Di tempat saya bekerja ada beberapa ekor kucing yang hidup perkarangan. Tidak ada panggilan khusus untuk kucing tersebut, tetapi ada seekor yang merupakan kesukaan saya. Sudah tiga kali melahirkan anak tetapi kelahiran sebelumnya belum ada anak yang sukses besar bersamanya. Ada diantaranya mati karena sakit, kecelakaan dan diambil untuk dipelihara orang lain.
Untuk yang kelahiran ketiga kalinya dia memiliki 3 anak, dan ternyata 2 dari anaknya mati karena sakit. Sungguh masa berkembangnya anak kucing adalah masa yang sulit, maka dari itu saya bertekat untuk menjaganya. Agar kucing kesukaan saya memiliki penerus keturunannya, maka dari itu saya mencoba membantunya. Membantunya dengan hampir tiap hari memberi induknya makanan agar cukup gizi untuk memberi susu untuk anaknya dan juga tambahan susu untuk anaknya itu sendiri.
Setelah anak kucing yang tinggal satu- satunya itu besar, saya kira masa sulit sudah lewat. Ternyata ada satu masalah lagi apalagi setelah anak kucing tersebut itu disapih induknya. Induknya memang cukup cakap dalam mencari makanan diluar tempat saya kerja, dia rajin pergi ke beberapa warung disekitar dan tahu waktu yang tepat untuk mencari makanan. Tetapi sang anak selama ini tidak pernah mau mengikuti induknya dalam mencari makan, kemungkinan karena trauma karena ada pemilik warung yang suka menyiram air kepada kucing yang suka masuk kewarungnya. Ketika anak kucing tersebut mulai disapih menyusui oleh induknya, naluri untuk mencari makanannya kurang berkembang. Dia hanya meong mengeluarkan suara kepada orang- orang yang lewat dan yang sering memanjakannya. Terutama kepada saya yang cukup biasa memberikan dia makan atau sisa makanan yang dapat dia makan.
Karena saya kira dia akan menemukan masalah jika tidak berhasil dalam mencari makanan, maka saya mengambil inisiatif untuk memberikan dia pelajaran agar dia mandiri. Si anak kucing saya bawa dan diperkenalkan pada lingkungan luar tempat kerja saya. Caranya saya pancing dia dengan panggilan dan makanan. Pada hari pertama si kucing setelah saya bawa keluar agak jauh dan diberi makan, setelah makan dia hanya diam sambil meong memanggil dan takut bila melihat ada kendaraan yang lewat. Akhirnya baru bisa pulang setelah saya jemput dan mengantarnya ia pulang. Setelah beberapa hari saya ajarkan untuk mengenal dunia luar barulah dia bisa pulang sendiri bila diajak keluar. Hal ini saya paksa lakukan kepada dia agar dia tidak takut dan dapat lebih mandiri terutama dalam mencari makan.
Hal ini juga terjadi pada banyak kehidupan terutama pada hewan mamalia, karena tidak seperti hewan yang ditinggal setelah ditelurkan oleh induknya. Hewan yang dipelihara oleh induknya umumnya hanya memiliki insting dasar. Tanpa memiliki insting untuk bertahan dan melanjutkan hidup. Contohnya sama seperti kehidupan burung, untuk menjadi dewasa seekor burung harus melewati beberapa fasa cobaan.
Fasa kehidupan itu adalah :
1. Fasa Pertumbuhan
Sejak ditelurkan dan menetas anak burung harus bersaing disarangnya dengan saudara- saudara untuk mendapatkan makanan, dia dapat tersingkir dan terjatuh pada sarangnya bahkan karena saudara- saudaranya sendiri. Sebagai mahluk hidup dalam berkembang dewasa banyak sekali rintangan, banyaklah pemangsa yang mengincar yang belum dewasa karena lebih mudah untuk diburu.
2. Fasa Mandiri
Seperti anak kucing yang sedang disapih induknya, setelah berkembang besar seekor burung harus belajar terbang yang penuh dengan banyak resiko. Bila ia gagal dalam belajar terbang, maka tidak ada kesepatan untuknya untuk hidup kecuali dalam sangkar.
3. Fasa Jati Diri
Setelah dapat mandiri, seekor burung harus dapat mendapatkan wilayah dan sarang juga pasangan untuk melanjutkan kehidupan dan keturunannya. Dan dibanyak bentuk kehidupan mahluk hidup dengan kehidupan sosial harus juga menentukan peranannya dan posisinya dalam kehidupan sosial. Seperti seekor singa yang setelah dewasa maka dia harus menentukan peran dan posisinya dalam kelompoknya. Apakah dia akan menjadi seekor pemimpin pemburu, pendamping dalam perburuan, perawat anak dalam kelompok, menjadi pejantan alpha atau beta, atau tersingkir dan diusir dari kelompoknya.
Begitupula dengan kehidupan binatang, kehidupan manusia menjadi seorang yang sukses juga melewati ketiga fasa penting kehidupan ini.
