpung di dunia yang berbeda itu dulu semuanya. Bersyukur semuanya sudah saya lalui. Walaupun niat tuk kerja di perusahaan besar seperti Astra, Unilever, IBM, dan sebagainya belum terwujud, tapi saya pahami bahwa kedua dunia antara bekerja dengan orang lain dan usaha sendiri adalah dua dunia yang berbeda “idealisme” dan “ruh” nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak juga akan dipahami dibangku kuliah seperti program magister manajemen. Dibangku kuliah saya sadar itu hanya bercuap-cuap dan mengisi VISI hidup kita (baca sekedar informasi atau pengetahuan), makanya saya yakin seorang yang berpengetahuan banyak seperti dosen belum tentu akan paham alias merasakan apa yang dipelajarinya lewat teks book. Contohnya misalnya di sekolah kita diajarkan bahwa api itu panas, bila sang dosen belum pernah menyentuh api, dari mana dia tahu kalau itu panas, dan panas itu seperti apa? Bukankah hanya dunia cuap-cuap belaka. Benarkan..? (kalo begitu mengapa masuk kuliah ya heheh,.......ini masalah selera)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya akhirnya membawa saya pada sebuah kesimpulan, pertanyaan bukan akan kerja dimana kita atau mau jadi apa? Saya lebih setuju pertanyaan yang kita ajukan SIAPAKAH diri kita dan APA TUJUAN HIDUP kita. Ilmu manajemen strategy, mengajari saya bahwa awal mulanya terletak pada VISI dan MISI (hidup kita). Tidak perlu dijelaskan sudah pada tahu semua bila yang berkualiah sekolah manajemen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian melakukan assesment terhadap kekuatan internal dan eksternal yang kita miliki. Saya lebih sarankan untuk fokus pada kekuatan internal yang kita miliki, seperti bakat, minat dan kemampuan (core competence) yang telah kita miliki saat ini. Kemudian mengembangkan suatu program kerja, yang berorientasi pada suatu tujuan jangka panjang dan pendek dalam hidup ini. Setalah itu memilih strategi sebelum bertindak menjalan kan suatu tujuan (objective) yang telah kita tetap kan. Dan memasuki tahap evaluasi. Bukankah mudah untuk menuliskannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang saya sering terjebak, untuk menguasai semua, padahal belum tentu itu saya berbakat disana. Manusia harus belajar untuk tidak angkuh dan sombong. Saya sadar ada bakat khusus yang di anugerahkan Tuhan buat saya didunia ini. Mengapa bakat dan kemampuan saya itu tidak saya perdalam dan asah terus menerus dari pada keahlian yang lain tapi saya tahu tidak akan bisa optimal lebih baik. Setelah mengetahui dari Howard Gardner ternyata ada tujuh kecerdasan setiap manusia yaitu; linguistik verbal, numerik, spasial, fisik/raga, interpersonal, intrapersonal, lingkungan. Akhirnya saya sadar kenapa prestasi akademik saya tidak excellent. Tapi bukan berarti tidak bisa. Mengapa seorang kawan yang IPK nya tinggi tapi tidak bisa menghargai pendapat atau berempati dengan yang lainnya dalam suatu belajar kelompok. Mengapa ada yang pintar di bidang seni, tapi di olah raga dia sama sekali terbelakang. Kita memang harus belajar terus menerus mengembangkan potensi diri kita dan mengenal diri kita lebih baik. Selain terus menerus mempelajari perkembangan yang terjadi diluar sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lahir dan hidup didunia, telah mengemban suatu misi yang harus kita temukan kembali dengan segala potensi yang telah melekat. Misi yang lebih bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi bagi keluarga, masyarakat dan negara. Kalaupun Anda sepakat... dengan kalimat tadi yang saya sering temukan disetiap buku-buku yang mengupas kisah sukses orang-orang berpanguruh didunia ini dan saya yakini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu pertanyaan kembali pada diri sendiri, Jikalau VISI dan MISI hidup kawan-kawan adalah bekerja di sebuah perusahaan dan loyal terhadap perusahaan tersebut sampai pensiun dan mati, Berarti memang disitulah takdir kita dilahirkan dimuka bumi ini.&lt;br /&gt;Tapi kalau saya sih lain, masih banyak yang bisa saya kerjakan bagi banyak orang dari pada bekerja disebuah perusahaan seumur hidup walaupun menawarkan program pensiunan yang menarik. Bagaimana dengankamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by:&lt;br /&gt;Andi Nur Baumassepe&lt;br /&gt;April 05. Jogjakarta&lt;br /&gt;Mas_pepeng@yahoo.com&lt;br /&gt;(http://massepe.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-5233642934885004591?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/5233642934885004591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=5233642934885004591' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/5233642934885004591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/5233642934885004591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/kawan-mental-pekerja-dan-kawan-mental.html' title='Kawan Mental Pekerja Dan Kawan Mental Pengusaha'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-677218946720830389</id><published>2007-10-18T00:33:00.001-07:00</published><updated>2007-10-18T00:33:51.917-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Akhirnya Saya Tahu Rahasia Permainan Orang Kaya Itu</title><content type='html'>"Mulailah dari yang kecil. Carilah uang cash yang besar dulu, baru investasi. Jangan biarkan uang anda menganggur. Investasikan", demikian beberapa saran dari Bellum dan Doreen Tan &lt;http://richdadasia.com&gt; tadi malam, di hadapan 20-an orang yang mendengarkan nasihatnya mengenai cara untuk menjadi orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan suami istri ini adalah pemegang hak eksklusif produk-produk pendidikan finansial dari Robert Kiyosaki (penulis seri buku terlaris Rich Dad Poor Dad) di Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu produknya yang terkenal adalah papan permainan Cash Flow Game 101 dan 201.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri telah mengenal Bellum Tan sejak pertama kali main Cash Flow Game 101 tahun 2003 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah beberapa kali main game ini. Tapi lebih sering kalah. Kalau main, lama sekali keluar dari "rat race-nya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, tadi malam rahasia supaya cepat keluar dari rat race itu dibagikan kepada kami. "Kami" di sini adalah para peserta undangan dari Pak Budi Rachmat, yang terdiri dari 3 milis; TDA, Profec dan Bisnis Smart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan "pentolan" ketiga milis itu hadir semua yaitu saya, Bu Lies (Profec) dan Masbukhin (Bisnis Smart). Seru juga ya kalau bikin acara gabungan lintas milis (TDA pernah bikin dengan Bisnis Smart).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bellum dan Doreen Tan berbagi rahasia mereka menjadi kaya, terutama bermain di properti dan saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah investasi mereka sudah bukan lagi Singapura - tempat mereka tinggal - saja. Mereka sudah merambah ranah investasi internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan entengnya mereka cuap-cuap mengenai peluang investasi di China, India, Korea dan Singapura, tempat yang paling menjanjikan di Asia saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 nanti akan terjadi resesi, katanya. Ekonomi Amerika akan mengalami penurunan karena pemerintahnya terus mencetak uang tanpa mengikatnya dengan cadangan emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang terbesar setelah 2009 adalah di Asia. Uang akan beredar paling banyak di Asia setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Indonesia? Mereka kurang tertarik nampaknya. Mereka lebih fokus di negara-negara tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti di Indonesia tidak menarik. Mereka tentu saja akan melirik lokasi yang paling menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi apa saja yang direkomendasikan? Sumber daya alam. Terutama pertambangan minyak, emas dan perak. Kalau ada uang, belilah saham perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang itu, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pertemuan semalam, saya dan para peserta ikut merasakan bagaimana orang-orang kaya seperti mereka itu berpikir dan bertindak. Mereka tidak lagi bicara investasi yang lambat dan aman. Mereka lebih suka investasi yang cepat dan tingkat pengembalian yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri telah membaca seri buku Rich Dad Poor Dad sejak tahun 2002. Buku-buku itu begitu bermanfaat dan berpengaruh dalam cara berpikir saya sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini saya lagi getol mendengar audio booknya di mobil, yaitu The Cash Flow Quadrant, meski pun bukunya sudah tamat saya baca. Pengulangan adalah induk cara belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seri buku dari Robert Kiyosaki ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca dan dipraktekkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam FUUUNtastic!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roni,&lt;br /&gt;Owner, Manet Busana Muslim Plus&lt;br /&gt;(http://roniyuzirman.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-677218946720830389?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/677218946720830389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=677218946720830389' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/677218946720830389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/677218946720830389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/akhirnya-saya-tahu-rahasia-permainan.html' title='Akhirnya Saya Tahu Rahasia Permainan Orang Kaya Itu'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-3625035365367308202</id><published>2007-10-18T00:32:00.002-07:00</published><updated>2007-10-18T00:33:15.224-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Apa Yang Anda Pikir Beresiko?</title><content type='html'>...... cuplikan dari buku RETIRE YOUNG RETIRE RICH by Robert T Kiyosaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berada di kampung halaman untuk libur Natal, Mike dan saya (Robert Kiyosaki) berada di kantor ayah kaya (Ayah kandung Mike) membicarakan apa yang telah kami pelajari di sekolah dan orang-orang baru yang telah kami kenal. Setelah bertemu dengan para pemuda dari seluruh negeri, saya memberi komentar ini kepada Mike dan ayah kaya: "Saya telah memperhatikan betapa berbedanya orang-orang berpikir tentang uang. Saya telah bertemu dengan anak-anak dari keluarga sangat kaya dan anak-anak dari keluarga sangat miskin. Meskipun sebagian besar anak-anak di sekolah secara akademis cerdas, anak-anak dari keluarga miskin dan kelas menengah kelihatan berpikir dengan cara yang berbeda dengan anak-anak yang berasal dari keluarg kaya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respons ayah kaya terhadap pernyataan terakhir saya cepat. "Mereka tidak berpikir dengan cara yang berbeda," dia berkata. "Cara berpikir mereka benar-benar bertolak belakang." Duduk menghadap mejanya, dia menggenggam buku folio kuningnya dan menuliskan perbandingan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran yang Bertolak Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas Menengah &lt;&gt; Orang Kaya&lt;br /&gt;Jaminan kerja &lt;&gt; Membangun bisnis&lt;br /&gt;Rumah besar &lt;&gt; Apartemen&lt;br /&gt;Menabung &lt;&gt; Berinvestasi&lt;br /&gt;Orang kaya itu tamak &lt;&gt; Orang kaya itu murah hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dia selesai menulis, ayah kaya melihat saya kembali dan berkata, "Realitasmu ditentukan oleh apa yang menurutmu pandai dan apa yang menurutmu resiko."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil melihat diagramnya saya bertanya, "Maksud bapak kelas menengah berpikir jaminan kerja itu pandai dan membangun bisnis itu beresiko?" Saya tahu realitas ini dengan bagus karena itu adalah realitas ayah miskin saya (Ayah kandung Robert Kiyosaki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar," kata ayah kaya. "Dan apa lagi tentang jaminan kerja?"&lt;br /&gt;Saya berpikir sejenak dan tidak menemukan jawaban. "Saya tidak tahu apa yang sedang bapak cari," saya menjawab. "Benar bahwa ayah saya dan banyak orang berpikir memiliki pekerjaan yang aman terjamin itu pandai. Apa yang masih kurang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tidak memasukkan realitas saya," kata ayah kaya. "Saya mengatakan kepadamu bahwa kelas menengah dan orang miskin tidak hanya berpikir secara berbeda. Saya katakan mereka berpikir sangat bertolak belakang. Jadi apa realitas saya yang bertolak belakang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba lebih banyak realitas ayah kaya bergerak memasuki realitas saya. "Bapak ingin mengatakan bahwa menurut bapak membangun bisnis itu pandai dan jaminan kerja itu berisiko. Apakah itu yang bapak maksud dengan bertolak belakang?" saya bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah kaya menganggukkan kepalanya.&lt;br /&gt;"Maksudnya, bapak tidak berpikir bahwa membangun bisnis itu berisiko?" saya bertanya.&lt;br /&gt;Ayah kaya menggelengkan kepala dan berkata, "Tidak. Belajar membangun bisnis adalah seperti belajar apa saja. Saya pikir bergantung pada jaminan kerja seumur hidup jauh lebih berisiko ketimbang mengambil risiko untuk belajar membangun bisnis. Risiko yang satu adalah untuk jangka pendek dan risiko yang satu berlaku seumur hidup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu akhir 1960-an. Kita belum mengenal kata penciutan (downsizing). Yang diketahui sebagian besar orang pada saat itu hanyalah anda bersekolah, mencari pekerjaan, bekerja seumur hidup, dan ketika anda pensiun, perusahaan dan pemerintah akan mengurus pensiun anda. Yang diajarkan kepada kita di rumah dan di sekolah hanyalah, "Dapatkan pendidikan yang bagus sehingga kamu bisa menjadi karyawan yang bagus," Tersirat tetapi tidak dinyatakan bahwa bersekolah untuk menjadi lebih dapat diperkerjakan adalah sesuatu yang pandai untuk dilakukan. Kini sebagian besar dari kita mengetahui bahwa jaminan kerja merupakan sesuatu yang sudah berlalu, tetapi saat itu, tidak seorang pun mempertanyakan ide mencari jaminan kerja sebagai hal yang pandai untuk dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat pada perbandingan ayah kaya tentang orang kaya tamak vs. Orang kaya murah hati dan saya tahu pada saat itu apa realitas saya. Di keluarga saya, orang kaya dianggap sebagai orang tamak berhati dingin yang hanya tertarik pada uang dan tidak peduli terhadap orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunjuk pada daftarnya ayah kaya berkata, "Apakah kamu mengerti perbedaan pemikirannya?"&lt;br /&gt;"Pemikirannya bertolak belakan," saya berkata dengan lembut. "Lebih dari sekedar berbeda. Itu sebabnya sering kali begitu sulit orang menjadi kaya. Menjadi kaya memerlukan lebih dari sekedar berpikir secara berbeda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah kaya mengangguk dan membiarkan ide itu di mengerti sepenuhnya. "Kalau kamu ingini menjadi kaya, kamu mungkin perlu belajar untuk berpikir sangat bertolak belakang dengan cara berpikirmu sekarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti cara berpikir bapak?" saya bertanya. "Apakah tidak perlu melakukan segala sesuatunya secara berbeda juga?"&lt;br /&gt;"Tidak," kata ayah kaya. "Kalau kamu bekerja demi jaminan kerja, kamu akan bekerja keras dalam sebagian besar hidupmu. Kalau kamu bekerja untuk membangun bisnis, kamu mungkin bekerja lebih keras pada awalnya tetapi kamu akan bekerja semakin sedikit pada akhirnya dan kamu mungkin akan memperoleh uang sepuluh hingga 100 hingga 1.000 kali lebih banyak. Jadi mana yang lebih pandai?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan bagaimana dengan berinvestasi?" saya bertanya. "Ibu dan ayah saya selalu mengatakan bahwa berinvestasi itu berisiko dan menurut mereka menabung itu pandai. Tidakkah bapak melakukannya secara berbeda ketika bapak berinvestasi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah kaya tertawa lebar dan tertawa kecil mendengar komentar itu. "Menabung dan menginvestasikan uang memerlukan kegiatan yang persis sama," kata ayah kaya. "Kamu akan melakukan hal yang sama ... meskipun pemikiranmu sebenarnya bertolak belakang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sama?" saya bertanya. "Tetapi tidakkah yang satu lebih berisiko?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak," kata ayah kaya sambil tertawa kecil lagi. "Saya akan memberimu pelajaran yang sangat penting dalam hidup." Saya sekarang sudah lebih tua dan dia dapat menambahkan detail yang lebih banyak pada pelajarannya yang diberikan sebelumnya kepada Mike dan saya. "Tetapi sebelum saya memberimu pelajaran, bolehkan saya mengajukan satu pertanyaan padamu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu, silahkan tanyakan semua yang bapak inginkan."&lt;br /&gt;"Apa yang orangtuamu lakukan untuk menghemat uang?" dia bertanya.&lt;br /&gt;"Meraka berusaha melakukan banyak hal," saya menjawab setelah memikirkan pertanyaannya sejenak.&lt;br /&gt;"Baik, sebutkan satu saja," kata ayah kaya. "Sebutkan satu hal yang mereka lakukan dimana mereka menghabiskan banyak waktu untuk mengerjakannya."&lt;br /&gt;"Setiap Rabu ketika supermarket mengiklankan makanan khusus mingguan mereka, ibu dan ayah saya akan memeriksa koran itu dan merencanakan anggaran makanan mingguan. Mereka mencari kupon obral dan diskon untuk produk makanan," saya berkata. "Itu merupakan kegiatan yang menghabiskan banyak waktu mereka. Sebenarnya, makanan kami dirumah berdasarkan apa yang sedang dijual dengan harga murah di supermarket."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu, apa yang mereka lakukan?" tanya ayah kaya.&lt;br /&gt;"Kemudian mereka berkeliling kota dengan mobil ke berbagai supermarket dan membeli barang-barang yang diiklankan dengan harga murah," saya menjawab. "Mereka mengatakan mereka menghemat banyak uang dengan berbelanja makanan yang dijual dengan harga murah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak meragukan mereka menghemat," kata ayah kaya. "Dan apakah mereka berbelanja pakaian obral?" Saya mengangguk. "Ya, mereka melakukan hal yang sama bila mereka akan membeli mobil, baru atau bekas. Mereka menghabiskan banyak waktu berkeliling untuk menghemat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi mereka pikir menghemat itu pandai?" tanya ayah kaya.&lt;br /&gt;"Tentu," saya menjawab. "Kenyataannya, ketika mereka menemukan sesuatu yang dijual dengan harga murah, mereka membeli dalam jumlah banyak dan memasukkannya ke dalam kulkas besar mereka. Baru beberapa hari yang lalu mereka menemukan obral daging babi sehingga mereka membeli daging babi yang cukup untuk enam bulan. Mereka senang menemukan penghematan seperti itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah kaya tiba-tiba tertawa. "Daging babi?" dia berkata, tertawa kecil keras. "Berapa pon daging bagi yang mereka beli?"&lt;br /&gt;"Saya tidak tahu, tetapi mereka membeli banyak. Kulkas kami penuh lagi. Tetapi bukan hanya daging babi yang mereka beli, mereka juga membeli hamburger (daging sapi bundar pipih) dari toko lain yang sedang mengadakan obral dan memasukkannya ke kulkas juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudmu mereka mempunyai kulkas hanya untuk obral khusus seperti itu?" tanya ayah kaya, masih tertawa kecil.&lt;br /&gt;"Ya," saya menjawab. "Mereka bekerja keras untuk menghemat setiap sen yang mungkin dilakukannya. Mereka menghabiskan banyak waktu untuk menggunting kupon dan berbelanja di tempat obral. Apakah ada yang salah dengan itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak," kata ayah kaya. "Tidak ada yang salah dengan itu. Hanya realitasnya berbeda."&lt;br /&gt;"Apakah bapak tidak melakukan hal yang sama?" saya bertanya.&lt;br /&gt;Ayah kaya tertawa kecil dan berkata, "Saya sedang menunggu kamu bertanya. Sekarang saya dapat mengajarkanmu salah satu pelajaran terpenting yang akan pernah kamu pelajari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pelajaran bahwa bapak tidak melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan orangtua saya?" saya bertanya lagi, sambil menunggu jawaban atas pertanyaan saya sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak," kata ayah kaya. "Pelajaran bahwa saya melakukan hal yang persis sama dengan yang orangtuamu lakukan. Sebenarnya kamu sudah melihat saya melakukannya."&lt;br /&gt;"Apa?" saya berkata. "Bapak mencari tempat obral untuk mengisi kulkas bapak?" Saya tidak yakin saya pernah melihat bapak melakukan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, kamu belum pernah," kata ayah kaya. "Tetapi kamu pernah melihat saya berkeliling mencari investasi yang sedang di obral untuk mengisi portofolio saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pernyataan itu saya duduk sebentar tanpa berkata-kata. "Bapak berbelanja untuk mengisi portofolio bapak dan orangtua saya berbelanja untuk mengisi kulkas mereka? Bapak ingin mengatakan bahwa bapak melakukan kegiatan yang sama tetapi bapak berbelanja barang-barang yang berbeda untuk mengisi sesuatu yang berbeda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah kaya mengangguk. Dia ingin pelajarannya meresap kedalam kepala saya yang berumur dua puluh tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bapak melakukan hal yang sama tetapi orangtua saya bertambah miskin dan bapak bertambah kaya. Itukah pelajarannya?" saya bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah kaya menganggukkan kepala dan berkata, "Itu merupakan bagian dari pelajaran."&lt;br /&gt;"Apa bagian lain dari pelajaran?" saya bertanya.&lt;br /&gt;"Berpikirlah," kata ayah kaya. "Apa yang telah kita bicarakan?"&lt;br /&gt;Saya berpikir sejenak dan akhirnya paruh kedua dari pelajaran itu datang kepada saya. "Oh," saya berkata. "Bapak dan orangtua saya melakukan hal yang sama tetapi realitas bapak berbeda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu mulai mengerti," kata ayah kaya. "Bagaimana dengan pandai dan berisiko?"&lt;br /&gt;"Oh," saya berkata keras. "Mereka berpendapat bahwa menghemat uang itu pandai dan berinvestasi itu berisiko."&lt;br /&gt;"Sedikit lagi," kata ayah kaya.&lt;br /&gt;"karena mereka berpendapat bahwa berinvestasi itu berisiko mereka bekerja keras menghemat uang ... tetapi kenyataannya mereka melakukan hal yang sama dengan yang bapak lakukan. Jika mereka mengubah realitas mereka tentang berinvestasi dan melakukan hal yang sama dengan yang mereka lakukan untuk menghemat uang dengan membeli daging babi, mereka akan menjadi semakin kaya. Bapak melakukan hal yang sama dengan yang mereka lakukan tetapi bapak berbelanja bisnis, real estate, investasi, saham, obligasi, dan peluang-peluang bisnis lainnya. Bapak berbelanja untuk portofolio bapak dan mereka berbelanja untuk kulkas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi mereka melakukan hal yang sama tetapi dari realitas yang berbeda," kata ayah kaya. "Realitas merekalah yang menyebabkan mereka miskin atau kelas menengah ... bukan kegiatan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mental merekalah yang membuat mereka miskin," saya berkata dengan lembut. "Apa yang menurut kita pandai dan apa yang menurut kita berisiko itulah yang menentukan kedudukan sosial ekonomi kita dalam kehidupan." Saya menggunakan kata baru yang saya pelajari dalam mata kuliah ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah kaya melanjutkan dengan berkata, "Kami melakukan hal yang sama tetapi kami bekerja dari pola pikir yang berbeda. Saya bekerja dari pola pikir orang kaya dan orangtuamu bekerja dari pola pikir kelas menengah."&lt;br /&gt;"Itu sebabnya bapak selalu berkata, 'Apa yang kamu pikir real merupakan realitasmu,'" saya menambahkan dengan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah kaya mengangguk dan melanjutkan dengan berkata, "Dan karena mereka berpendapat berinvestasi itu berisiko, mereka menemukan contoh orang-orang yang telah kehilangan uang atau hampir kehilangan uang mereka. Realitas mereka membutakan mata mereka dari realitas lainnya. Mereka melihat apa yang menurut mereka real, meskipun tidak benar-benar real."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi seseorang yang berpikir jaminan kerja itu pandai akan mencari contoh-contoh mengapa jaminan kerja itu pandai dan mencari contoh-contoh mengapa membangun bisnis itu berisiko. Orang akan mencari verifikasi (pembenaran dengan bukti) atas realitas yang ingin mereka percayai," Mike menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar," kata ayah kaya. "Apakah ini masuk akal? Apakah kamu sudah mendapat pelajarannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA DENGAN ANDA? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Hangat dari Provokator&lt;br /&gt;Rostam Effendi&lt;br /&gt;(http://belajar-usaha.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-3625035365367308202?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/3625035365367308202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=3625035365367308202' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3625035365367308202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3625035365367308202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/apa-yang-anda-pikir-beresiko.html' title='Apa Yang Anda Pikir Beresiko?'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-1130873827412959384</id><published>2007-10-18T00:32:00.001-07:00</published><updated>2007-10-18T00:32:35.062-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Gunting Kartu Kredit Anda!</title><content type='html'>Saya yakin sebagian besar anda memiliki kartu utang alias kartu kredit. Sama lah, saya juga punya, walaupun "terpaksa" memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Karena setelah saya tahu dari Robert Kiyosaki bahwa kartu kredit itu adalah "setan" yang mengakibatkan sebagian besar orang Amerika menjadi pengutang terbesar di dunia dan tidak bisa keluar dari lingkaran setan itu seumur hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunting kartu kredit anda! Demikian sarannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Kiyosaki masih bisa memaklumi pemakaian kartu kredit untuk alasan jaga-jaga dan kemudahan tertentu yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya pun akhirnya menerima ketika 2 buah kartu itu dikirimkan secara "paksa" dari sebuah bank penerbit. Kenapa secara paksa? Ya, karena memang dikirimi saja tanpa seijin saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya beberapa alasan untuk menggunakan kartu plastik ini, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Untuk kemudahan. Saya pernah kesulitan untuk memperpanjang keanggotaan sebuah asosiasi pengusaha karena tidak membawa uang kontan. Mereka hanya menyediakan sarana kartu gesek saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saya pernah mengalami peristiwa memalukan di sebuah toko buku di Malaka, Malaysia. Ketika hendak membayar, ternyata semua uang saya tertinggal di hotel. Maka kartu Visa itu pun saya gunakan sebagai penyelamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ada keuntungan lain yang tidak didapat dengan membayar secara kontan. Seperti membership sebuah klub olah raga saya yang memberikan diskon 50% kalau menggunakan kartu kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartu itu saat ini hanya saya gunakan untuk beberapa hal, yaitu membership klub olah raga dan membership TV berlangganan. Membership klub olah raga menurut saya merupakan utang baik dan investasi jangka panjang bagi kesehatan. Mencegah lebih baik dari pada mengobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlangganan TV kabel yang menurut saya lebih banyak manfaatnya ketimbang hanya menonton TV lokal yang lebih banyak menayangkan acara-acara "sampah" dan mengotori otak kita. Lebih baik menonton saluran luar seperti Discovery, National Geography, Aljazeera atau CNBC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu kartu itu tidak saya pakai untuk keperluan lain kecuali membeli buku sebagai investasi "leher ke atas". Kartu itu tidak saya gunakan untuk makan-makan, membeli barang konsumtif dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun selalu berusaha disiplin untuk membayar lunas semua tagihan di masa bebas bunga. Jadi saya hampir tidak pernah kena bunga. Hehehe... Jadi, bank penerbit itu "rugi" deh punya customer seperti saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik inilah yang menjadi pembahasan di sebuah acara baru di TV CNBC tadi malam. Acara itu namanya The Millionaire Inside &lt;http://www.cnbc.com/id/17912006&gt; yang menghadirkan 4 orang money mentor: Robert Kiyosaki, Jennifer Openshaw &lt;www.winningadvice.com&gt;, Larry Winget &lt;http://larrrywinget.com&gt; dan David Bach &lt;www.finishrich.com&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat terperangah melihat kenyataan betapa "bodohnya" orang-orang Amerika ini soal uang, terutama mengenai kartu kredit. Di sana, adalah biasa seorang anak muda berutang kartu kredit sampai di atas US $ 50.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua mentor itu menyarankan agar menggunakan utang kartu kredit itu untuk keperluan yang penting saja. Hindari utang buruk, yaitu utang konsumtif yang kemudian menguras uang anda setiap bulan. Hindari kena penalti, sebab dari situlah bank penerbit itu menguras isi kantong anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayarlah setiap tagihan secara tepat waktu. Kalau bisa segera lunasi. Kalau anda punya lebih dari satu kartu, gunting sisanya. Live below your mean, hiduplah dengan sederhana saja. Jangan berusaha "kelihatan kaya", padahal isi kantongnya "merana".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda tidak bisa melakukan hal ini, saran saya sama dengan para mentor itu: gunting saja kartu kredit anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam FUUUNtastic!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roni,&lt;br /&gt;Owner, Manet Busana Muslim&lt;br /&gt;Founder, Komunitas TDA&lt;br /&gt;(http://roniyuzirman.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-1130873827412959384?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/1130873827412959384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=1130873827412959384' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/1130873827412959384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/1130873827412959384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/gunting-kartu-kredit-anda.html' title='Gunting Kartu Kredit Anda!'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-9182618572913739565</id><published>2007-10-18T00:31:00.000-07:00</published><updated>2007-10-18T00:32:03.475-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Pelajaran Dari Ray Kroc, Pendiri McDonald's</title><content type='html'>Hari Kamis kemarin, 16 Maret 2006, saya sempat ngobrol dengan seorang rekan TDA yang sedang menjalankan usaha sebuah waralaba lokal. Beliau menyampaikan mengenai keadaan usahanya yang berkejar-kejaran antara omzet dan harus menutup biaya operasional, terutama uang sewa tempat yang terus naik setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini salah satu pelajaran Robert Kiyosaki yang saya coba jalani dengan bisnis saya. Robert Kiyosaki dalam bukunya Rich Dad, Poor Dad selalu menekankan “URUSLAH BISNIS ANDA SENDIRI.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert Kiyosaki mengisahkan tentang seorang pendiri McDonald’s, Ray Kroc yang bercerita di depan mahasiswa MBA di University of Texas pada tahun 1974. Ray Kroc bertanya pada mereka, bisnis apa yang ia geluti. Mereka tertawa dan menjawab, siapa sih yang tidak tahu kalau ia berbisnis hamburger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ray tertawa kecil karena sudah menduga jawaban tersebut. Lalu ia menjawab bahwa ia tidak berbisnis hamburger. “Bisnis saya adalah REAL ESTAT.” Ray menjelaskan sangat panjang lebar mengenai sudut pandangnya ini. Real estat dan lokasinya adalah faktor paling signifikan dalam keberhasilan setiap waralaba. Pada dasarnya, orang yang membeli waralaba juga membayar atau membeli tanah di bawah waralaba untuk perusahaan Ray Kroc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini McDonald’s adalah pemilik tunggal real estat yang terbesar di dunia. McDonald’s memiliki beberapa perempatan dan sudut jalan yang paling berharga di Amerika, dan juga di bagian-bagian lain dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Ray Kroc inilah yang awalnya membuat saya sedikit “memaksakan diri” untuk membeli kios pertama kami (saya dan suami), sekitar 2 tahun lalu. Dalam pikiran saya saat itu, apa yang akan dijual itu urusan nanti. Saya bisa menjual apa saja, tergantung kemauan pasar nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur bahwa apa yang saya lakukan telah banyak memberi pelajaran bagi saya. Dari sedikit memaksakan diri itulah akhirnya saya belajar lebih banyak tentang usaha dan pemilihan lokasi yang bagus. Tinggal saat ini “belajar” lebih giat lagi untuk mengembangkan usaha yang lebih profitable sehingga bisa menambah aset bisnis. Juga tujuan passif income segera tercapai. Seperti tertulis dalam Cash Flow game “To get out of the Rat Race and onto the Fast Track by building up your Passive Income to be greater than your Total Expenses”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By : Febby Rudiana&lt;br /&gt;(http://bunda-alif.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-9182618572913739565?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/9182618572913739565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=9182618572913739565' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/9182618572913739565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/9182618572913739565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/pelajaran-dari-ray-kroc-pendiri.html' title='Pelajaran Dari Ray Kroc, Pendiri McDonald&apos;s'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-9094297432394171818</id><published>2007-10-18T00:30:00.002-07:00</published><updated>2007-10-18T00:31:02.554-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Mengelola Keuangan Di Usia 20-an</title><content type='html'>Usia 20-an merupakan usia yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan keuangan seseorang. Mengapa? karena setiap keputusan atau kebiasaan yang dilakukan saat usia ini bisa sangat mempengaruhi prilaku dan kebiasaan keuangan di masa datang. &lt;br /&gt;Selama sekolah mulai dari Tk, SD, SMP, SMA dan masa kuliah, tidak pernah kita diperkenalkan dengan ilmu keuangan personal. Semua itu kita dapat dari melihat orang lain, terutama orang tua kita dan berbagai iklan di media masa. Yang harus disadari, bahwa semua itu belum tentu pelajaran keuangan yang baik bagi kita.