Saat pertumbuhan kita membutuhkan gizi dan belajar banyak hal baik dari orang tua atau sekolah. Pada fasa pertumbuhan ini biasanya diakhiri dengan tanda- tanda akhil balik, tetapi untuk manusia biasanya memakan waktu lebih panjang karena kita harus lebih banyak dibekali dengan pengetahuan.
Kemudian untuk menjadi mandiri kita harus juga berusaha untuk dapat hidup tanpa bantuan orang tua. Berjuang meraih penghidupan seperti pekerjaan atau usaha yang akan membuat kita mandiri. Kita juga harus menentukan pula jati diri kita sesungguhnya, kita dapat menjadi pemimpin dalam masyarakat, pengikut, seorang oportunist, spekulan, atau tidak menjadi apa- apa.
Kesuksesan mungkin adalah kata yang ingin anda capai. Tetapi ingat ada proses dan tahap yang harus anda hadapi untuk mendapatkan kesuksesan.
Ketiga fasa penting kehidupan ini adalah titik penting, jadi manfaatkan dan lewati sebaik- baiknya untuk kesuksesan anda.
^^sourceid
nb : tidak percuma saya suka nonton acara wild life
Wednesday, December 19, 2007
Wednesday, December 5, 2007
Script Bot Inviter
Script yang saya kerjakan dalam waktu lebih dari 3 minggu, semoga dapat membantu Anda.
Silahkan download pada http://aneka-cd.t35.com/download.php
^^sourceid
Silahkan download pada http://aneka-cd.t35.com/download.php
^^sourceid
Sunday, November 4, 2007
File Finansial
Download kumpulan file kecerdasan finansial, silahkan klik disini http://www.geocities.com/sourceid/GueEmangKerenDanGanteng/arsip/mind_your_business.zip
^^sourceid
^^sourceid
Thursday, November 1, 2007
Basis Keuntungan
Dalam suatu pembicaraan dengan mantan rekan kerja saya. Pada pembicaraan tentang usaha makanan yang saya lihat pada televisi, saya memberikan gambaran apa yang bisa didapat dari usaha tersebut.
Usaha yang saya bicarakan adalah usaha penjualan makanan. Membayangkan apa yang bisa didapat dari jumlah pelanggan yang ada, maka saya ungkapkan kira- kira omset yang bisa didapat. Dan keuntungan yang bisa didapat kira- kira 50 persennya.
Tetapi pembicaraan ini disangah oleh rekan saya lainnya, mungkin karena dia tidak mendengarkan dari awal pembicaraan. Dia menyangah bahwa usaha makanan keuntungannya bukanlah 50% tetapi 100%.
Awalnya saya bingung juga, tetapi saya akhirnya tanyakan 100% dari mana maksudnya. Dia menjelaskan bahwa bila kita membuat makanan dengan modal 100 ribu rupiah maka biasanya makanan tersebut dapat terjual kira- kira 200 ribu rupiah, atau 100% keuntungan dari modal.
Suatu kesalahpahaman, dimana yang saya katakan 50% dari basis omset sedangkan rekan saya katakan 100% basis modal.
Apakah perbedaan dari basis keuntungan modal dengan basis omset? Tentu saja yang pasti dari perhitungannya, satu dengan persentase dibanding modal dan yang lainnya dibandingkan omset.
Tetapi dalam bisnis atau usaha yang menjadi kendala kebanyakan apa yang ada dalam pikiran kita. Mulai dari kita merencanakan, memulai, dan menjalankan, kesuksesannya diawali dari pikiran kita.
Pada saat kita merencanakan usaha, pikiran dapat membuat kita maju terus atau memikirkan banyak kendala, dan akhirnya memikirkan resikonya atau jadi enggan sama sekali memulai suatu usaha. Pikiran kita dapat saja positif atau negatif, optimis ataupun pesimis. Masalah inilah yang saya kira menjadi masalah pada perbedaan antara keuntungan basis omset atau modal.
Bila kita memikirkan keuntungan basis modal, maka kita dalam perencanaan bisnis menghitung dahulu investasi, pengeluaran, operasional, harga bahan baku, dan lainnya. Kemudian baru memikirkan barang tersebut dapat terjual seberapa besar (pricing) , dan baru terhitung berapa omset, keuntungan dan potensi pasarnya.
Sedangkan untuk keuntungan basis omset kita melakukan terbeliknya, pola pikir kita akan memperkirakan potensi pasar, segmen konsumen, dan potensi jumlah konsumen/ pelanggan. Dengan asumsi daya beli masyarakat atau dengan perkiraan dengan pengalaman/ bisnis orang lain sejenis yang sudah ada, maka kita dapat memperkirakan jumlah omset kira- kira. Nah dari sinilah kita memperkirakan modal, investasi, oprasional dan lainnya, untuk mendapatkan perkiraan keuntungan yang bisa didapatkan.