&lt;br /&gt;Oleh karenanya kami melihat pentingnya bagi orang-orang di usia 20-an untuk belajar dan memahami pentingnya perencanaan keuangan individu bagi mereka. Umumnya, mereka yang berada pada rentang usia 18-24 tahun belum menikah. Walau ada juga yang sudah.&lt;br /&gt;Keuangan individu harus mulai dirancang dan direncanakan sebijak mungkin di rentang usia ini. Bila kita sudah memiliki pendapatan regular, berupa apa saja, mulai dari gaji sampai komisi, semua ini membutuhkan perencanaan agar tercapai keinginan hidup yang lebih baik di masa datang. Mulailah dengan rencana dan lakukan selama perjalanan kehidupan Anda, baik Anda masih sendiri maupun sudah berkeluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi vs Komitmen&lt;br /&gt;Di rentang usia ini biasanya kita baru memasuki masa kerja dan mendapatkan pendapatan yang regular. Sebagain besar penduduk Indoensia sudah mengenal bank, demikian pula dengan kita. Dengan pendapatan regular, kita mulai ditawarkan berbagai kemudahan, seperti kartu kredit. Utang mulai menjadi hal yang biasa dbagi kita, karena berbagai kemudahan yang diberikan. Dalam masa ini, biasanya kita lebih mengutamakan diri sendiri dengan berbelanja semua keinginan kita, karena kita merasa ini uang kita. Semua keputusan keuangan diambil karena keinginan, bukan kebutuhan. &lt;br /&gt;Kita lupa, di rentang usia ini, satu hal yang menjadi kelebihan kita adalah waktu. Kita masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk dapat merencanakan apa yang kita inginkan dari penghasilan yang kita peroleh setiap bulannya. Jangan hanya melihat keinginan sesaat, tapi lihatlah lebih panjang.&lt;br /&gt;Berpikir lebih panjang, mulailah menentukan tujuan yang kita inginkan di masa datang. Di usia ini, kita memiliki waktu cukup panjang bila memulainya sekarang. Tapi kalau kita menundanya, maka akan besar sekali harga yang harus dikeluarkan. Misalkan kita ingin memiliki uang disaat kita berusia 50 tahun sebesar Rp 1 miliar dan saat ini kita berusia 20 tahun. Kita masih memiliki waktu 30 tahun untuk mencapainya. Dengan asumsi tingkat bunga 10 %, maka kita hanya membutuhkan dana sebesar kira-kira Rp 465.000 setiap bulan untuk diinvestasikan. Tapi bagaimana bila kita menundanya 5 tahun saja, di mana kita mulai menabung secara regular di usia 25 tahun, maka untuk mencapai nilai Rp 1 miliar kita harus menabung kurang lebih Rp 770.000 per bulannya. Dengan asumsi tingkat bunga sama 10 %. Bila Anda menundanya 10 tahun maka nilai tabungan kita akan meningkat lagi menjadi Rp 1.325.00 per bulannya.&lt;br /&gt;Semakin panjang waktu yang dimiliki akan semakin sedikit nilai tabungan yang harus diinvestasikan dengan asumsi tingkat bunga sama dan nilai yang dituju sama. Jadi kalau dilihat dari perhitungan di atas, keinnginan menjadi miliarder tidaklah terlalu sulit, yang dibutuhkan adalah komitmen kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan Anggaran&lt;br /&gt;Kita baru saja mendapatkan pekerjaan dan memperoleh pemasukan dan jerih payah kita sendiri. Tentunya hal ini akan banyak mempengaruhi gaya hidup yang akan kita jalani. Hal terpenting bagi kita yang baru mulai bekerja adalah mengembangkan sebuah catatan untuk menyeimbangkan pemasukan dengan pengeluaran. Pekerjaan ini sangat membosankan tapi mengikuti berbagai pengelauran yang Anda lakukan akan banyak memberikan masukan kepada kita akan arah perjalanan keuangan kita di masa datang.&lt;br /&gt;Kami sarankan, kita mulai mencatat semua pengeluaran yang kita lakukan setiap bulannya, tidak ada pengecualian. Semua pengeluaran baik yang kecil mapun besar harus dicatat. Kami menyadari bahwa hal ini tidaklah mudah dan menyenangkan. Tapi kami sangat yakin catatan ini akan memberikan banyak masukan dan pelajaran bagi kita untuk mengelola keuangan lebih bijak lagi di masa datang.&lt;br /&gt;Catatan pengeluaran yang kita buat bisa dilakukan dengan cara yang paling mudah, dengan hanya pinsil dan kertas, atau kita dapat memanfaatkan berbagai program keuangan yang dapat membantu kita untuk mengumpulkan berbagai transaksi pengeluaran yang kita lakukan setiap bulannya. &lt;br /&gt;Setelah membuat catatan pengeluaran, selanjutnya adalah menganalisa pengeluaran yang kita lakukan. Apakah sepatu merupakan hal yang membebani anggaran Anda? Atau tiket konser atau hiburan? Atau belanja untuk makan sehari-hari lebih besar dari makan malam setiap akhir minggu? Bila banyak yang dirasa kurang baik, jangan salahkan diri kita. Bersukurlah sekarang kita dapat melihat hal-hal yang kurang baik dan di jangka panjang kita dapat memperbaikinya.&lt;br /&gt;Ingatlah untuk mengalokasikan untuk diri kita sendiri terlebih dahulu “pay yourself first”. Jangan kita lupa, satu hal terpenting dari pengeluaran yang kita lakukan adalah membayar untuk diri kita sendiri atau menabung. Masukkan anggaran untuk investasi dalam catatan pengeluaran yang telah dibuat.&lt;br /&gt;Aturan dalam mengembangkan perencanaan anggaran adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;Pertama, jujur terhadap diri kita sendiri karena semua ini adalah untuk kita dan masa depan kita. Kalau kita tidak bisa jujur terhadap diri kita sendiri, maka bagaimana kita dapat merencanakan kehidupan yang lebih baik di masa datang? &lt;br /&gt;Kedua, tentukan tujuan keuangan yang realistik dimana kita berkomitmen untuk mencapainya. Hal ini akan jauh lebih baik dari pada menginginkan sesuatu yang “wah” tapi kita tidak memiliki keinginan untuk mencapainya. &lt;br /&gt;Ketiga, usahakan agar kita terbuka untuk berbagai perbaikan. Meninjau ulang berbagai pengeluaran yang kita lakukan adalah langkah bijak untuk merenda perjalanan kehidupan keuangan yang lebih baik di masa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utang dan Kartu Kredit&lt;br /&gt;Dengan tingkat suku bunga yang mencapai tingkat terendah dalam sejarah, kita tentunya seperti beribu-ribu orang lainnya, memanfaatkan uang orang lain untuk membeli sesuatu, seperti membeli rumah yang lebih baik atau mobil. Dengan mulai naiknya tingkat suku bunga, ada baiknya bila kita meninjau ulang berbagai utang yang kita miliki saat ini.&lt;br /&gt;Salah satu jenis kredit atau utang yang sebaiknya diperhatikan dengan bijak adalah penggunaan kartu kredit. Kartu kredit memiliki banyak sekali kemudahan, tapi jangan kemudahan tersebut malah membuat Anda terlilit utang yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;Yang harus diingat, prinsip utang dengan kartu kredit merupakan utang jangka pendek sehingga pelunasannya sebaiknya diusahakan dapat dilakukan kurang dari 3 bulan (mengingat besarnya bunga yang harus dibayar). &lt;br /&gt;Dengan penghasilan regular tentunya akan sangat mudah bagi kita untuk mendapatkan kartu kredit. Banyak sekali kemudahan yang diberikan oleh kartu kredit, tapi banyak orang yang salah dalam memanfaatkannya. Yang tadinya dirasa sangat membantu, tapi ujung-ujungnya malah membuat kita kesulitan.&lt;br /&gt;Di bawah ini kami daftarkan beberapa kemudahan yang diberikan oleh kartu kredit:&lt;br /&gt;1. Kemudahan dalam bertransaksi dimana pengguna kartu kredit tidak usah membawa uang tunai untuk berbelanja.&lt;br /&gt;2. Kemudahan dalam melakukan pembayaran yang bisa dilakukan dengan mencicil atau membayar minimun dari tagihan yang dikirim tiap bulannya. &lt;br /&gt;3. Kemudahan dalam menggunakan dana pihak lain tanpa bunga bila dilakukan pembayaran lunas tiap tagihan datang (grace period).&lt;br /&gt;4. Kemungkinan mendapatkan berbagai hadiah atau tawaran dengan harga terdiskon khusus bagi pemegang kartu kredit tertentu.&lt;br /&gt;5. Tingkat keamanan yang cukup tinggi. &lt;br /&gt;6. Kemudahan untuk mengambil uang tunai melalui ATM. Beberapa informasi berikut perlu diperhatikan: &lt;br /&gt;a) Pada saat mengambil uang tunai melalui ATM, maka secara langsung dikenakan fee pengambilan yang besarannya sekitar 30 sampai 40 ribu (tergantung institusi penerbit). &lt;br /&gt;b) Bunga bulanan secara langsung akan berlaku, tidak ada masa tenggang atau grace period pada transaksi melalui ATM.&lt;br /&gt;c) Bunga yang dikenakan lebih tinggi dari bunga biasa yang dibebankan dalam tagihan pembelanjaan biasa, paling tidak 4 % per-bulan. &lt;br /&gt;Nah dari semua kemudahan yang diberikan, kita sebagai pemakai harus bijak melihat hal ini, sehingga kita dapat memanfaatkannya untuk keuntungan kita.&lt;br /&gt;Inilah beberapa tip berkaitan penggunaan kartu kredit yang bijak. Penggunaan kartu kredit sebaiknya sebagai alat pembayaran keperluan sehari-hari atau biaya bulanan yang sudah dianggarkan. Sehingga apabila tagihan bulanan datang maka dapat dibayar dengan lunas karena memang sudah ada pos anggarannya. Tidak dikenakan biaya bunga apapun.&lt;br /&gt;Kami tidak menganjurkan untuk mengambil uang tunai melalui ATM dengan kartu kredit. Karena selain beban administratif, bunga yang dibebankan juga sangat tinggi. Akan tetapi kemudahan ini tentu saja dapat digunakan terutama di saat kondisi darurat.&lt;br /&gt;Penggunaan lain yang juga kami sarankan adalah kartu kredit untuk keperluan darurat. Dengan memiliki kartu kredit kita memiliki plafon utang yang tersedia langsung untuk kebutuhan darurat. Apabila kita terpaksa menggunakannya maka yang harus selalu diingat adalah kewajiban membayar bunganya saat mencicil setiap bulan. &lt;br /&gt;Nah kalau kita mengikuti saran di atas berkaitan dengan kartu kredit, kami sangat yakin kita dapat merenda keuangan lebih baik lagi di masa depan. Kartu kredit bukan sekadar kartu gaya-gayaan, seperti yang banyak ditawarkan belakangan ini. Tapi merupakan kartu plastik yang bisa menjerumuskan kita ke dalam utang berkepanjangan.&lt;br /&gt;Ketiga topik utama yang kami ulas di atas, merupakan awal dalam membangun kehidupan keuangan yang lebih baik di masa datang. Dengan perencanaan yang dikelola secara baik dan bijak, kami yakin kehidupan keuangan kita di masa datang—berkeluarga—akan semakin nyaman. Semoga bermanfaat.n&lt;br /&gt;Tim ISOL (Sinar Harapan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-9094297432394171818?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/9094297432394171818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=9094297432394171818' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/9094297432394171818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/9094297432394171818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/mengelola-keuangan-di-usia-20.html' title='Mengelola Keuangan Di Usia 20-an'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-3062921886360104770</id><published>2007-10-18T00:30:00.001-07:00</published><updated>2007-10-18T00:30:29.814-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Apakah Satu Miliar Cukup Untuk Menjalani Masa Pensiun?</title><content type='html'>Sebut saja pasangan suami istri, Andi dan Tia, saat ini usia mereka diawal 50 tahunan. Mereka berharap uang yang selama ini ditabung untuk tujuan masa pensiun cukup untuk mereka gunakan. Saat ini Andi sebagai seorang arsitek, masih menjalani usahanya dengan baik. Sedangkan Tia, masih bekerja di sebuah perusahaan swasta dalam bidang advertising.&lt;br /&gt;Pasangan suami istri, Andi dan Tia, saat ini berusia 50-an, dan mereka tidak pernah berpikir menjadi seorang miliarder, tapi dari total tabungan atau investasi yang mereka lakukan selama ini mencapai angka 1 miliar rupiah. Selama kurang lebih 25 tahun mereka menyisihkan sebagai dari pendapatan bulanannya untuk tujuan menjalani masa pensiun dengan aman dan sejahtera.&lt;br /&gt;Namun demikian, 1 milliar rupiah saat ini tidaklah sama dengan 1 miliar rupiah 10 tahun yang lalu. Dengan 1 milia rrupiah 10 tahun yang lalu, kami sangat yakin dapat memenuhi semua kebutuhan yang Anda impikan dan menghapus mimpi buruk Anda mengenai kesulitan keuangan. Tapi apakah Rp 1 miliar saat ini dapat mencukupi kebutuhan masa pensiun?&lt;br /&gt;Andi dan Tia bermaksud uang Rp 1 miliar yang mereka kumpulkan hanya untuk memenuhi kebutuhan mereka selama pensiun. Apakah menurut Anda jumlah tersebut dapat mencukupi? Mari kita pelajari satu-persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa Kebutuhan Tahunan Selama Pensiun?&lt;br /&gt;Tentu saja, berapa lama satu miliar rupiah itu akan habis sangat dipengaruhi oleh pengeluaran atau kebutuhan yang diperlukan setiap tahunnya serta berapa lama Anda akan hidup. Dari sisi pengeluaran atau kebutuhan, banyak ahli keuangan yang mengatakan Anda membutuhkan minimal sekitar 70-80 persen dari pendapatan sebelum pensiun untuk dapat mempertahankan gaya hidup yang selama ini Anda jalani. Tentu saja Anda dapat mengeluarkan lebih sedikit dari ini, karena biasanya banyak pengaluaran regular yang tidak lagi Anda lakukan, seperti, cicilan mobil, rumah dan lain-lain. Namun, terkadang biaya lain meningkat seperti biaya pengobatan dan rekreasi atau berlibur bersama pasangan Anda. &lt;br /&gt;Dari sisi harapan hidup, saat ini dengan semakin majunya teknologi kesehatan dan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan makanan sehat, dapat dipastikan bahwa usia kita akan bertambah panjang. Dari sumber estimasi SUPAS, di dapat bahwa estimasi harapan hidup masyarakat Indonesia terus bertambah panjang. Tahun 1980, untuk laki-laki, usia harapan hidupnya sekitar 50 – 90 tahun. sedangkan wanita lebih panjang, 54 - 90 tahun. Tapi bila kita lihat di tahun 2000, usia harapan hidup untuk laki-laki menjadi 65 - 92 dan wanita menjadi 69 – 90 tahun. Kalau Anda perhatikan, selama kurang lebih 20 tahun, usia harapan hidup masyarakat Indonesia pada umumnya meningkat lebih 15 tahun. Jadi bagi Anda yang masih jauh masa pensiunnya, perhatikan 20 tahun mendatang mungkin akan naik 15 tahun lagi. (lihat tabel)&lt;br /&gt;Sebagai prakiraan perhitungan kebutuhan masa pensiun, kami bisa memberikan contoh perhitungannya seperti berikut ini. Misalkan pendapatan Andi dan Tia tahun lalu Rp 120.000.000. dengan asumsi usia pensiun 55 dan kenaikan pendapatan 5 persen pertahun, pendapatan sebelum masa pensiun sekitar Rp 170 juta. Prakiraan kebutuhan masa pensiun diambil 70 persen dari pendapatan, sehingga kebutuhan di awal masa pensiun per tahun adalah sekitar Rp 119.200.000. (lihat tabel)&lt;br /&gt;Nah, sekarang setelah kita mendapatkan kebutuhan tahunan yang dibutuhkan oleh Andi dan Tia, maka kita bisa mencoba menghitung, apakah satu miliar yang telah dikumpulkan bisa memenuhi kebutuhannya selama masa pensiun? Satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah inflasi. Inflasi menggerogoti nilai uang Anda. semakin panjang masanya akan semakin besar pula penurunan daya beli atau nilai uang Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari Berhitung&lt;br /&gt;Kita asumsikan tingkat inflasi 6 persen pertahun. Mari kita lihat bagaimana dengan kondisi keuangan Andi dan Tia selama masa pensiun. Enam tahun setelah memasuki masa pensiun mereka membutuhkan dana sekitar Rp 169 juta per tahunnya. Lima tahun kemudian mereka membutuhkan sekitar Rp 226,3 juta. Kenaikan ini diakibatkan oleh adanya inflasi. Oleh karena itu, dalam perhitungan ini sangat diharuskan untuk mempertimbangkan inflasi.&lt;br /&gt;Andi termasuk investor yang tidak terlalu suka dengan risiko. Ia lebih memilih investasi yang aman-aman saja. Walau begitu, ia sangat paham bahwa dengan pertimbangan investasi seperti ii kurang menjanjikan untuk masa pensiunnya.&lt;br /&gt;Kalau Andi mengambil investasi dengan prakiraan tingkat pengembalian sekitar 2 persen diatas inflasi (konservatif), maka uang 1 miliar rupiah yang telah dikumpulkan akan hanya bertahan sampai 10 tahun masa pensiunnya atau diusia sekitar 65-an. Namun, kalau Andi lebih sedikit agresif dan menempatkan pada investasi dengan prakiraan tingkat pengembalian sekitar 6 persen di atas inflasi, maka dana tersebut akan bertahan selama 14 tahun sampai usia mereka 69 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk Anuitas&lt;br /&gt;Selain Andi dan Tia tentunya bagi sebagian masyarakat, kehabisan dana yang telah dikumpulkan selama ini bisa sangat mengkhawatirkan. Oleh karena adakah satu produk yang dapat menjamin dana yang dibutuhkan selama kita masih hidup? Atau menjalani masa pensiun?&lt;br /&gt;Anuitas jawabnya. Produk ini pada dasarnya sama dengan prosuk asuransi, yaitu memberikan proteksi terhadap kehilangan penghasilan, tetapi berbeda dari fungsi utamanya. Asuransi jiwa memberikan proteksi atas kemungkinan seseorang kehilangan penghasilan karena meninggal terlalu cepat, sedangkan anuitas, memberikan proteksi atas kemungkinan sesorang membutuhkan penghasilan karena hidup terlalu lama. Produk ini bisa menjadi alternative pilihan yang kita butuhkan bila kita takut akan kehilangan pendapatan selama kita menjalani masa pensiun atau hidup kita lebih panjang daripada dana yang kita miliki.&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi saja, bila Andi membeli produk anuitas, misalkan untuk jenis anuitas joint life, dengan asumsi tarif premi 14,03, maka Andi akan menerima seumur hidupnya dan seumur hidup pasangannya setiap tahun sekitar Rp 71 juta-an. Tentunya ini kurang dari yang mereka butuhkan (dari hitungan di awal pertahun mereka memperkirakan kebutuhan sebesar Rp 119,200,000). Namun, dalam hal ini Anda tidak lagi dipusingkan kehabisan dana selam hidupnya, kalau ternyata Andi berumur panjang, sampai usianya 80 tahun-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Bisa Menjadi Sumber Dana yang Besar&lt;br /&gt;Disaat Anda masih bekerja dan membesarkan anak-anak, tentunya Anda membutuhkan ruang atau rumah yang cukup besar. Dengan berjalnnya waktu, anak-anak Anda sudah tidak lagi tinggal di rumah, mereka sudah mandiri, dan tinggal Anda dan pasangan Anda dirumah yang besar itu. Tinggal Anda dan pasangan Anda di rumah yang besar, tentunya membutuhkan banyak biaya.&lt;br /&gt;Andi dan Tia saat ini memiliki rumah yang cukup besar dan diderah perumahan yang relative baik. Apakah Andi membutuhkan ruang atau rumah segitu besar? Tentunya tidak. Untuk itu, rumah itu bisa Anda jual dan membli rumah yang mungil namun asri untuk menjalani masa pensiun Anda berdua dengan pasangan Anda. Dari sisa dana hasil penjualan rumah yang Anda miliki bisa menjadi sarana tambahan dana bagi Anda untuk menjalani masa pensiun yang diinginkan. &lt;br /&gt;Wah rumah kami dijual, tidaklah. Banyak sekali kenangan baik yang indah maupun sedih selama kami tinggal disana. Rumah biasanya memiliki histories tersendiri sehingga sulit untuk melepaskannya. Bila itu yang Anda rasakan, mungkin Anda bisa melakukan apa yang disebut reverse mortgages. Namun, fasilitas ini kami rasa belum ada di Indonesia. Tapi paling tidak Anda dapat mempelajari dan mendapat manfaat bila hal ini tersedia di Indonesia. &lt;br /&gt;Cara kerja reverse mortgages. Dalam hal ini biasanya bank yang memberikan jasa ini dimana Anda menyerahkan sertifikat tanah yang Anda miliki dan sebagai gantinya bank akan memberikan sejumlah dana secara regular selama masa yang ditentukan atau sampai Anda meninggal. Setelah masa itu berlalu, maka tanah dan bangunan dimana Anda tinggal menjadi hak bank tersebut. Dengan jasa ini, Anda dapat memanfaatkan rumah yang Anda miliki sebagai salah satu sumber pendapatan selama masa pensiun.&lt;br /&gt;Nah kembali ke pertanyaan judul di atas, apakah 1 miliar rupiah cukup untuk dapat hidup sejahtera selama masa pensiun? Bila pendapatan serta pengeluaran Anda sekitar pendapatan Andi dan Tia maka 1 miliar rupiah itu akan cukup bila:&lt;br /&gt;Anda siap menempatkan dana yang Anda miliki di investasi yang terdevirsifikasi dengan alokasi dana dalam saham selama masa pensiun yang Anda jalani.&lt;br /&gt;Anda bisa memanfaatkan semua aset yang Anda miliki (dalam hal ini rumah) sebagai alternatif sumber dana dimasa pensiun.&lt;br /&gt;Anda memiliki pertanggungan yang berbeda terhadap diri Anda dan pasangan Anda dari musibah terutama dari segi kesehatan.&lt;br /&gt;Apakah Andai akan pensiun? Kalau melihat dari cara kerja seorang arsitek sebenarnya Andi bisaja saja terus bekerja selama ia masih dibutuhkan&lt;br /&gt;Tentunya bila ia memutuskan untuk berhenti bekerja, maka dana yang sudah terkumpul harusnya sudah mencukupi untuk keperluan masa pensiun mereka. Bagaimana dengan Anda? n&lt;br /&gt;Tim ISOL (Sinar Harapan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-3062921886360104770?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/3062921886360104770/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=3062921886360104770' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3062921886360104770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3062921886360104770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/apakah-satu-miliar-cukup-untuk.html' title='Apakah Satu Miliar Cukup Untuk Menjalani Masa Pensiun?'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-2664629392228803287</id><published>2007-10-18T00:29:00.001-07:00</published><updated>2007-10-18T00:29:52.991-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Sebuah Pesan Kepada Wirausahawan Indonesia</title><content type='html'>Di era 1970-an, TVRI pernah menyiarkan siaran pembinaan kewirausahaan di bawah asuhan seorang tokoh bernama DR. Suparman Sumahamidjaya. Wah, inilah acara kegemaran saya, yang tidak pernah saya lewatkan setiap kali acara tsb. ditayangkan (setiap hari Selasa setiap minggu). Kalau tidak salah, itulah pertama kalinya -- dengan restu pemerintah – nilai-nilai kewirausahaan ditanamkan ke dalam benak masyarakat Indonesia melalui acara televisi. Tujuannya jelas, bahwa pemerintah menyadari keterbatasannya dalam hal penyediaan lapangan kerja, sehingga, dengan kampanye kewiraswastaan, masyarakat diharapkan dapat menolong dirinya sendiri secara ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa itu, istilah yang dipakai secara umum adalah “wiraswasta”, sedangkan istilah “wirausaha” baru muncul beberapa waktu kemudian, dan populer sampai sekarang. Menurut DR. Suparman, kata “wiraswasta” adalah terjemahan dari sebuah kata dalam bahasa asing (Perancis), “entrepreneur”, yang bila diuraikan akan menjadi seperti ini:&lt;br /&gt;wira, berarti berani, jujur, tulus dan berbudi luhur&lt;br /&gt;swa, artinya “sendiri”&lt;br /&gt;sta, maknanya “berusaha”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, kata-kata itu melukiskan figur seseorang yang menjalankan usaha secara mandiri, dilandasi sifat dan sikap yang luhur. Dengan demikian, seorang pengusaha, baik “wira”-swasta, mau pun “wira”-usaha, seharusnya memiliki sifat-sifat yang baik dan terpuji. Tidak berkolusi dengan pejabat, tidak memanipulasi takaran/timbangan, tidak serakah, tidak menyikut orang lain dan tidak mata duitan. Yang terakhir inilah yang sebenarnya ingin saya bahas dalam kesempatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperempat abad berlalu setelah era DR. Suparman, perkembangan kewirausahaan sungguh sangat menggembirakan. Meski pun pada kenyataannya, penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih diminati pelamar yang datang berduyun-duyun, namun di balik itu, ada fenomena yang bagi saya benar-benar mencengangkan. Sekarang ini, banyak sekali angkatan muda yang berminat, bahkan sangat terobsesi menerjuni bidang kewirausahaan. Kursus-kursus kewirausahan tumbuh bak jamur di musim hujan, bisnis waralaba terus merebak, tidak saja yang global, tapi terutama sekali yang lokal bertebaran di mana-mana. Klub-klub dan milis-milis entrepreneur juga bermunculan. Terlebih lagi, ternyata sudah banyak tokoh-tokoh muda Indonesia yang menjadi pakar bisnis, mentor-mentor kewirausahaan, konsultan-konsultan entrepreneurship yang naik ke panggung-panggung seminar, pelatihan serta lokakarya yang dengan begitu brilliannya membawakan topik-topik pembicaraan tentang kiat-kiat hidup sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saya kagum dan senang sekali dengan kenyataan bahwa kaum muda Indonesia sudah dapat berekspresi sedemikian rupa, cerdas dan bijak. Semoga fenomena ini tidak semata-mata fenomenal, seperti kata orang dulu, hangat-hangat tahi ayam, tapi akan terus berkembang dan bertumbuh. Makin banyak tokoh wirausaha yang dilahirkan, dan makin banyak pula pengusaha-pengusaha “bersih” yang muncul bahu-membahu memperkokoh ketahanan ekonomi bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi ala Amerika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada satu hal yang masih mengusik perasaan saya. Dari berbagai pembicaraan di seminar, di pembicaraan sehari-hari bahkan di milis, terlalu sering saya mendengar ungkapan “bagaimana menjadi kaya”. Apalagi setelah nama Robert Kiyosaki melambung, maka pemeo “retired young, retired rich” seakan sudah menjadi jargon kalangan muda yang menamakan diri sebagai “entrepreneur”. Apa benar seorang entrepreneur sejati, memotivasi diri hanya sebatas “retired young, retired rich”? Pensiun muda pensiun kaya? Setelah itu apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pengamat kewirausahaan, saya melihat bahwa wacana profesionalisme, kewirausahaan serta kiat-kiat hidup sukses banyak didominasi oleh tokoh-tokoh yang berasal dari Amerika. Mereka inilah yang banyak mencuatkan kata-kata tentang kekayaan, tentang kelimpahan uang, rumah mewah sampai kapal pesiar dan pesawat pribadi. Tiga puluh tahun yang lalu saja, orang sudah kenal dengan yang namanya Napoleon Hill. Tokoh ini sangat masyhur dengan bukunya “Think and Grow Rich” (Berfikir dan Menjadi Kaya). Seorang tokoh lain, Tyler G. Hicks, dalam bab pertama bukunya “How To Start Your Own Business..”menulis: “Ketahuilah Nikmat Menjadi Kaya. Hanya Dengan Bekerja Di Rumah.dst..” serta bercerita bagaimana dia menghabiskan waktu liburnya di atas kapal pesiar. Anthony Robbins dalam “Awaken The Giant Within” juga menyinggung soal kekayaan materi berupa pesawat pribadinya. Lantas muncul lagi Robert Kiyosaki yang mengajarkan bagaimana menjadi kaya dengan jalan menyuruh uang bekerja untuk kita. Lalu populerlah pemeo yang tadi: “retired young, retired rich”..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mengatakan bahwa menjadi kaya itu salah. Bahkan dalam banyak hal, menjadi kaya itu jauh lebih baik dari pada menjadi miskin. Saya hanya khawatir, bahwa kita sedang berbicara kepada publik di Indonesia yang sedang parah-parahnya terjangkit demam konsumerisme, materialisme serta korupsi Bukan tidak mungkin, penghamburan kata-kata tentang kekayaan serta motivasi berlebihan tentang kekayaan akan menjadikan orang terbius dengan angan-angan yang melambung, sehingga suatu saat, sewaktu sadar bahwa kekayaan itu tidak datang dengan segera, akhirnya mereka mengambil jalan pintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tidak ada hal lain yang lebih ideal untuk memotivasi orang agar mau bekerja keras?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya perlu diperbandingkan, mengapa pembicara-pembicara Amerika menggunakan isu kekayaan sebagai motif, dan bagaimana dampaknya bila hal yang sama diterapkan di Indonesia. Betapa pun Amerika jelas berbeda dengan Indonesia. Negeri Paman Sam adalah negeri termakmur di dunia, negara terkuat yang didukung oleh sumber daya manusia paling berkualitas di seantero jagat. Tingkat kemiskinan sudah bisa dianggap nol. Oleh sebab itu, tidak akan ada lagi wacana yang menarik publik Amerika, apabila yang dibicarakan hanya sekadar tentang bagaimana keluar dari perangkap kemiskinan, atau bagaimana mengatasi status pengangguran dengan jalan menjadi wirausahawan. Jelas itu tidak akan menarik lagi. Harus dicarikan hal lain yang lebih bombastis. Maka kekayaanlah yang dianggap cukup “menjual”, karena dengan menjadi kaya barulah orang di Amerika merasa bermakna dan “terpandang”. Di suatu negeri yang rata-rata warganya sudah mapan dalam hal ekonomi, menjadi kaya (raya) hanyalah merupakan refleksi sebuah prestasi. Tidak ada beban moral atas kekayaan itu, karena semua orang di sekitar juga sudah hidup berkecukupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini saya agak cemas, melihat betapa para motivator kita hanya mengedepankan isu kekayaan, kenikmatan hidup duniawi yang egoistis bahkan menjurus hedonis, serta mudahnya menjadi kaya, tanpa perlu kerja keras. Adakah kehidupan ini benar-benar semudah membalikkan tangan? Di tengah-tengah hiruk-pikuknya isu entrepreneurship sekarang ini, beberapa mentor, dalam usaha memotivasi para peminat bisnis, bahkan menggunakan slogan yang tidak tanggung-tanggung: “Kalau ingin kaya, jangan kerja keras, tapi jadilah pemalas..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, beliau-beliau ini secara tersirat ingin menganjurkan apa yang disebut dengan “smart work”, kerja cerdas yang memungkinkan efisiensi waktu, biaya dan energi demi pencapaian target dalam bingkai waktu yang telah direncanakan. Dan bukannya “hard work” versi buruh pabrik yang nyaris tidak pernah merasakan manisnya madu kesuksesan, karena kesuksesan itu telah menjadi hak milik abadi dari para majikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, slogan tetaplah slogan. Kalimat-kalimat pendek berisiko menyebabkan salah kaprah. Misalnya, menjadi pemalas itu tidak perlu diajarkan atau dianjurkan. Sifat malas memang sudah “bakat alam” semua manusia, apalagi orang Indonesia, termasuk saya. Jadi rasanya tidak perlulah menganjurkan orang menjadi pemalas. Kalau slogan lain mengatakan “Jadilah Kaya Hanya Dengan Bekerja Di Rumah”, maka kemungkinan besar orang akan menyerap kata-kata “kaya”nya saja, tapi mengabaikan kata “bekerja”. “Bekerja Di Rumah” akan menjadi berarti “Berleha-leha Di Rumah”. Pada saat sekian lama berleha-leha di rumah dan kekayaan tidak kunjung datang, maka jalan pintas pun menjadi pilihan berikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak contoh tentang orang-orang yang frustasi karena kepingin cepat kaya, lalu mengambil jalan pintas. Antara lain, bagaimana beberapa pengusaha berubah menjadi pembobol-pembobol bank, sebagian lagi mengedarkan bahkan membangun pabrik narkotika, penipu-penipu melalui sms hadiah, para birokrat yang menjalankan korupsi berjamaah dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kembali kepada slogan “retired young, retired rich”, hendaklah kita bertanya kepada diri sendiri, sudah sedemikian egoisnyakah kita? Di saat-saat bangsa dan negara sedang ambur-adul dengan rakyat miskin dan busung lapar yang masih begitu banyak bertebaran di seluruh pelosok tanah air, tegakah kita berfikir untuk menjadi kaya-raya, pensiun muda lalu pergi keliling dunia dengan kapal pesiar dan pesawat pribadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali ada baiknya kalau kita mengambil acuan yang lebih sesuai. Kalau kita harus ber-“xenophilia” (gandrung dengan segala sesuatu yang berasal dari negeri asing), maka kita dapat menemukan pebisnis-pebisnis yang sangat ideal, yang pengarahan-pengarahannya lebih sesuai dengan kondisi Indonesia, antara lain Kim Woo Chong, CEO sekaligus pendiri dari imperium bisnis asal Korea, Daewoo. Atau Akio Morita, salah satu pemilik perusahaan raksasa dari Jepang, yaitu Sony. Kalau harus nasionalis, kita akan dapat menemukan pengusaha dengan idealisme tinggi, tidak lain adalah Thayeb M. Gobel, pendiri PT National Gobel. Dan kalau kita harus berbicara secara sedikit spiritual, kita juga akan bisa menyimak apa yang dikatakan oleh Mahatma Gandhi, atau meneladani Nabi yang juga pengusaha sekaligus penguasa, yaitu Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kata mereka dan bagaimana cara mereka memotivasi orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahkanlah Sedikit Idealisme Dalam Berbisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idola saya dalam dunia usaha, adalah Kim Woo Chong, pendiri Daewoo. Kim tidak pernah merekomendasikan aktivitas yang bersifat hura-hura atau hedonisme. Jangankan berlibur dengan menikmati nyamannya kapal pesiar, bermain golf pun tidak pernah ia lakukan, meski perangkat golf yang paling canggih dia punya. Padahal, umumnya pegusaha pasti memanfaatkan permainan ini paling tidak sebagai sarana lobi. Begitu juga nonton bioskop, nyanyi di karaoke, minum-minum di pub dan lain sebagainya, pantang bagi Kim Woo Chong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua aktivitas yang bersifat hura-hura diharamkan oleh Kim. Karena apa? Ia berpendapat, meski memiliki uang triliunan rupiah, ia tidak berhak menggunakannya secara semena-mena. Apalagi untuk kegiatan yang tidak jelas manfaatnya. Setiap sen dari uang yang dikeluarkan, harus dapat dipertanggungjawabkan, karena semua uang tersebut berasal dari jerih payah serta tetesan keringat bayak orang. Mulai dari karyawan, buruh, mandor, manajer, pemasok barang, sampai pelanggan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kim juga tidak suka akan wacana “pensiun muda, pensiun kaya”. Ia sangat kecewa ketika suatu kali bertemu dengan seorang pemuda penyandang gelar MBA, yang menyatakan tidak sanggup bekerja di Daewoo karena takut kerja keras. Bahkan ketika ditanya apa cita-citanya, sang pemuda menjawab bahwa ia ingin bekerja di perusahaan asing yang mau memberinya gaji besar tanpa harus kerja keras. Setelah beberapa tahun, dengan uang gaji yang dikumpulkannya, ia akan berhenti kerja, pensiun, lalu bersama pacarnya akan membuka kafe dan hidup santai, tenang dan tenteram sepanjang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap seperti ini, menurut Kim, adalah cerminan dari sikap mental “melempem dan egois” yang ditunjukkan oleh tipikal generasi muda Korea, yang terlanjur terkena “sindrom kenyamanan”, sebagai dampak kemajuan industrialisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya dari egoisme, seharusnya setiap generasi memiliki semangat pengorbanan, bekerja demi kesejahteraan banyak orang dan terutama sekali, demi kesejahteraan generasi berikutnya. Itulah kunci kenapa Amerika menjadi sebuah negeri yang benar-benar makmur dengan rakyatnya yang sejahtera. Generasi pendahulu merekalah yang telah bekerja keras membangun Amerika dari sejak ditemukannya, diteruskan oleh generasi-generasi berikutnya, sampai terwujud Amerika yang kaya raya seperti sekarang ini. Itulah idealisme yang seyogyanya dikobarkan oleh para motivator bisnis di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua usaha atau perusahaan yang baik dan ideal, umumnya dimulai dari sebuah idealisme. Bukan sekadar untuk menjadi kaya sendiri untuk kemudian berfoya-foya keliling dunia dan menghabiskan waktu di klub-klub malam. Mari kita lihat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) DAEWOO: Kim Woo Chong memulai usahanya dengan satu acuan tentang bagaimana mengatasi penderitaan bangsanya seusai Perang Korea di mana negara tersebut jatuh ke dalam kondisi ekonomi yang benar-benar hancur. Ia tidak memvisualisasikan dirinya kelak menjadi orang kaya, tapi sebaliknya ia mencita-citakan bangsa dan negara Korea yang bisa mengejar ketinggalannya dalam bidang-bidang ekonomi dan teknologi, terhadap negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Untuk bisa mengejar ketinggalan itu, ia menyimpulkan bahwa orang Korea harus mampu bekerja dalam jumlah jam kerja yang 2 kali lebih banyak dari jam kerja orang Amerika. Kim kemudian mencontohkan, bagaimana ia sendiri bekerja setiap hari mulai dari jam 5 pagi sampai jam 9 malam, sementara orang lain bekerja mulai dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) SONY CORP: Akio Morita, memutuskan untuk mendirikan perusahaannya, Sony, dengan satu motivasi yang muncul akibat melihat bagaimana hancur luluhnya Jepang setelah dibom atom oleh Amerika. Peristiwa tersebut merupakan indikator bahwa bangsa Jepang ternyata masih kalah di segala bidang oleh Amerika, oleh karenanya, bangsa Jepang harus menebus kekalahannya itu dengan bekerja dan belajar sungguh-sungguh. Tidak satu literatur pun yang menceritakan bahwa Akio Morita berkhayal untuk menjadi orang kaya yang pelesiran ke sana ke mari keliling dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) PT NATIONAL GOBEL: Thayeb Mohammad Gobel, tadinya adalah seorang karyawan yang bekerja untuk orang lain. Tapi hati kecilnya berkata lain, bahwa ia ingin memiliki usahanya sendiri. Niat dan cita-citanya itu segera dia cetuskan, segera setelah melihat bagaimana banyak orang di Jakarta mandi, mencuci bahkan berkumur di kali Ciliwung yang airnya begitu kotor dan keruh, jauh dari nilai-nilai kesehatan. Ia insyaf itulah gambaran kemiskinan rakyat Indonesia dan ia berbulat tekad untuk berkontribusi mengatasi penderitaan banyak orang melalui perusahaan yang didirikannya, PT National Gobel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) MAHATMA GANDHI: adalah seorang tokoh politik sekaligus spiritual di India. Ia memberikan pengarahannya kepada masyarakat banyak tentang nilai-nilai sebuah aktivitas (kerja), yang jauh lebih berharga daripada uang (hasil kerja):” Kebahagian sejati itu terletak pada aktivitas kerja, bukan pada hasil kerja itu sendiri”..