Apa yang bisa membuat orang bergerak atau membuat keputusan dalam berbisnis adalah faktor pendorong/ pengerak (driving force) dibanding dengan resiko/ halangan (resistance), jika nilai dari perbandingan ini tinggi semakin tinggi pula orang akan mau berbisnis.
Revenue
------------ = Business Value
Risk
Kenyataan yang tampak kalau kita memiliki pola pikir memikirkan dahulu nilai dari investasi, pengeluaran, operasional, harga bahan baku, dan lainnya. Ini berarti kita memikirkan dahulu "Risk" baru kemudian memikirkan "Revenue" dari suatu bisnis.
Jika pola pikir kita memikirkan "Risk" terlebih dahulu, kita bisa saja langsung berhenti tanpa memikirkan "Revenue" -nya. Dan saat sudah memikirkan "Revenue" kita kembali berpikir "Risk" sehingga kembali berhenti. Dengan pola pikir seperti ini kita dapat terbawa pada pemikirian yang pesimis atau kurang positif. Dan yang terpenting pola pikir demikian akan membuat orang enggan mencoba/ memulai.
Maka dari itu saya lebih suka mengunakan keuntungan basis omset, karena kita lebih memikirkan pendorongnya lebih dahulu sehingga kita mau maju dan mencoba. Baru kemudian kita memikirkan resiko dan hambatan yang akan ditemui. Atau lebih baik kita berani untuk gagal, jadi mencoba dan melakukannya terlebih dahulu baru selalu berusaha mengatasi kesulitan dan hambatan yang ditemui sambil melaksanakannya.
Pola pikir yang harus kita kita lakukan adalah. Bila kita menghadapi sesuatu yang baik maka kita harus memikirkan hal baiknya dahulu, dan untuk hal yang tidak baik maka kita juga harus memikirkan hal yang tak baiknya juga terlebih dahulu. Contoh bila Anda melihat ada kesempatan untuk mencuri, tentu saja Anda tahu mencuri itu perbuatan yang tidak baik dan sebaiknya Anda terlebih dahulu memikirikan hal yang tidak baik dari akibat mencuri seperti masuk penjara, dikucilkan dari masyarakat, dan lainnya. Maka dapat dipastikan Anda lebih baik memilih untuk tidak mencuri bukan.
Jangan takut mencoba yang baik, terutama berbisnis. Karena itu berarti Anda juga mau bertanggungjawab terhadap diri Anda dan orang lainnya.
^^sourceid
Usaha yang saya bicarakan adalah usaha penjualan makanan. Membayangkan apa yang bisa didapat dari jumlah pelanggan yang ada, maka saya ungkapkan kira- kira omset yang bisa didapat. Dan keuntungan yang bisa didapat kira- kira 50 persennya.
Tetapi pembicaraan ini disangah oleh rekan saya lainnya, mungkin karena dia tidak mendengarkan dari awal pembicaraan. Dia menyangah bahwa usaha makanan keuntungannya bukanlah 50% tetapi 100%.
Awalnya saya bingung juga, tetapi saya akhirnya tanyakan 100% dari mana maksudnya. Dia menjelaskan bahwa bila kita membuat makanan dengan modal 100 ribu rupiah maka biasanya makanan tersebut dapat terjual kira- kira 200 ribu rupiah, atau 100% keuntungan dari modal.
Suatu kesalahpahaman, dimana yang saya katakan 50% dari basis omset sedangkan rekan saya katakan 100% basis modal.
Apakah perbedaan dari basis keuntungan modal dengan basis omset? Tentu saja yang pasti dari perhitungannya, satu dengan persentase dibanding modal dan yang lainnya dibandingkan omset.
Tetapi dalam bisnis atau usaha yang menjadi kendala kebanyakan apa yang ada dalam pikiran kita. Mulai dari kita merencanakan, memulai, dan menjalankan, kesuksesannya diawali dari pikiran kita.
Pada saat kita merencanakan usaha, pikiran dapat membuat kita maju terus atau memikirkan banyak kendala, dan akhirnya memikirkan resikonya atau jadi enggan sama sekali memulai suatu usaha. Pikiran kita dapat saja positif atau negatif, optimis ataupun pesimis. Masalah inilah yang saya kira menjadi masalah pada perbedaan antara keuntungan basis omset atau modal.
Bila kita memikirkan keuntungan basis modal, maka kita dalam perencanaan bisnis menghitung dahulu investasi, pengeluaran, operasional, harga bahan baku, dan lainnya. Kemudian baru memikirkan barang tersebut dapat terjual seberapa besar (pricing) , dan baru terhitung berapa omset, keuntungan dan potensi pasarnya.
Sedangkan untuk keuntungan basis omset kita melakukan terbeliknya, pola pikir kita akan memperkirakan potensi pasar, segmen konsumen, dan potensi jumlah konsumen/ pelanggan. Dengan asumsi daya beli masyarakat atau dengan perkiraan dengan pengalaman/ bisnis orang lain sejenis yang sudah ada, maka kita dapat memperkirakan jumlah omset kira- kira. Nah dari sinilah kita memperkirakan modal, investasi, oprasional dan lainnya, untuk mendapatkan perkiraan keuntungan yang bisa didapatkan.
Apa yang bisa membuat orang bergerak atau membuat keputusan dalam berbisnis adalah faktor pendorong/ pengerak (driving force) dibanding dengan resiko/ halangan (resistance), jika nilai dari perbandingan ini tinggi semakin tinggi pula orang akan mau berbisnis.
Revenue
------------ = Business Value
Risk
Kenyataan yang tampak kalau kita memiliki pola pikir memikirkan dahulu nilai dari investasi, pengeluaran, operasional, harga bahan baku, dan lainnya. Ini berarti kita memikirkan dahulu "Risk" baru kemudian memikirkan "Revenue" dari suatu bisnis.
Jika pola pikir kita memikirkan "Risk" terlebih dahulu, kita bisa saja langsung berhenti tanpa memikirkan "Revenue" -nya. Dan saat sudah memikirkan "Revenue" kita kembali berpikir "Risk" sehingga kembali berhenti. Dengan pola pikir seperti ini kita dapat terbawa pada pemikirian yang pesimis atau kurang positif. Dan yang terpenting pola pikir demikian akan membuat orang enggan mencoba/ memulai.
Maka dari itu saya lebih suka mengunakan keuntungan basis omset, karena kita lebih memikirkan pendorongnya lebih dahulu sehingga kita mau maju dan mencoba. Baru kemudian kita memikirkan resiko dan hambatan yang akan ditemui. Atau lebih baik kita berani untuk gagal, jadi mencoba dan melakukannya terlebih dahulu baru selalu berusaha mengatasi kesulitan dan hambatan yang ditemui sambil melaksanakannya.
Pola pikir yang harus kita kita lakukan adalah. Bila kita menghadapi sesuatu yang baik maka kita harus memikirkan hal baiknya dahulu, dan untuk hal yang tidak baik maka kita juga harus memikirkan hal yang tak baiknya juga terlebih dahulu. Contoh bila Anda melihat ada kesempatan untuk mencuri, tentu saja Anda tahu mencuri itu perbuatan yang tidak baik dan sebaiknya Anda terlebih dahulu memikirikan hal yang tidak baik dari akibat mencuri seperti masuk penjara, dikucilkan dari masyarakat, dan lainnya. Maka dapat dipastikan Anda lebih baik memilih untuk tidak mencuri bukan.
Jangan takut mencoba yang baik, terutama berbisnis. Karena itu berarti Anda juga mau bertanggungjawab terhadap diri Anda dan orang lainnya.
^^sourceid
Tuesday, October 30, 2007
Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now
Sepuluh tahun yang lalu, kalau saya ditanya apakah tip sukses saya, mungkin saya tidak bisa menjawab. Sekarang, sukses bagi saya bukanlah ketika buku saya menjadi best-seller atau ketika menerima pujian untuk artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal terkemuka di Inggris Raya. Sukses bukan pula ketika saya dan suami berhasil juga membeli rumah di San Francisco Bay Area dengan keringat sendiri setelah hampir sepuluh tahun merantau di Negeri Paman Sam.
Sukses bagi saya adalah mindset. Sukses adalah saya; saya adalah sukses. Sukses bukan tujuan, bukan pula perjalanan. Success is about being dan becoming.
Berani dan overconfident kedengarannya? Mungkin, yang jelas ribuan bahkan jutaan manusia "sukses" di dunia alias manusia bermental juara mempunyai mindset seperti ini.
Apakah Anda perlu menjadi juara tenis tingkat Wimbledon atau juara golf profesional di PGA Pebble Beach untuk disebut "sukses"? Apakah Anda perlu mengendarai Corvette dan Lexus SUV hybrid? Jelas tidak. Seorang bermental juara alias bermindset "orang sukses" bisa jadi hanyalah seorang salesman saja.
Ambillah contoh Bill Porter, seorang salesman door-to-door dari Portland, Oregon yang terlahir dengan cerebral palsy. Ia berjalan kaki setidaknya 10 mil perhari selama 40 tahun dengan tertatih-tatih setiap hari tanpa mengeluh. Hebatnya, karena tubuhnya bagian kiri tidak bekerja sebagaimana orang normal, ia sebenarnya sangat sulit untuk berjalan tegak dan berbicara dengan jelas. (Baca www.billporter.com, filem Door to Door dan buku berjudul Ten Things I Learned from Bill Porter oleh Shelly Brady.) Dengan penghasilan pas-pasan dari seorang salesman rumah ke rumah, jelas di mata orang awam ia tidaklah termasuk kategori "sukses secara finansial."