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) NABI MUHAMMAD: Nabi Muhammad adalah seorang pedagang atau pengusaha, dan dalam perjalanan hidupnya ia bahkan menjadi seorang Khalifah (Kepala Negara). Sebagai seorang pemimpin yang berkuasa atas seluruh Jazirah Arab, maka kekayaan beliau sudah sulit untuk diukur, saking kayanya. Tapi apa yang dijalankan beliau dalam hidupnya adalah, ia hanya tinggal di sebuah rumah gubuk sederhana, tidur di atas selembar tikar sederhana pula, serta makan ala kadarnya. Jauh dari yang namanya hura-hura dan pemanjaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks apa yang saya paparkan di atas, maka saya ingin sekali mengajak saudara-saudara, teman-teman dan rekan-rekan para entrepreneur, calon entrepreneur, para mentor dan pelatih bisnis, instruktur pelatihan kewirausahan, para pembicara seminar dan lokakarya, agar seyogyanya dapat me-review isu-isu motivasinya yang selama ini mungkin hanya sebatas pada kekayaan materi semata. Sebab, isu kekayaan berisiko menimbulkan berbagai dampak yang kurang baik, antara lain orang menjadi egoistis dan kurang kepedulian pada sesama. Karena, bukankah kalau seseorang ingin menjadi kaya, harus ada pula mereka yang miskin? Di samping itu, motivasi kekayaan biasanya bersifat rapuh, karena, jika setelah sekian waktu bekerja dan ternyata kekayaan tidak kunjung datang, maka orang akan mudah putus asa dan malas bekerja lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terakhir, orang akan terperangkap dalam sebuah gaya hidup yang disebut “Money Centered Life”, kehidupan yang berpusat kepada uang. Pada saat uang meninggalkan seseorang, maka hancur pulalah hidup orang tersebut. Sudahkan Anda pernah membaca kisah tentang akhir kehidupan yang tragis dari orang-orang super kaya Amerika yang terjebak dalam “Money Centered Life”, seperti Charles Schwab, Jessy Livermore, Ivan Krueger, Samuel Insull, Howard Hopson, Arthur Cotton, Richard Whitney, Leon Frasier, dan Albert Fall? Kalau belum dan Anda tertarik untuk membacanya, Anda bisa menghubungi saya dan saya akan mengirimkan 1 kopi dari cerita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini saya persembahkan kepada segenap bangsa Indonesia tidak dengan maksud apa-apa, selain daripada panggilan jiwa untuk peduli kepada nasib bangsa ini, nasib sebagian besar saudara-saudara kita yang masih diterpa berbagai penderitaan berupa kemiskinan, kemelaratan, kelaparan serta kebodohan. Marilah kita bersama-sama bekerja keras membangun negeri tercinta ini melalui jalur apa saja sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, terutama para rekan sejawat yang menyatakan diri sebagai entrepreneur, bekerjalah terus guna meraih kesejahteraan yang maksimal dan merata, yang bisa dinikmati semua warganegara secara adil. Lupakanlah wacana untuk menjadi kaya sendiri, dan lupakanlah semua khayalan tentang pensiun muda, karena wirausahawan tidak mengenal kata pensiun. Selama hayat dikandung badan, selama itu pula kita bisa berkontribusi pada orang banyak. Lupakan pula semua kesenangan duniawi, pelesiran dan hura-hura. Jangan lakukan itu selama masih sangat banyak saudara-saudara kita yang miskin dan kelaparan, yang anak-anaknya kurus kering kurang gizi dan tidak mampu bersekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALAM WIRAUSAHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusman Hakim&lt;br /&gt;Pengamat Kewirausahaan&lt;br /&gt;(http://rusmanhakim.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-2664629392228803287?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/2664629392228803287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=2664629392228803287' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2664629392228803287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2664629392228803287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/sebuah-pesan-kepada-wirausahawan.html' title='Sebuah Pesan Kepada Wirausahawan Indonesia'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-3447960191622813306</id><published>2007-10-18T00:28:00.002-07:00</published><updated>2007-10-18T00:29:22.501-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Up Your Service!</title><content type='html'>Kemarin pagi saya berbincang-bincang dengan salah seorang pelanggan Manet (http://manetvision.com). Melihat track record pembeliannya, saya lihat cukup mengesankan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Iseng-iseng saya tanya bagaimana kesannya terhadap Manet selama ini. Apakah ada kekurangan yang perlu diperbaiki?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan antusias ibu itu bercerita mengenai pengalamannya bermitra dengan Manet. Memang ada kekurangan, misalnya tidak tersedia ukuran untuk orang gemuk dan sebagainya. Tapi secara keseluruhan dia puas dengan pelayanan Manet selama ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi, jika dibandingkan dengan pengalamannya berbisnis dengan perusahaan lain, dengan Manet dia jauh lebih puas. O ya? Iya, katanya segala kekurangan di perusahaan lain itu sepertinya ditutupi oleh Manet. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya mengangguk-angguk senang mendengar penuturannya. Alhamdulillah, komitmen ini tetap kami jaga sampai sekarang. Kami memang ingin hubungan bisnis dengan para mitra secara setara dan saling menguntungkan. Artinya, benar-benar menguntungkan, bukan manipulasi seperti yang banyak terjadi sekarang ini. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan adanya komitmen pelayanan seperti ini akan menghasilkan pelanggan yang happy. Kebahagiaannya itu juga sekaligus menjadi kebahagiaan kami dan insya Allah bernilai ibadah juga. Jadi, keuntungan itu tidak sekedar materi saja, seperti kata Aa Gym. Bisnis itu harus menghasilkan nilai tambah dari sekedar materi. Saya nggak mau berceramahlah soal ini. Aa Gym adalah rujukan saya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Konsep NILAI TAMBAH yang sering disampaikan oleh Pak Tung itu benar-benar powerful. Sekarang customer ditawari berbagai macam produk dan jasa. Tentunya mereka akan memilih yang nilai tambahnya paling tinggi baginya. Istilah GOOD, BETTER, BEST tidak cukup lagi sekarang ini. Orang mencari yang EXCELLENT. Sudahkah bisnis saya memberikan yang excellent? Wah, masih jauh tuh. Tapi saya sudah set dalam pikiran saya, bahwa bisnis saya HARUS mengarah ke sana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Create WOW factor dalam pelayanan anda. Bikin customer anda terkaget-kaget dengan pelayanan yang diberikan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada buku menarik mengenai service ini dari Ron Kaufman, judulnya Up Your Service! (http://upyourservice.com) Ron Kaufman dikenal luas secara internasional berkat tangan dinginnya membuat Singapore Airlines sebagai perusahaan penerbangan yang memberikan service yang tak tertandingi.&lt;br /&gt;(http://roniyuzirman.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-3447960191622813306?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/3447960191622813306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=3447960191622813306' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3447960191622813306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3447960191622813306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/up-your-service.html' title='Up Your Service!'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-1343391146007809354</id><published>2007-10-18T00:28:00.001-07:00</published><updated>2007-10-18T00:28:54.147-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Mau Jadi Perusahaan Sungai Atau Perusahaan Kubangan?</title><content type='html'>Orang yang berpikiran "dangkal" percaya kepada keberuntungan, yang bijak dan tangguh percaya kepada sebab akibat. Demikian kata Ralph Waldo Emerson seperti yang dikutip oleh Rhenald Kasali dalam peluncuran buku barunya berjudul "River Company: Apa yang Membedakan CNI dengan Perusahaan Kubangan" di Hotel Sari Pan Pacific, Kamis 7 Desember kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini bertutur tentang sejarah perjalanan dan filosofi bisnis CNI, sebuah perusahaan pelopor MLM di Indonesia. Nilai-nilai filosofi River Company ini sangat menarik untuk dikaji. Sungai yang mengalir dan memberikan manfaat bagi kehidupan di masyarakat menjadi ilham bagi perusahaan yang genap berusia 20 tahun ini. Rhenald Kasali dari MM UI bahkan terlambat dalam menulis buku ini, karena sudah didahului oleh Peking University yang telah menerbitkan filosofi CNI ini dalam kajian ilmiahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bedanya River Company dengan Puddle Company (Perusahaan Kubangan)? River Company ibarat sungai yang mengalir dan memberikan segala manfaat kepada masyarakat dan lingkungan. Puddle Company adalah perusahaan yang seperti air keruh dalam kubangan, tidak mengalir, tidak memberi manfaat. Perusahaan inilah yang banyak kita lihat melakukan money game, illegal logging, banjir lumpur panas, perilaku tidak terpuji karyawan, perusak lingkungan, skandal saham dan akuntansi, dan bank bodong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berhati-hatilah terhadap mereka yang menjanjikan atau berbicara soal kekayaan melulu, sebab mereka dapat merampas kekayaan yang sudah kita miliki", kata Rhenald mengutip kata-kata Onad L. Sakai. Anda pernah ditawari bisnis atau investasi yang menjanjikan untung 100% sebulan? Inilah ciri-ciri Perusahaan Kubangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja karakter Perusahaan Sungai? Ada 8 karakter disebutkan oleh Rhenald, yaitu:&lt;br /&gt;1. Mata air yang terus mengalir&lt;br /&gt;2. Pembawa perubahan&lt;br /&gt;3. Prinsip ekologis&lt;br /&gt;4. Nilai bersama&lt;br /&gt;5. Adaptif&lt;br /&gt;6. Citra diri kuat&lt;br /&gt;7. Melintas batas&lt;br /&gt;8. Menciptakan Virtuous Circle&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai penjelasan dari masing-masing karakter itu, silakan baca aja deh. Yang jelas buku ini menarik. Apalagi bagi kita-kita yang bisnisnya masih tahap start up, sungguh berharga pembelajaran yang diberikan oleh perusahaan CNI ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam FUUUNtastic!&lt;br /&gt;Untuk TDA Book Club&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Roni&lt;br /&gt;(http://roniyuzirman.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-1343391146007809354?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/1343391146007809354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=1343391146007809354' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/1343391146007809354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/1343391146007809354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/mau-jadi-perusahaan-sungai-atau.html' title='Mau Jadi Perusahaan Sungai Atau Perusahaan Kubangan?'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-6880712951075555185</id><published>2007-10-18T00:27:00.002-07:00</published><updated>2007-10-18T00:28:21.172-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Risiko Wirausahawan Dalam Pengembangan Bisnis</title><content type='html'>Seiring dengan perkembangan usaha yang biasanya diikuti dengan perubahan gaya manajemen, maka pada saat yang sama para wirausahawan dihadapkan pada berbagai risiko. Bagi sebagian wirausahawan yang memiliki keberanian dan kematangan berpikir risiko-risiko tersebut mungkin sudah diantisipasi dan dapat dilalui dengan baik. Namun bagi sebagian wirausahawan yang lain, risiko yang harus dihadapi dalam pengembangan usahanya bisa jadi dirasakan terlalu berat dan penuh ketidakpastian sehingga mereka lebih memilih untuk mempertahankan status quo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko Riil &amp; Psikologis &lt;br /&gt;Pada dasarnya ada dua risiko yang dihadapi oleh para wirausahawan ketika diberikan kesempatan untuk mengembangkan usahanya. Kedua risiko tersebut adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Risiko Riil, adalah risiko yang terlihat, bisa dihitung, bisa diantisipasi dan bisa dihindari. Termasuk dalam risiko ini adalah: &lt;br /&gt;  1.Kehilangan modal baik yang sudah ditanam dan akan ditanamkan ke dalam perusahaan &lt;br /&gt;  2.Kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan, di masa sekarang ataupun masa depan &lt;br /&gt;  3.Kehilangan mata pencaharian untuk menutupi kebutuhan sehari-hari &lt;br /&gt;  4.Kehilangan kendali atas kekuasaan yang selama ini dimilikinya (decision-making) karena ada pengalihan gaya bisnis keluarga menjadi gaya bisnis profesional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Risiko Psikologis, adalah risiko yang tidak terlihat, tidak bisa dihitung, bisa diantisipasi, tetapi belum tentu bisa dihindarkan. Termasuk dalam risiko ini adalah: &lt;br /&gt;  1.Kehilangan reputasi (hilang muka, nama besar, citra, dsb) dan risiko menanggung malu &lt;br /&gt;  2.Kehilangan kepercayaan – pada diri sendiri dan pada orang lain (Menjadi paranoid atau blind-dependency) &lt;br /&gt;  3.Kehilangan perasaan “potent” atau mampu yang akan menyebabkan hilangnya rasa percaya diri &lt;br /&gt;  4.Kehilangan jatidiri (terutama bagi mereka yang sudah menganggap keberadaan perusahaan sebagai keberadaan dirinya sendiri) &lt;br /&gt;  5.Kehilangan motivasi untuk berjuang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan &lt;br /&gt;Dari keempat risiko riil yang dihadapi oleh seorang wirausahawan seperti yang disebutkan di atas, risiko yang seringkali terlewatkan dan tidak dipertimbangkan secara mendalam adalah risiko terakhir, yaitu kehilangan kendali atau kekuasaan karena perubahan gaya bisnis keluarga ke gaya bisnis profesional. Banyak wirausahawan yang menganggap hal ini bukan sebuah risiko yang harus dipertimbangkan dan tetap memaksakan untuk mempertahankan gaya bisnis lama ke dalam perusahaannya. Kenyataannya, gaya ini seringkali tidak bertahan lama dan mungkin akan membawa kerugian lain (kehilangan kesempatan). Di lain pihak penerapan gaya bisnis tersebut justru membuat para profesional tidak dapat memberikan kemampuan terbaik yang mereka miliki. &lt;br /&gt;Dampak utama dari pengabaian resiko tersebut adalah perusahaan yang lamban berkembang dan sumberdaya yang ada menjadi tidak efisien. Revenue perusahaan tetap tetapi cost menjadi lebih tinggi karena adanya investasi baru dan menyebabkan menurunnya keuntungan. Selain itu, para pekerja menjadi bingung karena banyak keputusan yang ambivalen dan tidak jelas arahnya sesuai dengan kebingungan dan ketidak-jelasan sikap wirausahawan. Ibaratnya, perusahaan menjadi sebuah mobil mewah dengan kapasitas 4000 cc dengan harga beli miliaran tetapi hanya bisa digunakan beberapa kali saja saat liburan karena beban biaya untuk digunakan di Jakarta ketika jam bubaran kantor di tengah hujan rintik sangat tinggi. Akibatnya, si pemilik akan mengencangkan ikat pinggang dan berusaha menekan pengeluaran lain, biasanya pengeluaran variabel, seperti gaji, fasilitas, dan logistik demi mempertahankan cash-flownya. Keuntungan akan menjadi kerugian dan pemilik akan merasa kelelahan sendiri karena bekerja lebih keras hanya untuk menutupi biaya yang bertambah besar itu. &lt;br /&gt;Mengapa begitu sulit bagi seorang wirausahawan menyerahkan kendali perusahaan kepada para profesionalnya? Jawabnya adalah karena banyak diantara mereka merasa frustrasi dengan para profesional yang seringkali bersikap arogan dan tidak nyambung dengan kebutuhan, visi dan misi si wirausahawan. Frustrasi para pemilik ini lalu dilontarkan sebagai keluhan bahwa mencari manajer atau orang yang tepat sangat sulit, apalagi mencari orang yang memiliki profesionalisme yang tinggi. Coba kita dengar keluhan umum para pengusaha yang antara lain: &lt;br /&gt;• “Kita bukannya tidak mau memberikan wewenang dan tanggungjawab kepada para profesional tetapi tolonglah carikan orang yang tepat. Kita sering kecewa dengan para manager kita” &lt;br /&gt;• “Ah, sulit untuk berbisnis besar di Indonesia karena kualitas sumberdaya manusianya begitu rendah sehingga tidak mungkin produktivitas itu tinggi” &lt;br /&gt;• “Yang paling bikin susah punya bisnis di Indonesia adalah urusan ketenaga-kerjaan; susah sekali mengatur orang, sudah malas, bodoh, tidak mau mengerti, bisanya hanya menuntut, dan harus diatur dengan keras karena seringkali diberi hati malah minta ampela” &lt;br /&gt;Keluhan di atas sangat umum dan mungkin sudah sangat sering kita dengar, tetapi apakah kenyataannya benar demikian??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Pencegahan &lt;br /&gt;Keluhan-keluhan seperti yang disebutkan di atas seharusnya tidak perlu terjadi jika para wirausahawan sudah mempersiapkan infrastruktur sumber daya manusia sejak keputusan pengembangan perusahaan dibuat. Seperti halnya dalam perencanaan keuangan, sumberdaya ini harus dibuat secara rinci dan jelas mengikuti rencana pengembangan perusahaan. Hal-hal yang harus dipikirkan adalah arah pengembangan perusahaan, ruang lingkup &amp; fungsi SDM yang dibutuhkan (manager lini atau eksekutif puncak), kualitas yang sesuai dengan visi dan keadaan perusahaan, wewenang &amp; tanggung jawab yang dia akan miliki, jenis kepribadian yang sesuai dengan perusahaan dan wirausahawan, dsb. &lt;br /&gt;Dalam kenyataannya, perencanaan SDM ini jarang dilakukan oleh para wirausahawan bahkan seringkali dilupakan. Hal yang lebih sering terjadi adalah SDM baru dicari dan direkut ketika kebutuhan untuk itu sudah sangat mendesak, sehingga proses pencarian profesional seringkali tidak efektif, karena dilakukan tergesa-gesa dan tanpa perencanaan yang matang. Penempatan para profesional di dalam perusahaan menjadi proses “tambal sulam”. Akibatnya, pembajakan terhadap tenaga profesional sering terjadi, padahal belum tentu profesional hasil bajakan tersebut tepat dengan kebutuhan perusahaan, mengingat kondisi dan iklim kerja yang berbeda. Akhirnya tidak jarang si wirausahawan menjadi kecewa apalagi ditambah dengan biaya rekrutmen yang biasanya cukup tinggi. Idealnya proses rekrutmen dan seleksi tentu harus melalui beberapa tahapan, termasuk perencanaan dan standard kualitas SDM yang rinci, agar perusahaan bisa mendapatkan para profesional yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut.(jp)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Lilly H. Setiono (e-psikologi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-6880712951075555185?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/6880712951075555185/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=6880712951075555185' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/6880712951075555185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/6880712951075555185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/risiko-wirausahawan-dalam-pengembangan.html' title='Risiko Wirausahawan Dalam Pengembangan Bisnis'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-854232746187335725</id><published>2007-10-18T00:27:00.001-07:00</published><updated>2007-10-18T00:27:50.835-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Cara Meningkatkan Laba</title><content type='html'>Strategi dasar bagaimana corporate meraih untung. Saya menggunakan ini sebagai acuan dalam membuat sasaran proyek untuk corporate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diketahui adalah, bahwa ada tiga cara yg biasa dilakukan perusahaan untuk meningkatkan laba&lt;br /&gt;1. Meningkatkan pendapatan; dengan menjual lebih banyak produk atau jasa&lt;br /&gt;2. Mengurangi biaya; dengan menekan pengeluaran&lt;br /&gt;3. Menggunakan aset-aset perusahaan secara lebih baik; dengan melakukan lebih banyak pekerjaan dengan sedikit biaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan trend yg berkembang sekarang, solusi bisnis tidak lagi berkutat pada efisiensi. Saat ini, segala sumber daya termasuk investasi IT lebih difokuskan utk meningkatkan revenue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Guntar)&lt;br /&gt;http://bintangtauladan.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-854232746187335725?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/854232746187335725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=854232746187335725' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/854232746187335725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/854232746187335725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/10/cara-meningkatkan-laba.html' title='Cara Meningkatkan Laba'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-1163597113636589643</id><published>2007-09-03T15:46:00.002-07:00</published><updated>2007-09-03T15:49:16.612-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Langkah Memulai Usaha</title><content type='html'>Berniat membuka usaha sendiri, tapi bingung harus mulai darimana? Memang tak mudah untuk memulai usaha, tapi jika Anda bisa menjawab pertanyaan berikut, berarti Anda siap memulainya:&lt;br /&gt;Apakah bidang usaha yang akan digeluti itu cukup potensial?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bagaimana prospeknya?&lt;br /&gt;Seberapa ketat persaingannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Siapa kira-kira yang akan menjadi pesaing usaha tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bagaimana cara menghadapinya?&lt;br /&gt;Apa target usaha tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bagaimana mencapainya?&lt;br /&gt;Dari segi hukum, apa yang perlu disiapkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Apa saja penghalangnya?&lt;br /&gt;Apa nama usaha (perusahaan) itu?&lt;br /&gt;Berapa dana yang dibutuhkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bagaimana memenuhinya?&lt;br /&gt;Dimana usaha tersebut akan dijalankan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Apakah sudah mempersiapkan kantornya?&lt;br /&gt;Sarana atau peralatan apa yang dibutuhkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bagaimana mendapatkannya?&lt;br /&gt;Apa tersedia asuransi yang memadai?&lt;br /&gt;Apakah Anda sudah memiliki supplier atau pemasok bahan baku?&lt;br /&gt;Sistem manajemen seperti apa yang akan diterapkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Siapa yang akan menjalankan operasional usaha sehari-hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Berapa karyaan yang dibutuhkan?&lt;br /&gt;Bagaimana sistem pemasaran dan distribusi produk atau jasa yang akan dihasilkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bagaimana agar masyarakat mengenal produk atau jasa yang akan dipasarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak bisa menjawab semua pertanyaan itu, maka sebaiknya Anda mengkaji ulang niat membuka usaha sendiri, sampai benar-benar siap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-1163597113636589643?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/1163597113636589643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=1163597113636589643' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/1163597113636589643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/1163597113636589643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/09/langkah-memulai-usaha.html' title='Langkah Memulai Usaha'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-861858883237578179</id><published>2007-09-03T15:46:00.001-07:00</published><updated>2007-09-03T15:46:38.069-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Leverage : A Word That Makes People Millionaires!</title><content type='html'>Secara sederhana, leverage berarti daya ungkit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan tahun yang lalu, seorang ilmuwan bernama Archimedes pernah mengatakan : " Give me a lever long enough and a place to stand and I will move the entire earth."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya sejak ribuan tahun yang lalu, Archimedes sudah mengerti hebatnya sebuah daya ungkit sehingga beliau berani mengatakan bahwa bila dia diberikan pengngkit yang cukup panjang, kuat dan tempat untuk menumpu, maka dia akan bisa menggerakan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhana dalam kehidupan sehari2 adalah alat dongkrak mobil. Dengan alat dongkrak ini, maka sebuah mobil yang sangat-sangat berat dengan mudahnya dapat diangkat dengan satu tangan menggunakan dongkrak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leverage punya makna yang kurang lebih sama, yaitu :&lt;br /&gt;" How to do more, with less ." (Roger Hamilton)&lt;br /&gt;" Do the work once, get pay forever ." (Brad Sugars)&lt;br /&gt;" The power to control a lot with just a little ." (One Minute Millionaire)&lt;br /&gt;" Leveraging is about duplicating a high-value item or skill at a much lower cost." (Brian Sher)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat tulisan yang lalu : Wealth = Value x Leverage&lt;br /&gt;Untuk dapat mencapai kesuksesan yang besar, ternyata Anda tidak cukup bila hanya memiliki produk atau jasa yang bagus (Value yang besar). Anda butuh tahu bagaimana Anda me-leverage bisnis Anda sehingga hasilnya menjadi berlipat ganda dan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leverage = speed, semakin baik Anda me-leverage bisnis Anda, maka semakin cepat juga Anda mencapai kesuksesan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda me-leverage bisnis Anda tergantung kepada apa bisnis Anda, apakah Anda bergerak dibidang jasa atau Anda memasarkan sebuah produk. Atau apakah Anda menjual diri Anda? Misalkan Anda seorang bintang film, dokter, pengajar, mc, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun berbeda2, konsepnya tetap sama, yaitu bagaimana Anda bisa mencapai hasil yang jauh lebih banyak dengan usaha yang lebih kecil/sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 ide tentang leverage , ini saya pelajari dari Roger Hamilton, yaitu :&lt;br /&gt;1. Multiply = How can this be done WITHOUT me ?&lt;br /&gt;2. Magnify = How can this be done ONLY with me ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MULTIPLY&lt;br /&gt;Bagaimana bisnis / usaha Anda bisa makin berkembang dan bermultiplikasi tanpa terus menerus mengandalkan Anda , atau bahkan tanpa Anda di dalamnya sama sekali.&lt;br /&gt;Dengan ide ini artinya Anda menciptakan suatu sistem pada bisnis Anda, sehingga customer Anda mau membeli produk/jasa Anda semata-mata bukan karena Anda, dan Anda kemudian dapat membukanya dimana-mana untuk meningkatkan penghasilan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Misal Anda seorang koki yang pintar masak dan makanan Anda disukai orang, tetapi belum tentu Anda bisa melipatgandakan penghasilan Anda, karena customer hanya mau makan bila yang masak adalah Anda. Jika Anda tidak ada, customer tidak jadi makan di tempat Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa me-leverage usaha Anda, maka Anda harus menciptakan sebuah sistem kerja, dimana Anda membuatkan sebuah sistem dan cara kerja yang dapat ditiru oleh anak buah Anda, sehingga tanpa Anda, masakan yang dihasilkan tetap konsisten dan enak. Akhirnya customer tetap mau makan, walaupun Anda tidak disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah mencapai tahapan itu, leverage selanjutnya adalah Anda bisa memultiplikasi restoran Anda, dengan demikian berarti penghasilan Andapun menjadi meningkat dan bermultiplikasi pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila semula penghasilan Anda di 1 restoran katakan 50 juta/bulan, maka dengan memultiplikasi menjadi 10 restoran, penghasilan Anda (asumsi rata2 sama) maka menjadi 500juta. WOW ! Uniknya baik dengan 1 ataupun 10 restoran, waktu yang berlaku adalah sama, yaitu 1 bulan. Tapi bedanya luar biasa, 10 kali lipat, artinya Anda berhasil mempercepat waktu dan penghasilan Anda dari 10 bulan menjadi 1 bulan. Dari 50 juta menjadi 500juta. Itulah leverage ! Doing more with less.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAGNIFY&lt;br /&gt;Bagaimana Anda bisa meningkatkan/melipatgandakan penghasilan Anda, bila usaha Anda memang mengandalkan diri Anda? Misalkan Anda seorang artis, MC, bintang iklan, negosiator, pengajar, private designer, dsbnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus memikirkan cara yang sebaliknya dari multiplikasi, yaitu magnify (ingat magnet!) bagaimana semuanya hanya bisa terjadi kalau ada Anda. Bagaimana membuat orang lain hanya mengandalkan Anda seorang, bila bukan Anda, mereka tidak mau atau tidak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantowi Yahya yang pernah menyandang gelar MC 1 milyar, adalah salah satu contoh dari praktek magnifiy. Bagaimana dia berhasil mengangkat dirinya menjadi MC yang paling top di Indonesia. Sehingga beberapa event besar dan internasional mau membayarnya sebagai MC walaupun bayarannya mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lainnya, misalnya Tukul yang saat ini sangat ngetop dengan show-nya Empat Mata. Coba Anda bayangkan betapa eratnya show Empat Mata dengan Tukul, pernahkah Anda berpikir, bila Tukul diganti, kira2 apakah rating Empat Mata akan tetap tinggi, atau malah jeblok? Atau malah bisa naik? Wah kalau saya pribadi sich, pasti akan menganggap malah jeblok, karena orang2 memang nonton Empat Mata itukan karena kepengen liat Tukul. Kalau diganti dengan Tantowi Yahya, yach shownya bubar. Harus diganti dengan show model lain. Begitu kira2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain David Beckham, coba liat gerak gerik Beckham, mulai dari gayanya, dandanannya, skillnya, kisah hidupnya, dll benar2 sangat menguatkan citra Beckham. Rupanya Beckham tahu kalau dia bukan hanya sekedar pemain bola biasa, tetapi dia adalah salah satu icon pemain bola, dia juga adalah bintang iklan top, suami dari penyanyi ngetop, dan juga disebut2 sebagai trend setter dunia mode. Tidak heran kalau lantas Beckham mendapat bayaran "gila" ketika pindah ke sepakbola Amerika, dengan bayaran 1 juta/detik. WOW !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oprah Winfrey Show, wanita kulit hitam terkaya di dunia dengan talkshownya yang luarbiasa. Kira2nya bila Oprah Show di-host oleh orang lain, apakah bisa? Mungkin tidak ada yang mau nonton lagi. Semua maunya nonton Oprah. Oprah memang luar biasa, dia bikin majalah dengan namanya dibalik : HARPO. Bikin Oprah's Reader Club, Yayasan Sosial, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Donald Trump juga tidak mau ketinggalan, walaupun dia adalah seorang pebisnis dan punya berbagai usaha, salah satunya yang utama ada properti. Tetapi Trump juga tidak mau ketinggalan untuk me-magnify dirinya.&lt;br /&gt;Tahu acara "The Apprentice", disana Trump berhasil me-leverage dirinya dengan sukses. Orang melabelkan dirinya sebagai seorang pengusaha panutan yang sukses. Dan dalam waktu yang sama Trump menggunakan Apprentice Show untuk meningkatkan nilai namanya sendiri "TRUMP", semua jasa/usahanya yang menggunakan nama TRUMP secara otomatis meningkat. Selain itu pada acara itu secara tak langsung Trump mempromosikan secara gratis proyek2 propertinya. Lalu Trump juga me-leverage dengan menulis buku2 bisnis/sukses yang kini laku dan best seller. Brilliant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So bagaimana dengan Anda? Apa usaha Anda? Anda harus tahu dulu dengan cara apa Anda harus leverage, apakah dengan cara magnify atau multiply? Apakah Anda ingin usaha Anda berjalan tanpa Anda, atau Anda ingin mencari uang dengan makin mengandalkan Anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tulisan yang mendatang saya akan menuliskan tentang 5 cara menerapkan leverage, semoga berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The key to leverage is how you use it."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(http://frankytanz.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-861858883237578179?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/861858883237578179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=861858883237578179' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/861858883237578179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/861858883237578179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/09/leverage-word-that-makes-people.html' title='Leverage : A Word That Makes People Millionaires!'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-411819884903768968</id><published>2007-09-03T15:45:00.002-07:00</published><updated>2007-09-03T15:46:02.251-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Five Kinds Of Leverage</title><content type='html'>Master it &amp; you will make a lot of money !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 5 jenis leverage dan bila Anda benar-benar menguasainya, maka Anda hampir bisa dipastikan telah menguasai setengah jalan menuju kesuksesan usaha Anda.&lt;br /&gt;Semua millionaire telah mengetahui dan menguasai hal ini, bahkan mereka benar-benar ahli dalam menerapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Waktu&lt;br /&gt;Banyak orang tidak menyadari bahwa waktu adalah aset yang paling berharga.&lt;br /&gt;Bila Anda kehilangan uang, Anda dapat mendapatkannya kembali. Namun bila waktu berlalu, tidak ada satu cara pun untuk mengembalikannya.&lt;br /&gt;Salah satu cara untuk me-leverage waktu Anda adalah dengan mendelegasikan semua pekerjaan kepada orang lain, dan Anda HANYA mengerjakan hal dimana HANYA Anda yang bisa mengerjakannya dan HANYA fokus kepada pekerjaan/hal2 yang menghasilkan pemasukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita temukan pengusaha yang serba bisa, dia jago bikin laporan keuangan, jago bikin surat, jago produksi, pintar bikin proposal, bikin penawaran,dsbnya. Memang banyak yang mengatakan kalau bisa dikerjakan sendiri kenapa harus bayar orang lain, bukankah lebih baik berhemat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang betul, apalagi usaha yang Anda jalankan masih terbilang baru, tetapi pada tahapan yang berikutnya, Anda harus bisa dan mau mendelegasikan semua pekerjaan yang bisa dikerjakan orang lain dan Anda hanya fokus memikirkan dan mengerjakan hal-hal yang membawa profit kepada usaha Anda. Boleh dikatakan Anda harus lebih fokus kepada marketing, yaitu cara, tindakan, konsep, pemikiran apa yang bisa membawakan hasil lebih baik bagi usaha Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda dapat melakukannya, maka Anda telah me-leverage waktu Anda. Sudah saatnya membuang segala kesibukan dan kerepotan yang tidak ada hubungannya dengan proses meningkatkan profit Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tenaga&lt;br /&gt;Ini mirip dengan waktu, yaitu bagaimana Anda me-leverage tenaga Anda dengan meng-hire orang lain atau membeli peralatan/mesin yang dapat meringankan beban/tenaga Anda dan ujung-ujungnya juga kepada waktu Anda.&lt;br /&gt;Jutaan orang menginginkan sebuah pekerjaan, mereka lebih mementingkan security daripada opportunity. Jadi rasanya tidak sulit untuk mempekerjakan orang lain ketimbang Anda sendiri yang turun tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hal lain, tentunya patut dipertimbangkan peralatan kerja/mesin untuk dapat me-leverage tenaga, walau kadang biayanya mahal, namun dalam hitungan jangka panjang, akan membawa keuntungan bagi Anda dari segi waktu, tenaga dan tentunya konsistensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengalaman&lt;br /&gt;Mana lebih baik, duduk bicara bersama seorang pebisnis yang sudah sukses, atau coba-coba sendiri memulai bisnis Anda ?&lt;br /&gt;Saya sich lebih suka ngobrol dengan pebisnis itu, kalau memang harus dan perlu, biar saya saja yang bayarin makannya, atau kalau perlu saya antar jemput sekalian.&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;Karena kita bisa me-leverage dengan mengambil pengalaman dari sang pebisnis sukses tsb.&lt;br /&gt;Dia sdh melewati hambatan dan tantangan bisnis hingga bisa sukses, untuk apa kita coba trial and error lagi sendiri, buang uang, waktu, tenaga, frustasi, dsb.&lt;br /&gt;Kalau bisa menyerap ilmu &amp;amp; pengalaman orang lain, itu akan mem-boosting usaha kita.&lt;br /&gt;Bayangkan bila seminggu sekali bisa duduk bareng dengan Robert Kiyosaki belajar investasi properti, ga sampe 1 tahun, pasti Anda sudah profit besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ide&lt;br /&gt;Pernah lihat iklan perusahaan yang mengadakan sayembara berhadiah bagi umum untuk mengirimkan ide kreatif tentang produk/promosi dari perusahaan tsb?&lt;br /&gt;Perusahaan tsb pasti sedang ingin me-leverage dengan mengambil ide dari orang lain.&lt;br /&gt;Hadiahnya tidak seberapa, paling2 cuma 10-20 juta, atau paling cuman handphone, tapi dalam waktu sekejap ribuan ide masuk ke perusahaan tsb.&lt;br /&gt;Dalam sekejap ide2 diperoleh, tinggal dianalisa, evaluasi lalu akhirnya diterapkan oleh perusahaan dan BOOM, make a lot of money ! Cuman dengan modal handphone yang harganya ga sampe 10juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tahu buku best seller seri Chicken Soup yang terkenal itu? Anda pikir itu penulisnya yang bikin? Itu adalah kumpulan tulisan yang dikumpulkan dari penjuru dunia (or US?) yang kemudian tinggal dipilih dan dibundel jadi satu seri. Bayangkan betapa hebat leverage-nya, ide tulisan dari orang lain, tapi benar2 powerful karena merupakan kisah nyata yang memberikan inspirasi.&lt;br /&gt;Tapi yang menarik keuntungan? Jelas yang bikin buku itu :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Uang&lt;br /&gt;Nah yang terakhir adalah leverage uang. Uang tidak dapat dipungkiri memang merupakan salah satu sumber daya yang besar dalam pencapaian kesuksesan. Asal bisa mengelolanya dengan baik.&lt;br /&gt;Orang sering terbentur dengan modal, nah kalau nungguin modal melulu, bisa-bisa ga mulai2 usaha. Alternatifnya ya mulailah dengan usaha yang memang modal kecil, tapi kalau tetap butuh modal ada beberapa cara misalnya meminjam dengan teman/saudara, berhutang, pake kartu kredit, patungan/kerjasama, bagi hasil, share saham, dsbnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi terus terang kalau saya pribadi tidak mengusulkan hutang, apalagi kalau dengan bunga tinggi, memang ada istilah hutang baik, itu berarti Anda selesaikan dulu PR Anda sebelum memutuskan berhutang apakah 99% pasti berjalan sesuai dengan perhitungan Anda.&lt;br /&gt;Bila tidak, apalagi masih coba2 dan belum proven, lebih baik jangan berhutang. Gunakan semaksimal mungkin apa yang ada pada Anda terlebih dulu.&lt;br /&gt;Kadang modal/uang juga dapat menjadi ukuran bagi kesiapan diri kita. Kalau uang/modal masih dikit, berarti mungkin memang Anda belum siap untuk usaha dengan modal besar, lakukanlah secara bertahap, step by step, hingga terkumpul dana/modal yang lebih besar utk ekspansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih baik mungkin dengan bekerjasama dengan orang yang punya uang, itu berarti Anda harus berbagi keuntungan, tetapi tidak jadi masalah, karena Anda juga sesungguhnya berbagi resiko dengan org tsb. Hanya sejak dari awal harus jelas, bahkan bila perlu harus ada hitam putihnya, agar usahanya langgeng dan tidak ribut2 di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum kalau urusan 1-2 juta masih baik2, tapi kalau sudah 100-200 juta, apalagi 1-2Milyar, bisa konflik bahkan gontok2an memperebutkan usaha atau keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah 5 jenis leverage, kalau sudah tahu dan mengerti ya mesti mulai dicoba (kalau mau), asal jangan lupakan sistem !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti yang saya tahu, para millionaire dunia sangat-sangat mahir menggunakan 5 jenis leverage ini. Makanya dalam waktu singkat mereka bisa punya usaha macam2 tetapi berhasil juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah2an kita semua juga bisa demikian.&lt;br /&gt;Daggg...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(http://frankytanz.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-411819884903768968?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/411819884903768968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=411819884903768968' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/411819884903768968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/411819884903768968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/09/five-kinds-of-leverage.html' title='Five Kinds Of Leverage'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-3506204755976605442</id><published>2007-09-03T15:45:00.001-07:00</published><updated>2007-09-03T15:45:24.800-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Harta Termahal</title><content type='html'>Kalau ditanya harta termahal Anda apa ? Apa jawaban Anda ?Sebagian orang mungkin bilang rumah, mobil, emas dll. Sebagian mungkin bilang keluarga, kesehatan, teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah. Semua benar tergantung cara pandang masing-masing orang. Tapi ada satu harta kita yang termahal setelah nyawa dan kesehatan kita. Apakah itu ? Itu adalah NAMA BAIK. Atau bahasa orang pinter adalah INTEGRITAS&lt;br /&gt;Kita bisa mempunyai banyak teman dan keluarga. Tapi jika nama baik kita sudah tercemar keluarga ataupun teman tidak bakal mau mendekati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebesar apapun harta kita tidak ada orang yang akan menghormati kita. Bank pun juga sangat memperhatikan nama baik seseorang atau suatu mereka menyebutnya track record.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi dalam berbisnis, sekali saja kita cacat dimata rekanan atau pelanggan susah sekali untuk memulihkan kepercayaan mereka. Jadi....mulailah menjaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ardhian/Yoyok&lt;br /&gt;De Limabelas Furniture&lt;br /&gt;(http://yoyoksd.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-3506204755976605442?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/3506204755976605442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=3506204755976605442' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3506204755976605442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3506204755976605442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/09/harta-termahal.html' title='Harta Termahal'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-4993610335596050443</id><published>2007-09-03T15:44:00.001-07:00</published><updated>2007-09-03T15:44:46.779-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Strategis Bukan Bokis</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu saya jalan-jalan sama anak saya disekitar rumah. Saya melihat ada iklan sewa mobil ditempel di banyak tiang listrik dan telpon. Iklan tsb di tempel dimana-mana kalau saya pikir mungkin orang ini bisa habis 1 rim buat nempelin iklan tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyinya begini, "Disewakan Mobil Panther, Kijang dan Espass + Sopir Rp. 170.000 hubungi telp ...". Iseng-iseng saya coba telpon. Ternyata orangnya bilang yang ada tinggal Panther yang lain lagi keluar. Terus saya tanya nama dan alamat. Begitu dia bilang nama dan alamat saya kaget, ini kan saudara saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita saya ke rumahnya. Dia kaget juga sudah lama nggak ketemu. Ngobrol ngalor-ngidul eh ternyata dia cuma punya mobil panhter saja. Yang lain nggak ada. Saya tanya kalau ada yang mau sewa kijang atau espass gimana ? Ah gampang bilang saja mobilnya lagi disewa. Atau kalau memang terpaksa aku bisa sewain mobil temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya itu cuma strategi dia kalau diiklan hanya menuliskan mobil panther saja tentu berbeda bila yang dituliskan panther, kijang dan espass. Jika kita punya 3 mobil, orang akan berpikir kalau kita punya persewaan cukup bonafid dibandingkan kalau punya 1 mobil saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ardhian/Yoyok&lt;br /&gt;(http:\\yoyoksd.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-4993610335596050443?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/4993610335596050443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=4993610335596050443' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4993610335596050443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4993610335596050443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/09/strategis-bukan-bokis.html' title='Strategis Bukan Bokis'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-6780061989932023887</id><published>2007-09-03T15:43:00.001-07:00</published><updated>2007-09-03T15:43:48.795-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Menggali Ide Bisnis</title><content type='html'>Titik awal keberhasilan seorang wirausahawan berawal dari penggalian ide bisnis. Banyak kisah para pebisnis yang konsisten menggeluti bisnis yang “tidak dianggap” sebelumnya, kini menjadi pebisnis sukses yang namanya diperhitungkan. Bagaimana kiat menggali ide bisnis ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggali ide bisnis bukanlah perkara yang gampang. Ketika seorang calon wirausahawan berpikir : saya akan berbisnis apa ? Saat itulah persoalan menggali ide bisnis mulai muncul. Belum lagi pertanyaan : apakah produk yang saya jual, akan menghasiklan uang ? Dan, pertanyaan selanjutnya : jasa apa yang akan ditawarkan yang bisa memberikan pendapatan yang lebih besar ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teoritis, ide bisnis bisa digali dari apa yang bisa dilihat, didengar dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan pakar ekonomi telah membagi kebutuhan manusia menjadi berbagai jenis kebutuhan mulai yang bersifat primer, sekunder, sampai tertier. Ide bisnis bisa dipilih dari upaya pemenuhan kebutuhan manusia tersebut.&lt;br /&gt;Persoalannya, bagi mereka yang sama sekali belum pernah berbisnis, mencari ide-ide bisnis yang bisa memberikan penghasilan alternatif bukanlah perkara yang gampang, meskipun bukan hal yang mustahil untuk diperoleh. Diperlukan kemauan keras untuk memupuk jiwa kewirausahaan, mau belajar hal-hal baru, mau mencari peluang, berani mencoba formula bisnis, dan tentu saja belajar mengelola resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, seringkali ide bisnis mengalir begitu saja ketika kita tidak siap menerimanya. Begitu juga sebaliknya, saat sedang dipikirkan dan digali, seringkali ide bisnis tidak datang-datang, bahkan sampai pikiran buntu pun, ide bisnis tidak terlintas sama sekali. Namun demikian, bukan berarti ide bisnis tidak bisa dipancing keluar.&lt;br /&gt;Beberapa langkah berikut ini, mudah-mudahan dapat membantu Anda untuk menemukan ide bisnis yang sesuai dengan karakter dan kesenangan Anda. Bagaimana pun, berbisnis yang sesuai dengan karakter Anda akan lebih menyenangkan, dibandingkan dengan berbisnis karena keterpaksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari yang gagal.&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya belajar bisnis dari yang gagal. Mengapa ? karena ada kemungkinan kita bisa memulainya dengan kesuksesan. Kegagalan bisnis yang dilakukan orang lain, merupakan pelajaran penting bagi Anda untuk mengoreksi jalan yang salah menjadi benar dan lebih baik lagi. Namun demikian, belajar dari yang sukses pun sangat dianjurkan, karena dengan demikian Anda telah belajar memulai sistem yang sudah terbukti berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca informasi terbaru.&lt;br /&gt;Pada saat ini cukup banyak buku-buku yang diterbitkan mengenai kewirausahaan dan peluang usaha, sehingga Anda dengan leluasa bisa memilih, bisnis apa yang sesuai dengan Anda. Bahkan tabloid Peluang Usaha, yang secara rutin menyajikan informasi-informasi mengenai peluang bisnis bisa menyegarkan pikiran Anda untuk menggali ide-ide bisnis yang lebih segar dan lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menemukan ide usaha.&lt;br /&gt;Dari informasi tersebut akan akan memperoleh banyak ide bisnis. Misalnya : melayani kebutuhan, menjual eceran, menjual penemuan, duplikasi usaha, menjual ketrampilan, usaha pelatihan, usaha keagenan, barang koleksi, buka kantor konsultan, bisnis MLM, membeli waralaba, membeli usaha prospektif, membeli usaha yang bangkrut, membuka kios, atau pun usaha bersama.&lt;br /&gt;Tentu saja, persoalannya tidak berhenti sampai di situ, karena setelah seorang wirausahawan bisa menangkap ide bisnis sebagai peluang bisnis yang bisa menghasilkan uang, maka ia harus bisa memperhitungkan berbagai aspek untung-rugi jika ide bisnis tersebut dijalankan. Termasuk resiko gagal – kemungkinan terburuk yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, ada dua perspektif yang harus diperhatikan jika menangkap ide bisnis. Pertama, informasi yang berhasil dihimpun mengenai bisnis tersebut harus lengkap dan akurat. Lebih bagus lagi, apabila akurasinya sangat tepat, karena data dan informasi yang diperoleh sangat lengkap dan up to date. Hal ini penting, untuk meminimalisasi resiko gagal.&lt;br /&gt;Kedua, proses pengambilan yang cepat, tidak berarti keputusan yang terburu-buru, tetapi harus dicermati dengan pola pemikiran yang terbuka dan positif, dan juga perencanaan yang matang, dengan demikian pengambilan keputusan yang diambil pun bisa lebih sistematis dan terukur.&lt;br /&gt;Selamat datang menjadi wirausahawan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUSSINESS WISDOM : Anda dapat menggiring seekor kuda ke tempat air, tetapi Anda tidak dapat membuatnya minum. Tugas Anda, sebagai seorang pebisnis, adalah membuatnya haus. Itulah sebabnya Peter F Drucker mengatakan, “business is create a costumer”. Bisnis bukan semata-mata berusaha bagaimana membuat produk, akan tetapi bagaimana menciptakan pelanggan. (Indra Ismawan, penulis buku Easy Way To Build Your Own Business).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dimuat di Majalah PROSPEKTIF Edisi No 18, Volume 8, 08-14 Mei 2006.&lt;br /&gt;(http://infowirausaha.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-6780061989932023887?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/6780061989932023887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=6780061989932023887' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/6780061989932023887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/6780061989932023887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/09/menggali-ide-bisnis.html' title='Menggali Ide Bisnis'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-362100586459030531</id><published>2007-09-03T15:42:00.001-07:00</published><updated>2007-09-03T15:42:57.012-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Bisnis Orang Kreatif</title><content type='html'>Di dunia bisnis, kreatifitas mendatangkan untung lebih banyak. Setidaknya ini yang saya pahami. Saya memang bukan seorang wirausaha atau pedagang. Masih menjadi pengamat saja, belum terjun kedalamnya. Tetapi tak ada salahnya angkat bicara dalam dunia bisnis karena cara inilah yang juga dilakukan oleh Rasulullah, beliau disamping sukses menjadi pemimpin negara, juga sukses menjadi seorang pebisnis. Semoga setelah saya menulis catatan ini ada semangat baru untuk memulai berbisnis secara serius. Hari ini saya akan bercerita kepada Anda tentang kreatifitas bisnis yang saya temui di kota tempat saya menempuh pendidikan saat ini, kota Purwokerto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda seorang pedagang besar dan maupun wirausahawan ulung, boleh abaikan cerita saya. Tapi bagi siapa saja yang sedang belajar berbisnis, luangkan waktu sejenak saja untuk sekedar membaca cerita saya ini, siapa tahu bisa mendatangkan inspirasi dalam mencari celah serta ide brilian untuk sebuah usaha baru nantinya. Siapa tahu pula, Anda justru mempunyai cerita seru lagi tentang sebuah bisnis yang menguntungkan, halal dan gampang sehingga saya bisa belajar dari Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama usaha kreatif itu adalah “Tela-Tela”, sebuah merak datang. Sekitar 10 gerobok bisa ditemukan di sepanjang kampus. Produknya, berasal dari ketela pohon, dipotong kecil-kecil, digoreng, dikasih bumbu tabur (rasa keju, jagung, balado dll). Satu bungkus dijual seharga Rp 3.000. Penggagas ide bisnis ini kreatif, dia bisa membangun bahan dasar ketela yang selama ini citranya adalah makanan “ndeso” menjadi lebih terkesan makanan “kota”. Entah, siapa yang menggagasnya, sampai saat ini saya belum menemukan orangnya. Yang pasti, bisnis itu sedang marak di Purwokerto dan mencuri perhatian para pelaku bisnis yang sudah bermunculan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis tersebut juga cukup efektif. Dalam arti dijalankan oleh satu orang saja bisa. Bermodalkan satu gerobak, tentunya berisi peralatan seperti kompor, wajan , minyak goreng serta bahan dasarnya, yaitu ketela pohon beserta bumbunya. Selain itu, beberapa kursi plastik untuk tempat duduk pembeli yang biasanya menunggu 3-5 menit sampai produk siap dibungkus dan diberikan. Cukup simple. Bisnis tersebut juga tidak memerlukan tempat yang luas, cukup mangkal di pinggir jalan yang mungkin hanya dikenai pajak beberapa rupiah saja. Sebagai usaha kecil, penghasilan dari usaha itu lumayan. Tentu saja, yang paling banyak untungnya adalah bos dari pemilik usaha waralaba tersebut. Tinggal menerima setoran saja dari 10 gerobak usahanya, bahkan jika dimekarkan, usahanya tentu lebih banyak menguntungkan lagi secara finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, apa yang saya ceritakan ini sebagai contoh kasus saja. Anda bisa mengabaikannya atau menjadikannya referensi untuk sebuah usaha baru yang belum ada sebelumnya. Bisnis memang memerlukan ide-ide kreatif, sesuatu yang baru. Ia tidak datang dengan sendirinya, pencarian peluang, pemikiran masak-masak disertai perhitungan yang matang bagi sebuah usaha, inilah nilai lebih dari sebuah ide kreatif para pebisnis. Dan, seperti rumus dalam bisnis, khususnya wirausaha mandiri. Persoalan latarbelakang pendidikan tidak terlalu penting. Ketajaman membaca peluang, inilah yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, bagi Anda yang tertarik memulai usaha baru. Selamat datang didunia bisnis. Mulailah dengan ide-ide kreatif, sesuatu yang baru, sesuatu yang belum ada sebelumnya. Bagi orang daerah, tak perlu lah terlalu bernafsu “Mengejar Jakarta”. Lebih enak membuka usaha sendiri, berwirausaha dengan kreasinya masing-masing. Tantangan tentu ada, hal ini wajar dalam dunia bisnis. Nah, sepertinya berwirausaha mandiri perlu mendapat apresiasi lebih bagi siapa saja, disamping ikut juga ikut membantu pemerintah mengurangi pengangguran. Sungguh mulia bukan. Khusus bagi pengusaha muslim, jangan lupa zakat 2,5% untuk membantu sesama dan sekaligus membersihkan harta kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yon’s Revolta, Kota Satria, 21 Februari 2007&lt;br /&gt;(Yang mendadak punya ide bisnis)&lt;br /&gt;http://penakayu.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-362100586459030531?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/362100586459030531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=362100586459030531' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/362100586459030531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/362100586459030531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/09/bisnis-orang-kreatif.html' title='Bisnis Orang Kreatif'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-3808782464876587267</id><published>2007-09-03T15:41:00.002-07:00</published><updated>2007-09-03T15:42:31.329-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Bisnis Bagi Pemula</title><content type='html'>Beruntunglah mereka yang memiliki keluarga pengusaha. Sejak kecil, sudah dibiasakan dengan kegiatan-kegiatan bisnis. Sehingga tidak heran, mereka sudah tidak canggung lagi ketika suatu saat menjalankan bisnis mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak seberuntung itu. Keluarga besar saya, baik dari pihak Ibu maupun Bapak sangat jarang yang menjadi pedagang/pengusaha. Menjadi PNS, anggota TNI/Polri maupun karyawan, adalah profesi utama keluarga saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah saya akan menerima begitu saja nasib saya? Hanya karena saya tidak terbiasa dengan kegiatan bisnis, atau pola pikir/mindset seorang pengusaha, terus saya akan menyerah dan selamanya menjadi karyawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman memang penting. Tapi kita tidak harus mengalaminya sendiri. Pengalaman orang lain juga bisa dijadikan pelajaran. Untunglah, saya menemukan website Pendiri TDA (http://roniyuzirman.blogspot.com) ini. Saya juga berkesempatan untuk mengikuti workshop Enterpreneur University-nya Pak Purdi E Chandra (http://purdiechandra.com). Sejak itu, proses menjadi seorang pengusaha sepertinya mengalir begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di TDA, banyak sekali inspirasi maupun tips yang sifatnya street smart. Di EU, selain mendapatkan tips-tips bisnis, saya juga bertemu dengan partner bisnis saya sekarang, yaitu Candra (http://candrasyarif.blogspot.com) dan Zainal (http://zainalafandi.blogspot.com). Masih ada satu partner lagi yaitu Juni. Tanpa kita sadari, kita berempat ternyata memiliki kompentensi masing-masing, yang saling melengkapi. Candra kuat di keuangan, maklumlah, latar belakang keluarganya memang pengusaha semua. Juni sangat bagus di SDM dan birokrasi. Zainal, sebagai manajer sebuah perusahaan konsultan, kemampuan manajerialnya sangat bagus. Sementara saya sendiri lumayan bagus di ide-ide marketing, dan bisa memanfaatkan kontraktor-kontraktor rekanan perusahaan tempat saya bekerja untuk merenovasi tempat usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkesimpulan, seseorang yang sangat awam di bidang bisnis seperti saya tetap bisa menjadi seorang pengusaha jika melakukan hal-hal seperti berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tetap belajar dan selalu open mind. TDA adalah resources yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berkolaborasilah. Sangat beresiko bagi seorang awam untuk mencoba berbisnis sendiri. Dengan berkolaborasi, modal menjadi lebih ringan, dan semua hal bisa dipikirkan bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perluas networking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah langkah untuk berpindah ke kuadran kanan versi saya. Barangkali dari pembaca ada yang mau menambahkan?&lt;br /&gt;Ahadi (http://ahadisaja.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-3808782464876587267?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/3808782464876587267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=3808782464876587267' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3808782464876587267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3808782464876587267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/09/bisnis-bagi-pemula.html' title='Bisnis Bagi Pemula'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-4639615865991395915</id><published>2007-09-03T15:41:00.001-07:00</published><updated>2007-09-03T15:41:38.432-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Hubungan Sebab Akibat Dalam Bisnis</title><content type='html'>Dalam posisi saya sekarang di departemen Business Solution, saya belajar bagaimana melihat pertautan dari berbagai fenomena bisnis yang terjadi. Pemahaman mengenai bagaimana suatu bisnis berjalan itu ternyata lebih dari sekedar mengenal istilah2 bisnis dan memahami artinya. Namun juga pemahaman akan bagaimana istilah2 itu saling bertautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semisal gini; Pengawasan inventaris yang buruk akan berdampak negatif terhadap angka pemesanan. Jika angka pemesanan merosot, kesetiaan pelanggan akan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain; piutang. Jika piutang tidak terkontrol, aliran kas akan terpengaruh. Sehingga perusahaan harus mengambil kredit (berhutang) untuk menutupi kewajiban2 jangka pendek, dan bunga yang harus dibayar atas uang pinjaman itu dapat mengurangi profitabilitas (kemampuan memperoleh laba).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua adalah Sebab-Akibat dalam bisnis dalam bentuk reaksi berantai. Dari hal semacam ketajaman bisnis terasah. Tapi biarpun kita bisa mempelajarinya, ternyata pelanggan punya persepsi sendiri tentang hubungan sebab akibat tersebut.&lt;br /&gt;http://bintangtauladan.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-4639615865991395915?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/4639615865991395915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=4639615865991395915' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4639615865991395915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4639615865991395915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/09/hubungan-sebab-akibat-dalam-bisnis.html' title='Hubungan Sebab Akibat Dalam Bisnis'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-3156837812184974114</id><published>2007-09-03T15:40:00.002-07:00</published><updated>2007-09-03T15:41:00.275-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>Kartu Nama Tanpa Kertas</title><content type='html'>Benda yang satu ini tidak pernah lepas dari orang bisnis. Karena memang inilah jembatan membangun komunitas atau membangun jaringan. Kartu nama tetap belum tergantikan oleh phonebooknya handphone. Karena kartu nama bersifat khas yang juga mencerminkan pribadi pemiliknya. Karena dari situ biasanya oran bisa menilai. Kadang ada kartu nama yang dibuat asal-asalan pokoknya ada nama, tempat usaha, telpon, sudah cukup. Padahal hal tersebut bisa mempengaruhi penilaian orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih penting lagi sebenarnya bukan hanya itu. Jika Anda mempunyai sesuatu yang spektakuler yang bisa dihubungkan dengan Anda maka itulah kartu nama Anda. Misalnya Pak Purdie dengan Primagamanya, karena Primagama sangat terkenal dan identik dengan Purdie (meskipun sempat dikira milik Rano Karno). Kemanapun Pak Purdie pergi meskipun tanpa kartu nama orang sudah mengerti bahwa beliau pemilik Primagama dan pengusaha sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang kenal Pak Aman Jagau sebelum menikah dengan Angel Lelga ? Tidak banyak penduduk Indonesia mengenalnya. Sekarang kalau ditanya siapa Aman Jagau ? Banyak yang akan menjawab beliau pengusaha batu bara. Siapa lagi ? banyak contoh-contoh yang lain, seperti Jaya Suprana dengan Kelirumologi dan MURI, Joger dengan Pabrik Kata-Kata, Bob Sadino dengan celana pendeknya (saya baru tahu kalau perusahaan beliau bernama Kem Chick pokoknya setahu saya beliau ini pengusaha sukses dan nyentrik itu saja...ternyata gaya nyentriknya berhasil melambungkan namanya meskipun banyak yang tidak tahu latar belakang dan usahanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TDW dengan Financial Revolution, Robert Kiyosaki dengan Rich Dad Poor Dad. Donald Trump dengan The Apprenticenya, AA Gym dengan Manajemen Qalbu dan (he...he Poligaminya), Ary Ginanjar dengan ESQnya, Puspo Wardoyo dengan Poligami Award dan tidak ketinggalan rekan-rekan kita sendiri disini seperti Cak Bukhin dengan bukunya yang miliarder-miliarder itu. ...pokoknya banyak deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang tidak harus terkenal untuk sukses tapi akan sukses lebih cepat jika terkenal. Bahkan ada pepatah Arab yang mengatakan "Kalau mau terkenal kencingi sumur Zam-Zam". Jadi mulailah bikin yang aneh-aneh atau spektakuler tapi positip ya ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Ardhian/Yoyok&lt;br /&gt;(http://yoyoksd.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-3156837812184974114?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/3156837812184974114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=3156837812184974114' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3156837812184974114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3156837812184974114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/09/kartu-nama-tanpa-kertas.html' title='Kartu Nama Tanpa Kertas'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-6519481772933873062</id><published>2007-09-03T15:40:00.001-07:00</published><updated>2007-09-03T15:40:31.308-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>Manfaat Pesta untuk Karir Anda</title><content type='html'>Tidak berhasil negosiasi secara resmi di kantor, Anda bisa melakukannya kembali di sebuah pesta informal. Tapi tentu, ada aturan mainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta, yang nyata-nyata bersuasana informal, tetap bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis atau karir. Bahkan sejumlah eksekutif sengaja membuat pesta atau menjamu relasi, untuk memperlancar urusan bisnis mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demiakian juga Anda. Bila urusan bisnis mandek, kenapa tidak mencoba memanfaatkan pesta sebagai alternatif jalan keluar? Terserah, mau membuat pesta sendiri, atau memanfaatkan pesta yang dibuat relasi. Tentu saja, menghindari KKN itu jauh lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buat perencanaan&lt;br /&gt;Tentukan dulu tujuan Anda menghadiri pesta. Hanya untuk ‘setor muka’, bertemu CEO, atau kenalan dari perusahaan lain? Kalau sudah, rencanakan pendekatan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kelilingi ruangan&lt;br /&gt;Biarpun Anda bepergian dengan teman, tapi jangan sampai Anda tergantung kepadanya. Maksudnya, Anda tetap harus berkeliling ruangan untuk menggolkan tujuan Anda tadi. Kalau Anda terus menerus berada di sampingnya, pihak ketiga yang akan Anda ajak bicara bisa terganggu. Orang akan lebih suka mengalami pendekatan yang personal, artinya ‘satu lawan satu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan lupa bawa kartu nama&lt;br /&gt;Benda kecil ini banyak gunanya, jadi jangan sampai ketinggalan. Letakkan dalam tempat khusus, supaya Anda tidak kelihatan disorganized saat mencari-carinya di dalam tas atau saku. Di akhir pembicaraan, asongkan kartu nama pada kenalan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4. Bersikap agresif&lt;br /&gt;Jangan menunggu orang lain yang mengadakan pendekatan. Berjalanlah ke arah seseorang yang Anda tuju, beri senyum, dan perkenalkan diri sambil menjabat tangannya. Sikap ini akan membuat Anda tampak percaya diri. Setelah itu, tambahkan pula di mana Anda bekerja. Baru kemudian membuka percakapan dengan menanyakan apa yang membuat kenalan baru itu mendatangi pesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bertemu dengan banyak orang&lt;br /&gt;Kalau Anda ‘terperangkap’ berada bersama seseorang yang Anda sudah kenal lama – atau tidak dapat membantu karir Anda – bergeserlah pelan-pelan untuk meninggalkannya. Soalnya, Anda kan harus bertemu banyak orang, tak hanya dia. Tentu saja, lakukan itu dengan segala kesopanan! (imaulana/r)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-6519481772933873062?