Namun, bagi saya, Bill Porter adalah salah satu orang paling sukses di dunia yang amat sangat saya kagumi. Salah satu cita-cita saya adalah bertemu muka dengan beliau suatu hari.
Nah, lantas apa resep 10 tip sukses concoction ala Jennie?
Satu, bersyukurlah atas hari ini. "Just to be alive is a grand thing," kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif terkemuka. Jauhkanlah perasaan depresi dan sedih tanpa juntrungan. Jalani setiap hari dengan hati penuh syukur. Ingatlah akan Bill Porter. Kalau dia bisa jadi seorang salesman berhasil, apapun yang Anda inginkan sebenarnya pasti bisa tercapai.
Dua, belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok. Mohandas Gandhi pernah berkata demikian, "Live as if you were to die tomorrow, learn as if you were to live forever." Belajar terus, upgrade diri terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly.
Tiga, setiap ketrampilan pasti ada penggunanya. Ini saya dapat dari salah satu sahabat saya seorang wanita blonda dari San Diego. Sahabat saya Crystal ini pernah membesarkah hati saya, "There are all kinds of writers, there are all kinds of readers." Ketika saya down karena merasa incompetent bertarung dengan penulis-penulis lokal di sini, Crystal mengingatkan bahwa setiap jenis penulis pasti ada pembacanya (niche). Find your niche, so you find your place in the world.
Empat, bukalah jalan sendiri, orisinil. Ralph Waldo Emerson once said, "Do not go where the path may lead, go instead where there is no path and leave a trail." Jangan latah mengikuti orang lain, dengar kata hati dan ikutilah jalan yang belum kelihatan.
Lima, belajar mencintai apa yang Anda punyai, bukan berangan-angan akan apa yang Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata kalau Anda menggunakan instrumen yang kasat mata saat ini juga.
Enam, lihat apa yang kelihatan dan lihat apa yang belum kelihatan. Gunakan visi dan misi untuk mengenal apa yang Anda tuju. Seringkali, apa yang belum kelihatan adalah blue print untuk sukses Anda. Begitu kelihatan, ia akan menjadi semacam de ja vu.
Tujuh, telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu. Be excited, be courageous to start the day.
Delapan, semakin banyak Anda memberi, semakin banyak Anda akan menerima. The more you give, the more you get in return. Dalam marketing, ini mungkin disebut sebagai taktik public relations atau publicity. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ini juga berlaku tanpa diselipi dengan iming-iming tertentu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan berkat yang kita terima.
Sembilan, jadilah mentor diri sendiri. What would Oprah do? Itu yang saya pakai sebagai ukuran. Saya tidak memilih Nabi atau pembesar negara, namun seorang wanita berkulit berwarna yang telah membalikkan nasibnya sendiri menjadi salah satu orang berpengaruh di dunia.
Sepuluh, saya eksis dengan maupun tanpa tubuh saya. Setidak-tidaknya sekali sehari, saya mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah untuk selamanya. Maka berbuatlah terbaik pada saat ini juga. Jangan tunggu-tunggu lagi. "Just do it," kata Cher di Farewell Concertnya beberapa tahun yang lampau. I do my best every chance I have. Berbuatlah terbaik di setiap kesempatan, karena itu mungkin yang terakhir.
Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset. Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas (sukses adalah saya).
Sumber: Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now by Jennie S. Bev.
Jennie S. Bev is a prolific author and co-author of 17 books and
over 850 articles published in the United States, Canada, UK,
France, Germany, Singapore and Indonesia. She is based in scenic
Northern California where she resides with her husband.
Sukses bagi saya adalah mindset. Sukses adalah saya; saya adalah sukses. Sukses bukan tujuan, bukan pula perjalanan. Success is about being dan becoming.
Berani dan overconfident kedengarannya? Mungkin, yang jelas ribuan bahkan jutaan manusia "sukses" di dunia alias manusia bermental juara mempunyai mindset seperti ini.
Apakah Anda perlu menjadi juara tenis tingkat Wimbledon atau juara golf profesional di PGA Pebble Beach untuk disebut "sukses"? Apakah Anda perlu mengendarai Corvette dan Lexus SUV hybrid? Jelas tidak. Seorang bermental juara alias bermindset "orang sukses" bisa jadi hanyalah seorang salesman saja.
Ambillah contoh Bill Porter, seorang salesman door-to-door dari Portland, Oregon yang terlahir dengan cerebral palsy. Ia berjalan kaki setidaknya 10 mil perhari selama 40 tahun dengan tertatih-tatih setiap hari tanpa mengeluh. Hebatnya, karena tubuhnya bagian kiri tidak bekerja sebagaimana orang normal, ia sebenarnya sangat sulit untuk berjalan tegak dan berbicara dengan jelas. (Baca www.billporter.com, filem Door to Door dan buku berjudul Ten Things I Learned from Bill Porter oleh Shelly Brady.) Dengan penghasilan pas-pasan dari seorang salesman rumah ke rumah, jelas di mata orang awam ia tidaklah termasuk kategori "sukses secara finansial."