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/6519481772933873062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=6519481772933873062' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/6519481772933873062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/6519481772933873062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/09/manfaat-pesta-untuk-karir-anda.html' title='Manfaat Pesta untuk Karir Anda'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-860677952463953969</id><published>2007-09-03T15:39:00.001-07:00</published><updated>2007-09-03T15:39:50.538-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>Tips Menjadi Orang Beruntung</title><content type='html'>“Sesungguhnya aku yakin bahwa kesuksesan itu adalah 95% keberuntungan dan 5% kemampuan” (Julis Rosenwald, mantan Presidebt Sears, Roebuck and Company)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu keber1untungan bisa mengubah seluruh hidup anda, begitu juga dengan kesialan. Dalam buku The Luck Factor (Faktor Keberuntungan), karya Richard Wiseman, penulis telah melakukan riset selama 8 tahun terhadap 1000 orang yang pernah mengalami keberuntungan dan kesialan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR Wiseman akhirnya berhasil menemukan faktor-faktor yang menyebabkan keberuntungan. Dan bagaimana caranya menciptakan keberuntungan dan mengubah kesialan menjadi keberuntungan dalam hindu anda. Dalam buku ini banyak dipaparkan contoh-contoh orang yang sering beruntung dan orang yang selalu sial, serta latihan untuk anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resumenya secara singkat ada 4 prinsip menjadi orang beruntung :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prinsip Pertama: Memaksimalkan Peluang Kebetulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang beruntung menciptakan, menyadari dan bertindak sesuai peluang kebetulan dalam hidup mereka.&lt;br /&gt;1. Orang-orang beruntung membangun dan mempertahankan “jaringan keberuntungan yang kuat.&lt;br /&gt;2. Orang-orang beruntung punya sikap rileks terhadap kehidupan&lt;br /&gt;3. Orang-orang beruntung bersikap terbuka terhadap pengalaman baru dalam hidup mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prinsip Kedua: Dengarkan Firasat Mujur Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang beruntung mengambil keputusan sukses dengan menggunakan intuisi dan insting mereka&lt;br /&gt;1. Orang-orang beruntung mendengarkan insting dan firasat mereka&lt;br /&gt;2. Orang-orang beruntung mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan intuisi mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prinsip Ketiga : Harapkan Nasib Baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan orang-orang yang beruntung tentang masa depan membantu mereka memenuhi impian dan ambisi mereka&lt;br /&gt;1. Orang-orang beruntung mengharapkan keberuntungan mereka berlanjut di masa mendatang&lt;br /&gt;2. Orang-orang beruntung berusaha meraih tujuan mereka, bahkan kalau peluang kesuksesan mereka tampak kecil, dan bertahan saat menghadapi kegagalan&lt;br /&gt;3. Orang-orang beruntung mengharapkan interaksi mereka dengan orang lain menguntungkan dan sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prinsip Keempat: Ubah Kesialan Anda menjadi Keberuntungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang beruntung bisa mengubah kesialan mereka menjadi keberuntungan&lt;br /&gt;1. Orang-orang beruntung memandang segi positif kesialan mereka&lt;br /&gt;2. Orang-orang beruntung yakin bahwa kesialan apapun dalam hifup mereka pada akhirnya pasti demi kebaikan mereka&lt;br /&gt;3. Orang-orang beruntung tidak berlama-lama memikirkan kesialan mereka&lt;br /&gt;4. Orang-orang beruntung mengambil langkah konstruktif untuk mencegah lebih banyak kesialan di masa depan&lt;br /&gt;(http://pur-nomo.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-860677952463953969?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/860677952463953969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=860677952463953969' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/860677952463953969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/860677952463953969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/09/tips-menjadi-orang-beruntung.html' title='Tips Menjadi Orang Beruntung'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-9010976968598745984</id><published>2007-09-03T15:34:00.000-07:00</published><updated>2007-09-03T15:38:54.104-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>Katak Lomba Panjat Pinang</title><content type='html'>Alkisah, di sebuah negeri entah berantah terdapat sebuah kerajaan katak.&lt;br /&gt;Untuk merayakan pesta sang Raja katak, diadakanlah lomba panjat pinang antar katak.&lt;br /&gt;Sebagaimana panjat pinang di kalangan manusia, panjat pinang di dunia katak bukanlah pekerjaan mudah. Diperlukan kerja keras untuk mencapai puncak pohon pinang demi mendapatkan hadiah. bahkan tidak mustahil jika sampai akhir lomba tidak ada satupun yang berhasil mencapai puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kembali ke dunia katak....&lt;br /&gt;Lomba panjat pinang dunia katak pun dimulai semenjak matahari menyingsing di ufuk timur. Saat ayam berkokok, berbondong2 katak dari berbagai penjuru negeri berkumpul di alun-alun kerajaan.&lt;br /&gt;kali ini mereka mengadakan lomba panjat pinang yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Lomba yang meniru umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah alun2 berdiri sebuah pohon pinang yang tinggi nan licin. Satu per satu katak2 mulai memanjat berdasar undian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang oleh katak2 itu betapa susahnya menuju puncak pinang yang sangat tinggi......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katak pertama pun tampil...... ia gagal&lt;br /&gt;katak kedua pun tampil...... lebih tinggi dari peserta pertama, namun ia masih gagal&lt;br /&gt;katak ketiga pun tampil...... namun lebih rendah dari peserta kedua, ia masih gagal&lt;br /&gt;.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah hampir semua peserta melaluinya namun tetap gagal.... Hingga menjadi kesimpulan bahwa mustahil naik pohon pinang hingga puncak demi meniru umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin lama perlombaan makin tidak seru, karena semakin nyata kemustahilan menyelesaikan perlombaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya ada satu peserta terakhir yang datang dengan penuh percaya diri.....&lt;br /&gt;katak2 yang lain (penonton) berteriak: " sudahlah, itu tidak mungkin!!! buat apa meniru kaum manusia, mereka kan berakal" "oh.... tinggi pohon tidak sebanding dengan badan kita..." "katak lebih cocok hidup di air..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ia tetap menuju ke tengah lapangan (alun2) dan tetap bertekad untuk menyelesaikan lomba.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penonton "gak usah sok jagoan dech....."&lt;br /&gt;"Paling2 dapetnya 50 + 50, cepek dech..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan sang katak tidaklah mudah.....&lt;br /&gt;Baru sepertiga pohon ia kembali turun karena pohon pinang yang licin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{enonton : "Tu bener kan.... gak percaya sih..."&lt;br /&gt;"Si big frog yang pinter karate aja gagal.... apalagi dia yang kecil..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si katak tetap melanjutakn usahanya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah berkali-kali naik dan melorot karena licin. kembali naik lagi, melorot lagi......&lt;br /&gt;Akhirnya sampai jg ia di puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si katak pun mendapat yang ia cita-citakan..... ia menjadi juara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga katak pun heran dengan katak yang satu ini. bagaimana dia bisa menyelesaikan lomba ini pada saat katak lain menyerah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usut punya usut, ternyata katak pemenang kita adalah katak yang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TULI...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ia hanya mengikuti apa keinginannya dan tidak mendengar apa teriakan penonton....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------- the end-----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, dalam penceritaan kembali kisah lomba katak ini, tidak dijumpai satupun korban katak yang terluka dan juga tidak ada permusuhan diantara mereka.&lt;br /&gt;Jika dijumpai kesamaan nama, cerita, atau tempat, itu merupakan kebetulan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa mengambil hikmah dari kisah ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ERY&lt;br /&gt;(http://keeponfighting.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-9010976968598745984?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/9010976968598745984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=9010976968598745984' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/9010976968598745984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/9010976968598745984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/09/katak-lomba-panjat-pinang.html' title='Katak Lomba Panjat Pinang'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-6231800834115300415</id><published>2007-09-03T15:32:00.000-07:00</published><updated>2007-09-03T15:34:25.757-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>Guru Sukses Ada Di Mana-Mana....</title><content type='html'>Sore tadi, saya diajak seorang teman menemui seorang pengusaha yang bergerak di bidang jasa konstruksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skala usahanya? Sudah bisa dibilang miliarder. Proyeknya bertebaran di mana-mana. Yang terbaru adalah proyek pembangunan sebuah hotel beberapa lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau cerita, memulai menjadi TDA pada tahun 94, setelah sebelumnya menjadi karyawan selama 2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya takjub, untuk ukuran usahanya yang sudah demikian besar, masih mau berbagi ilmunya dengan saya dan teman saya yang masih "hijau". Baru-baru ini, dia jg mulai bermain sebagai developer kecil-kecilan, dan baru saja menjual 2 buah rumah yang dibangunnya sendiri masing-masing seharga 600 juta. Masih ada 2 rumah yg sudah hampir selesai dibangun, sudah diiklankan di koran, dengan kisaran harga juga sekitar 600 jutaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses dirinya menjadi seorang pengusaha yang mandiri sangat menginspirasi. Dia tidak dilahirkan dari keluarga yang berada. Kuliahnya dulu di Teknik Sipil Petra Surabaya pun dibiayai oleh pamannya. Dia juga menyinggung, karena prosesnya yang benar-benar berangkat dari nol itulah, hingga dia tidak pelit membagikan ilmunya dengan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mantap dia berkata pada kami, "Kalian belajarlah. Mulai dari yang kecil-kecil dulu. Saya dulu juga begitu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Tuhan sudah mengirimkan seorang guru lagi. Saya jadi ingat sebuah pepatah bijak (saya lupa darimana, mungkin salah satu dari Zen?) "Ketika Sang Murid Siap, Datanglah Sang Guru"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar. Ketika saya baru mulai berpikir ke arah sana, saya seperti ditunjukkan jalan ke Pak Roni (http://roniyuzirman.blogspot.com), Pak Purdie (http://purdiechandra.com), Candra (http://candrasyarif.blogspot.com) dan yang lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahadi (http://ahadisaja.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-6231800834115300415?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/6231800834115300415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=6231800834115300415' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/6231800834115300415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/6231800834115300415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/09/guru-sukses-ada-di-mana-mana.html' title='Guru Sukses Ada Di Mana-Mana....'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-4216705808812720119</id><published>2007-09-03T15:31:00.000-07:00</published><updated>2007-09-03T15:32:42.058-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>Donald Trump: Kalahkan Diri Sendiri</title><content type='html'>Saya suka baca-baca blognya Donald Trump. Ada tulisan menarik berjudul "Make It Happen in Your Life" (http://donaldtrump.trumpuniversity.com/default.asp?item=220014). Panas juga rasanya abis baca tulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya seperti 'terbakar'. Soalnya Trump yang oleh majalah Business Week dijuluki sebagai "Bisnismen paling kompetitif di dunia" ini seperti 'menyindir' saya. Jangan cepat puas, katanya. Kalahkan diri sendiri. Jangan terbuai dengan comfort zone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trump sendiri telah membuktikannya. Dia sudah tidak ada lawan lagi di New York. Sebagai developer terbesar di sana, tidak ada yang bisa menandinginya. So, kalau dia terbuai oleh kemenangan ini dan mulai menikmati comfort zone, baginya adalah pertanda bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kemudian menantang dirinya sendiri untuk melakukan sesuatu yang lebih dahsyat lagi. Dia ingin bikin breakthrough yang lain. Bikin buku, bikin acara TV, bikin universitas dan sebagainya. Dan, sukses juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah keputusan dan laksanakanlah keputusan itu, katanya. Ada cerita klasik mengenai hal ini. Lima ekor burung yang bertengger di dahan memutuskan untuk terbang. Berapa burungkah yang terbang? Tidak ada. Karena mereka baru memutuskan, belum melaksanakannya. Jadi mantranya adalah: TAKE ACTION!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama menurut Trump adalah menemukan apa yang kita sukai. Kemudian lakukanlah itu dengan sepenuh hati. Lakukan 'hanya' yang kita sukai. Kalau tidak, sukses itu akan menjadi hampa, kosong, tidak seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan jadi penonton dipinggir lapangan. Jadilah pemain. Kalahkanlah lawan-lawanmu. Tapi, terutama kalahkanlah dirimu sendiri. Demikian pesan Trump. Menurut saya, itulah yang terberat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(http://roniyuzirman.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-4216705808812720119?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/4216705808812720119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=4216705808812720119' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4216705808812720119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4216705808812720119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/09/donald-trump-kalahkan-diri-sendiri.html' title='Donald Trump: Kalahkan Diri Sendiri'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-4915708738854967722</id><published>2007-08-21T10:38:00.000-07:00</published><updated>2007-08-21T10:39:06.468-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Brad Sugars: Bangun Bisnis Dulu, Baru Aset</title><content type='html'>Apa yang didapat dari seminar Billionaire in Training oleh Brad Sugars tadi malam?&lt;br /&gt;Banyak banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe pusing kepala saya menerima materi yang begitu "nendang" pikiran itu.&lt;br /&gt;Begitu juga yang dirasakan oleh Bu Yulia dan Pak Fauzi Rachamanto yang duduk di samping saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai business owner, kami seperti "ditelanjangi" bulat-bulat oleh argumen-argumen yang dilontarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa Om Brad ini. Omongannya sederhana, tapi bergizi tinggi. Logika dan sistimatika bertuturnya membuat kita tidak bisa menolak pemikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya "menelanjangi" kita Brad Sugars juga menawarkan jalur yang bisa kita tempuh, kalau ingin menjadi seperti dia, menjadi Billionarie (bukan millionaire lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur atau road map yang ditawarkannya pun sederhana dan masuk akal sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun bisnis dulu, katanya. Create a massive money machine from business. Ciptakan cashflow yang besar dan sehat melalui bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu barulah beralih kepada aset. Jadi, cash flow dulu baru asset. Ada orang yang punya banyak aset, tapi nggak punya cashflow. Rumahnya banyak, tapi tidak punya uang. Saya sendiri menyaksikan banyak orang seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jalurnya tetap harus dari bisnis dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, teman-teman TDA menanyakan kepada saya, bagaimana seandainya mereka mulai dari aset (investasi) dulu, bukan bisnis. Saya jawab, sebaiknya mulai dari bisnis dulu. Rupanya jawaban saya ini klop dengan jawabannya Brad Sugars. Maklum, saya kan muridnya. Hehehe...&lt;br /&gt;Perjalanan untuk menjadi billionaire, tidak gampang, tapi bisa dilakukan. Buktinya sudah banyak. Brad Sugars adalah salah satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Propertinya berserakan di mana-mana. Sudah lintas negara. Bisnisnya pun begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pernah dapat uang 1,3 juta poundsterling hanya dalam 1 hari saja. Caranya? Dia jualan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jualan bisnis? Ya, kalau ingin jadi orang kaya juallah produk/jasa melalui bisnis kita. Kalau ingin jadi super kaya (billiionaire), juallah bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill Gates tidak kaya melalui jualan software Windows. Dia jadi orang terkaya di dunia karena yang dijual adalah bisnisnya, alias saham perusahaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak deh, yang didapat dari seminar langka semalam. Tulisan ini baru sebagian kecilnya aja, karena itu yang baru saya ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brad mengingatkan kita agar selalu LEARN (belajar) sebelum EARN (mendapatkan). Belajar - praktek, belajar - praktek, belajar - praktek....begitu terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasikan uang dan waktu anda untuk leher ke atas (otak). Soalnya, pekerjaan yang dibayar paling mahal adalah pekerjaan yang menggunakan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin segitu dulu yang bisa saya sharing. Nanti Insya Allah disambung lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam FUUUNtastic!&lt;br /&gt;Roni&lt;br /&gt;(http://roniyuzirman.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-4915708738854967722?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/4915708738854967722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=4915708738854967722' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4915708738854967722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4915708738854967722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/brad-sugars-bangun-bisnis-dulu-baru.html' title='Brad Sugars: Bangun Bisnis Dulu, Baru Aset'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-2595812582310472209</id><published>2007-08-21T10:37:00.002-07:00</published><updated>2007-08-21T10:38:22.173-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Bisnis VS Wirausaha</title><content type='html'>Perbedaan antara pebisnis dengan wirausahawan. Ada 5 faktor yang membedakan pebisnis dengan wirausahawan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fokus&lt;br /&gt;Pebisnis biasanya berfokus pada profit, atau dengan tidak langsung berfokus pada diri sendiri&lt;br /&gt;Wirausahawan biasanya berfokus pada benefit, dengan demikian mengutamakan orang banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Filosofi&lt;br /&gt;Pebisnis filosofinya win lose - Saya menang yg lain kalah.&lt;br /&gt;Wirausahawan filosofinya win win - Mengutamakan semua memperoleh benefit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Behaviour&lt;br /&gt;Pebisnis - To kill, sekali lagi menunjukkan keegoisannya bahwa hanya dialahyg bisa jadi yg terutama&lt;br /&gt;Wirausahawan - To foster, membina dan menumbuhkan sehingga bisa berkembangbersama2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Basis&lt;br /&gt;Pebisnis - Material, sehingga membutuhkan modal yg besar&lt;br /&gt;Wirausaha - Moral, dengan semangat, perhitungan yg matang &amp;amp; action yg tepat,tidak hanya menunggu modal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Motivasi utama&lt;br /&gt;Pebisnis - kekayaan&lt;br /&gt;Wirausaha - kesejahteraan bersama&lt;br /&gt;Wira usaha sendiri mengutamakan sifat2nya yg berasal dari akar kata wira,yaitu berani (bernai memulai dgn modal nol), memiliki sifat jujur, sertapenuh tanggung jawab.Kewirausahaan sejati memiliki core attitude, dengan dilengkapi sifat2 lain yaitu : Leader, Management dan Skill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan berikut adalah sharing yang disampaikan oleh Pak Rusman Hakim pada saat KOPDAR IV Bisnis-Smart di BUKAFE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam SMART!&lt;br /&gt;Stephanus Kurnianto&lt;br /&gt;komunitas Bisnis-Smart&lt;br /&gt;(http://neotb.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-2595812582310472209?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/2595812582310472209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=2595812582310472209' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2595812582310472209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2595812582310472209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/bisnis-vs-wirausaha.html' title='Bisnis VS Wirausaha'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-4714895637160442666</id><published>2007-08-21T10:37:00.001-07:00</published><updated>2007-08-21T10:37:47.034-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Cara Gila Menjadi Pengusaha</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu, saya membaca email di milis EU-2002 yang menawarkan DVD “Cara Gila Menjadi Pengusaha”. Karena saya adalah orang yang selalu tertarik dengan media-media yang membawakan berbagai content baru, saya coba order DVD tersebut melalui pesanan on-line. Ternyata, dalam waktu 48 jam, DVD sudah saya terima, sehingga pada malam harinya, ketika sudah agak santai, saya bisa mencoba untuk memutarnya di komputer saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh sentral dalam rekaman itu sudah tentu Purdi E. Chandra, pemilik lembaga pendidikan “Primagama” sekaligus pencetus ide “Cara Gila Jadi Pengusaha”. Pada pemunculannya di menit-menit pertama, saya terkesan bahwa penampilan Purdi “biasa-biasa” saja. Malah saya berfikir, tampaknya tokoh kita ini bukan tipe seorang presenter sebagaimana yang kita lihat dalam diri Kris Biantoro atau Farhan, lebih-lebih bukan juga tipe orator, seperti Bung Karno atau Fidel Castro misalnya. Maka, alih-alih dari melihat action beliau, saya coba untuk “hanya” mendengarkan materi pembicaraannya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu juga apa yang terjadi kemudian. Awalnya, saya sangat santai, bahkan terlalu santai ketika menyimak tanpa melihat ke layar, sambil mencoret-coret di atas kertas untuk keperluan kantor esok pagi. Namun tak lama, ibarat mesin diesel yang memerlukan beberapa waktu untuk menjadi panas, begitu pulalah perkembangan perhatian saya pada tayangan DVD tersebut. Lewat sepuluh menit sejak pembukaan, pembahasan Purdi makin menarik. Saya mulai meletakkan pena dan menoleh ke layar monitor. Lewat 30 menit, posisi duduk saya sudah sedemikian dekat dengan layar kaca, dan ketika bos Primagama ini mulai mengupas hal-hal yang berbau spiritual, saya sudah sangat terpaku menyimak penuh konsentrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda, bahwa akhirnya saya menghabiskan waktu menyaksikan DVD yang berdurasi lebih dari 3 jam itu, sampai pukul 1 lewat tengah malam? Dan non stop pula?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa saya tangkap dari tayangan DVD “Cara Gila..”, terutama sekali dari figur Purdi E. Chandra sendiri. Dan dari banyak hal tersebut, beberapa di antaranya saya kira perlu dicermati:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Purdi yang kita kenal sebagai sosok praktisi kewirausahaan, ternyata tidak saja memahami secara utuh tentang seluk beluk dunia bisnis dari segi teknis-praktis, namun lebih dari itu, ia juga mengerti dengan baik soal-soal yang menyangkut aspek spiritual. Di antaranya, ia mengatakan bahwa kalau seseorang ingin berhasil dalam berwirausaha, maka orang itu juga harus memperhatikan bahwa diperlukan aktivitas beramal, bersedekah atau kegiatan apa saja yang sifatnya memberi. Jangan sekali-kali berfikir ingin untung sendiri, hanya menerima tanpa pernah memberi pada orang lain. Sebab, alam selalu memerlukan perimbangan, kalau ada sesuatu yang masuk, maka seharusnya juga ada yang keluar Kalau ada yang tercurah ke bawah, maka seharusnya juga ada yang menguap ke atas. Sebagaimana alam mengatur air hujan yang turun ke bumi, mengisi sungai dan laut, menguap karena terkena panas matahari, berubah menjadi awan, untuk kemudian terjadi kondensasi dan akhirnya turun menjadi air hujan kembali. Dengan begitu, siklus alam ini berjalan dengan baik, tidak ada yang tersumbat. Siklus yang secara fisika kita sebut dengan “ecosystem”, suatu sistem universal yang mengatur perimbangan interaksi berbagai unsur yang terdapat di alam ini. Purdi sangat yakin bahwa sistem yang sama berlaku pula dalam dunia tak kasat mata, bahwa sebuah “spiritual ecosystem” juga berjalan secara harmonis. Sebuah sistem yang memberi pengaruh kuat atas segala fenomena yang terjadi di muka bumi, tidak terkecuali di dunia usaha. Chin Ning Chu, pimpinan perusahaan Asian Marketing Consultant, dalam karyanya “Thick Face Black Heart” (Muka Tebal Hati Hitam) menulis tentang hal yang sejalan dengan keyakinan Purdi. Chin menamakan fenomena spiritual itu dengan “darma”, yaitu sebuah hukum perimbangan yang mutlak terjadi menurut ketentuan-ketentuan alam. Siapa yang menanam, dia akan menuai. Sebaliknya, siapa ingin menuai, maka ia harus menanam terlebih dahulu. Demikian seterusnya. Lebih jauh, pendiri Primagama ini juga berusaha menyadarkan audiens bahwa semua sistem keseimbangan alam itu berasal hanya dari satu sumber saja, yaitu Sang Maha Sistem, Sang Penguasa Alam Semesta yang kita sebut dengan Tuhan. Maka, Purdi mengajak semua pendengarnya untuk meningkatkan spiritualisme terhadap Tuhan dengan berzikir, memuji kebesaran Allah sebanyak-banyaknya, kapan saja dan di mana saja. Ini luar biasa, sebab hampir semua wirausahawan top di dunia ini adalah orang-orang yang menjunjung tinggi spiritualisme. Ambil contoh, DR. An Wang (Wang Computers) dan Stan Shih (Acer) adalah penganut-penganut konfusianisme yang kental. Ternyata, Purdi mengerti itu!&lt;br /&gt;2) Seminar tersebut dinamakan “Cara Gila Menjadi Pengusaha”, oleh karenanya tidak heran kalau pembicaranya juga menyebut-nyebut soal kegilaan dalam memulai usaha. Kalau tidak hati-hati, orang bisa saja menerjemahkan “gila” itu sebagai “gila-gilaan”, yang berkonotasi sebuah kenekatan tanpa perhitungan, kesemberonoan atau sebuah tindakan berjibaku tanpa mempedulikan lagi akibat-akibatnya. Apakah demikian? Entah karena memang sulit, atau karena yakin bahwa pendengarnya adalah orang-orang yang cerdas semua, saya tidak melihat Purdi E. Chandra menjabarkan lebih jauh tentang makna kegilaannya itu secara eksplisit. Ini tentu cukup riskan. Sebab, salah-salah, sebagian orang akan benar-benar mengartikan kegilaan itu sebagai tindakan pasukan jibaku-tai, tindakan bertaruh nyawa secara untung-untungan tanpa mikir! Meski demikian, saya kagum dengan cara tokoh ini mengistilahkan kata-kata simpel “gila”. Saya yakin, bahwa itulah cara Purdi untuk mensimplifikasi sebuah konsep kreativitas, yang oleh Edward De Bono diistilahkan dengan kata-kata “lateral thinking”. Coba perhatikan apa yang dikatakan oleh Edward: “…we have not yet paid serious attention to creativity. The first and most powerful reason is that every valuable creativity idea must always be logical in hindsight. If not logical in hindsight, then it would simply be a crazy idea..” Kita belum memberikan perhatian serius atas kreativitas. Penyebab utamanya adalah kita selalu beranggapan bahwa ide yang kreatif itu harus masuk akal, jika tidak masuk akal, maka itu hanyalah sebuah ide gila..! Edward De Bono memang pakar kreativitas. Ia mengerti sekali, bahwa kreativitas yang paling berharga itu hanya berjarak tipis terhadap kegilaan. Dan kegilaan Edward telah ia buktikan sendiri ketika ia mencetuskan ide untuk memasang lift di bagian luar gedung, bukan di dalam, demi menjawab tantangan penghematan ruang. Terbukti sekarang kita lihat berbagai gedung perkantoran, mal dan pusat perbelanjaan memasang liftnya di bagian luar gedung. Dengan kegilaan yang sama, UNITED COLORS OF BENETTON mendirikan banyak sekali gerai-gerai kecil dengan paduan warna-warni yang memikat hati. Dengan kegilaan yang sama, Pepsi menggelar pertunjukan super kolosal sang maha bintang Michael Jackson demi mengangkat citra produk minumannya. Dan dengan kegilaan yang sama pula, Purdi E. Chandra mengembangkan franchising Primagama ke seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;3) Bagaimana pula dengan istilah “kaya” dan “malas”? Intuisi saya mengatakan bahwa kalau orang sekaliber Purdi mengatakan “kaya”, maka yang dikatakannya itu adalah “kaya” (dengan tanda kutip) bukan kaya (tanpa tanda kutip). Apa artinya? “Kaya” artinya sejahtera bersama, paling tidak mereka yang memiliki kelebihan mau berbagi dengan mereka yang kekurangan. Sedangkan kaya berarti mereka yang ingin makmur sendiri, hanya menerima tanpa mau memberi, egois, hura-hura sendiri, plesir sendiri dan akhirnya mati sendiri pula. Demikian juga dengan perbedaan antara “malas” dengan malas. “Malas” artinya bekerja dengan ide dan gagasan, dengan otak bukan dengan otot, smart work, efektif dan efisien. Sedangkan malas adalah kemalasan ala si Kabayan, tidur sepanjang hari dari pagi sampai ke pagi lagi, tanpa pernah menggunakan baik otot mau pun otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan final yang dapat saya tarik dari DVD “Cara Gila Menjadi Pengusaha” adalah tidak terbatas dari sekadar mengatakan bahwa figur Purdi E. Chandra itu sebagai figur yang hebat dan monumental, tapi lebih dari itu saya ingin menyampaikan bahwa berbahagialah bangsa Indonesia ini yang masih diberi kesempatan untuk memiliki sosok wirausahawan seperti dia. Sosok yang dalam kesuksesannya, masih mau berbagi dengan sesama, agar banyak orang juga berkesempatan meraih sukses serupa. Dibutuhkan lebih banyak lagi Purdi-Purdi lain, agar bangsa tercinta ini dapat segera bangkit dari keterpurukan yang sudah berlarut-larut. Saya juga ingin menyampaikan selamat kepada warga EU, yang sudah dikaruniai Tuhan untuk bertemu dan belajar tentang sukses dari orang sukses seperti Purdi. Semoga akan segera muncul Purdi-Purdi junior yang akan menyusul jejak sang “Mbah” menggalang kekuatan ekonomi bangsa melalui kewirausahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirul kata perkenankan saya mengucapkan kalimat dalam bahasa Mandarin :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ZHU NIMEN DOU KUAI’ LE”&lt;br /&gt;“Semoga Anda semua berbahagia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusman Hakim&lt;br /&gt;Pengamat Kewirausahaan&lt;br /&gt;(http://rusmanhakim.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-4714895637160442666?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/4714895637160442666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=4714895637160442666' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4714895637160442666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4714895637160442666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/cara-gila-menjadi-pengusaha.html' title='Cara Gila Menjadi Pengusaha'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-4381259116659171665</id><published>2007-08-21T10:36:00.001-07:00</published><updated>2007-08-21T10:36:49.905-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Gengsi Itu Mahal</title><content type='html'>Anda pernah dengar istilah ini? Gengsi itu mahal, hmm... memang ada betulnya sich. Yang saya bicarakan disini adalah tentang banyaknya orang yang melakukan kesalahan ketika memulai usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena gengsi dan mungkin juga karena mengejar nama, ingin cepat terkenal, banyak yang kemudian memulai usaha dengan mengambil tempat atau lokasi yang mahal, padahal usahanya masih baru, belum dikenal orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak contoh kita lihat usaha2 yang masih baru tetapi mengambil lokasi di mal atau ruko yang costnya mahal. Akibatnya akibat costnya tinggi, tetapi tidak/belum diimbangi pendapatan yang bagus, akhirnya cashflownya malah minus,atau kalaupun tidak minus, rasanya empot-empotan. Dan karena tidak tahan akhirnya tutup juga. Atau kalau tetap dipertahankan bisnisnya, akhirnya pindah, dari ruko/mal, pindah ke kamar di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya banyak sekali kejadian seperti ini, nampaknya banyak orang yang tidak pernah belajar dari kesalahan orang lain.&lt;br /&gt;Akibatnya tidak jarang kita lihat banyak usaha yang buka-tutup di sebuah ruko yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, apalagi pada jaman sekarang ini, banyak sekali contoh yang kita lihat bahwa banyak sekali usaha2 yang kemudian sukses, tetapi hanya dimulai dari rumah. Bahkan sebagian ada yang memulai dari garasi, kamar, atau bahkan tempat kost.&lt;br /&gt;Mereka yang memulai usaha ini secara pelan tapi pasti ternyata dapat bertumbuh besar dan sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar kata Brad Sugars dan Robert Kiyosaki, mereka mengajarkan untuk terlebih dulu fokus dan mengejar cashflow, bagaimana menciptakan usaha yang bisa menghasilkan cashflow yang positif, dan justru bukan membeli atau menyewa aset2 yang justru bisa meguras cash kita (istilah Robert Kiyosaki - liabilities).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali kita temukan ada orang yang punya aset dimana2, kios, ruko, gedung ,tanah, tetapi ternyata tidak punya cashflow yang positif, ujung2nya malah kewalahan.&lt;br /&gt;Sebaliknya dengan menciptakan arus kas yang positif, apalagi jika kita mampu menciptakannya hingga menjadi passive income yang besar, maka kini kita punya banyak kesempatan untuk membeli aset2 yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So sekarang pilihan di tangan Anda, Anda mau mulai dari Ruko/Mal lalu pindah kembali ke rumah. Atau Anda mulai dari rumah, dan kemudian berkembang dan membuka di Ruko/Mal.&lt;br /&gt;Atau mau lebih smart lagi, bila Anda mampu menciptakan dan mengembangkan bisnis tanpa perlu menyewa tempat dimanapun. No cost, low investment, high profit, passive income, wow !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar mimpi ?? :) Percayalah, sudah banyak contoh bisnis di dunia ini yang membuktikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(http://frankytanz.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-4381259116659171665?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/4381259116659171665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=4381259116659171665' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4381259116659171665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4381259116659171665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/gengsi-itu-mahal.html' title='Gengsi Itu Mahal'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-2941144481618293008</id><published>2007-08-21T10:35:00.000-07:00</published><updated>2007-08-21T10:36:05.559-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>SYSTEM = Save YourSelf Time, Energy, Money</title><content type='html'>Bicara soal "SISTEM", kata ini benar2 membuka mata saya sejak kurang lebih 3 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dulu saya bercita2 kepengen jadi pengusaha yang sukses, semata2 karena saya merasa bahwa saya mampu. Saya merasa bahwa saya punya insting bisnis, smart dan kreatif. Selain itu saya juga suka jualan , bisa memimpin, bisa manage orang dan saya bisa dan mampu membuat calon customer/klien akhirnya mau membeli produk atau jasa saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sejak banyak membaca buku khususnya tentang bisnis dan kisah hidup orang2 yang terjun di dunia bisnis, serta mengamati praktek2 bisnis di lapangan, ternyata saya salah besar. Saya sampai pada kesimpulan bahwa saya tidak mungkin menjadi pengusaha sukses dan memiliki usaha yang besar jika hanya mengandalkan kemampuan saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian menemukan bahwa yang membedakan suatu usaha yang sukses dengan usaha yang biasa2 saja adalah SISTEM.&lt;br /&gt;Yang membedakan mengapa ada orang yang kewalahan mengurusi bisnisnya padahal baru cuman 1 perusahaan, sedangkan di sisi lain , ada perusahaan2 yang dengan sangat mudah dan cepat bisa membuka lebih dari 1 bahkan ratusan dan ribuan perusahaan. Jawabannya SISTEM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa ada orang yang kerjanya mati2an dari pagi sampai malam, bahkan tidak bisa istirahat di hari libur, sedangkan di saat yang sama kita menemukan ada orang yang punya berbagai usaha tetapi bisa santai bahkan berlibur justru bukan saat hari libur. Jawabannya SISTEM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia bisnis, kita dengan mudah menemukan bahwa banyak usaha yang sukses ternyata bukan atau tidak dimiliki oleh orang yang punya skill tinggi di bidang bisnis tersebut.&lt;br /&gt;Ada restoran yang sukses, ternyata yang punya malah tidak bisa masak sama sekali.&lt;br /&gt;Ada salon yang ramai, ternyata bosnya tidak bisa menggunting rambut orang.&lt;br /&gt;Ada sekolah/kursus yang sukses, ternyata yang punya malah tidak lulus sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian bisnis bahkan sebenarnya tidak mempunyai produk yang terbaik, tetapi karena memiliki sistem yang baik, akhirnya bisnis tsb bisa maju bahkan menghasilkan penjualan yang jauh lebih baik daripada perusahaan yang memiliki produk lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentunya tahu bahwa burger Mc.Donald bukanlah merupakan produk yang terbaik atau terenak, banyak burger lain yang lebih baik dan lebih enak. Tetapi McDonald berhasil menjual jutaan burger dan bisa membuka outletnya dimana2 di dunia. Kok bisa? Tentunya karena mereka punya SISTEM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya dengan punya sistem dalam menjalankan usaha, hasil kerja bisa lebih baik, lebih pasti, lebih terkontrol, sekaligus menghemat banyak waktu kita, serta usaha dan tentunya uang kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem diterapkan pada seluruh aspek operasional usaha/bisnis, diantaranya sistem sales, sistem transaksi, sistem kasir, sistem stok, sistem promosi, sistem marketing, sistem produksi, sistem akuntansi hingga ke hal2 yang detil ,seperti sistem absensi, pakaian dan penampilan, sistem menyapa customer, sistem tele marketing, sistem menjawab telepon, sistem menangani keluhan customer, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin baik dan lengkap sistem yang dimiliki suatu usaha/bisnis, semakin pasti hasil yang bisa diraih. Selain itu dengan sistem, kita mengurangi ketergantungan kepada manusia, karena manusia sering menyebabkan error/kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya sistem, maka orang yang bekerja mengerjakan atau bekerja sesuai sistem, dan sistem tersebut yang menjalankan usaha/bisnis. Sehingga hasil yang kita inginkan jauh lebih pasti, tetapi sekaligus membuat kita jauh lebih santai, daripada harus mengerjakan segala sesuatu sendiri atau terus menerus turun tangan menangani setiap masalah yang timbul karena tidak punya sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So...bagaimana dengan Anda? Apakah Anda kewalahan menangani bisnis Anda, apakah Anda harus terus menerus turun tangan menangani semua masalah? Cobalah berhenti sejenak dan ambil waktu berpikir untuk membuat suatu sistem yang saya jamin akan sangat sangat membantu meringankan beban Anda.&lt;br /&gt;(http://frankytanz.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-2941144481618293008?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/2941144481618293008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=2941144481618293008' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2941144481618293008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2941144481618293008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/system-save-yourself-time-energy-money.html' title='SYSTEM = Save YourSelf Time, Energy, Money'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-4551703856595630892</id><published>2007-08-21T10:33:00.001-07:00</published><updated>2007-08-21T10:35:38.024-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Putaran Cepat VS Lambat</title><content type='html'>Bagi orang bisnis istilah putaran cepat dan putaran lambat sudah sangat dipahami. Tetapi kenapa ada istilah semacam itu ? MUngkin untuk pebisnis pemula atau yang baru mau berbisnis hal itu belum terlalu dipahami. Istilah perputaran dalam bisnis bisa diterjemahkan lama periode/waktu yang digunakan untuk menjual suatu barang. Misalnya berdagang barang elektronik. Ini termasuk putaran lambat karena orang tidak setiap hari membeli barang elektronik. Demikian juga dengan mobil, furniture, rumah. Sedangkan yang termasuk perputaran cepat adalah sembako, voucher hp, barang konsumsi semisal sabun, shampoo, rokok dll. Pada dasarnya barang dengan perputaran cepat adalah barang yang habis dipakai dalam waktu yang relatif cepat, misalnya kurang dari 1 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ciri-ciri dari masing-masing tipe bisnis di atas. Bisnis dengan putaran cepat cenderung bermargin (untung) kecil biasanya mengandalkan omzet. Sedangkan bisnis dengan putaran lambat margin biasanya diset lebih besar. Manakah bisnis yang cocok untuk pemula ? Semua bisnis baik itu putaran cepat atau lambat bisa dijalankan oleh pemula tetapi perputaran cepat lebih disarankan karena akan mendapatkan arus uang yang sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, ambil contoh ada seseorang yang ingin mulai berbisnis barang elektronik. Dengan modal misalnya 100 juta. Setelah bisnis berjalan ternyata dalam 1 bulan dia bisa menghasilkan omset 75 jt dengan margin keuntungan misalnya 20% sehingga dia dapat mengantongi keuntungan 15 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita bandingkan dengan orang yang berbisnis dengan perputaran cepat. Misalnya jadi dealer voucher hp, perputaran di voucher hp ini sangat cepat mungkin modal bisa diputar sebanyak 4-5 kali dalam sebulan sehingga untuk mendapatkan omset 75 jt pelaku bisnis cukup mencari dana sekitar seperlima atau seperempatnya atau sekitar 15jt - 20 jt. Keuntungannya berapa ? Bisnis voucher keuntungannya biasanya di bawah 5% atau sekitar 3%. Dari total omset 75jt pelaku bisnis bisa mengantongi sekitar 2,5 jt. Kecil ya ? Eiiit... tunggu dulu. Coba lihat modalnya berapa ? Modalnya sekitar 15jt - 20jt keuntungannya sekitar 2,5 jt. Jadi berapa tuh ? Sekitar 12,5% s/d 17%. Persentase segitu sangat bagus. Kenapa ? Pertama, bisnis ini cash - resiko ringan. Kedua, nggak ada yang namanya basi atau rusak atau retur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari karakteristik tersebut tentu ada ciri buruk dan baiknya.&lt;br /&gt;Sekarang mari kita lihat ciri-ciri baiknya.&lt;br /&gt;Bisnis perputaran cepat baiknya arus kas bagus, biasanya kontan, resiko lebih rendah.&lt;br /&gt;Bisnis perputaran lambat margin lebih tinggi, pemain relatif jarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeleknya ?&lt;br /&gt;Bisnis perputaran cepat margin rendah, terlalu banyak pesaing (tapi itu biasalah. Yang punya toko kelontong kan juga banyak. Toh mereka masih bisa hidup), fluktuatif - terutama komoditas yang tidak diproduksi oleh industri contohnya minyak tanah, sembako gampang dipermainkan harganya.  Bisnis perputaran lambat kurang bagus arus kasnya, ada yang kontan ada juga bayar mundur., resiko biasanya lebih tinggi (karena ada yang tidak kontan tadi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pikir sendiri saja mau ambil yang mana? Perputaran cepat atau lambat? Semuanya tergantung sekitar Anda karena biasanya bisnis itu tidak jauh dari sekitar Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INGAT !!! SEMUA BISNIS BAGUS ASAL DIJALANKAN BUKAN DIANGANKAN SAJA !!!&lt;br /&gt;TAKE ACTION MAKE IT HAPPEN !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Ardhian/Yoyok&lt;br /&gt;(http://yoyoksd.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-4551703856595630892?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/4551703856595630892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=4551703856595630892' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4551703856595630892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4551703856595630892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/putaran-cepat-vs-lambat.html' title='Putaran Cepat VS Lambat'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-8422660709437787432</id><published>2007-08-21T10:32:00.002-07:00</published><updated>2007-08-21T10:33:38.892-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bisnis'/><title type='text'>Membuat Rencana Bisnis</title><content type='html'>Menemukan ide bisnis merupakan anugerah yang tidak terhingga, karena dalam realitasnya tidak gampang menemukan ide bisnis. Namun jika ide hanya sebatas bayang-bayang, Anda tetap tidak akan bisa merealisasikannya dalam bisnis yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para wirausahawan top yang kini namanya muncul di berbagai media bisnis, seringkali tidak pernah memikirkan tahapan-tahapan dalam merealisasikan ide. Bahkan banyak pula anggapan bahwa kalau mau berwirausaha tidak usah membuat rencana macam-macam, nanti malah kandas di tengah jalan.&lt;br /&gt;Mungkin banyak yang membuat rencana macam-macam tapi rencana cuma sebatas rencana, sehingga realisasinya memang nol besar. Kalau ini yang terjadi tentu anggapan di atas menjadi benar. Padahal dalam teorinya, bisnis sekecil apapun tetap memerlukan perencanaan untuk dapat merealisasikan ide bisnis yang lebih matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan membuat rencana bisnis adalah untuk memastikan jalannya operasi bisnis yang tepat dan memberikan dorongan pada rencana-rencana departemen atau divisi. Selain itu juga untuk memutuskan rute yang diperlukan organisasi dalam mencapai tujuannya sekaligus menentukan standar untuk mementukan kinerja bisnis. Yang tidak kalah penting adalah untuk memperoleh dukungan dari konsumen, investor bahkan pihak-pihak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif Philip Kotler, setidaknya ada beberapa prosedur standar untuk dapat merealisasikan ide bisnis yang benar dalam bentuk rencana bisnis untuk merealisasikan bisnis. Yaitu : pembangkitan gagasan, penyaringan, pengembangan dan pengujian konsep, strategi pemasaran, analisa bisnis, pengembangan produk, pengujian pasar, dan komersialisasi.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, rencana bisnis untuk merealisasikan ide memang menjadi hal yang sangat penting dalam bisnis. Boleh saja ide yang diperoleh sangat brilliant dan luar biasa, tetapi tetap saja harus dikaji dalam berbagai hal, terutama aspek ekonomis, teknis, dan masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek ekonomis.&lt;br /&gt;Aspek ini mencakup analisis pasar, penjualan, biaya produksi, maupun profit margin.Faktor ini sangat penting, karena mempengaruhi tingkat keputusan untuk merealisasikan ide menjadi bisnis yang sesungguhnya. Aspek ini akan mengkaji sejauh mana tingkat keuntungan yang diperoleh, dengan daya serap pasar yang ada dan kemampuan memiliki modal untuk menjalankan operasional bisnis. Meskipun idenya luar biasa, tetapi kalau dalam perhitungannya merugi, ya buat apa ? Karena itu, Anda harus paham betul, bagaimana Anda menghasilkan income, dan berapa biaya yang akan dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek teknis.&lt;br /&gt;Aspek ini sangat penting untuk mengukur kemampuan untuk menjalankan bisnis dengan baik. Apakah dengan modal yang ada, sudah mampu memproduksi barang atau jasa yang bisa dijual ? bagaimana dengan kemampuan sumber daya manusianya ? apakah semua kekuatan yang dimiliki mampu memberikan nilai tambah yang lebih baik kepada konsumen dibandingkan dengan usaha-usaha sejenis lainnya ? Suatu rencana bisnis yang baik, akan memberikan peluang yang lebih baik, sekaligis meminimalisasi kemungkinan kegagalan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan bisnis.&lt;br /&gt;Aspek ini akan mengkaji lebih komprehensif mengenai masa depan bisnis Anda. Jangan sampai, kita tahu bahwa bisnis yang digeluti adalah bisnis musiman, namun perencanaan yang diterapkan adalah untuk bisnis yang permanent. Ini tentu nantinya akan menganggu aspek teknis. Belum lagi dengan harapan-harapan konsumen yang selalu akan lebih maju dan up to date. Apakah mampu bisnis yang kita jalankan nanti menyerap pasar seperti ini ? Inilah aspek penting yang harus diperhatikan secara seksama dan dituangkan dalam rencana bisnis.&lt;br /&gt;Sekali lagi, Anda jangan percaya dengan saran yang berkata “lupakan rencana bisnis, cukup jalankan saja,” karena Anda bisa kejeblos ke hutan belantara bisnis yang serba tidak pasti. Lebih baik jika Anda menguji kelayakan rencana bisnis Anda kepada orang-orang yang lebih sukses dan lebih berpengalaman dalam bisnis, dan kemudian Anda menjadi sukses. Semoga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUSINESS WISDOM : Kunci penting menuju kesuksesan bisnis adalah dengan memahami kesuksesan bisnis dan menirunya. Tenggelamkan diri Anda dalam buku-buku dan majalah-majalah kewirausahaan serta bisnis. Lihatlah bagaimana para entrepreneur bekerja, perhatikan apa yang mereka katakan, dan tirulah. Tidak ada waktu untuk menemukan kembali roda bisnis. (Kevin Potts &amp;amp; Steven Straus, konsultan bisnis terkemuka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dimuat di Majalah PROSPEKTIF Edisi No 19, Volume 8, 15-21 Mei 2006.&lt;br /&gt;(http://infowirausaha.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-8422660709437787432?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/8422660709437787432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=8422660709437787432' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/8422660709437787432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/8422660709437787432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/membuat-rencana-bisnis.html' title='Membuat Rencana Bisnis'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-7698929232101158228</id><published>2007-08-21T10:32:00.001-07:00</published><updated>2007-08-21T10:32:50.628-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecommerce'/><title type='text'>Membuat Sales Letter Yang Menjual</title><content type='html'>Para internet marketer mengatakan bahwa membuat website tidak hanya bagus, tetapi menjual. Misalkan anda menjual sebuah produk informasi yang anda kemas dalam sebuah ebook. Kemudian anda membuat website untuk produk anda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakah yang akan anda pilih:&lt;br /&gt;1. Membuat website yang indah yang penuh animasi, grafik, dan berat untuk dibuka;&lt;br /&gt;2. Membuat website yang minim grafik namun penuh informasi mengenai deskripsi produk anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin anda akan memilih nomor 2, karena orang tidak melihat bagusnya website anda. Orang hanya melihat apa yang anda tawarkan dan apakah produk yang anda tawarkan berguna bagi mereka. Sebenarnya itu saja rahasia membuat website yang menjual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa tips membuat website yang menjual:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buat Headline yang menarik perhatian dan spesifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian pertama yang biasanya dilihat orang ketika mengunjungi website anda adalah headline atau judul dari website anda. Jika headline anda tidak menarik, maka orang akan meninggalkan website anda. Headline adalah bagian terpenting dalam membuat website atau sales letter. Anda harus benar-benar fokus pada bagian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah headline yang menarik dan spesifik sehingga orang akan tertarik dan percaya kepada anda. Coba anda perhatikan contoh headline ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Bagaimana menurunkan berat badan dalam waktu singkat&lt;br /&gt;II. Bagaimana menurunkan berat badan 10 kg hanya dalam 30 hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, simak lagi headline berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Bagaimana menghasilkan ribuan dollar hanya dalam 1 bulan&lt;br /&gt;II. Bagaimana saya menghasilkan $25,154.25 hanya dalam 31 hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut anda mana headline yang lebih menjual? Jawabannya adalah headline nomor II. Karena lebih spesifik dan orang lebih percaya daripada headline nomor I. Jika anda hanya menulis ribuan dollar saja orang belum tentu percaya, tetapi jika anda menulis lebih spesifik lagi misalnya $25,154.25 maka orang akan lebih percaya karena itu menggambarkan penghasilan anda sebenarnya. Jangan asbun (asal bunyi)… kalau memang pendapatan anda bukan segitu. Terlalu muluk tanpa bukti juga akan membuat orang tidak percaya. Apabila anda memang mendapatkan uang sebanyak itu, lampirkan buktinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips: Coba anda buat beberapa headline untuk produk anda dan tanyakan kepada teman-teman anda mana yang lebih menarik perhatian mereka. Pakailah headline yang lebih menarik perhatian mereka untuk anda gunakan dalam sale letter anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Masukkan unsur cerita dalam sales letter anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap orang suka cerita. Oleh karena itu, cerita adalah salah satu unsur penting dalam membuat sales letter. Anda bisa memasukkan cerita tentang produk anda, pengalaman anda tentang pemakaian produk, atau cerita bagaimana sejarah anda menemukan produk yang akan anda jual tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih tertarik membaca sales letter yang di dalamnya terdapat unsur cerita. Seringkali saya membeli produk-produk informasi bukan berdasarkan kebutuhan tetapi karena saya terpengaruh dengan cerita yang disajikan dalam website tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita bisa membuat seseorang termotivasi untuk melakukan aksi membeli. Untuk itu, jangan lupa untuk memasukkan unsur cerita yang berisi pengalaman anda memakai produk yang akan anda jual. Saya yakin, penjualan anda akan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Buat daftar manfaat produk anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang mencari produk, mereka tidak peduli bagaimana hebatnya produk anda, bagaimana feature produk anda, berapa banyak fasilitas yang anda tawarkan. Jika anda hanya terpaku pada hal-hal saya sebutkan tadi, anda tidak akan sukses menjual produk anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang mencari produk untuk memecahkan masalah mereka!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membuat sales letter untuk produk anda, ingatlah bahwa orang mencari produk untuk menyelesaikan masalah mereka. Jika anda ingin berhasil menjual produk anda, anda harus bisa memecahkan masalah mereka. Berikut beberapa tips dalam membuat sales letter:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Buat deskripsi masalah-masalah yang dihadapi orang yang akan mengunjungi website anda.&lt;br /&gt;* Buat daftar manfaat produk anda dan jelaskan bagaimana produk anda akan menyelesaikan masalah mereka.&lt;br /&gt;* Buatlah daftar manfaat tersebut dalam point-point menggunakan bullet atau number seperti yang sekarang anda baca ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sudah melaksanakan ketiga point di atas, saya yakin anda akan sukses menjual produk yang anda tawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Masukkan testimonial dari customer anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah anda memasukkan semua unsur yang telah saya sebutkan sebelumnya, sekarang yang harus anda lakukan adalah memasukkan testimonial dari orang-orang yang pernah menggunakan produk anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Testimonial akan lebih meyakinkan pengunjung website anda, sehingga mereka percaya dan tidak ragu membeli produk anda karena mereka yakin sudah ada orang yang memakai produk anda dan merasa puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintalah testimonial atau kesaksian dari customer anda sebelumnya yang telah merasakan manfaat dari produk anda. Kemudian, masukkan ke dalam website anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Buat penutup yang menarik agar orang mau melakukan pembelian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda telah membuat headline yang menarik, manfaat produk yang banyak, testimonial dari customer. Tetapi jika anda tidak berhasil meyakinkan customer untuk melakukan pembelian, maka pekerjaan anda akan sia-sia. Pada bagian akhir penjelasan produk anda, anda harus meyakinkan customer anda untuk melakukan aksi membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan penawaran yang menarik dimana mereka tidak bisa menolak penawaran anda tersebut. Berikan mereka garansi agar mereka tidak khawatir untuk menggunakan produk anda. Garansi memberikan rasa aman dan keyakinan yang lebih untuk menggunakan produk tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, masukkan pula keterbatasan penjualan. Misalnya “produk ini hanya terbatas untuk 100 orang”, atau “harga produk ini akan kami naikkan dalam 1 minggu ke depan”. Anda bisa melakukan variasi lain, tergantung selera. Intinya buatlah customer anda agar melakukan pembelian sekarang atau mereka akan kehabisan. Tapi ingat! apabila anda memberikan pernyataan tersebut, jangan hanya membual! Benar-benar lakukan untuk menjaga kredibilitas anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Sukses!&lt;br /&gt;(http://bisnistop.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-7698929232101158228?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/7698929232101158228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=7698929232101158228' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/7698929232101158228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/7698929232101158228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/membuat-sales-letter-yang-menjual.html' title='Membuat Sales Letter Yang Menjual'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-4675347286311469219</id><published>2007-08-21T10:31:00.000-07:00</published><updated>2007-08-21T10:32:16.682-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecommerce'/><title type='text'>Mengenali Pengunjung Web Anda</title><content type='html'>Kali ini saya ingin “berbicara” tentang siapa pengunjung/tamu terbaik web anda. Dan ini khusus untuk yang memiliki web/blog atau ingin memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya ada 3 jenis utama pengunjung sebuah web atau blog. Apa saja dan mana yang terbaik untuk anda? saya coba paparkan sedikit (maklum saya nggak punya banyak…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jenis Pertama: Pengunjung yang berasal dari search engine.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika situs web anda terindex oleh search engine (yang paling terkenal adalah Google, Yahoo dan MSN) untuk kata kunci tertentu, maka ketika pengunjung search engine mencari informasi dengan kata kunci tersebut, maka dia akan menemukan website anda. Tentu saja dengan syarat blog anda tercantum pada halaman-halaman awal pada hasil pencarian di search engine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dia melakukan klik terhadap link ke website anda, maka dia akan akan menjadi pengunjung anda yang berasal dari search engine. Untuk hal ini yang paling diperlukan adalah SEO (Search Engine Optimization)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jenis Kedua: Pengunjung yang berasal dari website lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebuah website memasang link yang menuju ke website anda, maka ketika seseorang melakukan klik terhadap link tersebut, maka dia akan menjadi pengunjung website anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link seperti ini bisa anda dapatkan dengan mensubmit web anda ke situs-situs “web directory” atau anda melakukan pertukaran link dengan pemilik web tersebut, bahkan bisa juga karena pemilik web tersebut bermurah hati memberikan link ke website anda. Dan bisa juga jika anda membayar pemilik website untuk memasang link ke website anda di situs mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jenis Ketiga: Pengunjung setia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung dari jenis pertama dan kedua diatas bisa menjadi pengunjung setia anda (biasa juga disebut return visitor) jika dia tertarik dengan isi website anda. Misalnya dia merasa isi web anda bermanfaat buat dia. Untuk mendapatkan pengunjung setia yang banyak, maka yang harus anda lakukan adalah membuat isi web yang bermanfaat bagi pengunjung dan rajin melakukan update informasi terhadap website anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGUNJUNG MANAKAH YANG PALING BAIK?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pertanyaannya adalah pengunjung jenis mana yang terbaik, maka tentu saja tergantung tujuan dari website anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika web anda adalah bertujuan untuk mendapatkan penghasilan dari google adsense atau program sejenis, maka pengunjung jenis pertama kemudian penginjung jenis yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengunjung jenis ketiga, ini tidak sebaik jenis pertama dan kedua untuk web yang bertujuan untuk mendapatkan penghasilan dari google adsense. karena pengunjung setia umumnya tidak begitu peduli dengan iklan adsense yang ada di web anda, dan mereka lebih fokus ke isi dari web anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung jenis ketiga lebih berguna jika web anda memiliki sumber penghasilan utama dari program affiliasi atau reseller. Para pengunjung setia cenderung lebih memiliki kepercayaan terhadap kredibilitas anda dibanding pengunjung jenis pertama dan kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MANAKAH YANG HARUS ANDA UTAMAKAN?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun jenis web anda, dan apapun tujuan anda membangun web, maka anda anda tetap perlu bekerja untuk mendapatkan pengunjung jenis pertama atau kedua. Karena, seandainya anda lebih memilih pengunjung jenis ketiga, anda tetap harus memiliki dulu pengunjung jenis pertama dan atau kedua yang merupakan “cikal bakal” pengunjung jenis ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk… “kumpulkan” pengunjung jenis pertama dan kedua sebanyak-banyaknya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mick Donald&lt;br /&gt;(http://www.mickdonald.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-4675347286311469219?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/4675347286311469219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=4675347286311469219' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4675347286311469219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4675347286311469219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/mengenali-pengunjung-web-anda.html' title='Mengenali Pengunjung Web Anda'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-1285550841096363414</id><published>2007-08-21T10:30:00.002-07:00</published><updated>2007-08-21T10:31:18.437-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecommerce'/><title type='text'>Menjadi Pemenang di Bisnis Internet</title><content type='html'>Pernahkah anda memainkan permainan Monopoly? Permainan finansial yang sangat sederhana. Setiap pemain memiliki modal uang dalam jumlah yang sama dan juga kesempatan yang sama untuk menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan ini adalah simulasi dari bisnis properti di dunia nyata. Para pemain dilatih dalam membuat keputusan-keputusan finansial. Seperti; kapan waktu membeli, menahan dan menjual. Juga melatih kecerdasan emosional dalam menerima tagihan, utang, munculnya angka dadu atau kartu yang tidak diharapkan dan juga menghadapi kekalahan dan kemenangan. Tak ketinggalan kecerdasan spiritual juga dilatih untuk mempertahankan permainan tetap bersih dari penyimpangan dan kecurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monopoly banyak mengajarkan hal penting untuk bagaimana bisa menjadi kaya. Salah satu pelajaran yang terpenting dan justru yang paling banyak di langgar orang yang ingin menjadi kaya adalah: Dunia orang kaya adalah DUNIA TANPA GAJI!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monopoly mengajarkan kita untuk memiliki konsep berpikir Return (nilai kembalian), bukan Salary (gaji/upah). Karena itu kosa kata yang digunakan orang kaya berbeda dengan orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kaya bicara return, laba, investasi, target, tim, partnership, kas, peluang, produk, jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang miskin bicara gaji, lembur, pangkat/golongan, jenjang pendidikan, gelar akademis, bonus, honor, subsidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tindakan, orang kaya juga berbeda dengan orang miskin. Orang kaya adalah orang yang bersedia gagal sedikit setiap hari dengan mencoba melakukan hal-hal yang baru dan sedikit beresiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara orang miskin cenderung menghindar untuk melakukan hal-hal baru karena beresiko dan takut gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal internet, listrik dan lampu misalnya, sebelumnya juga merupakan produk yang telah pernah melewati proses puluhan, ratusan bahkan ribuan kali eksperimen gagal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar baiknya adalah: Sekarang anda dapat kembali memainkan permainan orang-orang paling kaya di dunia melalui internet ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet sebagai papan permainan terbesar di dunia, telah terhubung dengan milyaran orang, terbuka selama 24 jam dan 7 hari dalam seminggu. Menggunakan uang yang sesungguhnya dan kekayaan yang benar-banar nyata, asli mengalir ke rekening bank anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menjadi Pemain di permainan finansial terbesar dan terluas ini, anda bisa menjadi kaya sambil bersenang-senang. Learning by Doing. Belajar sambil melakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali anda berhasil menguasai permainan ini, bisnis apapun yang sedang anda jalankan atau yang akan anda jalankan, menjadi lebih sukses dengan mudah. Karena itulah orang kaya itu semakin kaya. Setelah anda kaya, menjadi lebih kaya itu gampang. [artikel oleh www.eCerdas.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-1285550841096363414?