Namun, bagi saya, Bill Porter adalah salah satu orang paling sukses di dunia yang amat sangat saya kagumi. Salah satu cita-cita saya adalah bertemu muka dengan beliau suatu hari.
Nah, lantas apa resep 10 tip sukses concoction ala Jennie?
Satu, bersyukurlah atas hari ini. "Just to be alive is a grand thing," kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif terkemuka. Jauhkanlah perasaan depresi dan sedih tanpa juntrungan. Jalani setiap hari dengan hati penuh syukur. Ingatlah akan Bill Porter. Kalau dia bisa jadi seorang salesman berhasil, apapun yang Anda inginkan sebenarnya pasti bisa tercapai.
Dua, belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok. Mohandas Gandhi pernah berkata demikian, "Live as if you were to die tomorrow, learn as if you were to live forever." Belajar terus, upgrade diri terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly.
Tiga, setiap ketrampilan pasti ada penggunanya. Ini saya dapat dari salah satu sahabat saya seorang wanita blonda dari San Diego. Sahabat saya Crystal ini pernah membesarkah hati saya, "There are all kinds of writers, there are all kinds of readers." Ketika saya down karena merasa incompetent bertarung dengan penulis-penulis lokal di sini, Crystal mengingatkan bahwa setiap jenis penulis pasti ada pembacanya (niche). Find your niche, so you find your place in the world.
Empat, bukalah jalan sendiri, orisinil. Ralph Waldo Emerson once said, "Do not go where the path may lead, go instead where there is no path and leave a trail." Jangan latah mengikuti orang lain, dengar kata hati dan ikutilah jalan yang belum kelihatan.
Lima, belajar mencintai apa yang Anda punyai, bukan berangan-angan akan apa yang Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata kalau Anda menggunakan instrumen yang kasat mata saat ini juga.
Enam, lihat apa yang kelihatan dan lihat apa yang belum kelihatan. Gunakan visi dan misi untuk mengenal apa yang Anda tuju. Seringkali, apa yang belum kelihatan adalah blue print untuk sukses Anda. Begitu kelihatan, ia akan menjadi semacam de ja vu.
Tujuh, telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu. Be excited, be courageous to start the day.
Delapan, semakin banyak Anda memberi, semakin banyak Anda akan menerima. The more you give, the more you get in return. Dalam marketing, ini mungkin disebut sebagai taktik public relations atau publicity. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ini juga berlaku tanpa diselipi dengan iming-iming tertentu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan berkat yang kita terima.
Sembilan, jadilah mentor diri sendiri. What would Oprah do? Itu yang saya pakai sebagai ukuran. Saya tidak memilih Nabi atau pembesar negara, namun seorang wanita berkulit berwarna yang telah membalikkan nasibnya sendiri menjadi salah satu orang berpengaruh di dunia.
Sepuluh, saya eksis dengan maupun tanpa tubuh saya. Setidak-tidaknya sekali sehari, saya mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah untuk selamanya. Maka berbuatlah terbaik pada saat ini juga. Jangan tunggu-tunggu lagi. "Just do it," kata Cher di Farewell Concertnya beberapa tahun yang lampau. I do my best every chance I have. Berbuatlah terbaik di setiap kesempatan, karena itu mungkin yang terakhir.
Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset. Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas (sukses adalah saya).
Sumber: Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now by Jennie S. Bev.
Jennie S. Bev is a prolific author and co-author of 17 books and
over 850 articles published in the United States, Canada, UK,
France, Germany, Singapore and Indonesia. She is based in scenic
Northern California where she resides with her husband.
aneka-cd.t35.com
Ingin lebih mengetahui tentang bisnis online dari http://aneka-cd.t35.com
Silahkan memasuki http://aneka-cd.t35.com/faq.php?rahasia-bisnis=yes
^^sourceid
Silahkan memasuki http://aneka-cd.t35.com/faq.php?rahasia-bisnis=yes
^^sourceid
Thursday, October 18, 2007
Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now
Sepuluh tahun yang lalu, kalau saya ditanya apakah tip sukses saya, mungkin saya tidak bisa menjawab. Sekarang, sukses bagi saya bukanlah ketika buku saya menjadi best-seller atau ketika menerima pujian untuk artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal terkemuka di Inggris Raya. Sukses bukan pula ketika saya dan suami berhasil juga membeli rumah di San Francisco Bay Area dengan keringat sendiri setelah hampir sepuluh tahun merantau di Negeri Paman Sam.
Sukses bagi saya adalah mindset. Sukses adalah saya; saya adalah sukses. Sukses bukan tujuan, bukan pula perjalanan. Success is about being dan becoming.
Berani dan overconfident kedengarannya? Mungkin, yang jelas ribuan bahkan jutaan manusia "sukses" di dunia alias manusia bermental juara mempunyai mindset seperti ini.