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/1285550841096363414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=1285550841096363414' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/1285550841096363414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/1285550841096363414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/menjadi-pemenang-di-bisnis-internet.html' title='Menjadi Pemenang di Bisnis Internet'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-2034624479182427640</id><published>2007-08-21T10:30:00.001-07:00</published><updated>2007-08-21T10:30:39.517-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecommerce'/><title type='text'>Syarat Sukses Bisnis Internet</title><content type='html'>Banyak sekali orang yang mencoba untuk meraih peluang sukses di bisnis internet atau bisnis online. Tapi kenyataannya hanya kurang dari 10% yang benar-benar bisa berhasil sukses. Mengapa banyak yang gagal? Padahal bermacam trik telah mereka dicoba namun tetap saja tidak kunjung mendatangkan hasil yang memuaskan. Lalu apa sih sebenarnya kunci keberhasilan mereka yang 10% itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya selidiki dan saya alami sendiri berdasarkan pengalaman saya bertahun-tahun, untuk sukses di bisnis online, minimal kita harus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Fokus&lt;br /&gt;Jangan suka seperti katak yang suka loncat sana loncat sini dalam memanfaatkan peluang bisnis. Jika anda lakukan ini, saya jamin 95% anda akan gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Komitmen&lt;br /&gt;Jangan pernah menyerah dan jangan pernah mundur sebelum anda berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sabar&lt;br /&gt;Bisnis internet bukanlah cara untuk kaya secara instan. Butuh waktu dan proses untuk bisa sukses di bisnis internet. Adalah omong kosong untuk bisa berhasil di bisnis internet dalam hitungan minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hindari pasar yang sesak&lt;br /&gt;Jangan masuki pasar yang sudah sesak (pasar yang sangat banyak saingannya), kecuali anda sudah master dalam bisnis online. jadi, jika anda belum master, carilah ceruk pasar (nice market). Lebih mudah sukses jika anda fokus di nice market.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan anda coba sendiri tips-tips diatas. Jika anda benar-benar melakukannya, besar kemungkinannya anda akan jadi bagian dari mereka yang sudah sukses di bisnis internet :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mick Donald&lt;br /&gt;(http://www.mickdonald.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-2034624479182427640?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/2034624479182427640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=2034624479182427640' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2034624479182427640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2034624479182427640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/syarat-sukses-bisnis-internet.html' title='Syarat Sukses Bisnis Internet'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-8678719673637526772</id><published>2007-08-21T10:29:00.002-07:00</published><updated>2007-08-21T10:30:05.374-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecommerce'/><title type='text'>Masa Depan Bisnis Internet</title><content type='html'>Mungkin anda adalah seorang yang pernah berpikir, kira-kira seperti apa masa depan bisnis internet. Apakah bisnis internet hanya trend sesaat dan kemudian hilang satu persatu? Saya ingin menjawabnya dengan: bisnis internet adalah masa depan bisnis indonesia dan bahkan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tentu masih ingat ketika dulu komputer masih merupakan barang mewah dan langka dan mahal. Waktu itu komputer masih cenderung hanya untuk kebutuhan kantor. Sedangkan yang memiliki komputer dirumah bisa dihitung dengan jari saja. Namun coba anda lihat sekarang ini, komputer pribadi begitu mudah kita jumpai dirumah-rumah, terutama didaerah perkotaan. Bahkan memiliki laptop sekalipun, bukan lagi merupakan hal yang wah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya dengan telepon genggam atau ponsel. Dulu orang yang bisa memiliki ponsel masih langka. Namun dalam waktu singkat ponsel sudah merupakan barang biasa. Pertanyaan yang muncul bukan lagi “anda punya ponsel atau tidak” melainkan “berapa nomor ponsel anda”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMASUKI ERA INTERNET&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini barang teknologi yang masih cenderung merupakan barang langka adalah akses internet. Kebanyakan orang Indonesia masih mengakses internet melalui warnet. Namun… perkembangannya sudah mulai terlihat. internet sudah bisa diakses dari rumah denga menggunakan jasa provider internet dan bahkan internet bisa diakses hanya dengan sebuah komputer dan sebuah ponsel yang memiliki fasilitas modem. Lebih canggihnya lagi, internet sudah bisa dinikmati hanya melalui sebuah PDA atau atau smartphone, walaupun masih dengan kemampuan belum sesempurna komputer PC ataupun laptop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan suatu saat nanti, saya yakin internet akan memiliki cerita seperti komputer, ponsel, dan Televisi. Dalam waktu kurang dari 10 tahun lagi, saya yakin di rumah-rumah perkotaan kita akan mudah menjumpai komputer yang sudah memiliki akses internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya dengan perkembangan internet, maka gaya hidup manusia juga akan berubah. Gaya berbelanja dan gaya berbisnis akan berubah. Orang akan terbiasa berbelanja melalui internet, baca berita melalui internet, dan bahkan menjalankan bisnis melalui internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pakar ekonomi berkata bahwa pada suatu waktu nanti, semua orang perlu memikirkan untuk memulai bisnis untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ini karena, kebutuhan hidup semakin meningkat, harga barang semakin naik dan yang penting sekali, gaya hidup (lifestyle) turut meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari nanti, kita akan sangat sulit untuk hidup dengan hanya “makan gaji”. Bisnis secara sambilan sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saat ini anda belum memiliki bisnis internet, fikirkan keadaan ini. Mulailah merancang untuk memulai bisnis internet anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu TV hitam putih sudah merupakan barang mewah, namun kini TV berwarna sudah merupakan barang biasa. Kalau sekarang buka usaha dengan membuka toko ditempat strategis merupakan usaha yang sangat menguntungkan, maka suatu waktu nanti, ia akan bernasib seperti TV hitam putih. Karena orang sudah biasa belanja melalui internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah belajar bisnis internet dan mulailah membuka bisnis internet anda sendiri. Jika anda memulai dari sekarang, maka tindakan anda sudah sangat tepat. Anda tidak perlu modal besar untuk memulai bisnis online &lt;http://www.mickdonald.com/lowongan-kerja-alternatif.htm&gt; anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai ketika orang banyak sudah memiliki TV berwarna, anda harus puas dengan TV hitam putih saja. Antara kaedahnya adalah usaha melalui internet adalah memeberi kebebasan&lt;br /&gt;memulai bisnis dari rumah dengan modal yang kecil dan peluang mendapatkan pelanggan seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mick Donald&lt;br /&gt;(www.mickdonald.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-8678719673637526772?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/8678719673637526772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=8678719673637526772' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/8678719673637526772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/8678719673637526772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/masa-depan-bisnis-internet.html' title='Masa Depan Bisnis Internet'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-3228535252652460621</id><published>2007-08-21T10:29:00.001-07:00</published><updated>2007-08-21T10:29:28.859-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecommerce'/><title type='text'>Mudahkan Berwirausaha Dengan Ecommerce?</title><content type='html'>Saya ingin mencoba menanggapi tulisan di blog wirausahakita (http://wirausahakita.blogspot.com/2005/11/berwirausaha-dengan-e-commerce.html) tentang usaha ecommerce.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga tergelitik untuk menaggapi komentar-komentar diblog tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang sudah cukup lama menekuni bisnis online, saya menemukan bahwa di bisnis online tetap berlaku hukum seperti halnya bisnis "konvensional", yaitu bahwa dari sekian banyak orang yang merintis bisnis via internet, hanya 20% yang benar-benar berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tergantung kepada beberapa faktor, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Semangat dan motivasi&lt;br /&gt;Ini adalah yang utama sekali karena semangat dan motivasi lebih penting daripada bakat, kecerdasan maupun pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Strategi yang digunakan.&lt;br /&gt;Dalam hal ini akan sangar bagus sekali jika kita belajar dari orang yang sudah terbukti sukses dalam bisnis online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal diatas hanyalah beberapa dari banyak faktor, namun saya menganggapnya sebagai yang terpenting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi komentar tentang menggunakan script toko online gratis seperti OSCommerce, menutut saya itu tergantung kepada target market kita. Jika targetnya Indonesia, maka menggunakan yang sejenis OSCommerce ini adalah mubazir dalam hal resources karena banyak yang tidak bisa digunakan, seperti solusi pembayaran maupun solusi pengiriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mick Donald&lt;br /&gt;(http://wirausaha.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-3228535252652460621?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/3228535252652460621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=3228535252652460621' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3228535252652460621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3228535252652460621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/mudahkan-berwirausaha-dengan-ecommerce.html' title='Mudahkan Berwirausaha Dengan Ecommerce?'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-6326619855358551972</id><published>2007-08-21T10:28:00.003-07:00</published><updated>2007-08-21T10:28:53.200-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecommerce'/><title type='text'>Bisakah Kaya Dengan Bisnis Internet</title><content type='html'>Satu perntanyaan yang cukup menarik, dan banyak dipikirkan oleh para peminat bisnis online. Yaitu Bisakah bisnis online membuat kita kaya? Jawabannya. tentu saja bisa. Lalu apa syaratnya? apa buktinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin sudah pernah mendengar tentang pemilik amazon.com, ebay.com, yahoo.com, google.com dan situs besar lainnya. Mereka adalah orang-orang yang sudah amat kaya melalui bisnis online atau bisnis internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh.. mereka kan bisa begitu karena punya modal besar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda berpikir seperti itu, mungkin anda benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi anda juga harus tahu bahwa banyak juga yang bisa kaya dengan bisnis internet tanpa modal besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah sering membaca di berbagai artikel dan forum-forum online. Baik yang lokal maupun global. Dari situ saya ketahui bahwa sudah banyak sekali orang yang berpenghasilan ratusan dan bahkan ribuan dollar perbulan dari bisnis internet tanpa modal besar. Itu terjadi tidak hanya di eropa dan amerika sana, tapi juga terjadi pada orang-orang Asia Tenggara seperti Singapura, Brunai, Malaysia, Philipina bahkan Indonesia tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis internet apa sih yang bisa dijalankan dengan modal kecil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup banyak kok! diantaranya yang saya ketahui adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bisnis Affiliate&lt;br /&gt;Disini anda mendapatkan komisi dengan menjualkan produk orang lain. Persentase komisi yang diberikan beragam. Mulai dari 10% hingga 60% dari harga produk. komisi besar biasanya terjadi pada produk-produk non fisik seperti ebook atau software.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bisnis Reseller&lt;br /&gt;Ini sama seperti bisnis affiliate, hanya saja untuk join, anda harus membeli produk mereka terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jual Produk Informasi&lt;br /&gt;Jika anda punya keahlian atau pengetahuan yang banyak diminati orang, anda bisa menuangkannya kedalam sebuah buku, lalu menjualnya dalam bentuk ebook. Bisnis seperti ini cukup trend untuk saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Google Adsense&lt;br /&gt;Nah.. yang satu ini cukup booming pada saat ini. Program Google AdSense memungkinkan anda memperoleh penghasilan besar hanya dengan modal website, tanpa harus punya produk untuk dijual dan tanpa harus punya keahlian menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Bagaimana Caranya Agar Bisa Kaya dengan Bisnis-bisnis diatas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minimal anda harus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memperlakukan bisnis online anda seperti layaknya bisnis besar.&lt;br /&gt;Anda harus membuat rencana kerja yang matang. seperti perencanaan waktu dan perencanaan tentang apa saja yang akan anda kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Harus disiplin&lt;br /&gt;Anda harus disiplin mengikuti perencanaan yang sudah anda buat. Tidak ada orang yang akan mengatur anda seperti layaknya bekerja pada orang lain, jadi anda sendirilah yang harus TEGAS dalam mengatur diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fokus&lt;br /&gt;Anda harus fokus dalam menjalankan bisnis. Selesaikan dulu satu program/perencanaan sebelum mengerjakan program lainnya. Jika anda seperti katak yang suka loncat sana loncat sini, maka anda akan kesulitan untuk bisa sukses dalam bisnis online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Komitmen dan Sabar&lt;br /&gt;Tidak ada usaha halal yang bisa membuat anda kaya dalam semalam atau dalam hitungan hari. Jangan putus asa jika setelah menjalankan usaha anda selama berbukan-bulan namun belum memperoleh hasil yang memuaskan. Teruslah berusaha dan selalu tingkatkan kemampuan anda. Jika anda sabar dan komitmen, anda akan menikmati kesuksesan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jujur dan Bersih dalam berusaha&lt;br /&gt;Ini sangat penting. Jika anda ingin usaha anda berjalan dan sukses untuk masa yang panjang, anda harus menjaga reputasi anda dengan cara berbisnis yang jujur dan bersih. Sekali anda berbuat jahat, maka orang tidak akan mempercayai anda lagi, dan ini akan menghancurkan usaha anda. Bisnis internet adalah bisnis yang sangat membutuhkan kepercayaan dari prospek anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan anda coba jalankan petunjuk-petunjuk diatas, dan anda akan menikmati hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mick Donald&lt;br /&gt;(http://www.mickdonald.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-6326619855358551972?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/6326619855358551972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=6326619855358551972' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/6326619855358551972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/6326619855358551972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/bisakah-kaya-dengan-bisnis-internet.html' title='Bisakah Kaya Dengan Bisnis Internet'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-4414485421242797377</id><published>2007-08-21T10:28:00.001-07:00</published><updated>2007-08-21T10:28:27.762-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecommerce'/><title type='text'>Seperti Apakah Website Bisnis Yang Baik?</title><content type='html'>Anda sudah memiliki website bisnis internet sendiri? Masih ingatkah anda apa yang anda lakukan pertama kali ketika membangun website anda tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan mereka yang baru melibatkan diri dalam bidang bisnis di internet, mereka akan menghabiskan banyak waktu untuk membangun website bisnis pertama mereka. Seringkali mereka akan berusaha untuk membangun website yang cantik, penuh grafik, gambar animasi, gambar-gambar menarik, huruf-huruf yang beraneka rupa dan warna dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cukup sering membaca keluhan-keluhan di beberapa situs forum diskusi dari pelaku bisnis online yang mengeluhkan website mereka yang tidak kunjung mendatangkan hasil (uang) untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba untuk mengunjungi website mereka. Rupanya, kebanyakan dari website tersebut dihiasi dengan gambar-gambar animasi yang menarik, juga terdapat link-link canggih yang bergerak atau berubah warna ketika saya meletakkan pointer mouse pada link tersebut. Kesimpulan saya terhadap web tersebut adalah, ini adalah sebuah website yang cantik dan sangat indah dipandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kenapa website mereka tidak mendatangkan hasil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya pelajari, masalah yang mereka hadapi adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.) Terdapat link-link grafik yang tidak berfungsi. Bila diklik dia tidak me-link ke halaman apapun. Ada juga web yang harus melaui beberapa lapis link untuk menuju ke halaman lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.) Navigasi halaman terlalu rumit, sehingga membingungkan pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.) Halaman depan website yang tidak menjelaskan topik utama atau tema utama dari website. Jika menjual produk, tidak jelas produk atau jasa apa yang dijual. yang sajikan hanya gambar-gambar yang cantik, tapi tidak membuat pengnjung mengerti. Gambarnya lebih banyak dari pada sales copy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.) Masalah yang paling besar, website tersebut memakan waktu yang sangat lama untuk loading. Setiap berpindah halaman saya harus menunggu lama agar halaman web bisa ditampilkan secara sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh tidak setuju dengan pendapat saya  tapi berdasarkan apa yang saya pelajari dari beberapa guru bisnis internet dan berdasarkan pengalaman saya sendiri. Bangunlah website yang mampu menjual, bukan website yang tampak cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berikan sebuah contoh, Marcus Friend dari www.plentyoffish.com, Dia memiliki sebuah website tentang “dating” yang sangat sukses. Namun kalau anda coba berkunjung ke websitenya, anda akan melihat website yang tampak biasa-biasa saja. Tidak ada grafik yang canggih. Mungkin anda akan menilai website tersebut sebuah website yang jelek. Tapi kenyataannya Markus memperoleh puluhan ribu Dollar perbulan hanya dari Google AdSense saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu website Corey Rudl (pendiri marketingtips.com), yaitu www.CarSecrets.com , terlihat simpel tetapi mendatangkan puluhan ribu dollar sebulan melalui penjualan ebook “Car Secrets” tanpa memerlukan disain website yang dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda pernah melihat website para guru bisnis online seperti Mike Filsaime, Brad Callen, Ken Evoy, Ewen Chia, Rosalind Gardner dan Perry Marshal? Semuanya simpel saja. Tetapi pesan yang disampaikan sangat jelas dan navigasinya tidak membingungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa rahasia website-website “jelek” tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri utama situs web yang sukses adalah memiliki trafik tinggi yang relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa kaitannya website cantik/jelek dengan trafik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet, selain dianggap sebagai jaringan komunikasi, ia juga merupakan makanan para “robot” dari search engine. Robot search engine atau juga dikenal dengan “spider”, senantiasa mencari “makanan” berupa data-data baru dari internet. Data-data baru tersebut bisa dalam bentuk website baru, blog, forum online yang diupdate dan apa saja yang online diinternet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spider search engine akan terus berkeliling dunia online untuk mencari data-data baru dan bila ditemukan, ia akan pulang ke search engine (contohnya Google, Yahoo, MSN, dsb) dan memberitahu search engine tentang data yang dia jumpai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robot tersebut mungkin akan datang kembali ke website tersebut seminggu atau sebulan atau beberapa bulan kemudian. Ia mungkin akan sekedar lewat di website tersebut dan kembali lagi ke search negine atau ia juga mengnjungi semua halaman web pada web tersebut. Ini semua tergantung kepada apa yang tersedia di website tersebut dan fungsi robot tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun anda perlu ingat! robot spider search engine ini juga seperti spider (laba-laba) sebenarnya. Ia juga “takut” cahaya terang, takut pada benda-benda yang berkilauan dan mengejutkan. Ia juga tidak suka pada grafik flash, GIF, JPG dan benda-benda sejenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robot spider mungkin hanya akan memproses title dan nama website anda saja ketika dia mengindex website anda tetapi jika halaman pertama website anda sudah dipenuhi flash, kemungkinan besar ia akan pulang dulu ke search engine dan hanya datang lagi lain waktu (kapan-kapan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan website yang di dominasi oleh text dan hanya terdapat sedikit gambar, spider akan lebih mudah mengindex wesbite anda, dan kerjanya juga akan lebih cepat. Singkatnya, web yang didominasi text akan lebih mudah di index oleh search engine dari pada web yang kebanyakan gambar atau flash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda di rank dengan cepat pada search engine,anda akan memperoleh trafik lebih banyak. Sehingga semakin banyak orang yang mengunjungi website anda dan membeli produk anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau salescopy pada situs web anda terfokus pada niche topik yang jelas, spesifik dan khusus, trafik yang akan anda dapat juga lebih tertarget dan relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda memasang Adsense pada website anda? Jika anda ingin iklan adsense yang ditampilkan lebih sesuai dengan topik website anda, prioritaskan text, kurangi penggunaan text.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri website penjualan yang baik adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.) Cepat untuk di loading&lt;br /&gt;2.) Mempunyai topik yang spesifik.&lt;br /&gt;3.) Navigasi yang jelas&lt;br /&gt;4.) Memberikan informasi yang berguna dan unik&lt;br /&gt;5.) Memberi informasi yang jelas tentang produk atau layanan anda.&lt;br /&gt;6.) Mempunyai proses penjualan dan pembayaran yang mudah.&lt;br /&gt;7.) Jujur, jangan menipu pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Website yang cantik, kapan harus digunakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu jika anda seorang disainer dan ingin memperlihatkan hasil karya anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mick Donald&lt;br /&gt;(http://www.mickdonald.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-4414485421242797377?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/4414485421242797377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=4414485421242797377' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4414485421242797377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4414485421242797377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/seperti-apakah-website-bisnis-yang-baik.html' title='Seperti Apakah Website Bisnis Yang Baik?'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-1564486506654245656</id><published>2007-08-21T10:27:00.001-07:00</published><updated>2007-08-21T10:27:54.816-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecommerce'/><title type='text'>Tujuh Keunggulan Bisnis Internet</title><content type='html'>Mengapa saya lebih memilih bisnis internet? kenapa tidak bisnis offline saja? tentu ada alasannya. Berikut adalah 7 alasan saya menggeluti bisnis internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pasar Global&lt;br /&gt;Internet tidak mengenal batas, baik budaya maupun wilayah. Semakin banyak orang menggunakan internet untuk mendapatkan informasi atau belanja online. Ini benar-benar sebuah cara mudah untuk menjangkau pasar global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mobilitas&lt;br /&gt;Selama anda memiliki koneksi internet, anda dapat mengoperasikan bisnis anda dari manapun. Anda bisa mengelolanya dari ruang tidur anda, dari ruang tamu,.. terserah anda. Anda bahkan masih bisa mengoperasikan bisnis anda ketika anda sedang berwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fleksibel&lt;br /&gt;Tidak ada yang peduli jika anda bergadang tengah malam untuk bekerja dan tidur esok harinya. Juga tak ada yang peduli jika anda ingin libur bekerja selama 1 minggu untuk berlibur. Anda bisa lakukan itu. Anda bisa mengatur jadwal kerja anda sendiri secara bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Modal Kecil&lt;br /&gt;Saya tidak mengatakan tanpa modal. Bisnis internet tetap memerlukan modal. Tapi jika dibandingkan dengan bisnis offline ini jauh lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Daya Ungkit Teknologi.&lt;br /&gt;Dalam MLM atau network marketing, menggunakan konsel daya ungkit orang lain. Tapi dalam dunia internet anda bisa menggunakan daya ungkit teknologi. Beberapa software akan membantu anda untuk untuk meng-otomatis-kan tugas anda. Ini akan menghemat waktu anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Minim Biaya Rutin.&lt;br /&gt;Tidak banyak biaya rutin yang harus anda keluarkan untuk biaya bisnis online. Biasanya hanya sekedar untuk biaya sewa hosting dan biaya domain yang biaya pertahun biasanya tidak sampai 500 ribu rupiah. Tidak seperti bisnis ofline yang memerlukan biaya sewa bangunan, gaji pegawai dan sebagainya yang relatif besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kewirausahaan.&lt;br /&gt;Anda adalah BOS. Semua keputusan ada ditangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(http://www.mickdonald.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-1564486506654245656?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/1564486506654245656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=1564486506654245656' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/1564486506654245656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/1564486506654245656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/tujuh-keunggulan-bisnis-internet.html' title='Tujuh Keunggulan Bisnis Internet'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-3224242180430335403</id><published>2007-08-21T10:26:00.002-07:00</published><updated>2007-08-21T10:27:20.311-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecommerce'/><title type='text'>Bagaimana Memulai Bisnis Internet</title><content type='html'>Ketika pertama kali memulai bisnis internet, saya masih bingung apa yang harus saya lakukan. Padahal bisnis di internet hampir sama dengan bisnis di dunia nyata. Anda harus memiliki produk untuk dijual. Ya, anda harus mempunyai produk untuk dijual, apapun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang perlu anda miliki adalah mengerti tentang internet seperti cara mengakses internet, menulis email, dan kemampuan dasar internet lainnya. Selain itu, anda juga perlu mengerti bahasa Inggris, minimal pasif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kenapa harus internet?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini pengguna internet semakin bertambah banyak setiap harinya. Berbagai kemudahan bisa anda dapatkan melalui internet mulai dari hiburan, berita, bahkan sampai urusan perbankan. Internet adalah dunia kedua dimana anda bisa mendapatkan informasi dengan sangat cepat tanpa harus beranjak dari tempat duduk anda yang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa berkomunikasi dengan orang-orang dari seluruh dunia tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak. Inilah potensi anda untuk meraih penghasilan lebih dari internet, karena pasar anda tidak hanya dari dalam negeri, tapi seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Oke, lalu produk apa yang harus saya jual?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba anda buka situs lelang terbesar di dunia www.ebay.com dan di sana anda akan menemukan berbagai produk mulai dari yang biasa-biasa sampai yang luar biasa. Jika anda ingin mencari barang-barang yang unik dan langka, anda bisa mengunjungi situs tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah perlu menciptakan produk sendiri? Apabila anda punya cukup waktu, kenapa tidak? Tapi memulai sesuatu dari awal pasti merepotkan. Sekarang banyak site yang menawarkan produk pilihan berserta sales pagenya dan resell-rights. Artinya anda bisa langsung memasarkan produk tersebut dengan menggunakan sales page yang sudah dibuatkan. Bahkan, Anda bukan hanya diberikan ebook dan software untuk dijual, tetapi anda juga mendapatkan source code nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat menganjurkan anda menjual produk digital seperti ebook, software, dan produk informasi lainnya. Mengapa anda harus menjual produk digital di internet?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak perlu investasi besar. Apakah modal anda untuk membeli domain dan hosting besar? Saya pikir tidak sebesar bisnis konvensional. Tidak perlu persediaan. Karena tidak berbentuk barang nyata, anda tidak perlu gudang untuk persediaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profit anda bisa 100%. Anda tidak perlu membayar gaji, sewa kantor, dan sebagainya. Semua keuntungan masuk kantong anda. Bisnis anda berjalan otomatis. Semua proses mulai dari promosi, pemesanan, dan pengiriman produk bisa dilakukan otomatis, sehingga anda tidak perlu repot lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak perlu bekerja keras setiap hari. Biarkan orang lain bekerja mempromosikan produk anda melalui program affiliasi dan uang akan terus mengalir ke rekening anda.&lt;br /&gt;Beberapa point di atas hanya sebagian alasan mengapa anda harus menjual produk informasi. Masih banyak alasan lainnya. Pada artikel berikutnya, saya akan memaparkan beberapa produk digital yang laris di internet. Selamat berbisnis!&lt;br /&gt;(http://bisnistop.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-3224242180430335403?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/3224242180430335403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=3224242180430335403' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3224242180430335403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/3224242180430335403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/bagaimana-memulai-bisnis-internet.html' title='Bagaimana Memulai Bisnis Internet'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-6895146588735415292</id><published>2007-08-21T10:26:00.001-07:00</published><updated>2007-08-21T10:26:35.712-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ecommerce'/><title type='text'>Bagaimana Memilih Bisnis Online?</title><content type='html'>Bisnis yang sudah memiliki nama besar, yang sudah memiliki anggota besar biasanya menjadi terget para calon member. Orang berpikir, bisnis yang telah banyak memiliki member, sudah terbukti kesuksesannya. Orang kemudian kagum pada hasil laporan penghasilan member-member yang sudah berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pandang itu tidak sepenuhnya tepat, ketika melihat kondisi kebanyakan bisnis saat ini, yang sebagian besar memprioritaskan member yang berada pada posisi atas. Artinya, member yang lebih awal bergabung, yang mendapat keuntungan lebih besar. Bahkan, hanya member pada urutan tertentu saja sebenarnya yang dapat menikmati hasil maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melihat kondisi bisnis yang seperti itu, maka anda perlu menjadi member dengan urutan yang lebih awal. Anda bisa bergabung dibeberapa bisnis online sekaligus, tentu saja dengan bisnis yang masih memiliki sedikit anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eits, tapi orang seringkali males, atau kurang berminat ketika menemukan sebuah bisnis yang masih memiliki sedikit anggota. Orang menyimpulkan, bisnis itu kurang laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seseorang itu mau memutuskan untuk bergabung dengan bisnis yang masih sedikit anggota itu, tentu saja kelak ia akan mendapatkan hasil yang besar. Apalagi ketika bisnis itu menjadi besar. Orang-orang yang gabung lebih awal, ketika bisnis itu belum banyak dilirik orang, maka ialah orang yang berhak menikmati hasilnya. Penghargaan ini pantas diberikan, karena bagaimanapun ia adalah orang yang telah turut berjasa membesarkan bisnis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, tak ada yang serba otomatis didunia ini. Semuanya memerlukan pengorbanan. Tapi anda juga perlu mencermati setiap peluang. Termasuk dalam bisnis, peluang itu selalu ada, tinggal bagaimana anda jeli mencermatinya dan bagaimana menyikapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda tak mau resiko, pilih bisnis dengan sistem investasi murni yang tidak berdasarkan posisi jenjang member dan akapan memebr bergabung. Selain itu, pilih bisnis dengan keanggotaan yang tidak terbatas, bukan bisnis yang sekali habis ketika posisi anda telah mencapai level tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(http://rahasiabisnis.wordpress.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-6895146588735415292?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/6895146588735415292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=6895146588735415292' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/6895146588735415292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/6895146588735415292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/bagaimana-memilih-bisnis-online.html' title='Bagaimana Memilih Bisnis Online?'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-351381766540096910</id><published>2007-08-21T10:25:00.001-07:00</published><updated>2007-08-21T10:25:52.521-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>4 Kategori Orang</title><content type='html'>Berdasarkan uang dan waktu yang dimiliki, orang dapat dibagi dalam 4 kategori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang yang tidak memiliki uang &amp;amp; tidak memiliki waktu&lt;br /&gt;Mereka-mereka yang sibuk sekali, kerja setiap hari dari pagi hingga malam. Bila diajak untuk melakukan suatu kegiatan, alasannya seringkali "sorry, tidak bisa, kerja". Dan biasanya sebelum akhir bulan, uang mereka sudah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang yang tidak memiliki uang tapi memiliki waktu&lt;br /&gt;Mereka-mereka yang selalu stand by kapan saja. Bila Anda mengajak mereka untuk duduk bersantai di cafe, atau travelling keluar kota kapan saja, walaupun pada jam kerja,&lt;br /&gt;jawabannya bisa dipastikan, "Ayo aja! Asal biaya lu yang tanggung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang yang memiliki banyak uang tetapi tidak memiliki waktu.&lt;br /&gt;Mereka sangat sibuk sekali, kerja dari pagi sampai malam, mereka tidak dapat meninggalkan pekerjaannya. Mereka menghasilkan banyak uang, tetapi semakin banyak uang yang dihasilkan, mereka semakin sibuk. Mereka memiliki rumah besar lengkap dengan kolam renang, tetapi mungkin mereka sendiri tidak pernah berenang di kolam tersebut. Untuk makan malam dengan keluarga saja mereka tidak sempat. Lalu apa gunanya mereka memiliki banyak uang tetapi mereka tidak dapat menikmati uang yang mereka hasilkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Orang yang memiliki uang dan memiliki waktu&lt;br /&gt;Mereka dapat melakukan apa saja dan kapan saja mereka mau. Mereka bisa kemana saja kapan saja tanpa kuatir akan penghasilan mereka. Mereka dapat jalan-jalan keluar negeri kapan saja mereka mau. Ya, karena mereka memiliki uang dan mereka juga memiliki waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila disuruh memilih, Anda memilih untuk berada di kategori yang mana?&lt;br /&gt;Jika pilihan Anda adalah kategori ke-4, hanya ada satu cara, Build Assets!!!&lt;br /&gt;(http://build-assets.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-351381766540096910?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/351381766540096910/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=351381766540096910' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/351381766540096910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/351381766540096910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/4-kategori-orang.html' title='4 Kategori Orang'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-4737515109784001588</id><published>2007-08-21T10:24:00.000-07:00</published><updated>2007-08-21T10:25:06.052-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Belanja Cerdas Dan Bijak</title><content type='html'>Sebagian besar masyarakat adalah pekerja atau bekerja di sebuah perusahaan sebagai pegawai. Bekerja dari Senin sampai Jumat dari jam 8.00 pagi sampai jam 5.00 sore, dan menghabiskan banyak waktu baik di jalan akibat kemacetan maupun di kantor dan merasa kelelahan sesampainya di rumah. Banyak dari klien kami yang mengeluhkan kekurangan di paruh akhir setiap bulannya.&lt;br /&gt;Sebenarnya ke mana uang yang didapat dibelanjakan? Apakah mereka termasuk yang kurang bijak dalam membelanjakan uangnya? Pertanyaan seperti ini sering terlontar. Oleh karenanya menentukan kemana uang hasil kerja keras sebulan yang Anda hasilkan pergi, menjadi sangat penting dalam mengelola keuangan menuju kebebasan finansial yang diidamkan.&lt;br /&gt;Masyarakat kebanyakan walau berpendapatan besar tetap merasa sulit untuk dapat memenuhi semua kebutuhan bulanan yang harus dikeluarkan, apalagi menabung. Ini sangat berkaitan dengan kebiasaan keuangan (financial habit).&lt;br /&gt;Anda tetap bisa menyisihkan uang setiap bulannya berapa pun penghasilan Anda bila menjalankan kebiasaan sehat yang berkaitan dengan manajemen keuangan keluarga dan tentunya disiplin pada diri sendiri. Menurut pandangan kami, Anda tidak harus hidup susah untuk dapat menyisihkan uang.&lt;br /&gt;Yang harus Anda lakukan adalah menjadi pembelanja cerdas dan bijak. Dengan kebiasaan belanja yang benar tentunya, Anda akan lebih memiliki kapasitas untuk menabung guna mencapai tujuan jangka panjang yang Anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jadikan Menabung Kebiasaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menabung sudah dikenal karena selama kita dibesarkan seringkali mendengar kata tersebut melalui slogan “ayo menabung”. Tapi celakanya, sebagian besar dari kita memiliki keterbatasan pengetahuan seputar keuangan personal dan tingginya bujuk rayu iklan dari pada produsen yang mengakibatkan kita membeli yang sebenarnya tidak dibutuhkan.&lt;br /&gt;Bila ingin memulai perencanaan menabung secara reguler Anda harus membuat keseimbangan antara konsumsi dan menabung. Nah, konsumsi inilah atau pemakaian pendapatan untuk belanja yang sering kali mengakibatkan Anda tidak lagi bisa menabung. Pelit bukanlah solusi dalam mengembangkan kebiasaan menabung, tapi yang lebih diutamakan adalah kebiasaan cerdas dalam berbelanja.&lt;br /&gt;Untuk membuat proses menabung menjadi sebuah program berkesinambungan, Anda sebaiknya melihat pada diri Anda sendiri. Bagaimana Anda bersikap dan berprilaku berkaitan dengan keuangan, khususnya belanja.&lt;br /&gt;Hal ini terkadang bisa dikenali, namun sulit untuk dapat mengubahnya. Perubahan menjadi sangat sulit bila Anda tidak memiliki kemauaan untuk berubah. Dialog dengan diri Anda sendiri dibutuhkan seputar keputusan keuangan yang harus Anda ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Iklan yang Menggiurkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memulai untuk menabung adalah keputusan bijak tapi sulit dilakukan, apalagi mempertahankannya. Banyak orang yang sudah memulainya tapi dengan berjalannya waktu mereka mulai lupa dengan program menabung yang mereka lakukan. Mereka berbelanja karena tergiur oleh berbagai promosi atau iklan yang ditayangkan oleh para podusen di berbgaai media agar produknya laku.&lt;br /&gt;Berbagai advertising juga mempengaruhi Anda dalam mengambil keputusan keuangan. Banyak advertising menyakinkan bahwa Anda adalah apa yang Anda pakai sehingga seringkali advertising yang terus menerus mempengaruhi Anda dan merubah keputusan Anda. Tabungan jangka panjang yang sudah Anda sisihkan setiap bulan akhirnya diambil untuk membeli keperluan atau keinginan saat ini.&lt;br /&gt;Berbagai iklan juga memberikan penawaran kemudahan untuk memiliki barang-barang dengan berkredit. Bila Anda tidak mampu membayarnya secara tunai, Anda dapat membelinya dengan kredit dan mencicil nilai yang kecil setiap bulannya. Dalam pikiran Anda selalu saja timbul pemikiran untuk membeli berbagai barang dengan kredit, kredit, dan kredit saja.&lt;br /&gt;Memang, keputusan tersebut ada benarnya. Dan lagi, uang yang Anda gunakan adalah uang Anda sendiri, tapi ingat bila Anda membelanjakannya baik secara langsung saat ini atau dengan mencicil di kemudian hari, uang itu akan hilang. Anda hanya berkesempatan untuk menggunakannya satu kali. Oleh karena itu, gunakan belanjakan secara bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanyaan Penting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara jujur harus kita akui bahwa berbelanja kadang kala bukan dikarenakan Anda membutuhkan barang tersebut namun mungkin hanya tergiur atau dorongan dari diri kita sendiri. Untuk itu, kami mencoba memberikan beberapa pertanyaan yang sebaiknya Anda tanyakan pada diri Anda sendiri sebelum keputusan membeli Anda lakukan.&lt;br /&gt;Pertanyaan ini untuk kondisi di mana Anda sebenarnya memang tidak punya uang. dan kondisi kedua, di mana sebenarnya Anda memiliki uang untuk membeli apa yang Anda inginkan.&lt;br /&gt;Dua pertanyaan pertama: “Apakah saya membutuhkannya?” “Apakah saya sanggup untuk membelinya?” Mudah saja, bila jawaban Anda untuk pertanyaan tadi adalah tidak, jangan membelinya.&lt;br /&gt;Kalau Anda tidak membutuhkannya, jangan beli. Kalau Anda tidak memiliki uang, jangan membelinya. Bila Anda belum membandingkan dengan harga di toko lainnya, jangan beli dulu, karena Anda membutuhkan setiap uang yang tidak dibelanjakan untuk ditabung.&lt;br /&gt;Nah, bila Anda berbelanja melalui proses kedua pertanyaan di atas, Anda tahu bahwa Anda sudah berbelanja dengan bijak dan cerdas.&lt;br /&gt;Dua pertanyaan kedua: “Apakah saya akan menggunakannya?” Apakah ini cukup berharga untuk dibeli sekarang?”. Mungkin hal ini sedikit menjengkelkan karena sebenarnya Anda memiliki kemampuan untuk membelinya. Lain halnya dengan dua pertanyaan sebelumnya.&lt;br /&gt;Namun, lucunya seringkali kita membeli hanya karena dorongan keinginan tapi tidak mendapatkan keuntungan atau manfaat dari belanja yang kita lakukan. Bila Anda tanyakan apakah saya membutuhkannya?&lt;br /&gt;Bila jawabannya tidak, jangan beli barang tersebut. Bila Anda mengatakan memerlukannya, apakah cukup berharga? Dengan membayar harga tersebut, apakah memang cukup berharga untuk Anda miliki.&lt;br /&gt;Karena pada dasarnya, bila Anda membelinya, Anda kehilangan apa yang biasa disebut oleh para ekonom adalah “opportunity cost”. Jadi pahami kedua pertanyaan tersebut sebelum Anda membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diskon Bukan Segalanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kami mencoba untuk memberikan contoh di mana sebenarnya membeli sesuatu dengan diskon belum tentu berhemat atau menabung. Mal-mal besar di sekitar Jakarta sering kali memberikan pekan sale atau pesta diskon dimana mal tersebut untuk jangka waktu tertentu memberikan diskon bisa mencapai 70% dari harga regular untuk berbagai barang yang ada.&lt;br /&gt;Banyak orang yang datang dan tentunya ingin memanfaatkan pesta diskon tersebut. Setelah mereka berbelanja, mereka mengatakan, “Kami menghemat Rp 200.000 untuk membeli tas ini! Harganya hanya Rp 500.000. Tapi apakah mereka benar-benar menghemat Rp 200.000?&lt;br /&gt;Satu-satunya kejadian di mana Anda berhemat dengan membeli barang dengan diskon adalah dari awal memang Anda membutuhkannya. Membeli popok buat anak Anda yang sebelumnya Rp 111.000 menjadi Rp 95.000, Anda berhemat sebesar Rp 16.000. Tapi pergi ke mal dan membeli tas yang sebenarnya Anda tidak perlukan atau butuhkan dengan harga Rp 500.000 (dengan diskon), tidaklah menghemat Rp 200.000.&lt;br /&gt;Kami bukannya mengatakan bahwa sebaiknya Anda tidak berbelanja pada saat pesta diskon. Berbelanja pada saat diskon adalah ide yang baik, terutama bila Anda mendapatkan apa yang dari awal Anda butuhkan dengan harga yang lebih murah.&lt;br /&gt;Hanya saja, pastikan apa yang Anda beli memang dibutuhkan. Melewatkan membeli tas dengan harga Rp 500.000 (setelah diskon) di mana tas tersebut tidak dibutuhkan adalah berhemat sebesar Rp 500.000 dan bisa ditabung untuk tujuan masa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebutuhan vs Keinginan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada batasan yang pasti untuk menentukan perbedaan antara kebutuhan atau keinginan. Mari kita mulai dengan mendefinisikan keduanya.&lt;br /&gt;Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, sehingga bila ada di antara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera.&lt;br /&gt;Dapat dikatakan, kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada, karena tanpa itu hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera, sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi, sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.&lt;br /&gt;Namun, yang namanya kesejahteraan dan kepuasan juga sangat relatif bagi setiap orang, sedangkan kami berpendapat bahwa untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, harus dilihat dari segi fungsinya. Sesuatu dikatakan sebagai keinginan kalau sudah merupakan tambahan atas fungsi utamanya.&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang, mobil sudah merupakan kebutuhan. Untuk bisa menunjang aktivitasnya yang banyak di luar rumah dan sering bepergian, maka mobil adalah alat transportasi yang menjadi kebutuhan.&lt;br /&gt;Jika fungsi mobil adalah untuk alat transportasi, membawa kemana kita akan pergi. Tapi seringkali kita punya keinginan untuk menambah berbagai macam aksesories mobil, bukan untuk menambah kenyamanan atau kemanan berkendara, tapi hanya sekadar mempercantik penampilannya saja. Saya rasa itu bukan kebutuhan, itu cuma keinginan saja. Dan keinginan ini bisa ditunda kalau semua kebutuhan yang lain sudah terpenuhi dengan baik.&lt;br /&gt;Walaupun mungkin kini Anda merasa mampu untuk memenuhi semua keinginan Anda, tapi kita tetap harus bijaksana, jangan sampai lupa akan kebutuhan/tujuan di masa yang akan datang. Kita harus mempersiapkan dana pensiun kita agar bisa menikmati hari tua dengan tenang, kita juga harus mempersiapkan dana pendidikan bagi anak-anak kita, dan itu semua adalah kebutuhan masa depan yang harus disiapkan sejak sekarang.&lt;br /&gt;Yang harus diingat adalah, jangan sampai memenuhi keinginan dengan mengabaikan kebutuhan atau tujuan keuangan prioritas. Oleh karenanya memiliki perspektif jangka panjang dalam hal keuangan keluarga harus diperhatikan.&lt;br /&gt;Demikianlah uraian yang bisa kami sampaikan saat ini. semoga ulasan ini menambah wacana dan membuat Anda lebih bijak dan cerdas dalam membelanjakan pendapatan yang Anda hasilkan dengan bekerja keras setiap bulannya.n&lt;br /&gt;Tim ISOL (Sinar Harapan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-4737515109784001588?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/4737515109784001588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=4737515109784001588' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4737515109784001588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/4737515109784001588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/belanja-cerdas-dan-bijak.html' title='Belanja Cerdas Dan Bijak'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-2751088461533903495</id><published>2007-08-21T10:23:00.001-07:00</published><updated>2007-08-21T10:23:44.348-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Antara Waktu Dan Uang</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu saya ingat kembali dengan sebuah buku yang sudah lama saya baca, judulnya “The Millionaire in You” yang ditulis oleh Michael LeBoeuf, Ph.D. Libur panjang akhir pekan ini saya habiskan dengan membaca ulang buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil baca ulang akhir minggu kemarin, saya mencoba untuk sedikit berbagai beberapa hal penting yang bisa menjadi bahan pemikiran bagi Anda bila ingin memiliki waktu untuk menikmati apa yang sudah Anda lakukan terhadap uang Anda selama ini.&lt;br /&gt;Dalam setiap jiwa seseorang tersembunyi kehidupan yang mengagumkan yang penuh dengan kebebasan. Kunci untuk menemukan hal tersebut adalah dengan melihat berbagai kemungkinan-kemungkinan dan mengambil keputusan yang tepat dari pilihan-pilihan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada empat hal penting berkaitan dengan uang yang harus Anda ketahui:&lt;br /&gt;l Bagaimana Anda menghasilkannya&lt;br /&gt;l Bagaimana Anda menyimpannya&lt;br /&gt;l Bagaimana Anda menginvestasikannya&lt;br /&gt;l Bagaimana Anda menikmatinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, semua Anda sudah melakukan dan mengetahui hal tersebut di atas. Anda sudah memiliki penghasilan bulanan dari kerja Anda. Dan setiap bulan Anda menabung.&lt;br /&gt;Dari kumpulan simpanan tersebut Anda menginvestasikannya agar memberikan hasil yang lebih baik di jangka waktu yang lebih panjang. Dan tentunya Anda juga menikmati apa yang telah Anda peroleh dari penghasilan bulanan Anda.&lt;br /&gt;Tapi mengapa banyak orang yang merasa bahwa keuangannya masih saja sulit? Bukan kebebasan keuangan yang diperoleh malah pertumbuhan utang yang semakin hari semakin melilit.&lt;br /&gt;Yang menarik dari diagram di atas adalah masing-masing kita terwakili pada satu titik tertentu di dalam diagram diatas, terkait dengan besarnya kekayaan dan waktu yang bisa digunakan secara bebas.&lt;br /&gt;Waktu yang bisa digunakan secara bebas terlihat pada garis horizontal dengan skala 1 sampai 10. dan penghasilan bersih digambarkan pada garis vertical dengan skala sama mulai dari 1 sampai 10. Orang seperti apakah yang paling mirip dengan Anda? Dimanakah Anda akan menempatkan diri Anda dalam diagram tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1,1): posisi Budak, dari sisi harta sedikit atau tidak memiliki harta sama sekali dan tak punya waktu bebas untuk dipakai. Dalam kehidupan kita sekarang ini, mungkin saja orang tua tunggal yang harus bekerja ekstra waktu dengan gaji yang rendah untuk memenuhi semua kebutuhan keluarganya atau untuk membayar hutang-hutang rentinir yang terus saja membumbung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(10,1): Belalang, memiliki banyak waktu tapi tidak memiliki atau sedikit memiliki kekayaan. Kiasan belalang ini seperti cerita dongeng di mana semut selalu bekerja keras untuk mengumpulkan makanan di waktu sulit sedangkan belalang menjalani hidup tanpa mengumpulkan untuk masa sulit.&lt;br /&gt;Titik tengah (5,5) adalah Karyawan. Titik ini mewakili sebagai besar masyarakat. mereka bekerja setiap hari selama berjanm-jam untuk dapat hidup layak guna membayar sewa rumah, menyediakan makanan untuk keluarga dan kebutuhan lainnya.&lt;br /&gt;Mereka menukarkan waktu mereka dengan uang dan menfokuskan untuk mencari uang untuk dapat dibelanjakan. Jika sikap ini terus dipertahankan, mereka akan terus menukar waktu mereka untuk mendapatkan uang, memasuki masa mereka tetap harus bekerja keras atau hidup dengan uang pensiun yang sangat minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1,10): si Pemilik, yang memiliki kekayaan yang melimpah namun hanya sedikit waktu yang bisa digunakan secara bebas. Biasanya para wiraswasta, eksekutif perusahaan atau professional yang bekerja secara mandiri, merupakan kelompok di mana mereka disibukkan dengan bekerja setiap harinya.&lt;br /&gt;Mereka mengira mereka memiliki bisnis, tetapi pada kenyataannya bisnis tersebut yang memiliki mereka. Mereka mengira mereka memiliki karier, tapi sebenarnya karier yang mengikat mereka.&lt;br /&gt;Mereka memiliki banyak barang-barang berharga yang mereka bilang mereka miliki padahal barang-barang tersebut memiliki mereka. Kelompok ini harus terus bekerja untuk dapat mempertahankan gaya hidup atau hal-hal yang mereka miliki sekarang atau lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terakhir (10,10), yaitu si Pemenang. Sang pemenang, mereka kaya karena mereka memiliki uang untuk dinikmati dan waktu yang bebas. Sang pemenang adalah mereka yang tidak harus bekerja untuk uang, tapi uang yang bekerja untuk mereka dan menghasilkan lebih dari apa yang dibutuhkan. Atau bisa disejajarkan sebagai investor dalam bukunya Kiyosaki.&lt;br /&gt;Nah sebenarnya apa sih yang bisa dilakukan agar kita termasuk dalam lingkaran atau titik koordinat (10,10) dalam kehidupan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang dan Kesejahteraan Finansial&lt;br /&gt;Di dunia materialistis seperti sekarang ini, adalah “normal” memakai baju yang Anda beli dengan kartu kredit yang belum lunas cicilannya untuk bekerja, meluncur menerobos kemacetan lalu lintas Jakarta dengan mobil yang masih diangsur, untuk mendapatkan penghasilan agar mampu membayar baju, mobil dan rumah yang hampir sepanjang hari kosong karena Anda harus pergi bekerja seharian.&lt;br /&gt;Inilah contoh kehidupan modern saat ini, jika Anda memiliki uang, Anda tidak memiliki waktu untuk menikmatinya. Jika Anda memiliki waktu, Anda tidak memiliki uang untuk dapat menikmatinya. Inilah yang disebut oleh LeBoeuf mengenai perangkap waktu-uang.&lt;br /&gt;Bila ditelaah, pengaruh uang terhadap kehidupan bukan hanya dikarenakan tampilan iklan di berbagai media, tapi juga dipengaruhi oleh naluri alamiah manusia. Mungkin bila Anda memperhatikan anak berumur 3 tahun, tanpa diajari anak tersebut sudah berkeinginan untuk memiliki dan merebut sesuatu. Secara alami setiap manusia berkeinginan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih yang secara langsung ini berkaitan dengan uang.&lt;br /&gt;Dengan perkembangan teknologi dan perekonomian yang semakin pesat, naluri alamiah manusiapun berubah. Dalam transaksi perekonomian tunai, uang digunakan untuk memuaskan banyak keinginan, keinginan untuk hidup nyaman dan terjamin, keinginan untuk memiliki pekerjaan yang memberikan gaji besar dan lain-lain. Tetapi semua ini tidak berhenti disitu, semua itu akan terus berkembang, sehingga kita lupa akan kebutuhan riil yang sebenarnya kita butuhkan. Yang pada akhirnya malah menyalurkan energi untuk berburu uang sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;Walau pengaruh naluri alamiah manusia yang ingin lebih atau serakah, kita sebagai manusia tetap memiliki kebebasan dalam memilih dan menentukan nilai-nilai yang kita inginkan. Yang kita dapati sekarang adalah kecenderungan bukannya kendali. Dalam setiap pikiran manusia pasti ada sisi yang menginginkan semua yang lebih. Dengan hal ini memberikan motivasi tersendiri bagi Anda untuk melakukannya dengan baik dan mencapainya dengan cepat. Dorongan untuk hidup berlebih dapat dikendalikan dengan tetap berjalan di rel kehidupan yang telah Anda dan keluarga gariskan sebelumnya. Inilah sisi positif dari keputusan yang diambil.&lt;br /&gt;Celakanya, banyak orang tua yang lupa diri, dengan bekerja membanting tulang, lupa akan waktu dan visi mengenai keluarga yang sejahtera. Di satu sisi, mereka memiliki banyak uang tapi di sisi lain waktu untuk keluarga terlupakan. Mereka membiarkan uang memimpin mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari Perangkap Waktu-Uang&lt;br /&gt;Bagaimana kita bisa keluar dari perangkap waktu-uang dan menuju koordinat (10,10) dalam diagram LeBouef? Hal pertama yang harus dilakukan adalah memahami bagaimana Anda sampai di sana untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;Kita terperangkap dalam pemikiran tersebut karena kita selalu berpikir bahwa pemecah masalah keuangan kita adalah gaji atau penghasilan yang kita terima. Semakin banyak uang yang kita hasilkan tentunya akan memecahkan semua masalah keuangan, betul begitu? Tidak seluruhnya benar.&lt;br /&gt;Untuk itu dibutuhkan sebuah pandangan baru mengenai keuangan yang bisa memberikan rasa kesejahteraan yang lebih besar. Gagasannya adalah dengan menciptakan kehidupan keuangan mendasar yang sederhana dan tidak banyak memakan waktu dalam penanganannya.&lt;br /&gt;Satu kata yang menurut hemat saya memberikan makna dalam keuangan keluarga, yaitu kesederhanaan. Kesederhanaan adalah kesadaran untuk berusaha membatasi kebutuhan pokok kehidupan berkeluarga. Kesederhanaan sama halnya dengan seni. Kesederhanaan memerlukan tidak hanya dengan membuang kemewahan hidup, tapi dibutuhkan perubahan cara pandang dari dalam yang tulus.&lt;br /&gt;Ada orang yang mengartikan sederhana dengan kecenderungan mengawasi pengeluarannya dengan sangat ketat seperti halnya pengembara di gurun pasir yang mengawasi air minumnya. Hal ini tidak memecahkan permasalahan, yaitu kesejahteraan lahir batin. Pembatasan berlebihan malah merusak kepuasan kehidupan berkeluarga.&lt;br /&gt;Intisari dari kesederhanaan—yaitu membedakan antara kebutuhan dan keinginan—menjadi sangat penting dalam menumbuhkan hubungan yang selaras dan lebih sehat berkenaan dengan uang. Dalam hal ini, tidak ada rumus yang dapat memenuhi standar semua orang.&lt;br /&gt;Kita pastinya pernah mengenal orang yang kikir dan materialistik, padahal ia hanya memiliki sedikit harta dan di lain pihak Anda juga menjumpai orang yang menyenangkan dan relatif mandiri yang memiliki kebendaan melimpah.&lt;br /&gt;Dari ulasan singkat ini dapat disimpulkan, untuk mencapai koordinat (10,10) atau sebagai pemenang Anda harus menjalani kehidupan ini dengan lebih bijak, dimana Anda sebagai individu yang mengontrol semua keinginan dan kebutuhan Anda. Semoga ulasan ini bermanfaat.n&lt;br /&gt;Tim ISOL (Sinar Harapan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-2751088461533903495?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/2751088461533903495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=2751088461533903495' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2751088461533903495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/2751088461533903495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/antara-waktu-dan-uang.html' title='Antara Waktu Dan Uang'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-5376934531905851520</id><published>2007-08-21T10:22:00.000-07:00</published><updated>2007-08-21T10:23:01.283-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Di Mana Posisi Anda Saat Ini?</title><content type='html'>Saya masih excited dengan bukunya Adam Khoo berjudul Secrets of Self-Made Millionaire ini. Buku ini sekarang menjadi rujukan saya setelah buku-bukunya Robert Kiyosaki. Adam Khoo bisa menjelaskan konsep mencapai kekayaan secara sederhana dan mudah dimengerti. Buku ini menjadi semacam petunjuk jalan (road map) bagi yang ingin mewujudkan impiannya menjadi miliarder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menuju ke sana, kita harus tahu dulu posisi kita saat ini. Ada di posisi mana kita saat ini? Ada 4 level finansial yang harus kita lewati menurut Adam Khoo:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level 1: Financial Stability&lt;br /&gt;Ini adalah level paling bawah dan level ini harus kita lalui. Level ini dicapai bila kita (1) memiliki aset likuid untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum selama 6 bulan ke depan, (2) kita sudah memiliki alat proteksi untuk diri sendiri dan keluarga dalam bentuk asuransi. Setelah level ini dicapai, kita harus meningkat ke...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level 2: Financial Security&lt;br /&gt;Level ini dicapai setelah kita memiliki PASSIVE INCOME yang menghasilkan CASHFLOW YANG POSITIF untuk meng-cover KEBUTUHAN PALING MENDASAR kita (cicilan rumah, cicilan kendaraan, biaya sekolah, makan, transportasi, asuransi) . Pada level ini, kita bisa berhenti bekerja karena sudah ada cashflow positif yang menjamin kebutuhan mendasar itu. Selanjutnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level 3: Financial Freedom&lt;br /&gt;Level ini adalah di mana kita sudah memiliki PASSIVE INCOME yang menghasilkan CASHFLOW POSITIF untuk mempertahankan GAYA HIDUP KITA SAAT INI. Jadi, kita bisa berhenti bekerja tanpa harus menurunkan standar gaya hidup saat ini. Meskipun bisa berhenti bekerja, orang yang sudah mencapai level ini biasanya tetap bekerja, tapi bukan untuk mendapatkan penghasilan semata, melainkan karena itu adalah minat atau passionnya. Selanjutnya level tertinggi adalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level 4: Financial Abundance&lt;br /&gt;Posisi ini dicapai juga melalui PASSIVE INCOME yang menghasilkan CASHFLOW POSITIF untuk mencapai GAYA HIDUP YANG DIINGINKAN. Nah, inilah gaya hidup orang kaya. Bisa beli mobil Mercy, jalan-jalan pakai kapal pesiar, punya rumah di Pondok Indah dan sebagainya. Gaya hidup ini sebenarnya subyektif sifatnya. Tergantung orangnya. Intinya, dia bisa mendapatkannya kalau dia mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di level mana kita saat ini? Itu yang penting. Kalau sudah tahu, barulah kita memulai perjalanan menuju level selanjutnya. Adam Khoo juga memberikan petunjuk praktis cara menghitung dan menentukan posisi kita saat ini. Dia juga memberikan strategi dan langkah-langkah praktis untuk mencapai level-level berikutnya dalam buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, sampai di situ dulu sharing saya. Saya juga baru baca setengahnya. Tapi nggak sabar ingin sharing isinya. Ini adalah salah satu buku terbaik yang saya baca tahun ini. Jarang ada buku yang selalu saya pegang dan bawa ke mana-mana seperti buku ini. Buku ini juga bukan buku teori aja. Aplikasi praktisnya juga diberikan. Jadi, buat yang ingin langsung take action tinggal ikutin aja langkah-langkahnya. Bukunya Adam Khoo memang "gue banget!"&lt;br /&gt;(http://roniyuzirman.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-5376934531905851520?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/5376934531905851520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=5376934531905851520' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/5376934531905851520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/5376934531905851520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/di-mana-posisi-anda-saat-ini.html' title='Di Mana Posisi Anda Saat Ini?'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-638382704361812687</id><published>2007-08-21T10:21:00.000-07:00</published><updated>2007-08-21T10:22:11.888-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Paradigma Orang Bekerja</title><content type='html'>Paradigma orang berkerja yang umum ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Bekerja &gt; &gt; Uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80% orang di dunia ini bekerja mengikuti paradigma di atas. Mereka bekerja hanya untuk mendapatkan penghasilan, untuk mewujudkan impian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang salah dengan paradigma di atas? Tidak ada yang salah, karena 80% orang di dunia melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya,&lt;br /&gt;Apa yang akan terjadi bila karena suatu alasan tertentu mereka tidak dapat bekerja lagi? Mungkin karena masalah usia, kesehatan, persaingan di dunia kerja yang semakin ketat sehingga mereka harus di PHK, atau mungkin saja karena alasan lain. Tidak ada yang bisa memastikan. Tentu saja mereka tidak akan memperoleh penghasilan. Lalu, bagaimana dengan impian mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan 20% orang di dunia, bekerja mengikuti paradigma seperti di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Bekerja &gt; &gt; Asset &gt; &gt; Uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bekerja tidak hanya sekedar untuk memperoleh penghasilan, tetapi mereka juga membangun asset. Dimana apabila asset mereka sudah terbentuk, asset ini yang akan memberikan penghasilan buat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu asset? Asset adalah sesuatu yang bisa memberikan penghasilan kepada Anda, walaupun Anda tidak bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga besok-besok, walaupun karena suatu alasan tertentu mereka tidak dapat atau bahkan tidak mau bekerja lagi, tidak masalah. Asset tersebut akan tetap memberikan penghasilan buat mereka. Penghasilan ini yang disebut dengan penghasilan pasif atau passive income.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana yang Anda pilih dari kedua paradigma di atas?&lt;br /&gt;(http://build-assets.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763001866124175786-638382704361812687?l=rahasia-bisnis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/feeds/638382704361812687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6763001866124175786&amp;postID=638382704361812687' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/638382704361812687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763001866124175786/posts/default/638382704361812687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-bisnis.blogspot.com/2007/08/paradigma-orang-bekerja.html' title='Paradigma Orang Bekerja'/><author><name>sourceid</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01308818258167848334</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763001866124175786.post-7505517236751906973</id><published>2007-08-21T10:20:00.001-07:00</published><updated>2007-08-21T10:20:49.963-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finansial'/><title type='text'>Asset &amp; Liabilitas</title><content type='html'>Apa itu asset?&lt;br /&gt;Asset adalah sesuatu yang bisa memberikan penghasilan pada Anda, walaupun Anda tidak bekerja. Sedangkan liabilitas adalah sesuatu yang merupakan biaya bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa contohnya asset?&lt;br /&gt;- Tuyul&lt;br /&gt;- Punya pasangan yang kaya&lt;br /&gt;    LOL, Just kidding!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang bilang bahwa rumah mereka adalah asset. Tunggu dulu! Coba Anda perhatikan, rumah yang Anda tempati sekarang ini memberikan penghasilan kepada Anda atau tidak? Atau sebaliknya, malah Anda yang perlu membiayai rumah tersebut setiap bulan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika rumah yang Anda tempati sekarang ini, memberi penghasilan pada Anda, tanpa Anda harus bekerja, maka rumah tersebut adalah asset Anda. Tapi jika sebaliknya, Anda yang harus mengeluarkan uang setiap bulan untuk membiayai rumah Anda, maka rumah tersebut adalah liabilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika rumah Anda disewakan, maka rumah tersebut memberi penghasilan pada Anda walaupun Anda tidak bekerja. Rumah Anda yang bekerja untuk Anda. Sehingga rumah tersebut adalah asset Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan, mulai dari lahir sampai lulus kuliah, waktunya hampir tidak bisa ditawar. Orang harus melewati itu semua, paling tidak sampai dengan lulus S1, rata-rata orang membutuhkan waktu selama kurang lebih 22 tahun. Ada juga yang lebih, kalau kuliahnya molor. Ada juga yang kurang, kalau memang jenius atau tidak melanjutkan kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya setelah lulus kuliah, orang-orang mulai memasuki dunia kerja. Mereka bekerja mati-matian demi masa depan mereka. Mereka bekerja dari pagi sampai malam. Dan rata-rata mereka pensiun pada umur 65 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa mereka lakukan di sisa hidupnya? Umur manusia semakin lama semakin pendek. Berapa banyak waktu yang mereka miliki untuk menikmati hidup? Mungkin mereka hanya memiliki sisa waktu 10-15 tahun. Untuk melakukan hobby yang selama ini tertunda karena harus bekerja mati-matian. Atau mungkin untuk aktif di berbagai kegiatan sosial. Atau untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anda, waktu 10-15 tahun, cukup atau tidak? Kita tidak bisa memperpanjang usia. Dan umumnya kita juga tidak bisa memperpendek waktu sekolah kita. Sekali lagi kecuali kalau memang kita benar-benar jenius atau tidak melanjutkan ke bangku kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bisa kita lakukan adalah dengan memperpendek masa kerja kita. Bagaimana caranya? Bangun asset. Nantinya, bila asset Anda sudah terbentuk, maka asset ini yang akan memberikan penghasilan kepada Anda secara terus-menerus. Penghasilan ini yang disebut penghasilan pasif atau passive in