Apakah Anda perlu menjadi juara tenis tingkat Wimbledon atau juara golf profesional di PGA Pebble Beach untuk disebut "sukses"? Apakah Anda perlu mengendarai Corvette dan Lexus SUV hybrid? Jelas tidak. Seorang bermental juara alias bermindset "orang sukses" bisa jadi hanyalah seorang salesman saja.
Ambillah contoh Bill Porter, seorang salesman door-to-door dari Portland, Oregon yang terlahir dengan cerebral palsy. Ia berjalan kaki setidaknya 10 mil perhari selama 40 tahun dengan tertatih-tatih setiap hari tanpa mengeluh. Hebatnya, karena tubuhnya bagian kiri tidak bekerja sebagaimana orang normal, ia sebenarnya sangat sulit untuk berjalan tegak dan berbicara dengan jelas. (Baca www.billporter.com, filem Door to Door dan buku berjudul Ten Things I Learned from Bill Porter oleh Shelly Brady.) Dengan penghasilan pas-pasan dari seorang salesman rumah ke rumah, jelas di mata orang awam ia tidaklah termasuk kategori "sukses secara finansial."
Namun, bagi saya, Bill Porter adalah salah satu orang paling sukses di dunia yang amat sangat saya kagumi. Salah satu cita-cita saya adalah bertemu muka dengan beliau suatu hari.
Nah, lantas apa resep 10 tip sukses concoction ala Jennie?
Satu, bersyukurlah atas hari ini. "Just to be alive is a grand thing," kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif terkemuka. Jauhkanlah perasaan depresi dan sedih tanpa juntrungan. Jalani setiap hari dengan hati penuh syukur. Ingatlah akan Bill Porter. Kalau dia bisa jadi seorang salesman berhasil, apapun yang Anda inginkan sebenarnya pasti bisa tercapai.
Dua, belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok. Mohandas Gandhi pernah berkata demikian, "Live as if you were to die tomorrow, learn as if you were to live forever." Belajar terus, upgrade diri terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly.
Tiga, setiap ketrampilan pasti ada penggunanya. Ini saya dapat dari salah satu sahabat saya seorang wanita blonda dari San Diego. Sahabat saya Crystal ini pernah membesarkah hati saya, "There are all kinds of writers, there are all kinds of readers." Ketika saya down karena merasa incompetent bertarung dengan penulis-penulis lokal di sini, Crystal mengingatkan bahwa setiap jenis penulis pasti ada pembacanya (niche). Find your niche, so you find your place in the world.
Empat, bukalah jalan sendiri, orisinil. Ralph Waldo Emerson once said, "Do not go where the path may lead, go instead where there is no path and leave a trail." Jangan latah mengikuti orang lain, dengar kata hati dan ikutilah jalan yang belum kelihatan.
Lima, belajar mencintai apa yang Anda punyai, bukan berangan-angan akan apa yang Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata kalau Anda menggunakan instrumen yang kasat mata saat ini juga.
Enam, lihat apa yang kelihatan dan lihat apa yang belum kelihatan. Gunakan visi dan misi untuk mengenal apa yang Anda tuju. Seringkali, apa yang belum kelihatan adalah blue print untuk sukses Anda. Begitu kelihatan, ia akan menjadi semacam de ja vu.
Tujuh, telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu. Be excited, be courageous to start the day.
Delapan, semakin banyak Anda memberi, semakin banyak Anda akan menerima. The more you give, the more you get in return. Dalam marketing, ini mungkin disebut sebagai taktik public relations atau publicity. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ini juga berlaku tanpa diselipi dengan iming-iming tertentu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan berkat yang kita terima.
Sembilan, jadilah mentor diri sendiri. What would Oprah do? Itu yang saya pakai sebagai ukuran. Saya tidak memilih Nabi atau pembesar negara, namun seorang wanita berkulit berwarna yang telah membalikkan nasibnya sendiri menjadi salah satu orang berpengaruh di dunia.
Sepuluh, saya eksis dengan maupun tanpa tubuh saya. Setidak-tidaknya sekali sehari, saya mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah untuk selamanya. Maka berbuatlah terbaik pada saat ini juga. Jangan tunggu-tunggu lagi. "Just do it," kata Cher di Farewell Concertnya beberapa tahun yang lampau. I do my best every chance I have. Berbuatlah terbaik di setiap kesempatan, karena itu mungkin yang terakhir.
Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset. Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas (sukses adalah saya).
Sumber: Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now by Jennie S. Bev.
Jennie S. Bev is a prolific author and co-author of 17 books and
over 850 articles published in the United States, Canada, UK,
France, Germany, Singapore and Indonesia. She is based in scenic
Northern California where she resides with her husband.
Sukses bagi saya adalah mindset. Sukses adalah saya; saya adalah sukses. Sukses bukan tujuan, bukan pula perjalanan. Success is about being dan becoming.
Berani dan overconfident kedengarannya? Mungkin, yang jelas ribuan bahkan jutaan manusia "sukses" di dunia alias manusia bermental juara mempunyai mindset seperti ini.
Apakah Anda perlu menjadi juara tenis tingkat Wimbledon atau juara golf profesional di PGA Pebble Beach untuk disebut "sukses"? Apakah Anda perlu mengendarai Corvette dan Lexus SUV hybrid? Jelas tidak. Seorang bermental juara alias bermindset "orang sukses" bisa jadi hanyalah seorang salesman saja.
Ambillah contoh Bill Porter, seorang salesman door-to-door dari Portland, Oregon yang terlahir dengan cerebral palsy. Ia berjalan kaki setidaknya 10 mil perhari selama 40 tahun dengan tertatih-tatih setiap hari tanpa mengeluh. Hebatnya, karena tubuhnya bagian kiri tidak bekerja sebagaimana orang normal, ia sebenarnya sangat sulit untuk berjalan tegak dan berbicara dengan jelas. (Baca www.billporter.com, filem Door to Door dan buku berjudul Ten Things I Learned from Bill Porter oleh Shelly Brady.) Dengan penghasilan pas-pasan dari seorang salesman rumah ke rumah, jelas di mata orang awam ia tidaklah termasuk kategori "sukses secara finansial."
Namun, bagi saya, Bill Porter adalah salah satu orang paling sukses di dunia yang amat sangat saya kagumi. Salah satu cita-cita saya adalah bertemu muka dengan beliau suatu hari.
Nah, lantas apa resep 10 tip sukses concoction ala Jennie?
Satu, bersyukurlah atas hari ini. "Just to be alive is a grand thing," kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif terkemuka. Jauhkanlah perasaan depresi dan sedih tanpa juntrungan. Jalani setiap hari dengan hati penuh syukur. Ingatlah akan Bill Porter. Kalau dia bisa jadi seorang salesman berhasil, apapun yang Anda inginkan sebenarnya pasti bisa tercapai.
Dua, belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok. Mohandas Gandhi pernah berkata demikian, "Live as if you were to die tomorrow, learn as if you were to live forever." Belajar terus, upgrade diri terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly.
Tiga, setiap ketrampilan pasti ada penggunanya. Ini saya dapat dari salah satu sahabat saya seorang wanita blonda dari San Diego. Sahabat saya Crystal ini pernah membesarkah hati saya, "There are all kinds of writers, there are all kinds of readers." Ketika saya down karena merasa incompetent bertarung dengan penulis-penulis lokal di sini, Crystal mengingatkan bahwa setiap jenis penulis pasti ada pembacanya (niche). Find your niche, so you find your place in the world.
Empat, bukalah jalan sendiri, orisinil. Ralph Waldo Emerson once said, "Do not go where the path may lead, go instead where there is no path and leave a trail." Jangan latah mengikuti orang lain, dengar kata hati dan ikutilah jalan yang belum kelihatan.
Lima, belajar mencintai apa yang Anda punyai, bukan berangan-angan akan apa yang Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata kalau Anda menggunakan instrumen yang kasat mata saat ini juga.
Enam, lihat apa yang kelihatan dan lihat apa yang belum kelihatan. Gunakan visi dan misi untuk mengenal apa yang Anda tuju. Seringkali, apa yang belum kelihatan adalah blue print untuk sukses Anda. Begitu kelihatan, ia akan menjadi semacam de ja vu.
Tujuh, telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu. Be excited, be courageous to start the day.
Delapan, semakin banyak Anda memberi, semakin banyak Anda akan menerima. The more you give, the more you get in return. Dalam marketing, ini mungkin disebut sebagai taktik public relations atau publicity. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ini juga berlaku tanpa diselipi dengan iming-iming tertentu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan berkat yang kita terima.
Sembilan, jadilah mentor diri sendiri. What would Oprah do? Itu yang saya pakai sebagai ukuran. Saya tidak memilih Nabi atau pembesar negara, namun seorang wanita berkulit berwarna yang telah membalikkan nasibnya sendiri menjadi salah satu orang berpengaruh di dunia.
Sepuluh, saya eksis dengan maupun tanpa tubuh saya. Setidak-tidaknya sekali sehari, saya mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah untuk selamanya. Maka berbuatlah terbaik pada saat ini juga. Jangan tunggu-tunggu lagi. "Just do it," kata Cher di Farewell Concertnya beberapa tahun yang lampau. I do my best every chance I have. Berbuatlah terbaik di setiap kesempatan, karena itu mungkin yang terakhir.
Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset. Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas (sukses adalah saya).
Sumber: Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now by Jennie S. Bev.
Jennie S. Bev is a prolific author and co-author of 17 books and
over 850 articles published in the United States, Canada, UK,
France, Germany, Singapore and Indonesia. She is based in scenic
Northern California where she resides with her husband.
Subscribe to:
Posts (Atom)